30 Apr 2021

Ketua ABUJAPI: Perusahaan Jasa Pengamanan harus Adaptasi dengan Teknologi

KSATRIA | Jakarta — Salah satu perusahaan penyedia ekosistem smart city di Indonesia, Qlue siap mendukung layanan sistem keamanan masyarakat yang lebih cermat, terukur, dan efisien.

Pendiri sekaligus CEO Qlue, Rama Raditya mengatakan, pemanfaatan teknologi dalam aspek keamanan ini dilakukan dalam bentuk optimalisasi IP-Camera. Dengan teknologi yang dihadirkan oleh Qlue, kamera pengawas yang ada tidak hanya sekadar merekam gambar tapi juga menjadi unsur pencegahan dan analisis serta memberikan laporan secara real-time untuk seluruh aspek yang terkait dengan keamanan.

Saat ini, kata Rahmat, tercatat ada sekitar 1 miliar CCTV beredar di dunia, namun 99% belum dilengkapi sistem Artificial Intelligent (AI), sehingga fungsinya saat ini hanya untuk merekam.

Dengan implementasi solusi Qlue, lanjutnya, kini IP-CCTV jenis apapun, dengan merek apapun, milik publik maupun privat bisa dipercanggih sehingga fungsinya lebih ke preventif.

“Setelah itu hasil analisisnya bisa langsung ditindaklanjuti dan dimanfaatkan untuk pembelajaran ke depannya,” kata Rama melalui siaran pers, Rabu, (28/4).

Sementara Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Agoes Darmawan mengatakan, perkembangan teknologi di sektor jasa pengamanan bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pola kerja yang lebih efektif dan efisien.

“Hal itu sejalan dengan perkembangan teknologi sehingga industri jasa keamanan juga harus beradaptasi,” ungkapnya.

Saat ini, kata Agoes, potensi perilaku kejahatan juga sudah berubah dan butuh banyak penyesuaian. Situasi itu membuat para pelaku industri jasa pengamanan harus beradaptasi dan ikut merambah pada aspek teknologi.

“Apalagi saat ini perkembangan teknologi sudah dimanfaatkan untuk mendukung kinerja petugas kamtibmas di lapangan,” jelasnya

Lebih lanjut Agoes mengatakan, sekarang ini memang sangat diperlukan kolaborasi antara manusia dengan teknologi, sehingga setiap klien tidak hanya ditawarkan tenaga keamanan dan ketertiban saja, melainkan teknologinya juga.

“Satu hal yang penting untuk kami sampaikan bahwa perpaduan manusia dengan teknologi ini jangan hanya dipandang sebagai cost melainkan investasi,” ujar Agoes.

Senada Ketua Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) Sanny Suharli menuturkan, penggunaan teknologi sudah menjadi kebutuhan dari para pelaku industri jasa pengamanan. Pasalnya, saat ini banyak pengguna jasa usaha pengamanan yang harus melakukan efisiensi lantaran dampak dari situasi pandemi Covid-19.

Hal itu, kata Sanny, berbanding terbalik dengan kebutuhan keamanan yang tetap menuntut standar tinggi, sehingga solusi yang dihadirkan oleh Qlue akan mendorong industri jasa pengamanan menjadi lebih efisien dan akurat di Indonesia.

Sanny sendiri merasa senang dengan hadirnya perusahaan seperti Qlue yang mampu menghadirkan inovasi di sektor jasa pengamanan, karena perubahan jumlah tenaga kerja mau tidak mau memang harus dilengkapi oleh teknologi agar standar keamanan bisa dipertahankan.

“Jadi kalau dulu aksi preventif hanya sekitar 10%, kini berkat teknologi kecerdasan buatan aspek preventif bisa mencapai 60%,” ungkap Sanny.[Adm]

28 Apr 2021

DPD APSI Kepri Berbagi Buka Puasa ke Satpam

KSATRIA | Kepri — Dewan Perwakilan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD APSI) Kepulaan Riau berbagi buka puasa atau takjil di bulan Ramadan, Minggu (25/04).

Adapun sasaran asosiasi satpam tertua itu adalah anggota satpam yang bertugas di empat mal besar wilayah Batam, yakni Nagoya Hill Mall, Grand Mall, BCS Mall, dan DC Mall.

Ketua DPD APSI Kepri, Daeng Syafar mengatakan personel satpam agar tetap fokus dan profesional dalam menjalankan tugas sehari-hari tanpa melupakan kewajiban sebagai hamba Allah, untuk menjalankan ibadah termasuk ibadah Puasa.

“Karena apa pun profesi, jabatan, dan status kita pada akhirnya nanti kita akan kembali kepada-Nya,” jelasnya.

Sementara Bendahara DPD APSI Kepri, Ridwan Sulaiman mengatakan usai kegiatan membagikan buka puasa, rencananya organisasi tersebut akan mengadakan buka puasa bersama dengan para pengurus, anggota satpam, dan jajaran Dirbinmas Polda Kepri.

“Tapi karena ada imbauan dari pihak pembina bahwa acara buka bersama ditiadakan untuk mencegah berkumpulnya banyak orang, maka acara tersebut dialihkan menjadi kunjungan sosial,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan aksi sosial, lanjut Ridwan, DPD APSI Kepri akan bekerjasama dengan Keluarga Besar Satpam Republik Indonesia (KBS RI) untuk terjun ke lapangan.

Ridwan berharap, kegiatan aksi sosial seperti ini dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan semangat korps profesi Satpam yang semakin solid.

“Kami juga berharap agar anggota satpam di lapangan mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya dari berbagai pihak, karena satpam bekerja 24 jam untuk mengamankan aset perusahaan dan kamtibmas,” terangnya.[Adm]

28 Apr 2021

Polda Jabar dan ABUJAPI Sidak di Tiga Perusahaan Soal Seragam Satpam

KSATRIA | Bogor — Kasubdit Polsus Satpam Dit Binmas Polda Jabar bersama Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengaman Indonesia (BPD ABUJAPI) Jabar menggelar sidak penggunaan seragam baru satpam di tiga wilayah di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4).

Nampak hadir dalam acara sidak itu adalah Kasubdit Satpam/Polsus Dit Binmas Polda Jabar, AKBP Drs. Suminta, MH, Ketua BPD ABUJAPI Jabar H. Agus Vickram. SH. MM.

Mereka mendatangi tiga perusahaan, yaitu PT Zinus Global Indonesia, PT Acon Indonesia, dan Gudang Alfa yang ada di Bogor.

Dari tiga lokasi tersebut, petugas menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan satpam dalam bertugas. Atas kesalahannya, mereka harus membuat pernyataan dan berjanji akan mematuhi Perpol No 4 Tahun 2020.

Ketua BPD ABUJAPI Jawa Barat, Agus Vickram mengatakan tujuan dari sidak adalah untuk mengecek sejauh mana para personel satpam yang bertugas di lapangan memperhatikan legalitas satpam sesuai dengan Perpol No 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa.

Agus menjelaskan, sebagaimana termaktub pada pasal 8 tentang Satpam, dikatakan bahwa satpam harus bersumber dari BUJP penyedia Satpam, telah mengikuti Diklat yang dikuatkan dengan Ijazah dan KTA

“Selain itu, satpam yang digunakan hanya boleh bersumber dari BUJP penyedia Satpam yang mempunyai ijin operasional (SIO) di wilayah Hukum Polda Jawa Barat,” terangnya

Lebih lanjut Agus mengatakan, penggunaan seragam satpam yang baru harus sesuai dengan Perpol No. 4 Tahun 2020 dan sesuai dengan Peraturan Kabaharkam (Perkaba).

“Jadi, satpam yang sudah mengikuti pendidikan kuliafikasi Gada, agar tidak memakai dulu tingkatan kepangkatan sebelum Perkabanya turun,”jelasnya.

Begitu juga soal kesejahteraan anggota Satpam harus sesuai dengan undang undang dan peraturan yang berlaku.

Senada dengan Agus, Kasubdit Satpam/Polsus Dit Binmas Polda Jabar, AKBP Drs. Suminta, MH juga meminta kepada seluruh anggota satpam agar tidak menggunakan kepangkatan sebelum turun Peraturan Kabaharkam (Perkaba).

Lalu, lanjut Suminta, bagi badan usaha jasa pengamanan (BUJP) perluasan yang memiliki area di wilayah Jawa Barat, harus mempunyai rekomendasi dan surat izin operasional (SIO) wilayah Jawa Barat. Dan satpam yang ditempatkan harus sudah mengikuti Diklat Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama .

“Apabila masih ada satpam yang sudah pakai seragam baru tapi belum ikut Diklat Satpam, maka akan dikenakan sanksi berupa pencopotan seragam baru Satpam. Namun untuk kali ini kita peringatkan dulu,” jelasnya.

Suminta juga mengingatkan, bagi BUJP yang masih menempatkan anggota di area yang belum mengikuti Diklat Satpam, namun sudah menyeragamkan anggotanya dengan seragam baru terlebih dengan pangkatnya, maka akan ditinjau ulang rekomendasi dan SIO-nya.[Adm]

24 Apr 2021

Polri Terjunkan 4.382 Personel Amankan KTT ASEAN

KSATRIA | Jakarta– Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menjamin keamanan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2021 yang akan dimulai Sabtu 24 April 2021. Total ada sebanyak 51 titik yang akan diamankan oleh anggota Polri.

Hal tersebut disampaikan Fadil Imran saat meninjau lokasi Bandar Udara International Soekarno Hatta dan Gedung ASEAN pada Jumat (23/4/2021).

“Titik yang dimaksud kita amankan mulai pengamanan rute, pengamanan akomodasi hotel, pengamanan terminal airport kedatangan dan berbagai tempat lainnya yang akan dikunjungi para peserta KTT ASEAN,” ujar Fadil Imran.

“Saya pantau persiapan pengamanan pertemuan tingkat pimpinan ASEAN yg akan dilaksanakan besok. Kami mengerahkan 4.382 personel Polri untuk mengamankan di 51 titik. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar, Polri dalam operasi pengamanan ini akan melaksanakan dengan semaksimal mungkin,” jelas Fadil Imran.

Dikatakan Fadil Imran, tanggung jawab Polda Metro Jaya ada di ring tiga. Pasalnya untuk ring satu dan ring dua dilakukan pengamanan oleh personel pengamanan Presiden.

“Karena yang hadir adalah kepala negara dimana penanggung jawabnya adalah Pangdam Jaya. Tadi saya sudah mengecek posko, pasukan, peralatan dan kelengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan pengamanan pejabat utama dari negara-negara yang akan hadir,” tandas Fadil Imran.

Sebagaimana diketahui, KTT ASEAN akan diadakan di Jakarta pada akhir pekan ini. Pertemuan ini rencananya akan dipimpin oleh Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah yang juga merupakan Ketua ASEAN 2021.

Pelaksanaan KTT Asean 2021 akan diselenggarakan di Kantor Sekretariat ASEAN di Jalan Sisingamangaraja Nomor 70A, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. [Adm].

22 Apr 2021

BSP Ikuti Sosialisasi Perpol Pam Swakarsa di Sumsel dan Jatim

KSATRIA | Sumsel–Dalam sebulan ini, Kepolisian Republik Indonesia melalui Baharkam menyelenggarakan sosialisasi perpol nomor 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa di wilayah Polda Sumatera Selatan dan Polda Jawa Timur.

Di Sumatera Selatan acara di selenggarakn pada Senin (12 /04 2021) sedangkan di Jawa Timur pada Senin, 19 April 2021. Acara dihadiri oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, Ketua Umum APSI Azis Said, para badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang berada di Sumsel dan Jatim.

Dalam kesempatan itu, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) sebagai BUJP yang selalu ingin meningkatkan pengetahuan seputar Perpol Pam Swakarsa, ikut dalam kegiatan sosialisasi ini. Baik di Sumsel maupun di Jatim. [Adm].

13 Apr 2021

Sosialisasi Perpol di Sumsel, Dirbinpotmas Soroti Seragam Satpam

KSATRIA | Palembang – Kakorbinmas Baharkam Polri melalui Polda Sumatera Selatan menggelar sosialisasi Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) No. 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, di The Zuri Hotel Convention Palembang, Senin (12 /04 2021)

Sosialisasi Perpol No. 4 Tahun 2020 ditujukan kepada seluruh Dirbinmas Polda di wilayah Sumatera, sekaligus kepada organisasi ABUJAPI, APSI dan BUJP di wilayah Sumatera.

Hadir dalam acara ini Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, Ketua APSI Azis Said, Dirbinmas Polda se-Sumatera, jajaran Kasat Binmas Polda Sumsel, dan para badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang berada di Sumatera.

Dalam sosialisasi Perpol Nomor 4 Tahun 2020 ini, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo menjelaskan, bahwa Perpol No 4 tahun 2020 ini banyak hal menyangkut peraturan Satpam yang berubah jika dibandingkan dengan Perkap No 24 tahun 2007.

Edy menjelaskan, sekarang satpam merupakan profesi yang mengemban fungsi kepolisian terbatas. Di mana syarat sebuah profesi adalah memiliki kompetensi khusus melalui diklat, adanya organisasi profesi yang menaungi, adanya kode etik profesi dan dewan etik, memperoleh kompetensi yang layak dan adanya pengabdian profesi.

Edy menambahkan, pembentukan satpam dalam Perpol ini melalui mekanisme perekrutan, pelatihan, pengukuhan dan ada sertifikasinya. “Satpam dilatih melalui pendidikan dan memiliki kartu tanda anggota (KTA), serta memiliki status ketenagakerjaan,” jelasnya.

“Jadi satpam saat ini sudah dianggap sebagai profesi di mana sebelum melaksanakan tugas, mereka harus wajib lulus pelatihan Gada pratama, Gada Madya, dan Gada Utama,” tambahnya.

Satpam bertugas menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di tempat kerja dan lingkungannya. Karena itu satpam memiliki peran sebagai pendukung utama pimpinan organisasi, pengguna satpam di bidang pembinaan, sebagai mitra Polri dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, sert penegakan perundangan dan menumbuh kesadaran dan kewaspadaan keamanan di lingkungan tempat kerjanya.

Terkait maraknya seragam satpam yang masih banyak yang tidak sesuai dengan Perpol, pihaknya akan mengevaluasi terhadap penggunaan seragam baru satpam ini. Untuk itu, sosialisasi Perpol Pam Swakarsa ini menjadi sarana untuk mengevaluasi penggunaan seragam satpam di wilayah tugasnya masing-masing. [Adm]

13 Apr 2021

Dirbinpotmas Beri Arahan tentang Perpol Pam Swakarsa di Sumsel

KSATRIA | Palembang – Polda Sumatera Selatan menggelar sosialisasi Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) No. 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, di The Zuri Hotel Convention Palembang, Senin (12 /04 2021)

Turut hadir pada acara ini di antaranya Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, Ketua Umum APSI Azis Said, Dirbinmas Polda se-Sumatera, jajaran Kasat Binmas Polda Sumsel, dan para badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang berada di Sumatera.

Dalam amanatnya, Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan mengucapkan terima kasih kepada APSI dan Mabes Polri karena telah dipercaya untuk menjadi ‘tuan rumah’ dalam sosialisi Perpol No. 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa.

Menurut Rudi, Perpol tersebut menjadi landasan reformasi satuan pengaman (Satpam) di Indonesia, pasca Kapolri Jenderal Sigit Listiyo menerbitkan aturan terbaru soal pembentukan Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa).

“Kegiatan ini kami anggap sebagai landasan reformasi satpam di Indonesia, mengingat satpam akan menjadi profesi yang memiliki jenjang karir berdasarkan kompetensi dan masa kerja,” ujar Rudi sebagaimana dinukil parlemenrakyat.id.

Sementara Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo menjelaskan, di dalam Perpol No 4 tahun 2020 ini banyak hal menyangkut peraturan Satpam yang berubah bila dibandingkan dengan Perkap No 24 tahun 2007.

“Pengertian satpam, perekrutan, status ketenagakerjaan, jenjang karier, pakaian seragam, perkumpulan dan lain-lain, telah berubah,” terang Edy

Perubahan itu, kata Edy, di antaranya Satpam telah dibedakan dengan Satkamling. Satpam adalah satuan atau kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas non yustisial yang direkrut sesuai ketentuan Polri.

“Satpam dilatih melalui pendidikan dan memiliki kartu tanda anggota (KTA), serta memiliki status ketenagakerjaan, sesuai pasal 1 ayat 3 dan 4,” jelasnya.

“Jadi satpam saat ini sudah dianggap sebagai profesi di mana sebelum melaksanakan tugas, mereka harus wajib lulus pelatihan Gada pratama, Gada Madya, dan Gada Utama,” tambahnya.

Edy juga meminta kepada APSI, sebagai asosiasi dibidang pengamanan untuk turut serta menjelaskan kepada publik terkait Perpol No. 4 Tahun 2020.

“APSI sebagai asosiasi yang teregister di Baharkam Polri dan terlibat dalam perumusan Perpol No 4 tahun 2020 untuk turut serta menjelaskan kepada publik dan pemangku kepentingan dibidang satpam tentang perubahan tersebut,” ungkapnya.[Adm]

11 Apr 2021

FGMI Kerjasama dengan APSI Bahas Perpol Pam Swakarsa di Training

KSATRIA | Jakarta–Dalam rangka menambah wawasan satuan pengamanan (Satpam), Forum Gada Madya Indonesia (FGMI) menggelar training membedah Perpol Nomor 4 Tahun 2020 dan Security Awarnes pada Minggu, 11 April 2021 Whiz Hotel Simatupang Jakarta.

Hadir dalam acara training sebagai narasumber adalah Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said, SE dan Ketua Abdi Satpro (Aku Bangga menjadi Saptam Profesional) Hudha Ikhawanudin, S.Sos, MH, ICPS.

Dalam paparannya, Azis menjabarkan seputar perkembangan persekuritian di Indonesia, sejarah tentang APSI hingga proses lahirnya Perpol yang disahkan pada 5 Agustus 2020 lalu.

Menurut Azis, lahirnya Perpol nomor 4 tahun 2020 ini merupakan bentuk reformasi satpam di Indonesia. Karena pekerjaan satpam sekarang sudah menjadi profesi. “Seragam satpam yang baru, perekrutan satpam, adanya kepangkatan, uji kompetensi satpam, ini semua dalam rangka pemuliaan satpam,” paparnya.

Dalam Perpol Pam Swakarsa ini, seseorang bisa disebut sebagai satpam jika direkrut oleh BUJP atau perusahaan sesuai ketentuan Polri, memiliki KTA satpam atau telah lulus pelatihan wajib, dan memiliki status ketenagakerjaan (PKWT atau karyawan tetap).

“Saya senang sekali karena bahwa training ini terkoordinasi dengan baik, saya mengapresiasi forum Gada Madya ini dalam upaya menambah wawasan kita, apalagi di masa pandemi masih bisa mengikuti training ini. Ini luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, pemateri yang kedua adalah sosok satpam profesional yang juga Ketua AbdiSatpro Hudha Ikhawanudin, S.Sos, MH, ICPS. Ia memaparkan seputar security awareness untuk meningkatkan kewaspadaan satpam dalam menjalankan tugasnya.

Hudha menjelaskan, security awareness adalah pengetahuan dan sikap yang dimiliki anggota organisasi mengenai perlindungan aset fisik, dan terutama informasi organisasi itu. “Banyak organisasi memerlukan pelatihan kesadaran keamanan formal untuk semua pekerja ketika mereka bergabung dengan organisasi,” jelasnya.

Menurutnya, kesadaran terhadap keamanan ini sangat penting karena ancaman dalam menjalankan tugas akan ada setiap saat, seperti pencurian, pembunuhan, terorisme, narkoba, penipuan, penggelapan dan lain sebagainya.

Hudha berharap, dengan adanya training yang diikuti oleh para satpam Gada Madya ini bisa meningkatkan wawasan satpam dalam meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Sementara itu Ketua Umum FGMI Fauzy mengatakan, acara ini terselenggara atas kerjasama antara FGMI dengan APSI dan Abdi Saptro.

Dalam sambutannya, Fauzi berharap kepada seluruh peserta untuk benar-benar memahami materi-materi yang akan disampaikan oleh pemateri. [Adm]

08 Apr 2021

Jelang Ramadhan, DPD APSI Bagikan Sajadah, Tasbih dan Masker

KSATRIA | Kepri–Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan DPD APSI Kepri akan memberikan bingkisan kepada anggota satpam yang sedang bertugas di wilayah Kepri berupa 1 paket berisi sajadah muka, tasbih dan masker. Demikian disampaikan Ketua DPD APSI Kepri Syafarsah kepada Jurnal Security, Rabu (7/4)

“Diharapkan anggota Satpam dalam bulan Ramadhan ini di samping melaksanakan sebagai pengembang fungsi Kepolisian terbatas di tempatnya bekerja juga tidak lupa menjalankan kegiatan agama secara khusuk, seperti berpuasa di bulan Ramadhan ini,” ungkapnya.

Syafar berharap, bantuan ini tidak dilihat dari nilainya tapi dari rasa perhatian dan kebersamaan sebagai sesama anggota profesi satpam yang ada di wilayah Kepri.

“Diharapkan juga dengan bantuan ini, tetap menjaga protokel kesehatan dijalankan termasuk di tempat ibadah,” paparnya.

Rencananya pembagian paket ini akan dilaksanakan sebelum bulan puasa bersama jajaran Dirtbinmas Polda Kepri. “Alhamdulillah kami sudah konfirmasi dengan Wajaspam Polda Kepri Bapak AKBP Rudi S untuk turun bersama,” jelasnya. [Adm]

07 Apr 2021

Ketum ABUJAPI Berharap Gaji Satpam Lama dan Baru Ada Perbedaan

ABUJAPI | Padang– Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP ABUJAPI) melantik kepengurusan BPD ABUJAPI Sumbar, pada Selasa (6/4).

Dalam amanatnya Ketua Umum BPP ABUJAPI, Agoes Dermawan berharap kesejahteraan satpam lebih diperhatikan. Sebab, selama ini kesejahteraan satpam cenderung terabaikan dan gajinya masih disamakan dengan upah minimum provinsi.

Padahal, kata Agoes, satpam sekarang sudah merupakan profesi. Karenanya harus ada perbedaaan antara satpam yang sudah bekerja lama dengan satpam baru.

“Jangan sampai satpam yang sudah bertugas 10 tahun sama saja gajinya dengan yang baru bertugas, kami berharap satpam gajinya di atas UMP apalagi yang sudah lama bertugas,” kata Agoes

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini satpam pun pakaiannya sudah warna cokelat dengan gradasi 20 persen mirip seragam polisi.

Agoes juga berharap pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap satpam karena keberadaannya merupakan garda terdepan instansi. “Satpam yang rutin melakukan pengecekan suhu dan mengingat pakai masker, tapi mereka banyak yang belum divaksin, kami ingin ada program khusus dan perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Ia mengibaratkan satpam itu dekat di mata tetapi jauh di hati. Sebab, keberadaannya terkadang hanya dianggap sebagai pelengkap padahal perannya vital. Ia menyebutkan saat ini terdapat 1,6 juta satpam di Indonesia dan pihaknya terus berjuang mengangkat derajat satpam.

Sementara Ketua BPD Abujapi Sumbar Tafyani Kasim menyampaikan pihaknya akan melakukan konsolidasi perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengamanan untuk memastikan satpam bisa berkompeten dan minimal memiliki legalitas Gada Pratama.

“Saat ini terdapat sekitar 6.000 satpam di Sumbar, ia berupaya memastikan semuanya terdata dan memiliki kompetensi yang baik,” katanya.[Adm]

Translate »
error: Content is protected !!