21 Aug 2021

Sambut Harpelnas, APSI dan ASQI Gelar Pelatihan Satpam

KSATRIA | Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) bekerja sama dengan Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI) akan menggelar pelatihan satpam.

Kegiatan ini akan diadakan melalui virtual zoom, pada Sabtu, 4 September 2021. Adapun tema yang diangkat berjudul “Kompetensi Pelayanan Prima Satpam (Service Excellence Competence)”.

Seminar ini menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), A. Azis Said, Executive Director ASQI, Ahmad Arwani R, Instruktur Customer Satisfacti, A.G. Purwanto Edi, dan moderator, Felix Saputra.

Harpelnas merupakan hari untuk mengapresiasi, menghormati dan menghargai loyalitas para pelanggan terhadap suatu produk atau jasa perusahaan. Juga bisa dijadikan momen dalam meningkatkan semangat perusahaan untuk memuaskan pelanggan.

“Pelayanan Satpam merupakan salah satu unsur pelayanan perusahaan dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan,” tulis undangan itu yang diterima Jurnal Security, Jumat (20/8/2021)

Dalam pelatihan Satpam, baik Gada Pratama, Gada Madya maupun Gada Utama, ada penyelenggara pelatihan yang memberikan materi Pelayanan Prima atau Service Excellent sesuai Perkap No. 24 tahun 2007.

“Namun ada juga penyelenggara pelatihan yang tidak memberikan materi tersebut,” jelasnya.

Meskipun personil Satpam telah diberikan pengetahuan tentang Pelayanan Prima atau Service Excellent melalui pelatihan Satpam, namun ekspektasi Pelanggan juga terus berkembang.

“Untuk itu pengetahuan dan kemampuan personil Satpam dalam memberikan Pelayanan kepada Pelanggan perlu terus ditingkatkan,” tambahnya.

Perlu diketahui bersama, training ini diperuntukan untuk Pimpinan BUJP, Instruktur/Calon Instruktur Pelayanan Prima (Service Excellent), Manajer Sekuriti, Manajer Satpam, Supervisor Satpam, dan Pelaksana Satpam.

Sementara untuk mengikuti kegiatan training ini para peserta dikenakan biaya 300.000, yang dapat ditransfer ke rekening APSI di Bank Permata an Asosiasi Manager Security Indonesia dengan Nomer Rekening : 03 63 89 00 67. Atau bisa melalui melalui google form https://bit.ly/kompetensipelayananprimasatpam.[Adm]

21 Aug 2021

Dirjen PHI Bersama ABUJAPI Gelar Bimtek SUSU Satpam

KSATRIA | Bogor –Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyelenggarakan bimbingan teknis penyusunan Struktur dan Skala Upah (SUSU) bagi Manager HRD dari BUJP di wilayah DKI Jakarta pada Jumat-Sabtu, 20-21 Agustus 2021 di Bogor.

Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri menjelaskan bahwa peserta Bimtek ini diselenggarakan untuk 50 Manager Human Resource Development (HRD) dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di wilayah DKI Jakarta.

“Kami mengundang peserta dari Manager Human Resource Development (HRD) Perusahaan sebanyak 50 orang dari 50 perusahaan di sektor jasa pengamanan,” paparnya, Jumat (13/8).

Adapun tujuan kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penyamaan persepsi tentang PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah.

Untuk menjaga lokasi acara tetap mengedepankan protokol kesehatan, karenanya Dinar berharap, para peserta yang hadir dalam keadaan sehat, tidak deman, flu dan batuk, serta membawa surat hasil test antigen. Pihak penyelenggara juga menyediakan masker dan hand sanitizer yang diberikan kepada para peserta saat registrasi.
“Peserta diwajibkan membawa surat tugas dari pimpinan yang berwenang untuk keperluan administrasi dan membawa laptop pada saat kegiatan berlangsung,” pesannya.

Sementara itu Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan berharap, adanya Bimtek untuk para HRD dari perusahaan jasa pengamanan ini memberikan langkah positif terkait skala upah profesi satpam ke depan.
“Kami dari ABUJAPI berharap para peserta bisa benar-benar memahami tentang bimtek ini untuk satpam yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Acara ini dihadiri juga Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol. Edy Murbowo yang diwakili oleh AKBP Yossie Paulus Boyoh selaku Kasi Binkam Subdit Binkamsa Ditbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri dan Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan, Dinar Titus Jogaswitani. [Adm]

14 Aug 2021

Melalui ABUJAPI, Satgas Covid-19 Ajak Satpam jadi Duta Perubahan Perilaku

KSATRIA | Jakarta — Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) menggandeng Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) untuk turut andil dalam penanganan Covid-19, salah satunya menjadikan satpam sebagai duta perubahan perilaku untuk percepatan penanganan Covid-19 di lingkungan kerja.

Kegiatan Pembekalan dan Pelatihan Duta Perubahan Perilaku ini dibuka oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Inspektur Jenderal Polisi Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.Si yang diwakili oleh AKBP Yossie Paulus Boyoh selaku Kasi Binkam Subdit Binkamsa Ditbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri.

“Dengan Ini kami berharap kiranya bapak sebagai Ketua Umum BPP ABUJAPI dapat mengundang seluruh anggota ABUJAPI yang mendaftar menjadi Duta Perubahan Perilaku untuk mengikuti kegiatan “Pembekalan dan Pelatihan Duta Perubahan Perilaku,” kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Sonny Harry B Harmadi dalam surat resminya yang didapatkan Jurnal Security, Kamis (12/8/2021).

Sonny menjelaskan, bahwa jumlah duta perubahan perilaku ini saat ini ada 110.000.000 di seluruh Indonesia dan duta ini namanya akan tercatat dan disampaikan ke Menko dan Presiden.

Di antara tugas duta ini adalah memberikan teladan atau panutan kepada masyarakat, mengedukasi masyarakat untuk berperilaku baik dan sekaligus melaporkan kepada tim satgas perkembangan perilaku masyarakat selama pandemi ini. “Dari satgas nantinya akan memberikan masker, SK Tugas dan penghargaan bagi satpam Duta yang terbaik,” jelasnya.

Sementara Ketua Umum ABUJAPI, Agoes Dermawan yang diwakili oleh Sekjen ABUJAPI Suryawisesa Karang mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mendukung meningkatkan kesadaran dan kepatuhan warga masyarakat terhadap Prokes Pencegahan Covid-19.

Adanya pembekalan dan pelatihan duta perubahan perilaku satpam ini, kami merasakan tepat, karena satpam sebagai perpanjangan tangan Polri dalam tugas Harkamtibmas di lingkungan terbatas.

“Saat pandemi ini sebenarnya juga sudah menjadi ujung tombak dan orang paling beresiko tertular dalam mengamankan lokasi pengamanan melalui prokes covid-19 pada saat masyarakat memasuki area pengamananya,” ungkapnya.

Dalam rangka mendukung meningkatkan kesadaran dan kepatuhan warga masyarakat terhadap prokes pencegahan covid-19 ini, maka satpam diminta berperan aktif sebagai duta perubahan prilaku percepatan penanganan covid-19 di lingkungan kerjanya.

Untuk mendukung program ini, Badan Pengurus Pusat (BPP) ABUJAPI yang mewadahi badan usaha jasa pengamanan (BUJP), telah berkoordinasi dengan 26 Badan Pengurus Daerah (BPD) di seluruh Indonesia dan telah didaftarkan kurang lebih 800 satpam untuk mengikuti diklat ini, dengan masing-masing BPD 30 orang, khususnya BPD DKI Jaya sebanyak 60 orang.

“Kami berharap pembekalan dan pelatihan ini berjalan lancar efektif dan tidak hanya sampai di sini saja, namun perlu pemantauan dan pembinaan yang berkelanjutan, sehingga hal ini bisa menjadi kebiasaan yang baik bagi kita semua dalam mengatasi pandemi, khususnya bagi satuan pengamanan dalam bertugas dan masyarakat luas pada umumnya,” tegasnya.

Adapun tugas satpam nantinya adalah memfoto dan melaporkan tentang tingkat kepatuhan orang di lingkungan kerjanya kepada Satgas Penanganan Covid 19 Bidang Perubahan Prilaku melalui Aplikasi yang telah tersedia yang dapat di install di Handphone masing masing Satpam

“Dan ini juga salah satu perubahan kebiasaan yang terjadi akibat pandemi yaitu meeting online, sehingga satpam harus berubah dan mau belajar tidak gaptek, karena nanti akan ada aplikasi yang di download di HP masing-masing. Era ke depan pun pengamanan akan berbasis IT,” paparnya.

Pihak ABUJAPI berharap, bagi para satpam juga bisa dibekali atribut misalnya masker dan batch lengan duta perubahan perilaku dan bila dimungkinkan juga bisa diberikan apresiasi dari satgas, misalnya berupa SK sebagai duta.

“Ini harapan dari kami, untuk memberikan rasa bangga sehingga lebih semangat dan percaya diri dalam bertugas,” harapnya. [adm]

07 Aug 2021

Pemakai Seragam Baru Satpam Harus Sudah Pendidikan

KSATRIA | Papua — Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Provinsi Papua memberikan beberapa penjelasan dan keterangan yang perlu diperhatikan oleh setiap Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP).

Untuk memakai seragam baru Satpam yang mirip dengan seragam milik anggota Polri ada syaratnya.

Hal ini sesuai dengan peraturan Kapolri Nomor 4 tahun 2020. Dimana, dalam aturan tersebut diketahui terdapat perubahan seragam Satpam yang menyerupai seragam polisi.

Hanya satpam yang telah lulus pendidikan dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diterbitkan oleh Polda di masing-masing daerah. Boleh memakai seragam baru.

Ada tiga jenis pendidikan yang harus ditempuh oleh masyarakat agar dapat bekerja sebagai Satpam. Antara lain pendidikan Gada Pratama (tingkat dasar), dan pendidikan Gada Madya.

Pendidikan Gada Madya ini boleh diikuti oleh Satpam yang sudah dua tahun dinyatakan lulus pendidikan Gada Pratama dan sudah bekerja. Selanjutnya adalah pendidikan Gada Utama, untuk tingkat manajer pengamanan.

“Untuk menggunakan seragam tersebut tentu tidak sembarangan. Jadi kalau ada Satpam pakai seragam baru, coba pertanyakan apakah sudah ikut pendidikan Satpam dan punya KTA. Kalau belum, berarti dia tidak berhak gunakan seragam itu,”

Perbedaan antara seragam satpam dan polisi, kata dia, terletak pada gradasi warnanya. Seragam Satpam 20 persen lebih muda dibandingkan dengan seragam polisi.

Selain itu, pita nama dan tulisan yang berada pada dada seragam Satpam berwarna putih.

“Pita nama dan tulisan Satpam di dada berwarna putih. Lambang Polda ada di pundak kanan, sedangkan polisi di pundak kiri,”

“Ini kan memang masih banyak warga yang secara sosialisasi belum paham itu. Cuma perbedaannya memang sangat jelas. Kalau polisi papan nama depannya kan warnanya coklat hitam. Kalau yang satpam itu warnanya papan nama dan tulisan putih hitam. Dan warnanya cenderung lebih muda 20 persen gradasi dari seragam polisi,”

Jan mengaku belum dapat memastikan apakah satpam di yang menggunakan seragam baru tersebut telah mengikuti pendidikan Satpam.

“Kalau memastikan mereka sudah ikut pendidikan saya belum bisa. Tapi aturannya untuk memakai itu harus pendidikan,”

Satpam Akan Lebih Percaya Diri

Untuk di Kota Jayapura sendiri, memang sudah ada beberapa Satpam yang menggunakan seragam baru mirip seragam polisi itu. Tetapi harus memperhatikan warna dan standar yang telah ditentukan, pada umumnya peremajaan seragam Satpam di Jayapura telah dilakukan pada Maret hingga Juni 2021.

Hal ini terjadi karena pengadaan seragam Satpam ditanggung oleh perusahaan yang berbeda. Namun tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan oleh Polri, yakni pada bulan Agustus 2021.

Sebab itu, setelah Agustus 2021 seragam satpam yang lama tidak akan dipakai lagi untuk bertugas. Untuk memastikan bahwa Satpam yang bertugas di Indonesia seluruhnya telah mengikuti pendidikan.

“Kemungkinan di Jayapura rata-rata cenderungnya melakukan peremajaan seragam satpam pada Maret 2021. Tapi intinya diserahkan kembali ke masing-masing perusahaan asal nggak lewat batas 5 Agustus 2021,”

Saya menilai bahwa ketidakpahaman masyarakat terhadap aturan satpam ini disebabkan karena kurangnya proses sosialisasi. Bahkan di institusi kepolisian sendiri, yang memahami aturan tersebut kemungkinan hanya Binmas.

“Kalau saya secara pribadi melihat juga bahwa proses sosialisasi ke masyarakat juga masih kurang. Mungkin yang baru tahu adalah Binmas karena satpam kan di bawah Binmas. Dan sosialisasi terhadap itu pun baru disosialisikan Polda kepada jajaran Binmas di Polres-Polres belum lama ini. Jadi mungkin sebagian besar masyarakat juga belum tahu,”

Dengan adanya perubahan seragam satpam tersebut, kata Ambang, tentu akan membuat Satpam yang menggunakannya akan lebih percaya diri dalam melaksanakan tugasnya.

Selain itu, perubahan seragam ini juga untuk memuliakan Satpam dan menjadikan unsur pengamanan menjadi bagian penting dalam sebuah usaha. Bukan lagi sebuah beban pada perusahaan.

“Saya pikir dengan seragam ini tentu saja membuat penggunanya jadi lebih bangga dibanding sebelumnya, namun hal dibalik itu, tugas dan tanggungjawab Satpam selaku pengemban tugas kepolisian terbatas jadi lebih berat,”

Tulisan Oleh: Jan H Waroi, ST, Sekretaris Umum BPD ABUJAPI Papua

Translate »
error: Content is protected !!