Bravo Satria Perkasa
24 Jan 2021
vina-pri-handjono

Vina Pri Handjono Pencipta Mars Satpam

KSATRIA | Jakarta–Mars Satpam, hampir sebagian besar satuan pengamanan (Satpam) hafal dan pernah menyanyikan lagu ini. Namun apakah para satpam pernah tahu siap sosok pencipta dan pengaransemen lagu ‘wajib’ di setiap kegiatan resmi kesatpaman ini?

Beberapa waktu lalu, JurnalSecurity berhasil mencari tahu sosok yang telah berjasa dalam menciptakan karya seni melalui lagu Mars Satpam ini. Selama ini hampir tidak ada media atau keterangan secara utuh tentang sosok pencipta lagu ini.

Adalah Vina Pri Handjono. Sosok wanita bersahaja yang telah menorehkan sejarah karena menciptakan lagu Mars Satpam tanpa royalti. Vina demikian panggilan akrabnya, merasa bangga karyanya yang awalnya untuk Polda Jabar ini ternyata dinyanyikan pada kegiatan satpam tingkat nasional.

“Saya tidak pake royalti-royaltian. Secara hukum hak ini, hak cipta saya, kalau dinyanyikan saya bersyukur alhamdulillah. Saya hanya penulis pembuat karya,” ungkap Vina Pri Handjono kepada Jurnal Security saat ditemui di kediamannya di wilayah Jakarta Selatan, Kamis (21/01/2021).

Dalam sebuah wawancara yang dikutip Majalah Pollingga No.7 Januari-Februari 1997, Vina dengan tegas menyatakan bahwa bisa menciptakan Mars Satpam ini sebagai kehormatan dan kepercayaan dari Polda Jabar. “Saya tidak komersil lho…saya ini benar-benar ingin menyumbangkan bakat saya untuk Bangsa dan Negara,” tutur Vina.

Vina pun akhirnya bercerita awal mula ia mengarang lagu Mars Satpam. Saat itu, menjelang HUT Satpam ke-16 di Polda Jabar yang diadakan di Bogor. Salah satu temannya meminta dibuatkan lagu Mars Satpam.

Setelah temannya memberikan sekilas tentang satpam, Vina pun memulai membuat lirik lagu, merangkai kata-katanya hingga mengaransemen lagunya. “Saya rekam di kaset dengan format paduan suara langsung disetujui, saat itu hanya untuk Polda Jabar dan bukan untuk wilayah Indonesia atau nasional,” jelasnya.

Beberapa tahun berlalu, Vina anggap lagu itu hanya untuk wilayah Bogor. Saat ia bertanya kepada salah satu satpam yang ada di Bintaro terkait lagu satpam, ternyata sang satpam hafal. “Kira-kira 7 tahun lalu, saya baru tahu dinyanyikan di acara-acara resmi satpam,” paparnya.

Vina yang merasa pernah menciptakan lagu ini pun mencari tahu, tapi komunikasi terhambat dan tidak tahu harus kemana mencari tahu. “Rasa syukur ada dinyanyikan secara nasional, tapi saya sebagai penulis kok gak dikasi tahu. Ya saya maklumi karena kehilangan jejak, dan saya sudah kehilangan kontak dengan yang memesan lagu itu,” tuturnya.

Suatu hari, ketika Vina berselancar di sosial media, ia menemukan status teman kecilnya bernama Suryawisesa yang bicara soal HUT Satpam. Lalu ia pun menanyakan apakah lagu Mars Satpam akan dinyanyikan?. Surya pun membalas ya. Lalu Vina pun bercerita kronologi tentang Mars Satpam.

“Saya tunjukan majalah yang pernah saya diwawacara Majalah Pollingga. Dari situ terbukalah siapa sebenarnya pencipta lagu satpam,” jelasnya.

“Saya berharap kalau lalu memang tidak diketahui siapa yang menulis lagu. Sebenarnya bukan saya ingin diakui ini lo saya penulisnya. Tapi sejujurnya saya bangga karena menjadi lagu nasional, saya berharap lagu ini bisa terus dipakai dipergunakan dalam acara apapun dalam komunitas satpam di seluruh Indonesia,” ulasnya.

Vina juga berharap dengan Mars Satpam ini, para sahabat satpam bukan sekedar hafal lagu, tapi ada spirit dalam menjalankan tugas dan sebagai pribadi satpam. Semoga ini menjadi karya yang dikenang dalam komunitas satpam.

“Saya berharap dari institusi ada pengakuan ini lagu Vina Pri Handjono akan dipakai menjadi mars satpam seluruh Indonesia. Harapan saya ada pengakuan secara resmi, karena selama ini awalnya hanya di Polda Jabar,” tuturnya.

Vina juga menyampaikan terima kasih kepada ABUJAPI, terutama Pak Suryawisesa akhirnya membuka kepada semua bahwa penulis dan aransemen lagu Mars Satpam adalah Vina Pri Handjono.

“Terima kasih kepada Jurnal Security dengan tergerak untuk mencari tahu awalnya cerita mengenai Mars Satpam dari mulai Polda Jabar akhirnya menjadi Mars Satpam Nasional,” tutupnya.

vina-pri-handjono.1-pencipta mars satpam

Karya Vina Lebih dari 800 Lagu

Sebelum Vina mendapatkan amanah membuat lagu Mars Satpam, dirinya sudah berpengalaman menjadi pencipta lagu dan pengaransemen lagu yang dibuatnya. Sederetan artis juga pernah menyanyikan lagu-lagu karyanya.

Misalnya tahun 1983, artis Cica Kuswoyo dalam Album Remaja yang pertama adalah hasil karyanya. Beberapa lagu hasil karyanya juga dinyanyikan Rio Febrian, Feby Febiola, Natasha dan banyak artis lainnya.

“Alhamdulillah sampai saat ini yang tercatat di buku saya ada 800an lagu, itu belum sama jinggel,” jelasnya.

Vina menjalani karir di bidang seni ini secara otodidak. Bakatnya muncul ketika ia masih anak-anak. Ayahnya RM. Pri Handjono, SH dan ibunya Jarmartin kerap memberikan alat musik untuk dimainkan Vina kecil.

“Sejak kecil, saya sudah terbiasa dengan alat musik, terutama piano. Saat SMP sudah berkarya membuat lagu. Alhamdulillah ini semua talenta dari Allah,” ujarnya. [Adm]

23 Jan 2021

Harapan APSI untuk Kakorbinmas yang Baru

KSATRIA | Jakarta–Korps Pembinaan Masyarakat Badan Pemelihara Keamanan Polisi Republik Indonesia (Korbinmas Baharkam Polri RI) mengundang sejumlah asosiasi jasa pengamanan yang teregister di Gedung Baharkam Polri, Jalan Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (12/11/2021).

Ada pun asosiasi yang diundang adalah Ketua Umum dan Sekjen APSI, Ketua Umum dan Sekjen ABUJAPI, Ketua Umum dan Sekjen APJATIN, Ketua Umum dan Sekjen ASIM, Ketua Umum dan Sekjen APSA, Ketua Umum dan Sekjen IACPP, dan Ketua Umum dan Sekjen APJASI.

Tujuan dari pertemuan ini salah satunya adalah untuk audiensi atau memperkenalkan ke Kakorbinmas Baharkam Polri yang baru, yakni Irjen Pol Suwondo Nainggolan, SIK, MH, dengan para pimpinan asosiasi bidang jasa pengamanan yang teregister di Mabes Polri. Pertemuan secara terbatas ini tetap menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai Coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Nampak hadir Ketua dan Sekjen APSI, Azis Said dan Djarot Soeprianto. Keduanya juga sempat berfoto bersama Kakorbinmas Baharkam Polri yang baru, yakni Irjen Pol Suwondo Nainggolan, SIK, MH serta Dirbipotmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo, SIK, MSI.

Ketua Umum APSI, Azis Said berharap karena definisi satpam dalam Perpol No 4 tahun 2020 sekarang sudah berubah menjadi profesi, maka pelaksanaan pelatihan satpam, Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama perlu ditinjau ulang.
“Khususnya untuk pelatihan GP dan GM di setiap Polda agar pelaksanaannya yang dilaksanakan oleh BUJP Pelatihan, distandardkan mata pelajarannya, juga agar dalam satu Polda harganya disamakan,” ungkapnya, Sabtu (23/1/2021).

Sementara itu, Sekjen APSI Djarot Soeprianto yang juga Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) mengatakan, pertemuan para pimpinan asosiasi jasa pengamanan ini untuk lebih saling mengenal dengan Kakorbinmas yang baru yaitu Irjen Pol Suwondo Nainggolan, SIK, MH.

“Kami berharap kepada Kakorbinmas yang baru, bisa mempercepat terwujudnya profesionlisme dan pemuliaan satpam di Indonesia,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH, MH memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) lima Pejabat Utama (Pju) jajaran Baharkam Polri di Gedung Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, pada Rabu (6/1/2021).

Jabatan Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri yang sebelumnya di emban oleh Irjen Pol Risyapudin Nursin SIK, kini diserhakan ke Irjen Pol Suwondo Nainggolan SIK, MH. [Adm]

20 Jan 2021

Peringati HUT Satpam ke-40, Direktur BSP Ikuti Seminar Virtual Bersama Polri

KSATRIA | Jakarta–Dalam rangka memperingati HUT Satpam Ke-40, panitia HUT Satpam mengadakan seminar virtual yang bertemakan “Tingkatkan Profesioionalisme dan Kompetensi Satuan Pengamanan Menjadi Profesi yang Membanggakan dan Bermartabat”.

Direktur BSP yang juga sekaligus Sekjend APSI, Bapak H. Djarot Soeprianto menghadiri dan mengikuti rangkaian acara seminar virtual yang didakan di Hotel Ambhara Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2021).

Paparan keynote disampaikan oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi mewakili Kabarhakam Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto yang berhalangan hadir.

Bapak H Djarot berharap dengan diadakannya seminar ini merupakan langkah dan kabar baik untuk mewujudkan pemuliaan profesi satpam di Indonesia.

“Ya tentunya kami berharap dengan diadakannya diskusi dalam seminar ini, dapat membuka harapan dan peluang untuk segera mewujudkan pemuliaan profesi satpam di Indonesia, karena sejatinya profesi satpam di Indonesia sangat mempunyai peran penting dalam menjaga keamanan pada segala bidang Industri di Indonesia”.

BSP dalam acara HUT Satpam ke-40 ini ikut berkontribusi sebagai sponsor dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT Satpam. Bahkan BSP menjadi perusahaan pertama yang disebut oleh MC dalam seminar. [Adm]

19 Jan 2021

Polri Berharap Kompensasi Gaji Profesi Satpam Meningkat

KSATRIA | Jakarta–Dalam rangka memperingati HUT Satpam Ke-40, Panitia menggelar seminar virtual (webinar) yang digelar Selasa (19/1/2020). Tema yang diusung “Tingkatkan Profesioionalisme dan Kompetensi Satuan Pengamanan Menjadi Profesi yang Membanggakan dan Bermartabat”.

Paparan keynote disampaikan oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi mewakili Kabarhakam Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto yang berhalangan hadir di Hotel Ambhara Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, Edy Murbowo mengatakan, kini satpam telah berusia 40 tahun, tentunya satpam telah melewati begitu lama dengan berbagai tantangan dan pengalaman tugas sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas di lingkungan kerja masing-masing.

Edy juga mengatakan, dalam penugasannya satpam akan berhadapan dengan risiko dari yang berkadar ringan, sedang sampai dengan berat. “Saya berharap proses pelatihan yang pernah diikuti dan pengalaman tugas dapat menjadi bekal yang cukup dalam menghadapinya,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Edy, pihaknya berharap agar anggota satpam memperoleh kompensasi gaji yang sebanding dengan kompetensi, jabatan dan risiko dalam penugasan.

Edy juga mengatakan, Polri selaku pembina satpam senantiasa berbuat yang terbaik untuk satpam. Hal ini dibuktikan pada tanggal 5 Agustus 2020 telah disahkan Perpol No 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa dalam memuliakan profesi satpam.

“Satpam kini telah menjadi sebuah profesi, oleh karenanya perlu dilakukan langkah-langkah terintegrasi antara Polri, para asosiasi (ABUJAPI dan APSI) dan para pemangku kepentingan lainnya untuk bersinergi mewujudkan satpam sebagai profesi yang bermartabat dan membanggakan,” paparnya.

Edy berharap segala upaya yang telah dicurahkan untuk membuat satpam semakin professional dan berkompetensi ini agar tidak lagi ada pihak-pihak yang hanya berpikir untuk kepentingan pribadi dan atau kelompok dengan memanfaatkan keberadaan satpam.

Upaya Polri dalam memuliakan profesi satpam ini juga diwujudkan dengan membentuk tim Pokja Korbinmas Baharkam Polri menyusun peraturan Kabaharkam Polri yang merupakan turunan dari Perpol No 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa.

Selain itu tim Pokja lainnya juga sedang melaksanakan pembahasan revisi kurikulum pelatihan satpam Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama yang akan didesain menyesuaikan kebutuhan atas tantangan tugas di lingkungan kerja para satpam.

“Saya berharap para asosiasi, baik ABUJAPI maupun APSI serta pemangku kepentingan lainnya juga mengambil peran dalam upaya memuliakan profesi satpam. Asosiasi berkewajiban menyusun kode etik sebagai pedoman menjalankan profesi masing-masing. Kompensasi penghasilan satpam juga perlu diupayakan meningkat,” tegasnya.

Terkait dengan seragam satpam sekarang berubah mirip dengan seragam Polri. Perubahan seragam satpam yang mirip belum tentu membuat semua pihak senang. Oleh sebab itu penggunaan seragam satpam yang baru harus benar-benar sesuai ketentuan warna, model, atribut dan penggunaannya.

Termonitor ada beberapa satpam bujp yang telah menggunakan seragam baru, tetapi belum sesuai dengan ketentuan. oleh sebab itu pengawasan perlu dilakukan pada saat pengadaan sampai dengan penggunaan seragam satpam yang baru.

“Saya berdoa dan berharap kegiatan webinar ini dapat menghasilkan solusi atas permasalahan dalam upaya mewujudkan satpam profesional dan berkompetensi,” papar Edy Murbowo saat membacakan pidato Kabarhakam Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto. [Adm]

18 Jan 2021

HUT Satpam ke-40 di Kaltim Lakukan Baksos

KSATRIA | Kaltim – Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kaltim dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kaltim, serta BUJP se-Kaltim bekerja sama dengan Polda Kaltim, menggelar bakti sosial, Sabtu (16/1/2021).

Kegiatan mulia tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-40, yang jatuh pada 30 Desember 2020 kemarin. Bakti sosial itu berupa pembagian paket sembako kepada anggota Satpam yang tersebar di 10 titik wilayah Balikpapan.

Ketua BPD ABUJAPI Kaltim Abriantinus menjelaskan, sebelumnya panitia HUT Satpam ke-40, sudah melaksanakan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.

“Bahkan kami juga telah mengadakan bantuan khusus berupa Pendidikan dan Pelatihan Gada Pratama secara gratis bagi satpam yang berprestasi,” ucap Abriantinus.

Abriantinus berharap, HUT Sapam kali ini hendaknya dijadikan momentum untuk memantapkan kualitas Satpam Indonesia sebagai perpanjangan tangan kepolisian, yang memiliki kewenangan terbatas.

“Dan ketika mereka melaksanakan tugas, hari demi hari bisa lebih baik. Jadi ini kemuliaan dalam profesi Satpam dan itu salah satu yang ditekankan,” ujar Abriantinus.

Abriantinus menjelaskan, pada tahun 2020 kepolisian bersama ABU JAPI, APSI dan beberapa stakeholder sudah menggodok beberapa kebijakan terkait Satpam, hingga terbitnya Perpol Nomor 4 Tahun 2020.

”Nah, Perpol ini yang paling bersejarah dalam Satpam Indonesia,” jelasnya.

Senada, Ketua APSI Kaltim Harmadi mengatakan, bahwa bansos ini sebagai rangkaian kegiatan HUT Satpam. Apalagi HUT Satpam ini bertepatan dengan terbitnya Perpol Nomor 4 tahun 2020, yang mana Perpol tersebut untuk pemuliaan profesi Satpam.

Ke depan, kata Harmadi, profesi Satpam akan menjadi kebanggaan dan lebih bermartabat. “Dan semoga bansos ini dapat membantu teman-teman Satpam yang selama ini sudah berjasa menjadi satuan pengaman terbatas di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Hal yang sama diungkpakan Kasubdit Bin Satpam Polsus Ditbinmas Polda Kaltim, AKBP Ruskhan. Ruskhan menjelaskan, acara kegiatan ini berkaitan dalam HUT Satpam yang ke-40 yang di diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia

Namun, lanjut Ruskhan, mengingat situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, maka acaranya ditunda hingga 26 Januari 2021 secara virtual.

“Sementara tanggal 19 Januari 2021, kita akan mengadakan seminar virtual (webinar) bersama Mabes Polri, yang bekerjasama dengan asosiasi satpam seluruh Indonesia,” imbuh Ruskhan.[Adm]

14 Jan 2021
BPD ABUJAPI-bupati-muba

Bahas Diklat Satpam, ABUJAPI Sumsel Audiensi ke Bupati Muba

KSATRIA | Sumsel – Pengurus Badan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Provinsi Sumatera Selatan, menemui Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ dan Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi, di Kantor Mess Perwakilan Muba, Rabu (13/1/2021).

Turut hadir dalam pertemuan ini di antaranya Kepala Disnakertrans, Mursalin, Kabag Kerjasama Pemkab Muba, Dicky Meiriando, dan Sekretaris Forum Pengusaha Kabupaten Muba, Rudy Murod.

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan setidaknya berdasarkan data statistik ada sekitar 4 ribu Satpam di Pemkab Musi Banyuasin. “Karenanya security ini harus dilakukan pembinaan terlebih dahulu melalui pendidikan dan pelatihan,” terang Beni.

Menurut Beni, pelatihan tersebut dilakukan guna meningkatkan profesionalisme Satpam agar lebih profesional sehingga tercipta lingkungan yang kondusif di wilayah Musi Banyuasin.

Selain itu, lanjut Beni, Satpam yang tersebar di perusahaan perkebunan nantinya bisa ikut meminimalisir kejadian kebakaran hutan, kebun dan lahan.”Jadi, security di Muba juga harus dilatih meminimalisir Karhutbunlah [Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan],” jelas Beni, yang juga menjabat Ketua PMI Muba.

Sementara Ketua BPD ABUJAPI Sumsel, Novembriono, mengamini pernyataan Beni. Menurutnya, dari 4 ribu Satpam yang berada di wilayah hukum Musi Banyuasin, baru sedikit yang mengikuti pendidikan dan pelatihan Satpam Gada Pratama.

“Karenanya jika dipercaya Pemkab Muba untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan Satpam, ABUJAPI Sumatera Selatan selalu siap,” ujar Novembriono.

Novembriono pun berharap, untuk pelaksanaan HUT Satpam ke depannya Muba bisa menjadi tuan rumah HUT Satpam Ke-41, yang jatuh pada 30 Desember 2021 nanti. “Kami sangat berharap bisa melaksanakan rangkaian HUT Satpam di tahun 2021 nantinya di Kabupaten Muba,” pungkasnya.[Adm]

11 Jan 2021
Diksar

Bakti Sosial 40 Satpam Dapat Diksar Gada Pratama Gratis

KSATRIA | Bekasi–Rangkaian Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (HUT Satpam) ke-40 diantaranya adalah program bakti sosial dalam bentuk pelatihan training tingkat Gada Pratama untuk 40 satpam berprestasi dan kurang mampu.

Dalam pembukaan pelatihan Gada Pratama yang bertempat di PT. Marindo Elang Perkasa, Direktur Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Badya Wijaya, SH, MH yang diwakili oleh Kasubdit Bhabinkamtibmas AKBP Seli Pudja Wijaya, SE menjelaskan pelatihan satpam kualifikasi Gada Pratama ini sebagai awal meningkatkan kompetensi langkah kemampuan dan pengetahuan satpam.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan pelatihan Gada Pratama yang diharapkan dapat menghasilkan satpam yang memiliki sikap mental kepribadian, kesamaptaan fisik, memiliki pengetahuan dan keterampilan sebagai pelaksana tugas satpam,” jelasnya di Bekasi, Senin (11/01/2021).

Seli menjelaskan, HUT satpam kali ini berbeda karena ada pelatihan Gada Pratama yang diikuti oleh 40 satpam dari BUJP yang berbeda-beda secara gratis. “Ini dilakukan dalam rangka HUT satpam ke-40. Hut satpam ke 40 ini menjadi hal yang berbeda. HUT ini menjadi momentum perubahan satpam,” jelasnya kepada Jurnal Security.

Seli berharap, mereka yang dilatih hari ini akan menjadi pelopor dalam menggunakan seragam satpam yang baru, seragam seperti Polri berwarna coklat. Itulah mengapa pelatihan Gada Pratama kali ini menjadi spesial.

Perubahan seragam satpam bisa menambah motivasi sebagai anggota satpam di lapangan, bahwasanya mereka bertugas bukan hanya fisiknya saja, tapi sebagai pengemban fungsi kepolisian secara terbatas. “Mereka menjadi percaya diri di lapangan di harapankan bisa lebih profesional, komitmen, dan percaya diri dalam mengambil tindakan hukum,” paparnya.

Menurut Seli, selama ini sebagian satpam ketika melakukan penegakan hukum mereka ragu, dengan momentum ini diharapkan memeliki profesionalisme yang baik, sehingga ketika melakukan penegakan hukum mereka percaya diri dan ketika menuntaskan tindakannya tidak ada konsekuensi hukum yang muncul di kemudian hari.

“Keberadaan satuan pengamanan telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses pengamanan bisnis, investasi dan perencanaan keberlangsungan usaha. Sehingga satuan pengamanan dituntut profesional dan diperlukan pengetahuan sekuriti, perilaku dan keahlian yang mumpuni dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.

Sementara itu Ketua HUT Satpam ke-40 Sakti Wahyudana mengatakan, pelatihan Gada Pratama ini merupakan salah satu rangkaian agenda kegiatan HUT satpam ke-40. “Saat ini kita lakukan pembukaan Diksar Gada Pratama secara gratis untuk 40 satpam yang berprestasi dan kurang mampu. Mereka sudah menjadi satpam tapi belum mengikuti Diksar Gada Pratama,” jelasnya.

Jumlah 40 satpam bukan secara kebetulan, karena momen 40 tahun satpam, maka panitia memberikan hadiah 40 satpam dari badan usaha jasa pengamanan yang berbeda-beda untuk mengikuti Diksar Gada Pratama.

“Kenapa 40, karena tahun ini HUT satpam yang ke-40. Maka kita sepakat untuk memberikan bakti sosial untuk 40 satpam untuk mengikuti Diksar Gada Pratama,” tuturnya.

Sakti berharap, saat penutupan Diksar nanti mereka sudah menggunakan seragam baru berwarna coklat mirip Polri, sekaligus launching seragam baru untuk para satpam. “Mereka mengikuti pelatihan dengan standar protokol kesehatan, sebelumnya ada rapid tes, jaga jarak,” jelasnya.

“Kami ingin satpam sebagai profesi menjadi unggul, karena kita rekrut mereka, kita didik mereka, kita latih, harapannya menjadi satpam yang bermartabat dan bisa membanggakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT. Marindo Elang Perkasa Maringan Tobing merasa senang, karena pelatihan Gada Pratama 40 satpam ditempatkan di Graha Pusdiklat Marindo. “Kita merasa senang sebuah langkah yang baik untuk memajukan industri keamanan, melaksanakan kegiatan sesuai standar Perkap dan Perpol. Ini harapannya bisa membantu kemajuan industri satuan pengamanan,” paparnya.

Tobing menambahkan, Marindo sejak 2 tahun terakhir memiliki pusat pelatihan di bidang pelatihan Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama. Sebagai sebuah bisnis ini prosepek yang baik, sekaligus bisa bersinergi dan bermitra dengan Polri untuk pengembangan industri keamanan.

“Harapan ke depan pelatihan ini menjadi bagian kemajuan industri keamanan. Kita turut serta membantu pemerintah dan anggota yang membutuhkan tempat latihan dan membantu industri pengguna jasa pengamanan,” jelasnya. [Adm]

Translate »
error: Content is protected !!