KSATRIA | Yogyakarta — Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) menggelar rakernas di Kasultanan Ballroom, Royal Ambarrukmo Hotel, Sleman, Jumat (12/11/2021).

Turut Hadir dalam acara kegiatan ini Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen. Pol. Suwondo Nainggolan, Wakapolda DIY Brigjen Pol. R. Slamet Santoso, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, Sekjen ABUJAPI Suryawisesa Karang, Ketua ABUJAPI DIY Salva Yurivan Saragih, serta diikuti 80 peserta secara luring dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19

Adapun rakernas ABUJAPI tahun ini mengangkat Tema “BISA (Bridging All Members; Information Center; Strengthen Organization; Aspiration Channel).”

Dalam sambutannya Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa merupakan suatu kehormatan sekaligus keberkahan bagi Yogyakarta karena menjadi lokasi pelaksanaan rakernas ABUJAPI

“Pilihan itu didasarkan bahwa Yogyakarta adalah Kota Perjuangan, di mana nilai-nilai kejuangan itu diharapkan akan menjiwai semangat dalam menuniakan Tugas Pokok Sekuriti sebagai Bhayangkara Perusahaan dalam menjaga dan memelihara pengamanan fisik, personel, informasi dan pengamanan teknis lainnya di lingkungan kerjanya,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan pun berharap, kehadiran peserta Rakernas juga diharapkan dapat mengenal lebih dalam tentang sejarah Yogyakatya sebagai Kota Perjuangan.

“Bahwa nilai-nilainya akan dijadikan ruh dan semangat kejuangan ABUJAPI dalam kiprah pengabdiannya bagi anggota,” tambah Ngarsa Dalem.

Lebih jauh Sri Sultan mengatakan, sejatinya Satuan Pengamanan (Satpam) merupakan unsur pembantu Polri pada pembinaan Kamtibmas, pelurusan informasi, dan penegakan peraturan serta menumbuhkan kesadaran akan keamanan di lingkungan kerja. Karenanya, Sri Sultan mengusulkan agar lingkup tugas Satpam diperluas sebagai cyber-security.

“Terbuka peluang untuk menambah lingkup ketugasan Satpam bagi Satpam Gada Utama yang juga dimungkinkan melakukan pengamanan perusahaan dari cyber-security,” jelas Sri Sultan.

Selain itu, lanjutnya, perlu dilakukan pelatihan pada jenjang Gada Utama yang memiliki kemampuan manajerial yang dikendalikan Mabes Polri.

“Fungsinya adalah pengamanan informasi dari serangan siber atau cyber–attack, yang dengan sengaja melakukan tindakan mengganggu kerahasiaan, integritas, dan kebocoran informasi perusahaan,” ujar Sri Sultan.

Sri Sultan pun mengingatkan, bahwa saat ini dunia telah sudah memasuki cyber-age yang juga merupakan era-disrupsi teknologi yang membawa banyak perubahan fundamental.

Sultan juga berharap agar ABUJAPI menjadi asosiasi yang disegani sehingga memiliki bargaining position yang kuat di mata pemerintah untuk berunding tentang regulasi yang terkait dengan jasa pengamanan.

“Di era milenial ini profil Satpam tidak hanya dikenal dari penampilan luarnya saja yang mengandalkan kebugaran fisik, ketegaran sikap, dan ketegasan bertindak. Tetapi juga softside-nya yang smart serta memiliki kecakapan nalar dan daya-daya intelektual,” harapnya.

Sementara di tempat yang sama, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi dukungan Sri Sultan yang memuliakan profesi Satpam. Pasalnya, Sri sultan mendorong Satpam harus memiliki marwah sebagai satuan pengamanan yang bisa menciptakan masyarakat aman, damai, tenang.

“Atas arahan dan saran Sri Sultan langkah strategis yang akan kami lakukan terkait profesi Satpam ke depan adalah Satpam harus bisa menjadi jembatan, penguat bagi seluruh kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut Agoes menerangkan, jumlah Satpam menurut data ABUJAPI saat ini ada sekitar 1,6 juta orang di seluruh Indonesia, yang dikelola di bawah 5.900 badan usaha jasa pengamanan (BUJP).

Saat pandemi sekarang ini, tambah Agoes, Satpam sebagai garda terdepan dalam skrining Covid-19 di berbagai layanan. Karenanya, pembinaan satpam akan senantiasa dilakukan karena Satpam adalah satuan yang mampu berada di semua lini. Seperti wisata, retail, mal, dan masing-masing memiliki cara yang berbeda.

“Kalau wisata harus mengedepankan pelayanan dan informasi. Makanya kami gunakan aplikasi BOS ini untuk memudahkan pengelolaan jasa pengamanan,” terangnya.[Adm]