05 Dec 2020
abujapi riau

Polda Riau dan ABUJAPI Sosialisasikan Perpol Pam Swakarsa

KSATRIA – Riau–Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) bersama dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Riau mensosialisasikan Peraturan Polri (Perpol) nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, Rabu (2/12/2020).

Dir Binmas Polda Riau Kombes Pol Drs Kris Pramono dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi Perpol nomor 4 ini dalam rangka optimalisasi aksi menuju anggota Satuan Pengamanan (Satpam) yang tangguh dan profesional. Guna mendukung terciptanya Satpam yang profesional dalam melaksanakan tugas.

“Perpol nomor 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa tersebut, salah satunya mengulas mengenai perubahan seragam Satpam dan pengaturan seragam Satkamling. Jadi sosialisasi ini agar semua Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dapat mengetahui dan memahami segala ketentuan dari Perpol nomor 4 Tahun 2020,” katanya dilansir cakaplah.com.

Dikatakan Kris Pramono, aturan seragam ini juga banyak memicu pro kontra di masyarakat. Banyak yang mengkaitkan hal ini dengan politik.

“Padahal kalau menurut saya, itu wajar saja kok. Wajar kalau dikasih seragam ini. Satpam inikan perpanjangan tangan polisi. Jadi tolong jangan dipolitisasi. Saya lihat di media sosial itu banyak yang menyampaikan bahwa ini ada kaitannya dengan dihidupkannya lagi Pam Swakarsa, padahal tidak. Jadi perlu kita pahami bersama bahwa penggunaan seragam baru untuk satpam itu adalah sesuatu hal yang wajar,” ujar Kris.

Disampaikan Kris lagi, untuk yang bisa memakai seragam ini juga tentu tidak asal-asalan. Ada beberapa persyaratan yang harus diikuti. Seperti telah memiliki sertifikat pelatihan atau diksar, memiliki KTA yang diterbitkan dan diregistrasi oleh Polri. Selain itu juga ada pendidikannya dan itu ada tingkatannya.

“Direncanakan awal Januari ini sudah pakai seragam baru. Tapi semuanya itu bertahap, tidak serta merta semuanya langsung pakai. Kita terus menunggu perintah selanjutnya dari Mabes Polri,” sebutnya.

Sementara itu Ketua BPD ABUJAPI Riau, Edi Darmawi mengatakan pihaknya menyambut baik atas perubahan seragam Satpam ini.

“Tentu kami sangat mendukung hal ini. Karena memang sejak awal ABUJAPI mendorong adanya perubahan-perubahan seperti itu. Setiap ada kegiatan-kegiatan kita selalu menyuarakan suatu pemuliaan profesi satpam. Karena selama inikan Satpam itukan suatu pekerjaan yang dinomorsekiankan. Padahal mereka itu garda terdepan dalam memberikan keamanan.Untuk itu kita ingin satpam ini merasa bangga dengan profesi yang diemban mereka,” sebutnya.

Harapan kedepannya, Satpam akan menjadi profesi yang membanggakan. Tentunya satpam akan mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan personal satpam.

“Ke depannya, seluruh komponen BUJP dapat meningkat sesuai dengan yang diharapkan Perpol ini. Kondisi ini tentu akan berpengaruh kepada peningkatan kamampuan satpam dengan dilaksanakannya berbagai pelatihan yang diberikan kepada satpam,” harapnya.

Namun memang, lanjut Edi, di Indonesia sampai saat ini belum ada Pendidikan formal di bidang Security yang dapat menghasilkan lulusan D1, D3, S1, yang ada adalah Program S2 Manajemen Security oleh Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (KIK-UI). Sehingga harapannya ada Pendidikan formal di bidang Security di Indonesia.

“Dukungan dari DPRD selaku representasi masyarakat Indonesia sangat diperlukan untuk mendorong lahirnya lembaga Pendidikan vokasi terkait ilmu terapan manajemen pengamanan dari tingkat diploma sampai dengan level sarjana terapan sebagai upaya yang berkesinambungan dalam menciptakan SDM yang memiliki kompetensi,” Cakapnya.

“Selain itu, mengingat semakin tingginya pertumbuhan industri jasa keamanan di Indonesia dan guna mencegah tergerusnya fungsi penting serta peran strategis Satpam dan jasa pengamanan sebagaimana telah diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, maka diperlukan regulasi pemerintah yang lebih tinggi dan strategis guna mengatur industri Satpam dan jasa pengamanan dimaksud,” imbuhnya. [admin]

30 Jul 2018

ABUJAPI Riau Konsolidasi Tingkatkan Profesionalisme BUJP

KSATRIA| Riau– Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) Riau menggelar pertemuan membahas tentang kerja profesional jasa pengamanan kepada para anggotanya, Rabu (25/7).

Acara yang digelar di Ruang Pertemuan Mahoni Furaya Hotel Pekanbaru bertujuan mempererat kekompakan para anggota Abujapi di Riau.

Acara ini dihadiri oleh segenap pengurus badan usaha jasa pengamanan yang ada Riau serta juga dihadiri oleh Direktur Binmas Polda Riau, Kombes Pol Kris Pramono selaku bidang yang mengayomi para pelaku usaha sektor jasa keamanan ini.

Ketua Umum BPD-ABUJAPI Riau, Edi Darmawi menyampaikan bahwa para pelaku usaha di sektor ini dapat turut menjadi pendorong pembangunan di daerah Riau.

Hingga saat ini dari banyaknya perusahaan penyedia jasa pengamanan berdiri dan tumbuh, telah mampu menyerap tenaga kerja, khususnya dalam hal penyediaan tenaga security untuk instansi pemerintah maupun swasta.

Hingga saat ini di Riau ada sebanyak 96  perusahaan penyedia jasa pengamanan beroperasi. Dari total tersebut 70 persen diantaranya masih beroperasi aktif.

Sebagai upaya terus meningkatkan reputasi positif dan diterima masyarakat, para pelaku usaha yang tergabung dalam Abujapi terus melakukan pembenahan.

“Dalam beroperasi kita sebagai pelaku usaha penyedia jasa terus meningkatkan profesionalitas. Salah satu upaya yakni dengan mengikuti peraturan yang ada sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya seperti dilansir tribunnews.

Ia mengatakan Abujapi terus mendorong pertumbuhan usaha para pelaku di sektor jasa pengamanan. Salah satunya dengan terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kompetensi para tenaga pengaman yang dipekerjakan.

Kepala Direktorat Binmas Polda Riau, Kris Pramono mengatakan kehadiran Abujapi sangat membantu Polda Riau dalam rangka menciptakan keamanan bagi masyarakat di area terbatas.

Abujapi merupakan mitra bagi kepolisian dalam menciptakan keamanan. Kemitraan ini sebagai wujud dari upaya mewujudkan peningkatan sistem keamanan swakarsa.

Kehadiran asosiasi ini sangat membantu dalam rangka mencetak tenaga pengaman di wilayah Riau.

“Kita berharap dengan peran sistem pengamanan yang dilakukan sistem swakarsa yang bekerjasama dengan swasta ini dapat banyak membantu tugas kepolisian,” katanya.

Selama ini tak jarang dari sistem pengamanan swakarsa ini membantu menangkap dan mengatasi para pelaku kejahatan.

“Kita berharap kemampuan para tenaga pengaman yang dipekerjakan bisa lebih ditingkatkan mendatang,” tutupnya.[roji]

 

 

23 Feb 2017

Perkuat Organisasi, BPD-ABUJAPI Riau akan Gelar Musda

KSATRIA, (BSP)–Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) Riau akan menggelar musyawarah daerah (Musda) kedua pada Selasa, 28 Februari 2017 di Riau.
Menurut Ketua Umum ABUJAPI Riau Edi Darmawi, SH mengatakan kegiatan musyawarah ini akan mengagendakan program kerja dan memilih Ketua BPD ABUJAPI Riau untuk periode 2017-2022. “Saya berharap pelaksanaan Musda kedua berjalan lancar,” katanya seperti dilansir JurnalSecurity.com, Rabu (22/2/2017).
Edi menambahkan, rencananya Musda kedua di Riau ini akan dibuka oleh Kapolda Riau Irjend Zulkarnain Adinegara dan Ketua Umum BPP ABUJAPI Budi Riyanto.
Menurut Edi, musyawarah kali ini juga untuk meningkatkan peran asosiasi jasa pengamanan dalam hal ini ABUJAPI dalam meningkatkan kualitas BUJP dan satpam di wilayah Riau.
Saat ini, jumlah BUJP yang ada di wilayah Riau berjumlah sekitar 100 perusahaan, baik itu BUJP lokal maupun yang dari luar. “Yang terdaftar di ABUJPAI Riau sebanyak 60 BUJP,” jelasnya.
Terkait dengan jumlah satpam, Edi mengatakan belum ada data resmi yang update tentang jumlah satpam di Riau. “Diperkirakan hampir 20.000 anggota satuan pengamann yang tersebar di Riau, baik yg dikelola oleh BUJP maupun dikelola langsung oleh perusahaan pengguna, dan diperkirakan baru 40 persen yang sudah mengikuti Gada Pratama,” tuturnya.
Sementara itu Ketua 1 Bid. Organisasi dan Keanggotan BPP-ABUJAPI Pusat, Joko PN Utomo mengatakan kegiatan musyawarah daerah ini bagian dari program kerja BPP-ABUJAPI dalam rangka meningkatkan kualitas organisasi di wilayah-wilayah.
“Musyawarah ini juga sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan organisasi di wilayah, selain itu juga untuk menguatkan ABUJAPI yang ada di daerah-daerah, sehingga ada hubungan yang erat antara Pusat dan Daerah,” ujar lelaki yang juga Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa ini.
Joko berharap, pelaksanaan Musda yang akan digelar di beberapa daerah, salah satunya adalah Riau ini bisa menjadi masukan yang berarti untuk jalannya organisasi menjadi lebih baik lagi  di masa yang akan datang. [ROJI]

Translate »
error: Content is protected !!