26 Feb 2021

Pengurus DPD APSI DI Yogjakarta Resmi Dilantik

KSATRIA | Yogjakarta–Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPP APSI) menggelar pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APSI Daerah Istimewa Yogjakarta pada Kamis, 25 Februari 2021 di Yogjakarta.

Pelantikan dan pengukuhan ini dihadiri oleh Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Drs. Anjar Gunadi MM, Ketua Umum APSI Azis Said, Ketua DPD APSI DI Yogjakarta Djohar dan segenap pengurus APSI Pusat dan Daerah.

Ketua Umum APSI Azis Said mengucapkan selamat kepada ketua terpilih. “Selamat atas terbentuknya pengurus DPD APSI DIY periode 2021 – 2026, semoga dengan pengurus yang baru ini di bawah kepemimpinan Pak Johar yang sudah berpengalaman dua kali sebelumnya menjadi Ketua DPD APSI, yaitu di Kaltim dan Jakarta Raya,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Kamis (25/2/2021).

Azis optimis di bawah kepemipinan ketua yang baru dan sudah berpengalaman, DPD APSI DIY akan lebih maju. “Terimakasih kepada Pak Djohar dan tim yang telah mempersiapkan acara Pelantikan dan Pengukuhan dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, APSI telah memiliki anggota DPD sebanyak 25 DPD yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. “DPD APSI DIY adalah DPD ke-25, semoga bisa memberikan manfaat untuk satpam di wilayah Yogjakarta khususnya,” paparnya.

Kepengurusan DPD DIY yang baru ini dilantik oleh Ketua Umum APSI Azis Said, sementara dalam pengukuhannya dilakukan oleh Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Drs. Anjar Gunadi MM, sedangkan tata tertib pelantikan dan pengukuhan dibacakan Sekjen APSI Djarot Soeprianto.

Sementara itu, ucapan selamat juga datang dari beberap DPD di Indonesia, salah satunya adalah dari DPD APSI Sumsel yang mengucapkan Selamat dan Sukses atas terlaksananya Pelantikan Kepengurusan DPD APSI DIY.

“Kepada Yth. Bpk Djohar Arifin Kami do’akan semoga senantiasa diberkahi Allah SWT Kekuatan Kesabaran serta Limpahan Rezeqi dalam menunaikan tugas & tanggung jawab selaku Ketua DPD DIY begitu pula seluruh pengurus DPP & DPD APSI Se Indonesia Aamiiin Yaa Rabbal’alamiin,” tulisnya dalam pesan singkat. [Adm]

25 Feb 2021

Kakorbinmas Apresiasi Satpam BRI di Makassar yang Tegakkan Prokes

KSATRIA | Makassar–Begitu ramah pria berambut cepak itu melayani setiap nasabah yang masuk ke Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Makassar Sentral, Kamis (25/2/2021). Ia menggunakan masker, memegang alat pengukur suhu dan memberikan hand sanitizer. Dialah Hasruddin (26), menjalankan tugasnya menegakkan upaya mencegah penyebaran Covid-19 di tempatnya bekerja.

Kamis (25/2/2020) menjadi momen spesial baginya, karena mendapat kesempatan memperoleh penghargaan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) dan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam).

Piagam penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Suwondo Nainggolan disaksikan oleh Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Agoes Dermawan, Pemimpin Wilayah BRI Mohamad Fikri Satriawan, serta jajaran BRI lainnya.

Hasruddin yang sudah mengabdi selama delapan tahun di BRI sebagai satpam melalui perusahaan outsourcing yang menaunginya, PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) mengakui, jika tugasnya menjaga penerapan prokes sudah menjadi kewajiban utama.

Makanya, ketika ada yang melanggar pihaknya tidak tanggung-tanggung akan menegurnya agar menerapkan prokes. Hal inilah yang membuat Hasruddin sempat viral di media sosial, ketika menindak tegas oknum yang mengaku LSM yang tak menggunakan masker saat hendak masuk ke KCP BRI Makassar Sentral pada 28 Januari 2021.

“Alhamdulillah atas apresiasi yang diberikan oleh Polri, saya tidak menyangka. Padahal apa yang saya lakukan ini sudah menjadi ketentuan di BRI agar siapa saja beraktivitas di area ini menggunakan masker, dicek suhunya hingga diwajibkan menggunakan hand sanitizer,” ujarnya seperti diberitakan Sindonews.com.

Sementara itu, Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengaku kedatangannya jauh-jauh dari Jakarta tidak lain untuk mengapresiasi komitmen tinggi satpam BRI menegakkan prokes.

“Saya melihat video viral bagaimana beliau menjaga kedisiplinan prokes, ini sebuah semangat yang harus ada pada kita semua. Ke depan bukan sebuah keharusan, tapi kebutuhan untuk menerapkan prokes supaya lingkungan kerja sehat. Untuk itu pula, teman-teman satpam menjadi pelopor dan duta agar prokes jalan dengan baik agar ekonomi Indonesia pulih dan Indonesia menang,” ujarnya.

Dia mengharapkan seluruh satpam menjadi pelopor penerapan prokes dengan mencegah kerumunan, mencegah agar semua menggunakan masker dan mencuci tangan ataukah menggunakan hand sanitizer.

“Komitmen BRI menerapkan prokes sangat tinggi dan patut diapresiasi, ukurannya pada satpam yang bekerja ini mampu menerapkan prokes dengan baik. Hal itu juga tidak lepas dari peran Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), perusahaan yang mempekerjakan serta Polri yang terus mendorong penerapan prokes dengan maksimal,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan mengatakan, apa yang dilakukan oleh satpam Hasruddin ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh satpam, terutama dalam hal penerapan protocol Kesehatan di tempat bekerja. “ABUJAPI mengapresiasi apa yang dilakukan oleh satpam Hasruddin semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh satpam dalam menjalankan tugasnya di lapangan,” ungkapnya kepada Jurnal Security.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah BRI, Mohamad Fikri Satriawan mengapresiasi penghargaan tersebut. Ia juga memuji Hasruddin yang tegas memberikan teguran kepada oknum LSM agar mematuhi prokes, dengan cara yang humanis.

“Kami sampaikan apresiasi kepada satpam kita karena dia dengan tegas mengimbau penegakan protokol kesehatan, tapi tetap dengan pendekatan yang lebih sopan. Karena itu memang menjadi hal yang krusial saat ini. Supaya kita bisa semakin cepat memutus rantai penularan Covid-19. Kami juga sampaikan bahwa kami senantiasa mendukung pemerintah untk mendorong masyarakat menerapkan prokes dalam berbagai aktivitas. Termasuk transaksi keuangan apalagi di dalam ruangan,” papar dilansir sindonews.com. [Adm]

25 Feb 2021

Mengenal Delapan Pilar Perilaku dalam Perusahaan

Oleh: H. Djarot Soeprianto || Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Dalam dunia kerja kita lebih menginginkan adanya sosok yang punya integritas daripada orang pintar. Orang pintar bisa saja terpeleset dalam kejahatan tapi kalau orang berintegritas walaupun belum pintar, ia bisa menjadi pintar karena belajar dan diajarkan. Disinilah kita membuat 8 perilaku di perusahaan untuk menjadi one team, one mission dan one goal.

Delapam perilaku perusahaan seperti ini ibarat 8 penjuru arah mata angin dunia. Di mana 8 perilaku ini satu sama lain saling mengisi dan melengkapi. 8 perilaku itu adalah;

1. Kedisiplinan menjalankan aktivitas kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran peraturan perusahaan, ketepatan waktu dan komitmen dalam menjalankan janji yang diucapkan. Kedisiplinan juga mengacu pada tatanan norma budaya, agama, hukum dan sebagainya.

Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Sehingga disiplin ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang bisa mempengaruhi perilaku sehari-hari dan mengarah pada tercapainya keunggulan dalam bekerja.

Praktiknya di perusahaan, jika jam kerja dimulai dari pukul 08.00 – 17.00 kita harus disiplin. Kita juga tunduk kepada peraturan tentang ketenagakerjaaan, BPJS dan undang-undang lainnya. Jika kita tidak disiplin, nanti akan timbul perilaku yang tidak baik. Disiplin dimulai dari individu sendiri. Maka perilaku disini adalah menjalankan kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran aturan kerja.

2. Bertanggung jawab yaitu tindakan-tindakan individu yang didasarkan pada niat atau motivasi yang baik dan benar, dijalankan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta dengan kesadaran pribadi bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut.

Perasaan tanggung jawab dalam pekerjaan sangat langka. Begitu mudahnya seseorang menuding orang lain bila ada kegagalan dalam pekerjaan atau proyek tertentu; hanya sedikit orang yang mau dengan cepat mengakui kesalahannya. Justru membuat alasan dengan mencari-cari kesalahan orang lain.

Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah, nilai itu harus dilatih setiap saat. Marilah kita bersama sama untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa ingin maju kita terhadap suatu pekerjaan yang sedang dan yang akan kita lakukan sekarang maupun nanti.

3. Cepat tanggap dan berinisiatif. Perilaku cepat adalah penggunaan waktu yang efisien. Tanggap adalah kepedulian untuk memperbaiki hal-hal yang diketahui tidak benar atau kurang etis. Sedangkan berinisiatif adalah kemampuan antisipatif atas situasi atau persoalan yang potensial muncul.

Inisiatif tidak saja dalam perilaku namun juga dalam gagasan yang berujung terjadinya perbaikan kerja. Misalnya seorang danru atau komandan wilayah melihat sesuatu yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak baik misalnya ada orang membuang sampah sembarangan, bisa juga dia mengingatkan tanpa merasa itu adalah tugas cleaning service.

4. Ahli di bidangnya yaitu kemauan untuk selalu mengembangkan diri sehingga senantiasa selaras dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan diri harus melebihi dari tingkatan mampu, dimana diharapkan yang bersangkutan dapat memperdalam kapasitasnya sehingga menjadi ahli dibidangnya.

Misalnya, ketika kita rekrut anggota sekuriti, kita harus menghargai profesi sekuriti dengan cara mendidiknya, tidak asal ada orang diberi seragam satpam lalu ditugaskan. Kalau semua sudah ahli di bidangnya kita akan dengan mudah membangun tim yang kuat.

5. Mampu bekerajasama. Mampu bekerja sama ini juga menjadi bagian perilaku kita bagaimana seseorang mampu bekerjasama dalam arti terus menerus mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik dan benar, serta meminimalkan kecenderungan untuk mementingkan kepentingan pribadi.

Kerja sama tim  merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan kedepannya. Kerjasama tim sangat diutamakan, karena jika pegawai-pegawainya tidak mempunyai rasa dedikasi dan kerja sama yang baik tentunya perusahaan tersebut akan menemukan kesulitan dalam mencapai sebuah target.

6. Efektif dalam berkomunikasi, adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat pihak lain, memahaminya dengan benar dan kemudian meresponnya secara tepat. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

7. Peka dan peduli untuk kebaikan, memiliki ambang batas optimal atas rangsangan lingkungan yang memerlukan reaksi untuk perbaikan dan pengembangan. Peduli adalah sikap yang dimunculkan dalam perilaku dimana seseorang menunjukkan perhatian khusus pada kondisi yang kurang semestinya dan perlu dibenahi untuk perbaikan.

Untuk melatih kepekaan ini salah satu contoh, di gedung ada tulisan Exit. Begitu lampu mati emergencynya tidak menyala. Begitu dicek ternyata tidak dinyalakan. Seharusnya, setiap hari harus dikontrol dalam keadaan normal untuk memastikan ketika terjadi lampu mati atau kejadian lain tidak semakin parah. Ini betul-betul kita perhatikan dan kita sampaikan kepada tim bahwa kita ini perusahaan jasa. Ketika ada kejadian lampu mati, tamu yang ada di sini bisa menyelamatkan diri. Kita tidak bisa berkelit kalau kita tidak tahu. Justru kita harus tahu karena kita perusahaan sekuriti yang menjaga pengamanan.

8. Tidak Menyalahgunakan Jabatan adalah perilaku untuk tidak memanfaatkan fasilitas atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi. Contoh ada 10 orang mengantri di bank, sementara yang ke 11 datang oleh satpam ditaruh pada antrian nomor 2, ini sudah menyalahgunakan jabatan. Kapasitas penyalahgunaan jabatan ini bisa berbeda-beda di tingkatan. Untuk itu masing-masing departemen atau supervisor mengontrol penyalahgunaan jabatan. Kita akan selalu berkoordinasi di semua lini bagian dan bagian lain untuk melihat dan mengontrol ke bawahannya.[]

24 Feb 2021
agoes dermawan

ABUJAPI Ikutkan Anggotanya Bimtek Penerapan SUSU Satpam

KSATRIA | Jakarta–Dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2021 tentang Pengupahan Juncto Permenaker Nomor 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah yang merupakan kewajiban bagi perusahaan, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dalam hal ini Direktorat Pengupahan akan menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis penyusunan struktur dan skala upah bagi manajer HRD perusahaan.

Kegiatan bimtek ini akan dilaksanakan pada Rabu dan Kamis 24 dan 25 Februari 2021 di Jakarta, dengan peserta sebanyak 45 HRD, di mana 19 HRD yang diikutkan adalah dari perusahaan jasa pengamanan di bawah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI).

Menurut Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, BUJP di bawah ABUJAPI mendapatkan kesempatan untuk mengikuti bimtek ini. “Kami mendapatkan slot peserta dari APINDO untuk mengikuti peningkatan SDM HRD para BUJP,” jelasnya.

Agoes menambahkan, kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi undang-undang cipta kerja berkaitan dengan struktur dan skala upah satpam (Susu Satpam).

“Keikutsertaan ini sebagai wujud kepedulian ABUJAPI untuk peningkatan SDM BUJP dan dalam persiapan penerapan SUSU Satpam dan implementasi UU Cipta Kerja dan PP yang baru dikeluarkan,” ungkapnya. [Adm]

23 Feb 2021

Koperasi BSP Cairkan SHU 2 Milyar lebih di Masa krisis

KSATRIA  | Jakarta—Koperasi PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar rapat anggota secara virtual, Sabtu (20/02). Rapat diikuti oleh sekitar 80 wali anggota yang masing-masing mewakili sekitar 65 anggota koperasi BSP di seluruh Indonesia.
Menurut Ketua Dewan Pengurus Koperasi BSP Julia Widiawati, rapat ini digelar secara virtual karena untuk meminimalisir berkumpulnya orang banyak di suatu tempat yang rentan terhadap penyebaran virus covid-19.

“Tujuan kami mengadakan rapat anggota security secara virtual ini adalah untuk mematuhi standard protokol kesehatan sekaligus sebagai upaya kami dalam memutus rantai penyebaran virus covid-19 tanpa mengurangi esensi dari rapat anggota koperasi tahun ini,” jelas Julia.

Sementara itu Ketua Pengawas Koperasi BSP Y.B Krisnawan mengatakan pihaknya bersyukur berhasil melewati tahun 2020 dengan baik dan merupakan tugas kami bersama untuk melakukan pengawasan atas kinerja Pengurus dan Staff Koperasi Security BSP selama periode 2020.

“Berdasarkan pengamatan hasil kinerja secara garis besar dapat dikatakan pengelolaan koperasi BSP dapat dikategorikan cukup berhasil akan tetapi seluruh jajaran pengurus dan staf koperasi BSP harus terus melakukan pengembangan usahanya,” jelasnya.
Krisnawan mengakui, meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kendala-kendala yang dihadapi, namun pengurus bersama seluruh karyawan dapat menjadikannya sebagai sebuah penyemangat dan kebersamaan dalam kerja tim yang harus selalu dibangun.


“Semua kesuksesan pada tahun 2020 ini tentunya tidak terlepas dari kontribusi keaktifan dan peran serta seluruh anggota baik secara langsung maupun tidak langsung,” ungkapnya.

Krisnawan menghimbau kepada anggota security ataupun karyawan BSP yang belum menjadi anggota koperasi agar segera mendaftar menjadi anggota Koperasi Security BSP. “Perlu kita ingat bahwa keberhasilan ini tidaklah menjamin keberhasilan dimasa mendatang, maka dari itu kita masih harus meningkatkan semangat pantang menyerah untuk terus membangun Koperasi Security BSP,” paparnya.



Ia menambahkan, hal itu bukan hanya tanggung jawab pengawas, pengurus beserta para karyawan saja, melainkan merupakan tanggung jawab kita semua sebagai anggota koperasi dalam memajukan koperasi yang memiliki motto “Menuju Security Sejahtera”.
“Kami sebagai pengawas bersukur atas prestasi yang sudah kita raih pada tahun 2020 ini dengan harapan dan dukungan dari semua pihak dapat mencapai hasil kinerja yang lebih baik pada tahun mendatang,” tuturnya. [Adm]

20 Feb 2021

ABUJAPI Minta Pemerintah Prioritaskan Satpam untuk Divaksin

KSATRIA | Jakarta–Pandemi Covid-19 yang masih belum usai, membuat pemerintah menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang dimulai Rabu (17/2/2021). Vaksinasi tahap kedua ini, sasarannya mencakup petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia di atas 60 tahun.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, sasaran vaksinasi tahap kedua sebanyak 38.513.446 orang. Rinciannya terdiri dari sekitar 21,5 juta di antaranya warga lanjut usia dan 16,9 adalah orang-orang yang bekerja di bidang pelayanan publik.

“Vaksinasi tahap kedua akan dimulai pada pedagang pasar di Pasar Tanah Abang, Rabu 17 Februari 2021,” katanya dikutip dari Antara, Senin (15/2/2021).

Maxi menjelaskan, sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua adalah kelompok masyarakat dengan tingkat interaksi serta mobilitas tinggi sehingga rentan tertular Covid-19. “Ketika mereka terlindungi dari Covid19 maka kita dapat menurunkan laju penularan virus dan mengurangi beban kerja rumah sakit,” kata dia.

Dilansir dari setkab.go.id, pemerintah selain memprioritaskan vaksinasi untuk guru, juga TNI dan Polri serta kelompok pekerja keamanan lain juga menjadi prioritas pemerintah karena memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan proses tracing atau penelusuran kontak. Sehingga, dapat dengan cepat menentukan langkah-langkah yang diperlukan sejak dini untuk menurunkan laju penyebaran virus.

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini sasarannya adalah: Lansia Tenaga pendidik (guru dan dosen), Pedagang pasar, Tokoh agama, Wakil rakyat, Pejabat negara, Pegawai pemerintah, PETUGAS KEAMANAN, Pelayanan publik (perangkat desa, BUMN, BUMD, dan pemadam kebakaran), Petugas transportasi Atlet Wartawan dan Pekerja media Sektor pariwisata (staf hotel, restoran, dan tempat wisata)

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Agoes Dermawan berharap kepada pemerintah untuk bisa memprioritaskan vaksinasi untuk satuan pengamanan (Satpam), pasalnya satpam sebagai garda terdepan sebuah perusahaan yang berinteraksi dengan orang di lingkungan perusahaannya.

“Kami berharap, agar pemerintah memprioritaskan para satpam yang berjaga di garda terdepan perusahaan untuk divaksin terlebih dahulu setelah tenaga kesehatan,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Kamis (18/2/2021).

Agoes menambahkan, selama ini satpam selain menjaga lingkungannya agar aman dan nyaman juga menjadi petugas protokol kesehatan di setiap perusahaan tempat satpam bekerja. Mereka memeriksa tamu yang datang dengan termo gun, mengarahkan untuk cuci tangan sebelum masuk perusahaan.

“Sangat beralasan jika kami dari ABUJAPI meminta kepada pemerintah untuk memprioritaskan satpam divaksin terlebih dahulu, untuk memutus penyebaran virus Covid-19 di lingkungan kerjanya,” jelasnya. [Adm]

18 Feb 2021

Vina Hibahkan Karya Lagu ‘Mars Satpam’ untuk Satpam Indonesia

KSATRIA | Jakarta–Setelah 24 tahun lagu Mars Satpam dinyanyikan oleh para satpam di seluruh Indonesia, akhirnya pencipta lagu Mars Satpam menghibahkan karyanya kepada ABUJAPI untuk bisa dipergunakan oleh satpam di seluruh Indonesia.

Menurut Sekjen ABUJAPI Suryawisesa, lagu yang diciptakan Vina Pri Handjono dibuat pada tahun 1997. “Kami bersyukur karena lagu ini telah resmi menjadi lagu Mars Satpam yang sudah dihibahkan oleh penciptanya,” katanya kepada Jurnal Security, Rabu (17/02/2021).

Pada syukuran HUT Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) ke-15, ABUJAPI juga telah memberikan penghargaan berupa piagam dan pin emas untuk pencipta lagu Mars Satpam.

ABUJAPI, tambah Suryawisesa, pencipta lagu Mars Satpam telah menghibahkan kepada ABUJAPI pada 29 Januari 2021 lalu. Selain itu, pada upacara virtual HUT Satpam ke-40 di gedung Tribrata pada 2 Februari 2021, panitia memberikan penghargaan pin emas kepada pencipta lagu Mars Satpam.

“Pada saat syukuran HUT ABUJAPI ke-15, kami juga memberikan piagam penghargaan dan pin emas kepada pencipta lagu Mars Satpam, sebagi bentuk apresiasi kami atas karyanya selama ini,” ungkapnya.

Sementara itu, pencipta lagu Mars Satpam Octavina Priheningtyas Handarini atau yang populer disebut Vina Pri Handjono mengatakan, dirinya merasa bersyukur karena karya yang ia buat 24 tahun silam telah resmi menjadi lagu yang bisa digunakan oleh seluruh satpam di Indonesia.

“Semoga silaturahim berjalan baik dan misi dari inti lagu Mars Satpam bisa menjadi penyemangat para sahabat satpam yang bertugas maupun untuk pribadi,” ungkap Vina kepada Jurnal Security, Selasa (16/2).

Hibah lagu Mars Satpam kepada ABUJAPI ini dilakukan sebagai bukti kecintaaannya kepada bangsa dan negara, begitu juga untuk satpam. “Saya pikir ketika membuat pertama pada tahun 1997 awalnya untuk Polda Jabar dan akhirnya dipakai hingga sekarang. Ini sebagai sumbangsih saya untuk bangsa dan negara dan untuk sahabat satpam Indonesia,” tuturnya.[Adm].

18 Feb 2021

HUT Ke-15 ABUJAPI akan Perkuat Organisasi dengan Program

KSATRIA | Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) genap berusia 15 tahun pada 14 Februari 2021. Syukuran hari jadi ABUJAPI digelar sederhana di Kantor BPP ABUJAPI di Jakarta pada Selasa, 16 Februari 2021.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP ABUJAPI Agoes Dermawan mengatakan, ke depan ABUJAPI harus menjadi organisasi besar dan kuat dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan industri jasa pengamanan.

“Ke depan ABUJAPI harus kuat, insyallah 2024 menjadi organisasi besar dan kuat,” jelasnya di Jakarta, Selasa (16/02).

Agoes memaparkan, keberadaan BPD ABUJAPI di seluruh Indonesia saat ini berjumlah 22 BPD, ditambah dua perwakilan dari Ambon dan Sumatera Barat. Namun dalam waktu dekat keduanya akan menggelar Musda untuk menjadi BPD ABUJAPI.

Keanggotaan yang terdaftar di ABUJAPI sejak tahun 2008-2021 ada 3.300 badan usaha jasa pengamanan (BUJP). Namun dalam data recording selama satu tahun di masa pandemi Covid-19 dari 2020-2021 yang memperpanjang hanya 740 BUJP.

Agoes juga menjelaskan data dari Mabes Polri bahwa jumlah satpam yang terdaftar ada sekitar 650 ribu satpam di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 150 ribu belum mengikuti pelatihan Gada Pratama. “Jumlah pastinya berapa satpam di Indonesia hanya Allah yang tahu,” jelasnya.

Agoes optimis, ke depan sistem pendataan satpam akan lebih baik karena pihak kepolisian dalam hal ini Binmas akan melakukan pendataan satu pintu sehingga jumlahnya nanti real dan tersistem. “Mudah-mudahan dengan sistem Binmas jumlah satpam akan terdaftar secara ril karena melalui satu pintu di kepolisian,” paparnya.

Saat ini ABUJAPI memiliki pilar dari undang-undang kepolsiain dan undang-undang ketengakerjaan. Keduanya menjadi pilar kekuatan ABUJAPI. Pihaknya juga telah memasukan dewan pembina dari berbagai unsur Polri dan Kementerian Tenaga Kerja dan Apindo.

“Ini perluasan kekuatan ABUJAPI, kita juga mengembangkan ke stekholder lainnya. Tujuannya memperkuat akses komunikasi kita,” tegasnya.[Adm]

13 Feb 2021

Seragam Baru Satpam Tak Sembarang Dipakai, Ini Syaratnya

KSATRIA | Makassar–Wakil Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sulawesi Selatan, Ambang Ardi Yunisworo mengatakan, untuk memakai seragam baru Satpam yang mirip dengan seragam milik anggota Polri ada syaratnya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 4 tahun 2020. Dimana, dalam aturan tersebut diketahui terdapat perubahan seragam Satpam yang menyerupai seragam polisi.

Hanya satpam yang telah lulus pendidikan dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diterbitkan oleh Polda di masing-masing daerah. Boleh memakai seragam baru.

Ada tiga jenis pendidikan yang harus ditempuh oleh masyarakat agar dapat bekerja sebagai Satpam. Antara lain pendidikan Gada Pratama, dan pendidikan Gada Madya dan Gada Utama.

Pendidikan Gada Madya ini boleh diikuti oleh Satpam yang sudah dua tahun dinyatakan lulus pendidikan Gada Pratama dan sudah bekerja. Selanjutnya adalah pendidikan Gada Utama, untuk tingkat manajer pengamanan.

“Untuk menggunakan seragam tersebut tentu tidak sembarangan. Jadi kalau ada Satpam pakai seragam baru, coba pertanyakan apakah sudah ikut pendidikan Satpam dan punya KTA. Kalau belum, berarti dia tidak berhak gunakan seragam itu,” tegas Ambang dilansir SuaraSulsel.id, Rabu 10 Februari 2021.

Perbedaan antara seragam satpam dan polisi, kata dia, terletak pada gradasi warnanya. Seragam Satpam 20 persen lebih muda dibandingkan dengan seragam polisi.

Selain itu, pita nama dan tulisan yang berada pada dada seragam Satpam berwarna putih. “Pita nama dan tulisan Satpam di dada berwarna putih. Lambang Polda ada di pundak kanan, sedangkan polisi di pundak kiri,” kata dia.

“Ini kan memang masih banyak warga yang secara sosialisasi belum paham itu. Cuma perbedaannya memang sangat jelas. Kalau polisi papan nama depannya kan warnanya coklat hitam. Kalau yang satpam itu warnanya papan nama dan tulisan putih hitam. Dan warnanya cenderung lebih muda 20 persen gradasi dari seragam polisi,” tambah Ambang.

Ambang mengaku belum dapat memastikan apakah satpam di Rumah Sakit Umum Tenriawaru, Bone yang menggunakan seragam baru tersebut telah mengikuti pendidikan Satpam.

“Kalau memastikan mereka sudah ikut pendidikan saya belum bisa. Tapi aturannya untuk memakai itu harus pendidikan,” ujar Ambang yang juga diketahui sebagai Direktur PT. Global Parakasi atau Badan Usaha Jasa Pengamanan. [Adm]

13 Feb 2021

Sosialisasi Seragam Satpam yang Baru Masih Kurang

KSATRIA | Makassar–Di Kota Makassar, kata Wakil Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sulawesi Selatan, Ambang Ardi Yunisworo, memang sudah ada beberapa Satpam yang menggunakan seragam baru mirip seragam polisi itu. Tetapi pada umumnya, peremajaan seragam Satpam di Makassar cenderung akan dilakukan pada Maret hingga April 2021.

Hal ini terjadi karena pengadaan seragam Satpam ditanggung oleh perusahaan yang berbeda. Namun tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan oleh Polri, yakni pada bulan Agustus 2021.

Sebab itu, setelah Agustus 2021 seragam satpam yang lama tidak akan dipakai lagi untuk bertugas. Untuk memastikan bahwa Satpam yang bertugas di Indonesia seluruhnya telah mengikuti pendidikan.

“Kemungkinan di Makassar rata-rata cenderungnya melakukan peremajaan seragam satpam pada Maret 2021. Tapi intinya diserahkan kembali ke masing-masing perusahaan asal nggak lewat batas 5 Agustus 2021,” terang Ambang seperti dilansir SuaraSulsel.id.

Ambang menilai bahwa ketidakpahaman masyarakat terhadap aturan satpam ini disebabkn karena kurangnya proses sosialisasi. Bahkan di institusi kepolisian sendiri, yang memahami aturan tersebut kemungkinan hanya Binmas.

“Kalau saya secara pribadi melihat juga bahwa proses sosialisasi ke masyarakat juga masih kurang. Mungkin yang baru tahu adalah Binmas karena satpam kan di bawah Binmas. Dan sosialisasi terhadap itu pun baru disosialisikan Polda kepada jajaran Binmas di Polres-Polres belum lama ini. Jadi mungkin sebagian besar masyarakat juga belum tahu,” beber Ambang.

Dengan adanya perubahan seragam satpam tersebut, kata Ambang, tentu akan membuat Satpam yang menggunakannya akan lebih percaya diri dalam melaksanakan tugasnya.

Selain itu, perubahan seragam ini juga untuk memuliakan Satpam dan menjadikan unsur pengamanan menjadi bagian penting dalam sebuah usaha. Bukan lagi sebuah beban pada perusahaan.

“Saya pikir dengan seragam ini tentu saja membuat penggunanya jadi lebih bangga dibanding sebelumnya, namun hal dibalik itu, tugas dan tanggungjawab Satpam selaku pengemban tugas kepolisian terbatas jadi lebih berat,” katanya. [Adm]

Translate »
error: Content is protected !!