15 Oct 2021

ABUJAPI Kalbar dan Polda Kalbar Gelar Vaksinasi untuk Satpam

KSATRIA | Kalbar — Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kalimantan Barat bekerjasama dengan Polda Kalimantan Barat dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan “Gebyar Vaksinasi Covid-19”, Kamis (14/10/2021).

Gebyar Vaksinasi Covid-19 ini diperuntukan untuk satuan pengamanan (Satpam) beserta keluarga, yang dilaksanakan di SUPM Pontianak, Pembangunan Nipah kuning, Kalimantan Barat. Mulai dari pukul 08.00 Wib sampai selesai.

Para peserta berasal dari beberapa badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang berada di wilayah Kalimantan Barat. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri keluarga besar ABUJAPI Kalbar, Satpam BUJP, dan warga sekitarnya.

Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kalbar, Yusnadi mengatakan bahwa vaksinasi ini salah satu program ABUJAPI terhadap satuan pengamanan (Satpam) yang juga merupakan duta perubahan perilaku protokol kesehatan.

“Jadi sangat penting setiap satuan pengamanan (Satpam) di Kalimantan Barat untuk mendapatkan vaksinasi tersebut,” terang Yusnadi.

Sementara Kasi Polsus Binmas Polda Kalimantan Barat, Kompol Untung mengatakan sesuai dengan Kepres bahwa Polri adalah sebagai fasilitator dalam hal pelaksaan vaksinasi ini, dan sebagai pelaksana teknis dilakukan Biddokkes Polda Kalbar

“Polri sendiri sebagai fasilitator dalam hal pelaksaan vaksinasi ini, dan sebagai pelaksana teknis dilakukan Biddokkes Polda Kalbar,” jelasnya.[Adm]

11 Oct 2021

Musda Ke-2 ABUJAPI NTB Tetapkan Iwan Balukea sebagai Ketua

KSATRIA | Lombok––BPD Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Nusa Tenggara Barata (NTB) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 yang digelar di Hotel Lombok Plaza, Kamis (7/10/2021).
Musda ke-2 ini dibuka oleh Dirbinmas Polda NTB Kombes Pol Dessi Ismail S.I.K dan dihadiri oleh Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan bersama Waketum Cecep Darmadi, Sekjen Suryawisesa Karang, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Agoes menyampaikan bahwa ABUJAPI adalah mitra Polri yang terus akan mengawal profesi Satpam ini menjadi lebih baik lagi ke depannya. Terlebih lagi jumlah Satpam yang terus bertambah, saat ini ada sekitar 1,6 juta orang yang berprofesi sebagai Satpam.

“Hasil dari Musda ke-2 ABUJAPI NTB hendaknya bisa direalisasikan untuk para BUJP yang ada di wilayah NTB, karena ini sebagai wadah untuk menyatukan badan usaha yang bergerak di bidang jasa pengamanan yang ada di NTB,” ungkapnya.

Musda ke-2 yang digelar melalui prokes ketat ini telah memutuskan secara aklamasi saudara Iwan Balukea sebagai Ketua Umum ABUJAPI NTB periode 2021-2026. “Semoga dengan terpilihnya saudara Iwan ABUJAPI NTB ke depan semakin lebih baik lagi, dan bisa dirasakan manfaatnya untuk BUJP dan Satpam,” ujarnya. [Adm]

25 Jun 2021

HUT Ke-19, BSP Selenggarakan Lomba untuk Satpam. Yuk Ikut!

KSATRIA | Jakarta–PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) kembali menggelar lomba kreatifitas dalam rangka hari ulang tahun BSP yang ke-19 tahun. Kali ini, ada tiga jenis perlombaan yang akan ditandingkan, yaitu stand up comedy digital, sketsa comedy dan fotografi.

Menurut Ketua Panitia Ilal Dwi Zufatresa, kegiatan ini untuk memeriahkan hari jadi BSP yang ke-19. “Ini merupakan tahun ketiga BSP menyelenggarakan lomba, awalnya hanya untuk internal BSP, sekarang sudah untuk umum,” jelasnya, Jumat (25/6).

Ilal menjelaskan, tahun 2019 pihaknya menyelenggarakan hanya untuk kalangan departemen dan area internal BSP, tahun 2020 meningkat untuk seluruh Satpam BSP, dan tahun 2021 perlombaan bisa diikuti oleh umum. “Bahkan jenis lombanya kami tambah dengan fotografi humanis,” jelasnya.

Lomba yang mengambil tema Tugas Mulia Satpam ini memperebutkan total hadiah sebanyak Rp 10 juta. Adapun penutupan lomba akan berakhir pada 10 Juli 2021.

Untuk lebih lengkapnya bagaimana cara mengikuti lomba. Silahkan unduh persyaratan berikut di bawah ini: KETENTUAN & TEKNIS LOMBA HUT BSP KE-19.  

 

07 Mar 2021

BSP Kawal Acara Business Review yang Dihadiri Gubernur Jabar

KSATRIA | Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Provinsi Jabar untuk memperkuat kolaborasi dan memaksimalkan tujuh potensi ekonomi Jabar pascapandemi Covid-19. Karena BUMD memiliki peran strategis di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan inovasi dan kolaborasi, BUMD dapat mendorong pemulihan ekonomi. Karena pembangunan Jabar harus maju bersama-sama,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam acara BJB Business Review Semester II Tahun 2020 di Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 5 Maret 2021.

Ketujuh potensi ekonomi tersebut yakni meraup peluang investasi perusahaan yang pindah dari Tiongkok, swasembada pangan, swasembada teknologi, mendorong peluang bisnis di sektor kesehatan, digital ekonomi, penerapan ekonomi berkelanjutan; dan pariwisata lokal.

Sementara itu, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam kegiatan Business Review ini, satuan pengamanan PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menjadi salah satu perusahaan BUJP yang ikut andil dalam keamanan selama acara. [Adm].

02 Feb 2021

6 Himbauan Kabaharkam Polri dalam Upacara HUT Satpam ke-40

KSATRIA | Jakarta–Puncak acara Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (HUT Satpam) ke-40 digelar upacara virtual yang diikuti oleh para satpam, seluruh badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang ada di penjuru Nusantara. Sementara upacara offline diadakan di Gedung Tribrata, Jakarta pada 2 Februari 2021.

Dalam amanatnya, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH, MH yang disampaikan oleh Kakorbinmas Polri Irjen Pol Suwondo Nainggolan, SIK, MH menyampaikan kebanggaannya atas usia satpam yang ke-40. Berikut adalah isi amanah Kabaharkam.

Atas nama Pimpinan Polri dengan rasa bangga saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-40 kepada seluruh anggota satuan pengamanan dimana pun bertugas, semoga senantiasa profesional dan eksistensinya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Saya apresiasi seluruh satpam, BUJP, asosiasi dan stakeholder lainnya atas kerjasama sinergis dalam memelihara stabilitas kamtibmas yang kondusif utamanya sebagai kepanjangan Polri dalam menegakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin di masing-masing tempat kerjanya. Semoga sinergitas ini dipelihara dengan baik dan terus ditingkatkan.

Eksistensi satpam dewasa ini tak lepas dari sejarah pembentukannya adalah oleh Prof Dr Awaloedin Djamin MPA sebagai Bapak Pendiri Satpam yang telah berjasa besar dalam membentuk satpam sebagai sebuah profesi yang luhur dan mulia. Mari kita mengenang dan mendoakan, semoga almarhum ditempatkan yang terbaik di sisi Allah.

Kita sebagai generasi penerus senantiasa meneladani pengabdian dan perjuangan beliau dan mengukir menorehkan tinta emas demi kemajuan bangsa dan kehormatan satpam dalam pelaksanaan tugas.

Dalam melaksanakan tugas di lapangan, satpam sebagai mitra Polri bertugas memelihara kamtibmas karena itu profesionalisme satpam harus ditingkatkan, dengan memiliki kompetensi profesi sehingga kualitas kamampuan yang dimiliki setiap personil satpam mampu mengatasi gangguan keamanan di lingkungan kerjanya.

Selain itu dengan kualitas yang dimiliki kontribusi satpam sebagai pendukung program pemerintah dalam investasi kondusif di lingkungan kerjanya akan mengundang terciptanya iklim investasi yang baru secara nasional.

Polri beranggapan bahwa Satpam adalah profesi yang mulia dan penting, sehingga pada Agustus 2020 terbit Perpol 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa dengan esensi merubah warna satpam mirip warna Polri. Dimaksudnya kehadirannya efek getar guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

Selain itu secara psikologis dan sosiologis perubahan seragam ini mampu menjalin kedekatan emosional antara satpam dan Polri sebagai pembinannya. Secara filosofis menumbuhkan kebanggaan satpam sebagai kepolisian terbatas dan menambah penggelaran fungsi kepolisian di tengah masyarakat.

Dengan adanya perubahan warna tersebut agar satpam memahami warna coklat satpam. Arti coklat identik warna tanah atau bumi, kayu, batu alami. Warna Netral melambangkan kebersahajaan, pondasi, stabilitas, kehangatan, rasa aman, nyaman, rasa percaya, ketabahan serta kejujuran.

Satpam merupakan bagian mitra polri dalam pembianaan keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakan perundang-undangan, serta menumbuhkan kesadaran dan kewasapadaan keamanan di lingkungan kerja.

Berdasar uraian tersebut tema yang diangkat dalam HUT satpam ke-40 ini sangat tepat, yaitu “Tingkatkan Profesionalisme dan Kompetensi Satuan Pengamanan Menjadi Profesi yang Membanggakan dan Bermatabat”.

Tema itu selaras dengan kebijakan presiden RI yaitu membangun SDM unggul dan sejalan dengan program Kapolri yaitu transformasi menuju Polri yang presisi dengan kinerja yang produktif, responsibiltas, dan transparansi berkeadilan.

Saya menghimbau seluruh anggota satpam untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagai berikut.

  1. Senantiasa jaga kesehatan dan niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ladang ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Tanamakan kebanggaan dan kehormatan sebagai anggota satpam dengan menjunjung tinggi profesionalisme dengan senantiasa memegang teguh kode etik profesi satpam.
  3. Tingkatkan kesiapsiagaan, sehingga setiap gangguan keamanan di lingkungan kerja ditangani dengan cepat dan tuntas.
  4. Tingkatkan komptensi diri baik melalui pendidikan dan pelatihan guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas.
  5. Tingkatkan kerjasama sinergis dengan TNI/ Polri, stakeholder lain dan elemen masyarakat guna memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban dan lingkungan kerja.
  6. Selama masa pandemi, terapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja guna menciptakan SDM yang sehat dan kompetitif.

Semoga Tuhan senantia memberikan perlindungan petunjuk dan kekuatan kepada kita dalam menjalankan tugas terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dirgahayu satpam ke-40, selamat bertugas dan berbuat baik untuk masyarakat bangsa dan negara…hidup satpam! [Adm]

27 Jan 2021

Rakerda ABUJAPI Perdana DIhadiri 49 BUJP

KSATRIA | Batam–Badan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan [BPD ABUJAPI] Provinsi Kepulaun Riau menggelar Rakerda perdana di Aston Batam Hotel Residence, pada Rabu (27/1/2021).

Turut hadir pada acara ini Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), Agoes Dermawan, Ketua BPD ABUJAPI Provinsi Kepri, Dwifung Wirajaya Saputra, dan 49 Badan usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang berada di wilayah hukum Kepri.

Dalam sambutannya Ketua Umum BPP ABUJAPI, Agoes Dermawan mengatakan, seragam Satpam kini sudah berubah, di mana sebelumnya identik dengan warna biru dan putih, kini menjadi warna cokelat menyerupai seragam polisi.

Perubahan warna itu sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengaman Swakarsa, yang diundangkan sejak 5 Agustus 2020 lalu.

Lebih lanjut Agoes menjelaskan, kepangkatan Satpam itu ada 9 tingkat kepangkatannya. Kepangkatan itu juga memakai seragam baru yang mirip seperti seragamnya polisi.

“Satpam itu kategorinya ada 3 dan dia dalam memakai seragam yang baru itu harus mempunyai kartu anggota, dan dia juga harus berada dibawah BUJP. Kalau dia tidak punya keduanya maka dia adalah abal-abal,” jelas Agoes.

Sementara di tempat yang sama, Ketua BPD ABUJAPI Provinsi Kepri, Dwifung Wirajaya Saputra mengatakan, Rakerda yang dilakukannya itu adalah Rakerda perdana setelah 6 bulan kepengurusan yang dipimpinnya.

“Rakerda ini dihadiri oleh 49 BUJP dari 105 BUJP yang ada di Provinsi Kepri. Nanti mereka akan bergabung kembali, karena keanggotaan ABUJAPI ini adalah menjadi syarat kepengurusan dan rekomendasi dari Polda untuk izin operasional dari Mabes Polri,” ujar Dwifung.

Menurutnya, penetapan seragam baru Satpam mirip polisi itu adalah kado terindah pada ulang tahun Satpam ke-40. Pihaknya selaku asosiasi BUJP harus menyukseskannya. Karena waktu untuk mengeragamkan baju Satpam itu diberi waktu selama 1 tahun, yakni hingga Agustus 2021.

“Jadi karena seragam ini mirip polisi, maka jangan sampai ada oknum yang menyalahgunakan. Kita imbau kepada BUJP dan penguna Satpam agar tidak sembarangan juga mengunakan seragam dan harus sesuai Perpol No 4 Tahun 2020,” imbuhnya.

Selain itu, kata Dwifung, dalam Rakerda itu pihaknya juga akan menetapkan standar management fee, sebab selama ini yang sering menjadi bahan persaingan usaha yang tidak sehat banyak yang banting-banting harga.

“Karena perusahaan itu yang diambil adalah profit oriented, jika management fee cuma 3 hingga 4 persen maka itu pasti mengambil haknya pekerja,” pungkasnya. [Adm]

28 Oct 2020

Ketua ABUJAPI: Perbaiki Kualitas BUJP, Lalu Cetak Satpam Profesional

KSATRIA | Jakarta–Saat ini jumlah Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) ada sebanyak 2.800 BUJP, yang aktif ada 1.800 BUJP. Sedangkan jumlah satpam ada 640.000 satpam di seluruh Indonesia. Demikian kata Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Agoes Dermawan dalam Webinar yang digelar TSSI PP Polri, Selasa (27/10/2020).

Menurut Agoes, bisnis jasa pengaman memiliki peran yang besar dalam perekonomian nasional, bisnis BUJP sangat besar nilainya, yaitu mencapai 2.5 Triliun per bulan. “Ini jumlah yang cukup besar dan ikut berkontribusi dalam pendapatan pajak nasional 250 milyar per bulan,” jelasnya.

ABUJAPI sebagai asosiasi yang beranggotakan BUJP, dituntut bisa mencetak satpam handal dan profesional. Karena itu, tambah Agoes, BUJP harus diperbaiki kualitasnya. Agoes berharap pihak kepolisian untuk selektif dalam memberikan ijin usaha jasa pengamanan.

Agoes menegaskan, BUJP ini mencetak sumber daya manusia karenanya harus memiliki ruh, jadi bukan bisnis semata. Kalau kita hanya mencetak produk-produk yang kita pasarkan ke luar akhirnya yang terjadi kurang maksimal, karena Ekspektasi pasar itu sangat luar biasa, sesuai dengan keinginan customer.

“Kita akui selama ini masih product oriented mencetak satpam dengan pola 232 jam, lalu kita jual, seolah kita mampu semua, tetapi ekspektasi pasar itu luar biasa, ternyata sekarang kita harus ganti dengan customer oriented. Bagaimana BUJP mampu mencetak satpam sesuai dengan market yang ada,” paparnya.

Agoes menambahkan, BUJP harus mempunya sumber daya manusia yang handal dan profesional. Jadi sudah tidak bisa asal-asalan karena ini sudah menjadi tuntutan produk kita. Yang diserap pasar harus baik.

Selain itu, tambahnya, BUJP harus punya kecukupan modal, karena sekarang banyak kita mengirim satpam kepada user yang terkadang paymennya jalan 2 sampai 3 bulan. “Jika tidak kuat modal akan membahayakan. Bahkan bisa menyebabkan satpamnya tidak digaji,” ungkapnya.

Hal lain yang harus diperhatikan oleh BUJP adalah komitmen jangka panjang, dan ini lahir dari pemimpin BUJP. Karena selama ini masih banyak pimpinan yang membuat BUJP secara sampingan sehingga ruhnya tidak hadir. “Ini yang bisa menjadi masalah,” jelasnya.

“Produk kita bukan barang tapi produk manusia antara pimpinan manajemen terhadap produk yang ada ini harus bisa melahirkan ruh satu kesatuan. Ini pekerjaan yang serius, ini mengentaskan pengangguran, menciptakan sosok manusia yang tangguh dan teruji. Jika tidak serius sebaiknya tidak usah mendirikan BUJP,” tegasnya.

Terakhir adalah BUJP harus bangga dengan profesi ini. Banyak pengelola satpam tapi pemimpinnya tidak bangga jadi satpam. Karenanya sangat beralasan kenapa direktur BUJP harus mengikuti pelatihan Gada Utama.

“Di sini ada sebuah ruh maka mereka harus mengetahui, karena industri ini menyatukan antara teori, jiwa menjadi bagian yang tak terpisahkan. Jika kondisi BUJP-nya sudah benar, baru kita bicara mencetak satpam yang profesional dan tangguh,” jelasnya.

Pirantinya sudah ada, kita ikuti saja aturan dari kepolisian, aturan pendidikan dari polri sudah ada semua. Jika ini sudah dilakukan. Tinggal apa yang diinginkan customer harus disesuaikan upskill-nya. Misalnya pengamanan di perbankan, apartemen, perhotelan dan lain sebagainya.

Dengan demikian, jika satpam sudah dilatih profesional, maka kita berharap remunerasi juga lebih baik. Saat ini satpam ada di mana-mana tapi tidak ada dalam hati. Saya dalam beberapa hari ini ikut rancangan pemerintah tentang undang-undang cipta kerja, dari 21 bidang pembagian waktu kerja tidak ada satu pun untuk satpam. “Ini harus kita perjuangkan, satpam itu bagian dari pembangunan negeri ini,” ungkapnya.

Agoes berharap ini menjadi PR bersama, ABUJAPI sudah punya komitmen untuk membangun skala upah satpam, ABUJAPI sudah membentuk tim Pokja untuk standar upah profesi satpam. “Satpam itu minimal harus 40 persen di atas UMP. Ini perjuangan kita, dengan demikian profesi satpam jadi sebuah kebanggaan dan bukan pilihan terakhir,” tuturnya. [adm]

23 Apr 2020

ABUJAPI & Ditbinmas Polda Metro Salurkan Paket Sembako ke Satpam

KSATRIA  | Jakarta–Industri jasa pengamanan adalah industri padat karya dan padat modal yang sarat dengan tenaga kerja dalam bentuk tenaga satuan pengamanan (Satpam) outsourcing. Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) ini merupakan mitra Kepolisian Republik Indonesia yang memiliki resiko dalam mengamankan asset perusahaan dan upaya memerangi Covid-19 di lingkungan terbatasnya.

Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-ABUJAPI) Agoes Dermawan, pandemi virus Covid-19 ini mengganggu  jalannya usaha BUJP sehingga banyak kontrak pekerjaan yang diputus atau dihentikan sementara oleh pemberi kerja. “Akibatnya banyak satpam terkena PHK atau dirumahkan tanpa digaji,” ungkapnya dalam giat Bakti Sosial Peduli Satpam Terdepan Terdampak Pandemi Covid-19 di Jakarta, Rabu (22/04/2020).

Menurut Agoes, sektor usaha penggguna jasa pengamanan yang terkena dampak Covid-19  antara lain sektor pariwisata dan pendukungnya seperti hotel, restauran, biro perjalanan, leissure business: cafe, karaoke, spa dan lain sebagainya, pusat perbelanjaan (mall dan retail) dan beberapa sektor industry atau pabrik.

Agoes menjelaskan, upaya ABUJAPI dalam rangka memutus rantai penularan Virus Covid 19 dan menjaga kesehatan para satpam pada awal kasus ini merebak, telah membuat Surat Edaran kepada seluruh BUJP di Indonesia agar satpamnya mengikuti Aturan Pemerintah,  Protokol Kesehatan dan Phisical Distancing dalam bertugas dan semua kegiatan BUJP Diklat Satpam dihentikan untuk sementara.

“Alhamdulilah dan puji Tuhan bahwa sampai saat ini hanya ada berita 1 satpam di RS Karyadi  Semarang yang berstatus ODP, namun tidak diinfokan ada yang  PDP.  Mudah-mudahan situasi ini tetap terjaga dan tidak ada kasus lagi,” jelasnya.

Langkah lainnya adalah untuk menjaga kelangsungan usaha, ABUJAPI bersama FADI (Forum Komunikasi Alih Daya Indonesia) mengirim surat kepada Presiden cc APINDO dan KADIN untuk memohon pengajuan relaksasi atau kelonggaran bagi dunia usaha alih daya (Outsourcing) terkait Kredit Perbankan, Perpajakan, BPJS  Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan ( Pembayaran, Terminasi bagi pekerja yang terkena dampak, pembayaran JHT, Denda Pembayaran BPJS ) dan aturan Ketenagakerjaan prihal pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan tanpa digaji.

Agoes juga menambahkan, dalam rangka meringankan beban para Satpam yang terkena dampak pandemi ini maka ABUJAPI Mengajukan Permohonan Bantuan Sosial untuk diberikan kepada Satpam cq Kementrian Tenaga Kerja.

ABUJAPI juga melakukan pendataan dengan meminta data Satpam yang terkena dampak PHK/Dirumahkan kepada seluruh BUJP Indonesia. “Untuk sementara terdata 1.871 nama pekerja satpam yang dilaporkan dan telah  diajukan untuk menerima bansos dari pemerintah cq Kementrian Tenaga Kerja dan ini masih menunggu proses verifikasi dan teknis distribusi bansosnya,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Taufiq Utama, ABUJAPI juga melakukan penggalangan dana melalui ABUJAPI Peduli Satpam dengan permohonan Donasi kepada para BUJP untuk melakukan Bakti Sosial.

ABUJAPI bekerja sama dengan Ditbinmas Polda Metro mengadakan Kegiatan Bakti Sosial Peduli Satuan Pengamanan (SATPAM) yang Terdampak Pandemi Covid-19 untuk Wilayah Jakarta selaman dua hari yaitu Rabu dan Kamis, 22 & 23 April 2020. “Dalam kegiatan ini kami membagikan 1.000 paket sembako kepada para satpam,” ungkapnya.

Taufiq menjelaskan ada dua target bakti sosial ini yaitu untuk meringankan beban dan memberi dukungan moral bagi para Satpam yang terkena PHK atau dirumahkan. Selain itu untuk memberikan dukungan moral bagi para satpam yang masih aktif bekerja agar tetap sehat dan eksis dalam bertugas. “Besok kami juga akan lakukan pembagian sembako secara on the road mengunjungi satpam di wilayah Jakarta,” jelasnya.

Untuk hari ini, bertempat di Sekretarian BPP ABUJAPI dilakukan kegiatan Bakti Sosial dengan membagikan Paket Sembako dan Vitamin bagi Satpam yang terkena PHK atau dirumahkan. Kegiatan ini dilakukan secara terbatas dan tetap memperhatikan aturan dan protokol Covid-19.

Kegiatan ini dihadiri oleh Brigjend Pol. Edy Murbowo, S.I.K, M.Si (Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri), Kombes Pol. Badya Wijaya (Dirbinmas Polda Metro Jaya), Badan Pengurus Harian (BPH) ABUJAPI,  5 orang perwakilan Satpam yang terkena dampak dan 5 Perwakilan BUJP yang Satpamnya terkena dampak.

Sementara untuk Kamis, 22 April 2020 jam 09.00 bertempat dan dimulai dari halaman Polda Metro Jaya melalukan  “ABUJAPI Peduli Satpam On The Road“ dengan membagikan sembako, vitamin C langsung kepada para Satpam yang bertugas di beberapa lokasi pengamanan Wilayah DKI Jakarta dan berkoordinasi dengan BUJP yang mengamankan.

Dalam kesempatan itu, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) mendapatkan 25 voucher paket sembako dari ABUJAPI untuk dibagikan kepada satpam BSP yang terdampak covid-19. [adm]

 

30 Jul 2018

ABUJAPI Riau Konsolidasi Tingkatkan Profesionalisme BUJP

KSATRIA| Riau– Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) Riau menggelar pertemuan membahas tentang kerja profesional jasa pengamanan kepada para anggotanya, Rabu (25/7).

Acara yang digelar di Ruang Pertemuan Mahoni Furaya Hotel Pekanbaru bertujuan mempererat kekompakan para anggota Abujapi di Riau.

Acara ini dihadiri oleh segenap pengurus badan usaha jasa pengamanan yang ada Riau serta juga dihadiri oleh Direktur Binmas Polda Riau, Kombes Pol Kris Pramono selaku bidang yang mengayomi para pelaku usaha sektor jasa keamanan ini.

Ketua Umum BPD-ABUJAPI Riau, Edi Darmawi menyampaikan bahwa para pelaku usaha di sektor ini dapat turut menjadi pendorong pembangunan di daerah Riau.

Hingga saat ini dari banyaknya perusahaan penyedia jasa pengamanan berdiri dan tumbuh, telah mampu menyerap tenaga kerja, khususnya dalam hal penyediaan tenaga security untuk instansi pemerintah maupun swasta.

Hingga saat ini di Riau ada sebanyak 96  perusahaan penyedia jasa pengamanan beroperasi. Dari total tersebut 70 persen diantaranya masih beroperasi aktif.

Sebagai upaya terus meningkatkan reputasi positif dan diterima masyarakat, para pelaku usaha yang tergabung dalam Abujapi terus melakukan pembenahan.

“Dalam beroperasi kita sebagai pelaku usaha penyedia jasa terus meningkatkan profesionalitas. Salah satu upaya yakni dengan mengikuti peraturan yang ada sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya seperti dilansir tribunnews.

Ia mengatakan Abujapi terus mendorong pertumbuhan usaha para pelaku di sektor jasa pengamanan. Salah satunya dengan terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kompetensi para tenaga pengaman yang dipekerjakan.

Kepala Direktorat Binmas Polda Riau, Kris Pramono mengatakan kehadiran Abujapi sangat membantu Polda Riau dalam rangka menciptakan keamanan bagi masyarakat di area terbatas.

Abujapi merupakan mitra bagi kepolisian dalam menciptakan keamanan. Kemitraan ini sebagai wujud dari upaya mewujudkan peningkatan sistem keamanan swakarsa.

Kehadiran asosiasi ini sangat membantu dalam rangka mencetak tenaga pengaman di wilayah Riau.

“Kita berharap dengan peran sistem pengamanan yang dilakukan sistem swakarsa yang bekerjasama dengan swasta ini dapat banyak membantu tugas kepolisian,” katanya.

Selama ini tak jarang dari sistem pengamanan swakarsa ini membantu menangkap dan mengatasi para pelaku kejahatan.

“Kita berharap kemampuan para tenaga pengaman yang dipekerjakan bisa lebih ditingkatkan mendatang,” tutupnya.[roji]

 

 

21 Feb 2017

Lokakarya Penyempurnaan Perkap Industrial Security

KSATRIA, (BSP)–Persoalan yang banyak dihadapi satuan pengamanan dan perusahaan jasa pengamanan, menggerakkan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (ABUJAPI) dan Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) menggelar Lokakarya dengan tema ‘Penyemppurnaan peraturan perundangan di bidang industrial security’.

Dalam paparannya, Bapak Satpam Indonesia Prof Dr Awaloedin Djamin MPA mengatakan bahwa dirinya telah membaca Perkap 24 tahun 2007 ini selama tiga tahun untuk kemudian diadakan revisi isinya.

Awaloedin menjelaskan, Perkap 2007 ini harus diperbaharui isinya, banyak hal-hal yang perlu ditambah dan dikurangi. Ia mengusulkan, hendaknya dalam pembahasannya dibagi menjadi tiga bab. Bab tentang satpam, BUJP dan audit. “Pembahasannya bisa lebih fokus jika dipecah-pecah,” paparnya.

Mantan Kapolri ini juga menambahkan, ke depan satpam di Indonesia harus leebih profesional lagi dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Untuk itu, perusahaan yang menjadi tempat mereka bekerja juga harus memperhatikan keberadaan satpam ini.

Sementara itu, Ketua Umum BPD ABUJAPI Jaya Drs H Moch. Sofjan Jacoeb, MM mengatakan bahwa ide awal penyempurnaan Perkap 24 tahun 2007 karena banyaknya persoalan seputar satpam di Indonesia.

“Dari awal, Bapak Satpam Indonesia, Bapak Awaloedin Djamin berulang kali mengatakan bahwa Perkap 2007 ini perlu diubah, diperbaharui,” jelasnya dalam pembukaan Lokakarya di Aula YTKI Jakarta, Senin (20/2/2017).

Persoalan terkait satpam, akhirnya menggerakkan ABUJAPI dan APSI untuk mengadakan Lokakarya untuk kemajuan satpam ke depan. “Lokakarya ini penting, karena urusan satpam dan BUJP terlalu banyak. Mulai dari Perkap No 17, hingga PP 60, masalahnya banyak sehingga kita mengambil langkah, dengan mengadakan lokakarya ini,” jelas penanggungjawab Lokakarya ini.

Sofjan menjelaskan, saat ini satpam masih dianggap dianggap sebalah mata oleh masyarakat, sementara cleaning sevice sudah profesional sedangkan satpam belum, “Kita harus angkat derajatnya. Siapa lagi kalau bukan kita,” ujarnya.

Setelah lokakarya ini, pihaknya akan membentuk pokja satpam, pokja BUJP dan pokja audit. Pokja ini akan mengadakan diskusi bekerjasama dengan Universitas Bhayangkara. Rencananya, dua belan ke depan  akan melakukan presentasi kepada pakar sekuriti di Indonesia sehingga bisa diuji, “Setelah draft selesai, ABUJAPI dan APSI akan menyerahkan ke Mabes Polri,” tegasnya.

Sementara itu pidato Kapolri Tito Karnavian yang dibacakan oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Arkian Lubis mengatakan kebutuhan keamanan dalam investasi bisnis sangat penting, karena itu sistem pengamanan di area industri harus lebih ditingkatkan.

Keberadaan satpam di negara ini sangat penting dalam rangka mengemban tugas kepolisian terbatas di lingkungan industri. Mereka adalah garda terdepan dalam menciptakan keamanan di lingkungan bisnis.

“Kondisi polri saat ini masih kurang dan terbatas, bila dihadapkan dengan tugas kamtibmas beban tugasnya sangata berat, untuk itu mengelola keamanan bukan mudah. Polri tidak bisa menanganinya sendiri, perlu penyebaran termasuk masyarakat dalam hal ini satpam,” katanya.

Kegiatan lokakarya ini penting, untuk kembali mengevaluasi Perkap yang sudah ada, masukan-masukan konstruktif dari aosisasi akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi polri untuk menciptakan perundangan yang lebih baik lagi. [ROJI]

 

 

 

 

Translate »
error: Content is protected !!