Bravo Satria Perkasa
31 Dec 2020

HUT Satpam, APSI Kepri Gelar Doa Bersama di Masjid Agung Batam

KSATRIA | Kepri – Dalam menyambut perayaan HUT Satpam Ke-40, Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia [APSI] Kepulauan Riau menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, di Masjid Agung Batam Centre, Rabu (30/12/2020).

Selain itu, doa bersama ini juga untuk mendoakan almarhum Jenderal Pol (Purn) Prof. Awaloedin Djamin, atau yang lebih dikenal dengan Bapak Satpam Indonesia, atas dedikasinya terhadap pemulian profesi satpam di seluruh Indonesia.

Acara kegiatan dimulai dari salat magrib berjamaah dan pembacaan tahlil, yang dipimpin Imam Masjid Agung Batam Centre, ustaz H. Hasyim. Dan seluruh rangkaian acara berjalan dengan hikmat.

Turut hadir pada acara ini Kasubdit Satpam Dirbinmas Polda Kepri AKBP, Rudi, Ketua DPD APSI Kepri, Ketua ABUJAPI Kepri, Pimpinan BUJP Kepri, dan 60 anggota personel satpam.

Kasubdit Satpam Dirbinmas Polda Kepri AKBP, Rudi, mengatakan agar ke depan satpam lebih meningkatkan kompetensinya. Selain itu, lanjut Rudi, karena masih di musim pandemi Covid-19, maka HUT Satpam Ke-40 kali ini lebih ditekankan pada bakti sosial dengan jumlah satpam yang terjun ke lapangan dibatasi, namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Hal ini agar menghindari kerumunan dan memutus mata rantai Covid-19,” jelas Rudi.

Senada dengan Rudi, Ketua DPD APSI Kepri, Syafar Sah mengatakan, ke depan satpam diharapkan menjadi profesi yang sangat membanggakan.

“Profesi yang bermartabat dan profesi yang penting bagi Polri dan masyarakat, juga memberikan kesejahteraan pada anggotanya,” harapnya.[Adm]

23 Dec 2020
abujapi kalbar

ABUJAPI Bersama Polda Kalbar Gelar Sosialisasi Perpol Pam Swakarsa

KSATRIA | Kalbar – Polda Kalimantan Barat dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Kalimantan Barat menggelar sosialisi Perpol No 4 Tahun 2020.

Dikatakan Dirbinmas Polda Kalbar, Kombes Pol Andi Harsito, Perpol No 4 Tahun 2020 merupakan peraturan yang salah satunya dibuat untuk memuliakan profesi satpam.

“Karenanya ini menjadi tanggung jawab yang besar, baik itu bagi satpam sendiri maupun badan usaha jasa pengamanan (BUJP). Jadi, semua harus tegak lurus,” terang Andi, di G – Hotel, Jalan Jendral Urip no. 73, Pontianak, Selasa (22/12)

Turut Hadir dalam acara ini di antaranya Ketua umum BPD ABUJAPI Kalimantan Barat, Yusnadi, Sekretaris umum ABUJAPI Kalbar, Abdulllah, dan Kabid Kepesertaan Khusus BPJS Ketenagakerjaan, Rudiansyah.

Ketua umum BPD ABUJAPI Kalimantan Barat, Yusnadi, mengingatkan bagi badan usaha jasa pengamanan yang ingin mendapatkan rekomendasi Polda Kalimantan barat, harus terlebih dahulu terdaftar sebagai anggota ABUJAPI Kalbar,“Sedangkan untuk keputusan mengenai management fee pembahasannya masih alot, sehingga harus dibuat musyawarah lagi.,” ujar Yusnadi

Sementara Sekretaris umum ABUJAPI Kalbar, Abdulllah menjelaskan, dalam rakor dan sosialisasi ini juga dibahas tentang pembentukan panitia HUT ke-40 Satpam.

“Salah satu kegiatannya adalah donor darah dan bakti sosial, karena situasi sekarang kan masih pandemi Covid-19,” jelas Abdullah.[Adm]

18 Dec 2020
KBS APSI

APSI Siap Kolaborasi Program dengan KBS-RI

KSATRIA | Jakarta–Perwakilan pengurus komunitas Keluarga Besar Satpam Republik Indonesia (KBS-RI) bersilaturahmi ke kantor Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPP APSI) di Jakarta pada Kamis (17/12/2020). Rombongan KBS-RI diwakili oleh Hudha Ikhwanudin S.Sos, MH, ICPS.

Hudha didampingi para Ketua KBS perwakilan Jabodetabek Adhit, Sumatera Barat Erwin Syaputra dan Jawa Timur Boedi Prasetyo. Tim KBS-RI ditemui langsung oleh Ketua Umum APSI H. Azis Said, SE di ruang kerjanya.

Menurut Hudha, kedatangan dirinya mewakili Ketua Umum KBS-RI Hermanto yang berhalangan hadir karena usai kunjungan ke Padang dan Riau. Tujuan dari kunjungan ke DPP APSI adalah untuk menjalin silaturahim dan komunikasi dengan APSI.

“Kami KBS-RI ingin melakukan kolaborasi di bawah payung asosiasi satpam tertua yaitu Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (dulu AMSI-red),” ungkapnya kepada Jurnal Security, Kamis (17/12).

Hudha mengatakan, bahwa KBS-RI selama ini banyak melakukan kegiatan sosial dan sharing pengetahuan tentang satpam, untuk itu kolaborasi KBS-RI dan APSI ke depan semoga bisa membawa manfaat untuk para satpam di Indonesia.

“KBS-RI sudah banyak berperan di Indonesia dalam kegiatan sosial untuk anggota satpam yang terkena bencana, peduli covid dengan berbagi masker, berbagi makanan ringan untuk khalayak pinggiran yang sudah dijalankan di beberapa kota, di Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, Batam. Ke depan semoaga bisa berkontribusi lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum APSI Azis Said mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada pengurus KBS-RI yang diwakili dari beberapa wilayah, seperti Jawa Timur, Sumatera Barat dan Jakarta sekitarnya.

“Bagi kami, jalinan komunikasi antara APSI dan komunitas-komunitas satpam di Indonesia harus terus ditingkatkan, karena kita bersama untuk mewujudkan satpam yang lebih baik,” ungkapnya.

Sebagai asosiasi profesi satpam, tambah Azis, pihaknya sangat terbuka untuk komunitas satpam yang ingin bergabung dan bersinergi dengan APSI dalam program kegiatan. “Saya berharap, APSI yang ada di daerah juga bisa meningkatkan hubungan baik dengan komunitas satpam,” jelasnya.

Menurut Azis, ke depan antara APSI dan KBS-RI bisa saling sinergi untuk program kegiatan yang positif. “Kami akan bahas dalam rapat internal APSI, terkait kerjasama apa saja yang bisa dikolaborasikan nantinya,” tuturnya. [Admin]

07 Nov 2020

Google Formulir Disalahgunakan untuk Curi Kata Sandi, Waspada!

KSATRIA | Jakarta–Penelitian dari yang dilakukan oleh Zimperium baru-baru ini menemukan adanya serangan phishing yang menyalahgunakan Google Formulir. Mengatasnamakan 23 merek, perusahaan, dan lembaga pemerintah, pelaku membuat kesan seolah-olah formulir itu berasal dari institusi resmi. Jika terkecoh, pelaku akan mendapatkan kata sandi akun digitalnya.

Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja, meminta masyarakat harus teliti dan waspada setiap kali akan mengisi Google Formulir, terlebih jika pengisian formulir tersebut meminta data pribadi dan informasi sensitif.

“Sebenarnya Google Form-nya itu sendiri sih secure, hanya saja perlu ketelitian dan kewaspadaan dari pihak yang akan mengisi formulir tersebut,” ungkap Ardi seperti dilansir Cyberthreat.id, Sabtu (7/11/2020).

Menurut Ardi, yang menjadi persoalan saat ini, tidak semua pengguna yang memanfaatkan Google Formulir paham tentang sekuriti dan enkripsi. Sehingga masih kurang paham bagaimana cara mengamankan konten yang dibuat menggunakan Google Formulir.

“Seperti yang saya selalu katakan, banyak yang menggunakan teknologi tanpa benar-benar memahami teknologi itu seperti apa,” kata Ardi.

Untuk itu, Ardi meminta kepada masyarakat sebelum mengisi survey apapun melalui Foogle Formulir untuk memperhatikan informasi apa saja yang diminta. Jika meminta informasi pribadi dan juga kata sandi, sebaiknya tidak perlu diberikan, atau tidak perlu mengisi survei tersebut.

“Google Form ini bisa dijadikan sarana kejahatan siber, untuk pencurian informasi hingga phising,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, penelitian oleh Zimperium menemukan penyalahgunaan Google Formulir menggunakan sejumlah merek seperti AT&T. Pelaku meminta pengguna mengisi formulir yang dibuat seolah berasal dari perusahaan tersebut. Pengguna diminta mengisi data pribadi termasuk kata sandi akun AT&T milik mereka.

“Dalam analisis kami, lebih dari 70 persen situs menargetkan AT&T (atau Yahoo dan AT&T bersama-sama)” tulis peneliti Zimperium, Senin (3/11/2020)

Selain AT&T, penyerang juga mengatasnamakan beberapa merek besar lainnya termasuk organisasi keuangan seperti Citibank dan Capital One, serta aplikasi kolaborasi seperti Microsoft OneDrive dan Outlook, serta lembaga pemerintah seperti IRS (Internal Revenue Service) dan Mexican Government .

Dalam contoh phising yang diperlihatkan Zimperium, penyerang meminta pengguna memasukkan kredensial seperti email dan kata sandinya, lalu mengklik “kirim”.

Meskipun di Google Formulir ada peringatan untuk tidak mengisikan kata sandi, menurut peneliti, korban banyak mengabaikan peringatan tersebut. [adm]

08 Oct 2020

Soal Pamswakarsa, Tugas Satpam Dibatasi Jam dan Tempat

KSATRIA | Jakarta–Setelah disahkannya Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pamswakarsa mucul polemik di masyarakat, terutama kaitannya dengan peristiwa tahun 1998, di mana pasukan PamSwakarsa yang dibentuk oleh TNI untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR (SI MPR) tahun 1998, yang berakhir dengan Tragedi Semanggi.

Menyikapi ini, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjend Pol Edy Murbowo, SIK, MSI menjelaskan bahwa Pamswakarsa peristiwa 1998 sangat berbeda dengan Pamswakarsa yang diatur lewat Perpol No.4 Tahun 2020. Perpol justru dirilis untuk memastikan keberadaan Pamswakarsa tidak melenceng. “Di situ jelas banget rinciannya. Supaya tidak seperti dulu, makanya diatur seperti itu,” kata Edy kepada Jurnal Security di Tangerang beberapa waktu lalu.

Pamswakarsa dalam Perpol ini hanya penggolongan atau kategorisasi atas bentuk-bentuk kegiatan pengamanan yang atas inisiatif atas kemauan untuk internal sendiri. “Itu kan ada dari dulu dan hidup di masyarakat, sehingga terkategorikan bentuk-bentuk itu, kalau dilihat satu persatu ada satpam, satkampling, ada pranata sosial yang berbasis kearifan lokal sehingga ini harus diatur agar tidak muncul kesemrawutan,” jelasnya.

Edy juga menambahkan, bahwa antara Polri dan satpam serta satkamling hubungannya sebatasas regulator, polisi membuat regulasi dan mengatur mereka. Secara strukrutural tidak ada hubungannya. “Saya tidak bisa memerintahkan satpam, tidak bisa, karena satpam dikelola oleh BUJP atau perusahaan. Saya regulator, pelatihan saya menyiapkan kurikulumnya dan berpedoman pada SKKNI di bidang satpam yang diterbitkan Kemenaker,” ungkapnya.

Diantara tugas satpam adalah melakukan prefentif seperti pengaturan penjagaan, pengawalan, patroli, pengamanan TKP dan pengamanan barang berbahaya di lingkungan kerjanya. “Tugasnya kan begitu, apa yang dikuatirkan,” tegasnya.

“Polisi tidak bisa menggerakan satpam untuk digunakan untuk sesuatu. Itu yang harus dipahami. Hubungannya sebagai pembina, bukan operasional. Secara struktural tidak ada hubungannya, jadi tidak usah takut,” jelasnya.

Bahkan Edy menambahkan, status sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas itu juga dibatasi waktu dan tempat. “Setelah menjalankan tugas sebagai satpam, saat jam tugas saja dia menjadi satpam, dia menjadi satpam hanya sekian jam. Setelah lepas tugas dia bukan satpam lagi. Ketika sudah tidak bertugas maka dia sudah tidak mengemban fungsi kepolisian terbatas,” jelasnya. [adm]

17 Sep 2020

APSI Kepri: Seragam Baru Bentuk Penghargaan untuk Satpam

KSATRIA | Kepri–Dengan keluarnya Perpol No. 4 Tahun 2020 sebagi pengganti Perkap No. 24 Tahun 2007, DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kepri menilai, ini menunjukkan keseriusan untuk menuju pemuliaan Profesi Satpam sebagaimana yang dicanangkan Kapolri dalm HUT Satpam ke-38 di Jakarta.

Ketua DPD APSI Kepri Syafar Sah mengatakan, penggantian seragam satpam yang baru menyerupai seragam milik Polri sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh anggota satpam, karena dianggap layak dalam menjalankan tugas pengamananan dan fungsi kepolisian terbatas di tempatnya bekerja.

“Penempatan tanda pangkat pada seragam satpam juga akan meningkatkan kemampuan dan skill dari anggota satpam dan akan semakin meningkatkan kesejahteraan para anggota satpam nantinya,” jelasnya kepada Jurnal Security, Rabu (16/9/2020).

Syafar berharap agar seragam baru ini hanya dipakai oleh anggota yang berhak memakainya, yaitu anggota yang sudah mengikuti Pelatihan Gada Pratama dan mempunyai KTA sehingga nanti terlihat jelas perbedaan yang sudah mengikuti pendidikan dan yang belum mengikuti pendidikan.

“Diharapkan semua anggota satpam semakin meningkatkan profesionaliame dan dalam melaksanakan tugas di lapangan selalu berdasarkan SOP dan tatanan aturan yang berlaku,” jelasnya.

DPD APSI berharap pemuliaan Satpam juga diikuti oleh berbagai pihak, seperti BUJP dan instansi lainnya agar memperhatikan hak-hak Satpam sebagaimana regulasi yang berlaku karena satpam adalah ujung tombak dan etalase paling depan dari BUJP.

“Kita juga berharap anggota satpam semakin meningkatkan skill dan kemampuannya karena denga Perpol yang baru ini seluruh anggota satpa akan diuji kompetensi sehingga benar-benar memahami tugas pelaksanaan di lapangan secara baik,” paparnya. [adm]

16 Sep 2020
Seragam Baru Satpam

Seragam Satpam Mirip Polisi dan Berpangkat, Kapan Mulai Berlaku?

KSATRIA | Jakarta–Setelah sempat menjadi wacana terkait seragam satpam yang baru mirip baju Polisi, akhirnya Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pamswakarsa resmi memutuskan seragam satpam yang baru dengan warna kecoklatan atau mirip seragam polisi.

Sebelumnya, Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan, ke depan agar dibuat telaah staf terkait tampilan Satpam menyerupai seragam Polisi. Contohnya seperti di negara Malaysia, Singgapura, Jepang dan lain-lain, hadirnya Satpam dengan seragam mirip Polisi ternyata efektif mengurangi terjadinya tindak pidana (kejahatan).

Oleh karena itu, menurut Kabaharkam Polri, membuat seragam Satpam tampak seperti seragam Polisi perlu dilakukan. Dengan maksud akan menjadi perpanjangan tangan Polri, khususnya jajaran Binmas, hadir di tengah-tengah masyarakat.

Kapan seragam satpam yang baru diberlakukan? Menurut Pasal 45 dalam Perpol Nomor 4 Tahun 2020 dijelaskan:

“Pada saat Peraturan Kepolisian ini mulai berlaku, seragam dan atribut Anggota Satpam yang diatur dalam Peraturan Kepala kepolisian Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 50) tetap dapat digunakan dan wajib menyesuaikan dengan Peraturan Kepolisian ini paling lambat 1 (satu) tahun terhitung sejak Peraturan Kepolisian ini diundangkan.”

10 Sep 2020

Film D’Bandhit, Kado Terindah untuk Satpam di HUT ke-40

KSATRIA | Jakarta–Film D’ Bandhit ini bercerita tentang POLRI yang dalam tugasnya membongkar sindikat narkoba yang dibantu oleh Satpam serta Karateka, sehingga semua anggota sindikat dapat dilumpuhkan dan dibongkar.
Terselip juga drama cinta segitiga antara Satpam dan kedua anak gadis keluarga Anthony yang berakhir dengan sangat mengharukan.

Film ini diawali dengan kondisi sebuah keluarga terdiri dari suami istri (Anthony dan Shella ) yang sangat kaya dengan 4 anak gadisnya (Tiara, Clara, Susan dan Liana ) tetapi orangtuanya sibuk dengan kegiatan masing masing sehingga lupa bahwa keempat anaknya sangat memerlukan perhatiannya. Mereka terlalu sibuk bisnis, dan bersosialita, dan lupa bahwa anak anak mereka haus akan kasih sayang.

Mereka baru sadar saat salah satu anak gadisnya yang sedang beranjak dewasa (Clara) berpacaran dengan seorang pemuda anggota sebuah Geng narkoba dan kemudian berseteru dengan Geng Narkoba lainnya. Disinilah dimulai keterlibatan Satpam dan Karateka dalam membantu POLRI. Meskipun mendapatkan cemooh dan hinaan, Satpam dengan percaya diri berhasil membantu POLRI dalam menumpas dan membongkar Geng Narkoba.

Kekuatan film ini justru tidak terletak kepada bintang nya, meski didukung oleh actor senior PARFI, tetapi justru pemain pemain debutannya yang menyita banyak perhatian. Selain pemeran Satpam adalah benar benar Satpam yang saat ini bertugas di beberapa BUJP, termasuk Satpam wanita yang berperan sebagai Polisi, film ini juga didukung oleh Karateka karateka yang sudah berprestasi Nasional dan International, sehingga tehnik beladiri yang dipertontonkan untuk menaklukkan para bandit adalah benar benar beladiri tanpa trik kamera, tetapi benar benar teknik beladiri yang benar dan nyata.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said film yang lahir dari arahan POLRI, ABUJAPI, APSI dan Karateka senior, film ini sangat layak untuk ditonton oleh masyarakat Satpam Indonesia, POLRI, Karateka Indonesia, maupun masyarakat umumnya, sebagai hiburan yang mendidik dan bermutu.

“Film ini menjadi kado untuk satpam di hari ulang tahun ke-40 nanti, semoga film D Bandhit ini bisa menginspirasi para satpam di seluruh Indonesia dalam menjalankan tugasnya secara profesional,” jelasnya.

Azis menambahkan, dengan kolaborasi antara Polri, APSI, ABUJAPI dan Karateka Indonesia menjadikan film ini sangat layak ditonton oleh para satpam. “Film ini juga mengajak kepada masyarakat tentang penyadaran diri keamanan secara menyeluruh,” jelasnya. [admin]

19 Aug 2020
HUT RI 75

Bravo Satria Perkasa Gelar Upacara Peringati HUT RI ke-75

KSATRIA | Jakarta–PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) seluruh Indonesia menggelar upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75 dengan cara mengibarkan bendera merah putih yang diikuti oleh personil BSP secara terbatas di masing-masing wilayah.

Peringatan HUT RI ke-75 tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi covid-19 telah menjadikan perubahan dalam beraktivitas. Termasuk dalam menyelenggarakan upacara HUT RI ke-75.

Meski di tengah pandemi, BSP tetap menggelar upacara secara khidmat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Upacara ini diikuti oleh hampir seluruh anggota satpam BSP dan beberapa orang dari klien/pengguna jasa.

Petugas upacara dipercayakan oleh para anggota satpam BSP. Upacara dimaksudkan sebagai rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dari penjajah, serta mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi memerdekakan Indonesia. [admin].

09 Jul 2020
musda 2 abujapi

Dirbinmas Polda DIY, Anjar Gunadi: Keberadaan Satpam Sangat Bermanfaat

KSATRIA | Sleman—Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Daerah Istimewa Yogyakarta kedua dibuka oleh Dirbinmas Polda DIY, Kombes Pol Drs. Anjar Gunadi, MM.

Acara Musda ini juga dihadiri oleh Kasubditbinsatpam  Polda DIY, AKBP M. Fajarini, SH, SIK, Ketua Umum BPP ABUJAPI, Agoes Darmawan, Sekjen BPP ABUJAPI, Suryawisesa Karang, Plt Ketua ABUJAPI BPD DIY Riyanto, Ketua ABUJAPI Jateng Agus Wijanarko, para pengurus serta anggota yang mewakili.

Dalam sambutannya, Direktur Pembinaan Masyarakat Polda DIY Kombes Pol Drs Anjar Gunadi MM mengatakan, rasio jumlah personel Polri dan masyarakat saat ini belum proporsional yaitu sebesar 430.000:250.000.000. Menurutnya, dengan jumlah rasio tersebut tentunya tidak cukup untuk menjangkau semua kawasan. Sehingga Polri juga tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan pengamanan dan menjaga kondusifitas di semua tempat.

“Sehingga bantuan Pamswakarsa atau tenaga sekuriti sangat berkontribusi dan bermanfaat. Satpam merupakan bagian keluarga dari Polri dan tidak bisa dipisahkan,” terang Anjar Gunadi saat membuka acara Musda di Graha Sarina Vidi, Rabu (08/07/2020).

Anjar mengungkapkan, profesi satpam saat ini juga di bawah pembinaan kepolisian. Dengan adanya peran satpam, bisa meningkatkan keamanan lingkungan yang juga berdampak pada situasi Kamtibmas yang kondusif.

Namun ada beberapa permasalahan yang beberapa kali ditemukan kaitannya dengan profesi satpam, salah satunya tentang perilaku satpam saat bertugas. Selain itu postur tubuh satpam juga sebaiknya menjadi salah satu hal yang diperhatikan.

 “Untuk membuka badan usaha jasa pengamanan ini perlu rekomendasi dari kepolisian. Dalam hal ini Direktorat Binmas tidak akan mempersulit proses Surat Izin Operasional (SIO). Pasti akan dibantu menemukan solusinya. Kami harap profesi satpam makin dicintai masyarakat dan tidak dianggap remeh,” ungkap Anjar. [Admin]

Translate »
error: Content is protected !!