30 Jan 2021

Kapolri akan Bekali Pam Swakarsa dengan Teknologi Informasi

KSATRIA | Jakarta–Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ingin kembali mengaktifkan pasukan pengamanan (pam) swakarsa. Pasukan itu terdiri dari satuan pengamanan (satpam) dan satuan keamanan keliling (satkamling).

“Kita ingin melakukan respons cepat melakukan kerja sama dan peran aktif serta satuan sadar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah masing-masing,” kata Listyo di Gedung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Januari 2021.

Listyo mengatakan pam swakarsa akan dibekali teknologi informasi. Mereka dapat terkoneksi dengan kepolisian. “Kita bisa melakukan respons cepat terhadap peristiwa-peristiwa pidana yang muncul di masyarakat,” ujar Listyo.

Menurut dia, pam swakarsa terdapat dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri dan tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020. Peran partisipasi masyarakat memang diperlukan untuk menjaga kamtibmas.

“Tentunya peran aktif dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungannya agar tidak terjadi peristiwa ataupun masalah-masalah yang kemudian mengganggu masalah kamtibmas,” ungkap Listyo.

Listyo mencontohkan lingkungan perusahaan yang memiliki satpam, terutama bank. Satpam, kata dia, telah diberi kemampuan untuk bersinergi dengan polisi sehingga dapat menjaga keamanan di perusahaan dengan baik.

“Seperti di Bali ada pecalang atau pos kamling yang ada di kota-kota atau desa-desa yang sekarang ini sudah mulai tidak ada kita hidupkan lagi dan ini tujuannya untuk menjaga lingkungannya,” ucap jenderal bintang empat itu.

Dia memastikan kondisi sekarang berbeda dengan pam swakarsa pada 1998 yang menjaga Sidang Istimewa MPR dari demonstrasi mahasiswa. Kini, pasukan ini dibentuk hanya untuk merespons situasi kamtibmas. Dia berharap tak ada lagi polemik terkait pengaktifan kembali pam swakarsa tersebut.

“Pam swakarsa yang kita maksud itu jauh sekali karena lebih kepada kegiatan pemulihan masyarakat dan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan memelihara dan menjaga situasi kamtibmas di wilayah lingkungan masing-masing,” tutur Listyo.

Pam swakarsa menjadi salah satu program Listyo ke depan. Listyo menyampaikan rencana pengaktifan kembali pam swakarsa saat uji kepatutan dan kelayakan calon kapolri di Komisi III DPR, Rabu, 20 Januari 2021.[Adm]

29 Jan 2021

Dirbinmas Polda Sulsel Apresiasi Satpam Bank Cegah Anggota LSM Tanpa Masker

KSATRIA | Makassar – Seorang pria mengaku anggota LSM berseteru dengan satpam di salah satu Bank BRI di Kota Makassar. Pria tersebut marah karena diminta memakai masker jika ingin masuk. Aksi pria ini pun viral dalam video yang tersebar di media sosial.

Salah satu karyawan Bank BRI KCP Sentral Jaya di Makasasar, Andi Azwar melalui Instagram menjelaskan duduk perkara peristiwa itu. Awalnya anggota yang mengaku LSM ingin masuk ke ATM yang terletak dalam kantor bank.

Satpam yang mengenakan masker dan pelindung wajah kemudian mencoba mengingatkan supaya pria itu mengenakan masker sebelum masuk ke ATM.

“Nah, sesuai dengan aturan pemerintah kami menjalankan prosedur protokol kesehatan untuk menangani Covid-19. yaitu jika memasuki unit kerja diwajibkan menggunakan masker,” tulisnya akun@andiazwarr.

Namun, anggota LSM itu menolak. Alasannya dia lupa dan hanya sebentar saja untuk masuk. Ia pun mengaku didorong sehingga tidak terima dengan perlakuan Satpam.

“Itu suatu pelanggaran itu saudaraku. LSM dan wartawan di instansi mana pun tidak ada yang bisa menghalangi wartawan atau LSM. Jangan begitu, masa pimpinan kami dikasih begitu,” ujar pria dalam video.

Menanggapi hal ini, Dirbinmas Polda Sulsel Andi Heru, membenarkan peristiwa itu.” Benar lokasinya di KCP Sentral Jaya, pada 28 januari 2021 sekitar pukul 14.00 WITA,” jelasnya

Andi pun mengapresiasi dan memberikan motivasi kepada anggota Satpam yang tengah bertugas pada saat kejadian karena sudah melaksanakan tugas sesuai SOP

“Jika ada kejadian susulan segara laporkan, agar Polri segera bertindak,” pesannya mengingatkan.

Selain Dirbinmas Polda Sulsel, para netizen pun mengapresiasi langkah satpam. Pasalnya, Satpam yang bertugas itu sudah sesuai SOP. Salah satunya dari Sarwan Agustrians.

“Salut sama satpamnya. Sudah jelas tertera tawwa kawasan wajib menggunakan masker, aturan yah aturan,” ungkap sarwan_agustrians.

“Presiden saja masuk pakai masker,” kata zaaaky.[Adm]

27 Jan 2021

Rakerda ABUJAPI Perdana DIhadiri 49 BUJP

KSATRIA | Batam–Badan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan [BPD ABUJAPI] Provinsi Kepulaun Riau menggelar Rakerda perdana di Aston Batam Hotel Residence, pada Rabu (27/1/2021).

Turut hadir pada acara ini Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), Agoes Dermawan, Ketua BPD ABUJAPI Provinsi Kepri, Dwifung Wirajaya Saputra, dan 49 Badan usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang berada di wilayah hukum Kepri.

Dalam sambutannya Ketua Umum BPP ABUJAPI, Agoes Dermawan mengatakan, seragam Satpam kini sudah berubah, di mana sebelumnya identik dengan warna biru dan putih, kini menjadi warna cokelat menyerupai seragam polisi.

Perubahan warna itu sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengaman Swakarsa, yang diundangkan sejak 5 Agustus 2020 lalu.

Lebih lanjut Agoes menjelaskan, kepangkatan Satpam itu ada 9 tingkat kepangkatannya. Kepangkatan itu juga memakai seragam baru yang mirip seperti seragamnya polisi.

“Satpam itu kategorinya ada 3 dan dia dalam memakai seragam yang baru itu harus mempunyai kartu anggota, dan dia juga harus berada dibawah BUJP. Kalau dia tidak punya keduanya maka dia adalah abal-abal,” jelas Agoes.

Sementara di tempat yang sama, Ketua BPD ABUJAPI Provinsi Kepri, Dwifung Wirajaya Saputra mengatakan, Rakerda yang dilakukannya itu adalah Rakerda perdana setelah 6 bulan kepengurusan yang dipimpinnya.

“Rakerda ini dihadiri oleh 49 BUJP dari 105 BUJP yang ada di Provinsi Kepri. Nanti mereka akan bergabung kembali, karena keanggotaan ABUJAPI ini adalah menjadi syarat kepengurusan dan rekomendasi dari Polda untuk izin operasional dari Mabes Polri,” ujar Dwifung.

Menurutnya, penetapan seragam baru Satpam mirip polisi itu adalah kado terindah pada ulang tahun Satpam ke-40. Pihaknya selaku asosiasi BUJP harus menyukseskannya. Karena waktu untuk mengeragamkan baju Satpam itu diberi waktu selama 1 tahun, yakni hingga Agustus 2021.

“Jadi karena seragam ini mirip polisi, maka jangan sampai ada oknum yang menyalahgunakan. Kita imbau kepada BUJP dan penguna Satpam agar tidak sembarangan juga mengunakan seragam dan harus sesuai Perpol No 4 Tahun 2020,” imbuhnya.

Selain itu, kata Dwifung, dalam Rakerda itu pihaknya juga akan menetapkan standar management fee, sebab selama ini yang sering menjadi bahan persaingan usaha yang tidak sehat banyak yang banting-banting harga.

“Karena perusahaan itu yang diambil adalah profit oriented, jika management fee cuma 3 hingga 4 persen maka itu pasti mengambil haknya pekerja,” pungkasnya. [Adm]

27 Jan 2021

Rakerda ABUJAPI Kepri Soroti Manajemen Fee

KSATRIA | Batam– Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kepri mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di Aston Batam Hotel & Residence, Rabu (27/01/). Rakerda ini dihadiri 49 BUJP di Kepri ini dibuka langsung oleh Ketua Umum BPP ABUJAPI, Agoes Dermawan.

Dalam sambutannya Agoes mengatakan bahwa Perpol No 4 tahun 2020 merupakan kado terindah untuk satpam yang diberikan pada HUT Satpam ke-40. “Tentunya kami sangat berterimakasih karena Satpam sudah menjadi profesi, sebagai pengemban tugas kepolisian terbatas tentunya Satpam harus terdidik dan berkualitas dan kami akan terus meningkatkan kualitas ini,” ujarnya di depan para peserta.

Agoes menambahkan, dalam perubahan seragam satpam yang baru sesuai dengan Perpol No 4 tahun 2020 Profesi Satpam mulai dari struktur kepangkatan hingga seragam telah diatur di dalamnya, maka dari itu di tetapkanlah 20 persen gradasi warna dari seragam Polri.

“Kami juga akan memperjuangkan dan penetapan struktur skala upah Satpam mengacu kepada sektor industri yang dilayanai dan kepangkatan bagi yang sudah lulus uji sertifikasi mulai dari Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama,” katanya.

Sementara itu Ketua ABUJAPI Kepri Dwifung Wirajaya Saputra menyampaikan, agenda Rakerda I ini merupakan pembahasan beberapa program yang dianggap perlu untuk kemajuan Jasa Pengamanan ke depan.

“Ada beberapa hal yang dibahas yaitu mengenai program kerja, penetapan manajemen fee, sosialisasi perubahan seragam Satpam sesuai aturan Perpol No 4 tahun 2020,” ungkapnya.

Dwifung menambahkan, saat ini banyak terjadi persaingan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang sering tidak fair, maka dari itu kita akan berupaya menetapkan standarisasi manajemen feenya agar para pekerja dan BUJP sama-sama sejahtera.

“Kami tidak setengah-setengah mengelola Satpam, kami ingin mendidik Satpam menjadi tangguh, terdidik dan berkualitas, tentunya untuk mendapatkan Satpam yang tangguh , terdidik dan berkualitas kami harus menunaikan hak pekerja dengan baik, menggaji mereka sesuai dengan kepangkatan mereka,” katanya.

“Untuk itu kami ingin persaingan yang tidak sehat selama ini yang terjadi antara BUJP sampai-sampai membanting harga dapat di selesaikan dengan cara aturan standarisasi manajemen fee, tentu hal ini sangat merugikan apabila sampai memotong gaji pekerja, jadi kami akan mengupayakan yang terbaik untuk kedepannya agar Satpam memiliki gaji sesuai tingkatannya,” jelasnya lagi.

Dwifung juga menyampaikan, bahwa dalam rakerda ini ada beberapa rekomendasi yang ditetapkan pada setiap komisi. Seperti Komisi C merekomendasikan sebagai berikut:

  1. Penawaran harga disepakati dengan Manajemen Fee minimum sebesar 8 % (delapan persen)
  2. Penertiban BUJP yang tidak terdaftar atau tidak tergabung dalam ABUJAPI KEPRI bekerjasama dengan BINMAS POLDA KEPRI.
  3. Penyesuaian penawaran harga wajib memenuhi hak-hak Normatif
  4. Sosialisasi Punishment dan Reward kepada User dan BUJP yang tidak mengacu kepada standar skala upah
  5. Pemeriksaan/ audit BUJP secara berkala untuk mengetahui pelaksanaan terhadap komitmen bersama yang sudah disepakati
24 Jan 2021
vina-pri-handjono

Vina Pri Handjono Pencipta Mars Satpam

KSATRIA | Jakarta–Mars Satpam, hampir sebagian besar satuan pengamanan (Satpam) hafal dan pernah menyanyikan lagu ini. Namun apakah para satpam pernah tahu siap sosok pencipta dan pengaransemen lagu ‘wajib’ di setiap kegiatan resmi kesatpaman ini?

Beberapa waktu lalu, JurnalSecurity berhasil mencari tahu sosok yang telah berjasa dalam menciptakan karya seni melalui lagu Mars Satpam ini. Selama ini hampir tidak ada media atau keterangan secara utuh tentang sosok pencipta lagu ini.

Adalah Vina Pri Handjono. Sosok wanita bersahaja yang telah menorehkan sejarah karena menciptakan lagu Mars Satpam tanpa royalti. Vina demikian panggilan akrabnya, merasa bangga karyanya yang awalnya untuk Polda Jabar ini ternyata dinyanyikan pada kegiatan satpam tingkat nasional.

“Saya tidak pake royalti-royaltian. Secara hukum hak ini, hak cipta saya, kalau dinyanyikan saya bersyukur alhamdulillah. Saya hanya penulis pembuat karya,” ungkap Vina Pri Handjono kepada Jurnal Security saat ditemui di kediamannya di wilayah Jakarta Selatan, Kamis (21/01/2021).

Dalam sebuah wawancara yang dikutip Majalah Pollingga No.7 Januari-Februari 1997, Vina dengan tegas menyatakan bahwa bisa menciptakan Mars Satpam ini sebagai kehormatan dan kepercayaan dari Polda Jabar. “Saya tidak komersil lho…saya ini benar-benar ingin menyumbangkan bakat saya untuk Bangsa dan Negara,” tutur Vina.

Vina pun akhirnya bercerita awal mula ia mengarang lagu Mars Satpam. Saat itu, menjelang HUT Satpam ke-16 di Polda Jabar yang diadakan di Bogor. Salah satu temannya meminta dibuatkan lagu Mars Satpam.

Setelah temannya memberikan sekilas tentang satpam, Vina pun memulai membuat lirik lagu, merangkai kata-katanya hingga mengaransemen lagunya. “Saya rekam di kaset dengan format paduan suara langsung disetujui, saat itu hanya untuk Polda Jabar dan bukan untuk wilayah Indonesia atau nasional,” jelasnya.

Beberapa tahun berlalu, Vina anggap lagu itu hanya untuk wilayah Bogor. Saat ia bertanya kepada salah satu satpam yang ada di Bintaro terkait lagu satpam, ternyata sang satpam hafal. “Kira-kira 7 tahun lalu, saya baru tahu dinyanyikan di acara-acara resmi satpam,” paparnya.

Vina yang merasa pernah menciptakan lagu ini pun mencari tahu, tapi komunikasi terhambat dan tidak tahu harus kemana mencari tahu. “Rasa syukur ada dinyanyikan secara nasional, tapi saya sebagai penulis kok gak dikasi tahu. Ya saya maklumi karena kehilangan jejak, dan saya sudah kehilangan kontak dengan yang memesan lagu itu,” tuturnya.

Suatu hari, ketika Vina berselancar di sosial media, ia menemukan status teman kecilnya bernama Suryawisesa yang bicara soal HUT Satpam. Lalu ia pun menanyakan apakah lagu Mars Satpam akan dinyanyikan?. Surya pun membalas ya. Lalu Vina pun bercerita kronologi tentang Mars Satpam.

“Saya tunjukan majalah yang pernah saya diwawacara Majalah Pollingga. Dari situ terbukalah siapa sebenarnya pencipta lagu satpam,” jelasnya.

“Saya berharap kalau lalu memang tidak diketahui siapa yang menulis lagu. Sebenarnya bukan saya ingin diakui ini lo saya penulisnya. Tapi sejujurnya saya bangga karena menjadi lagu nasional, saya berharap lagu ini bisa terus dipakai dipergunakan dalam acara apapun dalam komunitas satpam di seluruh Indonesia,” ulasnya.

Vina juga berharap dengan Mars Satpam ini, para sahabat satpam bukan sekedar hafal lagu, tapi ada spirit dalam menjalankan tugas dan sebagai pribadi satpam. Semoga ini menjadi karya yang dikenang dalam komunitas satpam.

“Saya berharap dari institusi ada pengakuan ini lagu Vina Pri Handjono akan dipakai menjadi mars satpam seluruh Indonesia. Harapan saya ada pengakuan secara resmi, karena selama ini awalnya hanya di Polda Jabar,” tuturnya.

Vina juga menyampaikan terima kasih kepada ABUJAPI, terutama Pak Suryawisesa akhirnya membuka kepada semua bahwa penulis dan aransemen lagu Mars Satpam adalah Vina Pri Handjono.

“Terima kasih kepada Jurnal Security dengan tergerak untuk mencari tahu awalnya cerita mengenai Mars Satpam dari mulai Polda Jabar akhirnya menjadi Mars Satpam Nasional,” tutupnya.

vina-pri-handjono.1-pencipta mars satpam

Karya Vina Lebih dari 800 Lagu

Sebelum Vina mendapatkan amanah membuat lagu Mars Satpam, dirinya sudah berpengalaman menjadi pencipta lagu dan pengaransemen lagu yang dibuatnya. Sederetan artis juga pernah menyanyikan lagu-lagu karyanya.

Misalnya tahun 1983, artis Cica Kuswoyo dalam Album Remaja yang pertama adalah hasil karyanya. Beberapa lagu hasil karyanya juga dinyanyikan Rio Febrian, Feby Febiola, Natasha dan banyak artis lainnya.

“Alhamdulillah sampai saat ini yang tercatat di buku saya ada 800an lagu, itu belum sama jinggel,” jelasnya.

Vina menjalani karir di bidang seni ini secara otodidak. Bakatnya muncul ketika ia masih anak-anak. Ayahnya RM. Pri Handjono, SH dan ibunya Jarmartin kerap memberikan alat musik untuk dimainkan Vina kecil.

“Sejak kecil, saya sudah terbiasa dengan alat musik, terutama piano. Saat SMP sudah berkarya membuat lagu. Alhamdulillah ini semua talenta dari Allah,” ujarnya. [Adm]

23 Jan 2021

Harapan APSI untuk Kakorbinmas yang Baru

KSATRIA | Jakarta–Korps Pembinaan Masyarakat Badan Pemelihara Keamanan Polisi Republik Indonesia (Korbinmas Baharkam Polri RI) mengundang sejumlah asosiasi jasa pengamanan yang teregister di Gedung Baharkam Polri, Jalan Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (12/11/2021).

Ada pun asosiasi yang diundang adalah Ketua Umum dan Sekjen APSI, Ketua Umum dan Sekjen ABUJAPI, Ketua Umum dan Sekjen APJATIN, Ketua Umum dan Sekjen ASIM, Ketua Umum dan Sekjen APSA, Ketua Umum dan Sekjen IACPP, dan Ketua Umum dan Sekjen APJASI.

Tujuan dari pertemuan ini salah satunya adalah untuk audiensi atau memperkenalkan ke Kakorbinmas Baharkam Polri yang baru, yakni Irjen Pol Suwondo Nainggolan, SIK, MH, dengan para pimpinan asosiasi bidang jasa pengamanan yang teregister di Mabes Polri. Pertemuan secara terbatas ini tetap menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai Coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Nampak hadir Ketua dan Sekjen APSI, Azis Said dan Djarot Soeprianto. Keduanya juga sempat berfoto bersama Kakorbinmas Baharkam Polri yang baru, yakni Irjen Pol Suwondo Nainggolan, SIK, MH serta Dirbipotmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo, SIK, MSI.

Ketua Umum APSI, Azis Said berharap karena definisi satpam dalam Perpol No 4 tahun 2020 sekarang sudah berubah menjadi profesi, maka pelaksanaan pelatihan satpam, Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama perlu ditinjau ulang.
“Khususnya untuk pelatihan GP dan GM di setiap Polda agar pelaksanaannya yang dilaksanakan oleh BUJP Pelatihan, distandardkan mata pelajarannya, juga agar dalam satu Polda harganya disamakan,” ungkapnya, Sabtu (23/1/2021).

Sementara itu, Sekjen APSI Djarot Soeprianto yang juga Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) mengatakan, pertemuan para pimpinan asosiasi jasa pengamanan ini untuk lebih saling mengenal dengan Kakorbinmas yang baru yaitu Irjen Pol Suwondo Nainggolan, SIK, MH.

“Kami berharap kepada Kakorbinmas yang baru, bisa mempercepat terwujudnya profesionlisme dan pemuliaan satpam di Indonesia,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH, MH memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) lima Pejabat Utama (Pju) jajaran Baharkam Polri di Gedung Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, pada Rabu (6/1/2021).

Jabatan Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri yang sebelumnya di emban oleh Irjen Pol Risyapudin Nursin SIK, kini diserhakan ke Irjen Pol Suwondo Nainggolan SIK, MH. [Adm]

20 Jan 2021

Peringati HUT Satpam ke-40, Direktur BSP Ikuti Seminar Virtual Bersama Polri

KSATRIA | Jakarta–Dalam rangka memperingati HUT Satpam Ke-40, panitia HUT Satpam mengadakan seminar virtual yang bertemakan “Tingkatkan Profesioionalisme dan Kompetensi Satuan Pengamanan Menjadi Profesi yang Membanggakan dan Bermartabat”.

Direktur BSP yang juga sekaligus Sekjend APSI, Bapak H. Djarot Soeprianto menghadiri dan mengikuti rangkaian acara seminar virtual yang didakan di Hotel Ambhara Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2021).

Paparan keynote disampaikan oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi mewakili Kabarhakam Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto yang berhalangan hadir.

Bapak H Djarot berharap dengan diadakannya seminar ini merupakan langkah dan kabar baik untuk mewujudkan pemuliaan profesi satpam di Indonesia.

“Ya tentunya kami berharap dengan diadakannya diskusi dalam seminar ini, dapat membuka harapan dan peluang untuk segera mewujudkan pemuliaan profesi satpam di Indonesia, karena sejatinya profesi satpam di Indonesia sangat mempunyai peran penting dalam menjaga keamanan pada segala bidang Industri di Indonesia”.

BSP dalam acara HUT Satpam ke-40 ini ikut berkontribusi sebagai sponsor dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT Satpam. Bahkan BSP menjadi perusahaan pertama yang disebut oleh MC dalam seminar. [Adm]

19 Jan 2021

Polri Berharap Kompensasi Gaji Profesi Satpam Meningkat

KSATRIA | Jakarta–Dalam rangka memperingati HUT Satpam Ke-40, Panitia menggelar seminar virtual (webinar) yang digelar Selasa (19/1/2020). Tema yang diusung “Tingkatkan Profesioionalisme dan Kompetensi Satuan Pengamanan Menjadi Profesi yang Membanggakan dan Bermartabat”.

Paparan keynote disampaikan oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi mewakili Kabarhakam Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto yang berhalangan hadir di Hotel Ambhara Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, Edy Murbowo mengatakan, kini satpam telah berusia 40 tahun, tentunya satpam telah melewati begitu lama dengan berbagai tantangan dan pengalaman tugas sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas di lingkungan kerja masing-masing.

Edy juga mengatakan, dalam penugasannya satpam akan berhadapan dengan risiko dari yang berkadar ringan, sedang sampai dengan berat. “Saya berharap proses pelatihan yang pernah diikuti dan pengalaman tugas dapat menjadi bekal yang cukup dalam menghadapinya,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Edy, pihaknya berharap agar anggota satpam memperoleh kompensasi gaji yang sebanding dengan kompetensi, jabatan dan risiko dalam penugasan.

Edy juga mengatakan, Polri selaku pembina satpam senantiasa berbuat yang terbaik untuk satpam. Hal ini dibuktikan pada tanggal 5 Agustus 2020 telah disahkan Perpol No 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa dalam memuliakan profesi satpam.

“Satpam kini telah menjadi sebuah profesi, oleh karenanya perlu dilakukan langkah-langkah terintegrasi antara Polri, para asosiasi (ABUJAPI dan APSI) dan para pemangku kepentingan lainnya untuk bersinergi mewujudkan satpam sebagai profesi yang bermartabat dan membanggakan,” paparnya.

Edy berharap segala upaya yang telah dicurahkan untuk membuat satpam semakin professional dan berkompetensi ini agar tidak lagi ada pihak-pihak yang hanya berpikir untuk kepentingan pribadi dan atau kelompok dengan memanfaatkan keberadaan satpam.

Upaya Polri dalam memuliakan profesi satpam ini juga diwujudkan dengan membentuk tim Pokja Korbinmas Baharkam Polri menyusun peraturan Kabaharkam Polri yang merupakan turunan dari Perpol No 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa.

Selain itu tim Pokja lainnya juga sedang melaksanakan pembahasan revisi kurikulum pelatihan satpam Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama yang akan didesain menyesuaikan kebutuhan atas tantangan tugas di lingkungan kerja para satpam.

“Saya berharap para asosiasi, baik ABUJAPI maupun APSI serta pemangku kepentingan lainnya juga mengambil peran dalam upaya memuliakan profesi satpam. Asosiasi berkewajiban menyusun kode etik sebagai pedoman menjalankan profesi masing-masing. Kompensasi penghasilan satpam juga perlu diupayakan meningkat,” tegasnya.

Terkait dengan seragam satpam sekarang berubah mirip dengan seragam Polri. Perubahan seragam satpam yang mirip belum tentu membuat semua pihak senang. Oleh sebab itu penggunaan seragam satpam yang baru harus benar-benar sesuai ketentuan warna, model, atribut dan penggunaannya.

Termonitor ada beberapa satpam bujp yang telah menggunakan seragam baru, tetapi belum sesuai dengan ketentuan. oleh sebab itu pengawasan perlu dilakukan pada saat pengadaan sampai dengan penggunaan seragam satpam yang baru.

“Saya berdoa dan berharap kegiatan webinar ini dapat menghasilkan solusi atas permasalahan dalam upaya mewujudkan satpam profesional dan berkompetensi,” papar Edy Murbowo saat membacakan pidato Kabarhakam Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto. [Adm]

18 Jan 2021

HUT Satpam ke-40 di Kaltim Lakukan Baksos

KSATRIA | Kaltim – Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kaltim dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kaltim, serta BUJP se-Kaltim bekerja sama dengan Polda Kaltim, menggelar bakti sosial, Sabtu (16/1/2021).

Kegiatan mulia tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-40, yang jatuh pada 30 Desember 2020 kemarin. Bakti sosial itu berupa pembagian paket sembako kepada anggota Satpam yang tersebar di 10 titik wilayah Balikpapan.

Ketua BPD ABUJAPI Kaltim Abriantinus menjelaskan, sebelumnya panitia HUT Satpam ke-40, sudah melaksanakan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.

“Bahkan kami juga telah mengadakan bantuan khusus berupa Pendidikan dan Pelatihan Gada Pratama secara gratis bagi satpam yang berprestasi,” ucap Abriantinus.

Abriantinus berharap, HUT Sapam kali ini hendaknya dijadikan momentum untuk memantapkan kualitas Satpam Indonesia sebagai perpanjangan tangan kepolisian, yang memiliki kewenangan terbatas.

“Dan ketika mereka melaksanakan tugas, hari demi hari bisa lebih baik. Jadi ini kemuliaan dalam profesi Satpam dan itu salah satu yang ditekankan,” ujar Abriantinus.

Abriantinus menjelaskan, pada tahun 2020 kepolisian bersama ABU JAPI, APSI dan beberapa stakeholder sudah menggodok beberapa kebijakan terkait Satpam, hingga terbitnya Perpol Nomor 4 Tahun 2020.

”Nah, Perpol ini yang paling bersejarah dalam Satpam Indonesia,” jelasnya.

Senada, Ketua APSI Kaltim Harmadi mengatakan, bahwa bansos ini sebagai rangkaian kegiatan HUT Satpam. Apalagi HUT Satpam ini bertepatan dengan terbitnya Perpol Nomor 4 tahun 2020, yang mana Perpol tersebut untuk pemuliaan profesi Satpam.

Ke depan, kata Harmadi, profesi Satpam akan menjadi kebanggaan dan lebih bermartabat. “Dan semoga bansos ini dapat membantu teman-teman Satpam yang selama ini sudah berjasa menjadi satuan pengaman terbatas di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Hal yang sama diungkpakan Kasubdit Bin Satpam Polsus Ditbinmas Polda Kaltim, AKBP Ruskhan. Ruskhan menjelaskan, acara kegiatan ini berkaitan dalam HUT Satpam yang ke-40 yang di diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia

Namun, lanjut Ruskhan, mengingat situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, maka acaranya ditunda hingga 26 Januari 2021 secara virtual.

“Sementara tanggal 19 Januari 2021, kita akan mengadakan seminar virtual (webinar) bersama Mabes Polri, yang bekerjasama dengan asosiasi satpam seluruh Indonesia,” imbuh Ruskhan.[Adm]

14 Jan 2021
BPD ABUJAPI-bupati-muba

Bahas Diklat Satpam, ABUJAPI Sumsel Audiensi ke Bupati Muba

KSATRIA | Sumsel – Pengurus Badan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Provinsi Sumatera Selatan, menemui Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ dan Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi, di Kantor Mess Perwakilan Muba, Rabu (13/1/2021).

Turut hadir dalam pertemuan ini di antaranya Kepala Disnakertrans, Mursalin, Kabag Kerjasama Pemkab Muba, Dicky Meiriando, dan Sekretaris Forum Pengusaha Kabupaten Muba, Rudy Murod.

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan setidaknya berdasarkan data statistik ada sekitar 4 ribu Satpam di Pemkab Musi Banyuasin. “Karenanya security ini harus dilakukan pembinaan terlebih dahulu melalui pendidikan dan pelatihan,” terang Beni.

Menurut Beni, pelatihan tersebut dilakukan guna meningkatkan profesionalisme Satpam agar lebih profesional sehingga tercipta lingkungan yang kondusif di wilayah Musi Banyuasin.

Selain itu, lanjut Beni, Satpam yang tersebar di perusahaan perkebunan nantinya bisa ikut meminimalisir kejadian kebakaran hutan, kebun dan lahan.”Jadi, security di Muba juga harus dilatih meminimalisir Karhutbunlah [Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan],” jelas Beni, yang juga menjabat Ketua PMI Muba.

Sementara Ketua BPD ABUJAPI Sumsel, Novembriono, mengamini pernyataan Beni. Menurutnya, dari 4 ribu Satpam yang berada di wilayah hukum Musi Banyuasin, baru sedikit yang mengikuti pendidikan dan pelatihan Satpam Gada Pratama.

“Karenanya jika dipercaya Pemkab Muba untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan Satpam, ABUJAPI Sumatera Selatan selalu siap,” ujar Novembriono.

Novembriono pun berharap, untuk pelaksanaan HUT Satpam ke depannya Muba bisa menjadi tuan rumah HUT Satpam Ke-41, yang jatuh pada 30 Desember 2021 nanti. “Kami sangat berharap bisa melaksanakan rangkaian HUT Satpam di tahun 2021 nantinya di Kabupaten Muba,” pungkasnya.[Adm]

Translate »
error: Content is protected !!