29 May 2021
Azis Zaid

Ketua APSI Tegaskan Penimbun Ratusan Motor Bodong di Pati Bukan Satpam

KSATRIA | Jakarta—Baru-baru ini, Polisi menggerebek gudang penyimpanan ratusan kendaraan tanpa surat resmi alias bodong di Kabupaten Pati. Sembilan orang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini. Diantaranya adalah petugas keamanan gudang. Beberapa media menyebut sebagai Satpam.

“Dari hasil pemeriksaan, ada 9 tersangka yang kita amankan,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi dalam konferensi pers di lokasi gudang penggerebekan, Jumat (28/5/2021).

Kesembilan tersangka kini sudah diamankan di Mapolres Pati untuk penyelidikan lebih lanjut. Termasuk barang bukti 360 unit sepeda motor dan mobil.

Menyikapi pemberitaan yang beredar di beberapa media online, bahwa diantara pelaku adalah petugas satpam, maka Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) melakukan pengecekan apakah benar pelaku adalah satpam atau hanya petugas keamanan.

Ketua Umum APSI, Azis Said mengatakan, media atau masyarakat hendaknya tidak dengan mudah menyebut petugas keamanan yang menjaga area tertentu dengan sebutan Satpam. Pasalnya satpam sekarang sudah menjadi Profesi dan memiliki aturan hingga bisa disebut sebagai satpam.

Dalam Perpol No 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa bahwa Pamswakarsa itu ada tiga macam, yaitu satuan pengamanan (Satpam), satuan keamanan lingkungan (Satkamling) dan Pranata sosial. “Masyarakat jangan latah langsung bilang Satpam, lebih baik bilang petugas keamanan. Karena ini masih terbawa kebiasaan yang lalu,” jelasnya kepada Jurnal Security, Sabtu (29/05).

Untuk menjadi Satpam, seseorang itu harus direkrut sesuai ketentuan Polri, mengikuti Pelatihan Satpam, memiliki kartu tanda anggota (KTA) dan memiliki status ketenagakerjaan karena bekerja di Perusahaan.

Petugas keamanan, itu bisa saja Satpam, Satkamling atau Pranata sosial. Atau juga bisa anggota sekuriti, meski kata anggota sekuriti dalam Perpol No 4 tahun 2020 tidak dikenal. “Karena kalau menyebut Anggota sekuriti malah tidak apa-apa karena dia bisa juga petugas keamanan tapi belum tentu Satpam,” jelasnya.

“Kejadian yang terjadi di Pati ini adalah bukan Satpam, sudah dicek oleh Polda setempat, dia hanya petugas keamanan saja,” tegasnya. [Adm]

28 May 2021

APSI Luncurkan Sistem Aplikasi untuk Satpam

KSATRIA | Tangerang–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menyelenggarakan grand launching sistem aplikasi APSI. Aplikasi ini nantinya akan menjadi salah satu aplikasi yang bisa dimanfaatkan satpam untuk pengembangan wawasan dan berbagai hal.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APSI H. Azis Said menjelaskan, bahwa aplikasi APSI ini sudah di soft launching pada saat Rakernas APSI di Bandung tahun 2020 lalu. “Mulai 1 Juli 2021 nanti sistem aplikasi APSI ini sudah bisa digunakan oleh satpam,” jelasnya Swiss Belhotel Serpong Tangerang, Jumat (28/05/2021).

Azis berharap, aplikasi APSI yang ad aini bisa mengakomodir seluruh satpam di Indonesia. Dengan fitur-fitur yang akan terus dikembangkan, satpam bisa membuka aplikasi ini di gadget mereka untuk kebutuhan satpam dalam mencari informasi.

Dalam grand launching ini, APSI juga bekerjasama dengan BNSP dalam hal mencetak instruktur yang berkompeten. “Ada 31 DPD APSI yang telah lulus mendapatkan sertifikat ini nantinya bisa mengajar di daerah masing-masing, prioritasnya adalah kalian yang sudah punya sertifikat sebagai instruktur,” jelasnya.

Selain itu, tambah Azis, ke depan APSI menjadi Tempat Uji Komptentensi (TUK) atau tempat untuk memproduksi instruktur khususnya materi non kepolisian.

Dalam acara ini juga, APSI meresmikan Pod Cast APSI yang nantinya akan menjadi media untuk menambah wawasan seputar dunia security di Indonesia. Pod Cast ini nantinya akan menghadirkan narasumber berkompeten yang disajikan setiap dua minggu sekali.

“Kita akan undang berbagai narasumber, kita akan tayangkan di youtube. Dengan teknologi kita bisa belajar kapan pun dan dimanapun tanpa biaya, ini kemajuan yang luar biasa. APSI akan memanfaatkan teknologi ini untuk memperkaya wawasan komunitas sekuriti di Indonesia. [Adm]

26 May 2021

BPP ABUJAPI Kukuhkan Kepengurusan Masa Bakti 2019-2024

KSATRIA | Jakarta — Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP ABUJAPI) menggelar acara Pelantikan Pengurus BPP ABUJAPI hasil Pergantian Antar Waktu Pertama (PAW) masa bakti 2019-2024, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Sekjen ABUJAPI, Suryawisesa mengatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja dan profesionalitas tata kelola organisasi BPP ABUJAPI dipandang perlu untuk menetapkan struktur organisasi yang bertanggungjawab secara kinerja organisasi.

Pelantikan ini, kata Suryawisesa, berdasarkan Dewan Keputusan Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia No. 032/SK.BPP/3 Tahun 2021 Tentang Pengesahan Susunan Kepengurusan BPP ABUJAPI Periode 2019-2024.

“Pelantikan ini juga berdasarkan rapat pleno BPP ABUJAPI tanggal 19 Maret 2020 di mana sebelumnya telah diadakan review dan revisi kepengurusan ABUJAPI masa bakti 2019-2024,” terang Suryawisesa.

Sementara Ketua Umum ABUJAPI, Agoes Dermawan mengatakan para pengurus ABUJAPI adalah orang-orang hebat, di mana diisi oleh direktur yang BUJP-nya besar-besar. Karenanya, Agoes meminta pada para pengurus BPP ABUJAPI untuk bekerja sama dalam membesarkan organisasi ABUJAPI

Agoes mengilustrasikan era tahun 90-an, di mana ada klub sepak bola yang isinya orang pintar, dan pemain bintang terkenal seperti Pele dan bintang-bintang lainnya, yang akhirnya mendirikan klub dengan tujuan ingin menjadi yang terhebat di dunia sepak bola.

“Namun apa yang terjadi? Klub sepak bola itu sama sekali tidak jalan. Karena merasa bintang semua. Dan saya tidak ingin itu terjadi di BPP ABUJAPI,” jelasnya.

Agoes pun meminta kepada para pengurus BPP ABUJAPI yang dilantik dalam membesarkan ABUJAPI selayaknya seperti orang bermain orkestra, yakni seiring dan berirama.

“Saya dipercaya sebagai konduktor hanya bisa mempelajari mana-mana alat musik itu berfungsi bekerja sesuai tatanan yang sudah disepekati secara bersama,” ujarnya.[Adm]

12 May 2021

Kiat Rumah Tetap Aman saat Ditinggal Mudik

Pulang ke kota asal selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu, apalagi setelah berpuasa Ramadhan satu bulan penuh, tentu merayakan hari kemenangan bersama keluarga menjadi hari yang spesial.

Bagi anda yang di masa pandemi ini bisa melakukan mudik, ada baiknya sebelum meninggalkan rumah untuk mudik, tentunya harus memperhatikan beberapa hal agar kondisi rumah yang ditinggalkan tetap aman. Berikut beberapa tips untuk membuat rumah lebih aman saat ditinggal mudik:

Atur Aliran Listrik

Mungkin bisa menggunakan beberapa produk saklar lampu otomatis yang akan menyalakan lampu saat kondisi gelap dan mematikan lampu saat kondisi terang. Dengan alat ini tidak perlu takut lagi jika nyala lampu di siang hari bisa membantu pencuri menemukan mana rumah yang kosong dan mana yang dihuni.

Cek Kompor dan Kran Air

Pastikan kompor dalam keadaan padam serta seluruh kran air tertutup. Jika merasa ragu apakah sudah benar-benar mematikan kompor atau menutup kran, jangan ragu untuk kembali karena akan sangat lebih baik sedikit terbuang waktu daripada menyesal berkepanjangan kemudian.

Pasang Alarm

Jika memiliki sebuah lemari khusus untuk menyimpan barang berharga seperti brankas, cobalah untuk memasang alarm sehingga akan menimbulkan keriuhan jika ada orang tak bertanggung jawab mencoba membukanya. Pastikan juga alarm tidak rusak dan berfungsi dengan baik.

Surat dan Barang Berharga

Simpanlah barang berharga di tempat aman yang mungkin tidak dapat terpikir oleh orang yang ingin mengambilnya. Usahakan jangan menyimpan barang berharga di tempat yang sangat umum seperti lemari pakaian. Carilah tempat-tempat tersembunyi yang tidak akan terpikir oleh orang yang berniat jahat.

Pasang CCTV

Pasanglah CCTV di rumah jika ingin mendapat ketenangan extra selama meninggalkan rumah. Pilih CCTV yang bisa terhubung ke internet agar bisa memonitor rekaman rumah dimanapun berada.

Kunci Akses Masuk Rumah

Mulai dari pintu, jendela-jendela, pintu belakang, atau pintu samping yang dapat menjadi akses masuk ke dalam rumah, pastikan sudah menguncinya dengan baik. Cek juga apakah kunci dan gagang pintu masih berfungsi dengan baik atau malah mudah dibobol karena termakan usia.

Titip Kunci ke Tetangga

Penting sekali untuk memiliki hubungan yang baik dengan tetangga. Sehingga ketika harus pergi beberapa hari untuk mudik, ada orang yang bisa dipercaya untuk menitipkan kunci rumah. Dengan menitipkan kunci kepada tetangga, kita bisa menitipkan pesan untuk menyalakan lampu depan pada malam hari dan mematikannya kembali di pagi hari, sehingga lebih memberikan kesan bahwa rumah tidak sedang mudah untuk diincar.

Hindari Pamer yang Tidak Perlu

Hindari update di media sosial mengenai kegiatan mudiknya. Kelakuan ini sebaiknya tidak dilakukan jika memang tidak terlalu perlu. Karena di media sosial, berita dapat menyebar dengan sangat cepat. Bisa jadi bukan hanya orang-orang yang ada di lingkaran pertemanan Sahabat saja yang mengetahui bahwa Sahabat sedang dalam perjalanan meninggalkan rumah dalam waktu lama.

Ajak Kerabat Menunggu Rumah

Meminta tolong kerabat untuk tinggal sementara di rumah. Namun tentu saja harus mempersiapkan berbagai hal di rumah seperti bahan-bahan makanan atau fasilitas yang dapat menguntungkan pihak yang dimintai bantuan. Pastikan pihak yang dimintai tolong ini sudah dikenal dengan baik. [Adm]

08 May 2021

Kakorbinmas: Satpam Itu Bukan Pengeluaran, Tapi Investasi

KSATRIA | Jakarta — Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Suwondo Nainggolan, menyambut baik adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi untuk satpam.

Dalam amanatnya, Suwondo berpesan keduanya bisa saling bersinergi dalam pelaksanaannya.

Suwondo meminta kepada ABUJAPI untuk memastikan benar bahwa satpam yang akan apply atau mengirim aplikasi itu memang berkepribadian baik, dan mental pembayar.

“Jangan sampai punya sifat-sifat untuk ngemplang dan sebagainya. Karena ini tidak sehat, yang akhirnya menimbulkan kekapokan kepada pihak pemberi kredit,” terang Suwondo, Kamis (6/5).

Selain itu, Suwondo juga berpesan kepada ABUJAPI agar memberi bimbingan teknis sedetail mungkin ketika satpam mengajukan KPR, sehingga tidak membuat pemohon (satpam) itu jadi malas untuk mengajukan KPR.

“Terlalu complicated (rumit) juga membuat satpam akhirnya malas untuk mengajukan KPR,” ujarnya.

Sementara kepada Bank BTN, Suwondo berpesan agar Bank BTN menyakini para nasabah mereka bisa bekerja secara nyaman karena yang jaga satpam.

“Jadi dia (satpam) pengemban fungsi kepolisian terbatas. Tidak mungkin polisi sampai masuk ke dalam gedung-gedung. Jadi yang jaga itu satpam,” jelasnya

Suwondo juga mengatakan bahwa bisnis bisa berjalan lancar karena satpam. Karenanya, kata dia, satpam itu bukan pengeluaran, melainkan investasi.

“Jadi pengamanan itu harus dihitung sebagai investasi. Sedih juga saya dengar upah satpam ada yang semau-maunya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bersama Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjalin kerjasama dengan menggelar acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Kamis 6 Mei 2021.

Melalui kerja sama tersebut, para 1,6 juta petugas Satuan Pengamanan (Satpam) yang tergabung dalam ABUJAPI itu nantinya bisa memiliki rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank BTN.

Selain itu, Bank BTN juga memberikan berbagai fasilitas perbankan lainnya yang dapat dinikmati oleh sekitar 3.000 perusahaan anggota ABUJAPI.[Adm]

07 May 2021

APSI Kepri Berharap Satpam Jadi Prioritas Vaksinasi Gratis

KSATRIA | Batam – Petugas satuan pengamanan (Satpam) sudah selayaknya mendapatkan vaksinasi secara gratis dari pemerintah, mengingat tugas satpam sebagai garda terdepan perusahaan dalam berinteraksi dengan tamu dan pegawai.

Untuk itu, DPD APSI Kepri telah mengirimkan surat via email ke Kemenkes yang isinya agar Kemenkes memberikan prioritas vaksinasi kepada profesi satpam, khususnya mereka yang bertugas di layanan publik.

“Alhamdulillah Kemenkes menjawab email tersebut, dan anggota profesi satpam yang tersebar merata di seluruh Indonesia dapat mendaftarkan diri ke dinas kesehatan setempat melalui perusahaan masing masing guna memudahkan koordinasi untuk vaksinasi berikutnya,” terang Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kepulauan Riau (Kepri) Daeng Syafar kepada Jurnal Security, Minggu (2/5/2021).

Daeng Syafar berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan APSI dan seluruh badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang berada di wilayah hukum Kepri, di mana agar anggota satpam segera didata dan didaftarkan ke dinas kesehatan setempat.

“Semoga dengan vaksinasi dapat berjalan lancar dan segera dapat dilakukan,” ujarnya.

Daeng Syafar menerangkan, vaksinasi untuk anggota personel satuan pengamanan (Satpam) merupakan langkah tepat yang dilakukan Kemenkes. Sebab, kata Ketua BPD APSI Kepri, Satpam merupakan garda terdepan dalam menjalankan tugasnya di musim pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini.

Satpam dalam menjalankan protokol kesehatan, baik di mal, hotel, dan layanan publik lainnya, dengan bersikap sopan selalu berinteraksi dan mengingatkan para pengunjung agar menggunakan masker, mengukur suhu tubuh dan menyemprotkan handsanitaizer ke tangan para pengunjung.

“Tentu melihat tugas berat itu, satpam sangat rentan dan berisiko akan tertular virus yang disebabakan oleh pengunjung yang terpapar Covid-19,” terangnya.[Adm]

06 May 2021

Hirwandi Gafar: BTN Berikan Kemudahan Proses KPR untuk Satpam

KSATRIA | Jakarta–Satpam bisa memiliki rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Fasilitas KPR ini untuk satpam yang tergabung dalam badan usaha jasa pengamanan di bawah naungan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI).

Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar mengatakan perseroan berupaya memberikan akses pemilikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pekerja informal.

Oleh karena itu perusahaan menggelar kemitraan dengan berbagai asosiasi pekerja agar dapat memberikan akses untuk pemilikan rumah, termasuk bermitra dengan ABUJAPI.

“Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat memberikan rasa aman bagi para satpam dan keluarganya dengan menyediakan akses KPR BTN untuk memiliki hunian yang aman dan nyaman,” jelasnya dalam acara penandatanganan kerjasama BTN dan ABUJAPI di Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Dia menyebut melalui kerja sama ini jutaan satpam yang tergabung dalam sekitar 3.000 badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di bawah naungan ABUJAPI dapat menikmati berbagai fasilitas KPR BTN baik subsidi maupun non-subsidi.

Selain itu, BTN juga memberikan berbagai fasilitas perbankan lainnya yang dapat dinikmati oleh perusahaan dan anggota ABUJAPI. “Tentunya kami memberikan penawaran spesial berupa uang muka yang ringan dan kemudahan proses KPR bagi para anggota ABUJAPI,” tambah dia.

Sebelumnya, BTN juga telah menjalin Kerjasama dengan Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI). Dengan kerja sama tersebut, jutaan karyawan kontrak yang menjadi anggota asosiasi tersebut dapat mengakses fasilitas KPR Subsidi BTN.

Hingga periode Maret 2021, kinerja KPR emiten bersandi saham BBTN terus menunjukkan peningkatan. Laporan keuangan BBTN mencatat, perseroan telah menyalurkan KPR Rp 203,11 triliun per Maret 2021 atau naik 5,73% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 192,76 triliun di bulan yang sama tahun lalu.

“Kami akan terus berinovasi dan menjalin kemitraan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mempunyai rumah sendiri melalui KPR BTN yang memiliki skema terjangkau dan mudah,” jelas dia. [Adm]

06 May 2021

ABUJAPI dan BTN Mudahkan Satpam Miliki KPR Bersubsidi

KSATRIA | Jakarta–Dengan telah terbitnya Perpol Nomor 4 tahun 2020 merupakan kado istimewa untuk satpam dalam rangka pemuliaan satpam. Upaya mewujudkan pemuliaan ini dilakukan oleh berbagai kalangan, salah satunya Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) melalui kerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

ABUJAPI dan Bank BTN telah berkomitmen penendatanganan sebuah kerjasama dalam rangka memberikan fasilitas perbankan bagi satpam dalam rangka penyediaan rumah bersubsidi, layak huni dan terjangkau bagi satpam di Indonesia. Kerjasama ini diteken pada Kamis, 6 Mei 2021 di Kantor Pusat BTN – Menara Bank BTN.

“Pemuliaan satpam ini identik dengan meningkatkan kesejahteraan satpam itu sendiri. Melalui Perpol 4 tahun 2020, satpam sudah dinyatakan sebagai profesi yang ditunjukkan dengan kepangkatan dan jenjang karir, yang tentunya ini harus diimbangi dengan penerimaan satpam,” ungkap Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan kepada Jurnal Security, Kamis (6/5/2021).

Agoes menambahkan, pemulian satpam melalui peningkatan kesejahteraan ini sedang diupayakan oleh BPP ABUJAPI dengan menyusun Struktur dan Skala Upah Satpam (SUSU Satpam) yang akan dikordinasikan dengan Kemnaker.

“Sejalan dengan itu, pemenuhan papan perumahan yang layak buat para satpam juga perlu menjadi perhatian kami untuk bisa segera direalsisasikan,” ujarnya.

Agoes menjelaskan, dengan status outsourcing dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), tenaga kerja satpam saat ini agak sulit mendapatkan fasilitas perbankan dalam rangka penyediaan rumah yang layak dan terjangkau.

“Dan kami di ABUJAPI sebagai wadah BUJP yang mempekerjakan satpam, berupaya untuk memfasilitasi penyediaan perumahan murah bersubsidi dan terjangkau bagi para satpam tersebut,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya perumahan subsidi untuk para tenaga outsourcing, maka hal itu akan memberikan kegembiraan bagi ABUJAPI yang saat ini tercatat memiliki 1,6 juta anggota satpam.

Agoes menambahkan, dari jumlah total 1,6 juta tenaga satpam itu, apabila terdapat 20 persen saja yang mau mengambil fasilitas kredit rumah, maka aset BTN pun otomatis bisa meningkat.

“Dengan adanya MoU ini, maka akan kami fasilitasi untuk menyerahkan data ke BTN, agar BTN bisa melihat satpam-satpam mana yang sudah layak mendapatkan fasilitas kredit rumah,” ujarnya.

Acara penandatanganann ini juga dihadiri oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Suwondo Nainggolan, SIK, MH, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi.[Adm]

01 May 2021

Satpam BSP Amankan Acara RUPSLB Bank Permata di Jakarta

KSTARIA | Jakarta–PT Bank Permata Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (27/4). Pelaksanaan RUPST dan RUPSLB ini diselenggarakan dengan mengikuti semua prosedur pencegahan virus Covid-19 yang diwajibkan oleh pemerintah dengan ditunjang sarana elektronik yang disediakan oleh PermataBank.

Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui pengangkatan Chalit Tayjasanant sebagai Direktur Utama Bank Permata menggantikan Ridha D.M. Wirakusumah yang mengundurkan diri berdasarkan suratnya tanggal 18 Februari 2021.

Selama tahun 2020, Bank Permata terus mempertahankan kinerja keuangan yang solid di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari pandemi COVID-19 dan ketidakpastian ekonomi global.

Acara RUPSLB yang digelar di Gedung WTC Jakarta ini diamankan oleh satuan pengamanan dari PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) dengan mengenakan pakaian batik. Para satpam BSP selalu melayani dalam pengamanan sesuai dengan protocol Kesehatan hingga acara selesai dan berjalan lancar. [Adm]

Translate »
error: Content is protected !!