10 Jun 2021

Bersama Kadin, ABUJAPI Vaksin 100 Orang Anggota

KSATRIA | Jakarta–Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerjasama dengan Kota Kasablanka (Kokas) melaksanakan vaksinasi untuk kalangan asosiasi bisnis di Indonesia. Salah satunya menggandeng Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI).

“Tujuan program ini untuk membantu Pemerintah dalam mempercepat capaian minimal jumlah populasi yang tervaksinasi, untuk dapat mencapai herd immunity,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani dalam keterangan tertulis yang diunggah Liputan6.com, Selasa (8/6/2021).

Dengan vaksinasi bagi asosiasi bisnis anggota Kadin juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dalam menunjang aktivitas sehari-hari sehingga pada akhirnya setiap elemen di asosiasi dapat beraktivitas normal.

“Target peserta asosiasi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin, terutama diprioritaskan UMKM yang berada di asosiasi dan pengurus serta anggota asosiasi. Rata-rata peserta mencapai 100 orang per asosiasi, sehingga jumlah sasaran vaksinasi sekitar 15.000 orang,” ungkap Rosan.

Dia menjelaskan, karena ditujukan untuk asosiasi, maka syarat kepesertaan vaksinasi harus merupakan pengurus dan anggota asosiasi serta UMKM sebagai garda depan para pelaku usaha.

“Yang mau ikut harus mendaftar di asosiasi. Asosiasi yang menentukan siapa saja yang dapat disertakan dalam program ini,” tambah Rosan.

Pelaksanaan vaksinasi untuk Asosiasi ini dimulai dari tanggal 7 s.d. 12 Juni 2021 di area The Kasablanka, Lantai 3 Kota Kasablanka, dimulai dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Kadin menargetkan vaksinasi mencapai 2000 orang per harinya. Selain diikuti oleh peserta dari pengurus dan anggota asosiasi serta UMKM, vaksinasi di Kokas juga paralel diikuti oleh lansia yang sudah terdata sebelumnya di pemerintah.

Sementara itu Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan mengatakan, pihaknya berterima kasih karena telah menjadi bagian untuk mempercepat capaian vaksinasi di masyarakat Bersama Kadin.

“ABUJAPI yang merupakan Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin telah mengirimkan anggotanya sebanyak 100 orang untuk divaksin, semoga ini menjadi langkah baik menuju Indonesia bebas covid,” ungkapnya kepada Jurnal Security.

ABUJAPI bersama asosiasi lain yang tergabung dalam ALB Kadin ikut menyukseskan program pemerintah dalam upaya menyehatkan masyarakat melalui program vaksin. “ABUJAPI akan selalu komitmen dengan program pemerintah, terutama dalam rangka menciptakan masyarakat yang sehat di masa pandemik ini,” ujarnya. [Adm]

09 Jun 2021

60 Satpam di Cirebon Ikuti Uji Komptensi BNSP

KSATRIA | Cirebon–Sebanyak 60 petugas satuan pengamanan (Satpam) di Kota Cirebon mengikuti uji kompetensi jenjang Gada Pratama yang diadakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui LSP2 Sekurity PP Polri Selasa (8/6).

Uji kompetensi tersebut sesuai dengan Perpol Nomor 4 Tahun 2020 yang mengharuskan setiap anggota Satpam harus tersertifikasi. Selain itu ketentuan dalam Perkap nomor 24 tahun 2007 sebagai landasan hukum untuk ikut kualifikasi pendidikan.

Acara kompetensi jenjang Gada Pratama oleh BNSP ini dihadiri Kasat Binmas Polres Cirebon Kota AKP Acep Anda SH, Ketua Umum ABUJAPI Jabar Agus Vickram SH, MM dan pengurus.

Ketua Umum DPP Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Jawa Barat, Agus Vickram menjelaskan, di Jawa Barat ada sekitar 200 ribu satpam. Namun untuk satpam yang tersertifikasi jumlahnya masih sedikit.

“Yang sudah tersertifikasi dan ikut uji kompetensi baru sekitar 1000 satpam, kita akan terus dorong agar seluruh satpam yang ada bisa ikut uji kompetensi,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan setiap tahunnya sekitar 1000 satpam di Jawa Barat bisa mengikuti uji kompetensi dari BNSP agar bisa meningkatkan kompetensi dan keterampilan serta bisa meningkatkan kesejahteraan dari satpam yang bersangkutan.

“Sekarang ada 60 satpam yang ikut uji kompetensi dari BNSP di Cirebon, se-Jawa Barat kita targetnya 1000 satpam per tahun,” imbuhnya.

Agus pun mendorong agar ada partisipasi dan kontribusi dari pemerintah daerah melalui.program ketenagakerjaan agar Satpam yang ada bisa dibantu melalui program sertifikasi demi membantu mewujudkan Satpam yang profesional dan berkualitas.

“Tentu semua pihak bisa membantu mendorong agar sertifikasi terhadap profesi Satpam ini bisa ditingkatkan. Ini penting demi mewujudkan Satpam yang profesional,” ungkapnya. [Adm]

07 Jun 2021

Cegah Covid, Ribuan Satpam di DIY Jalani Suntik Vaksin

KSATRIA | Yogjakarta — BPD Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) menyelenggarakan program vaksinasi untuk satpam di UKDW, Senin (7/6/2021). Selain Satpam, cleaning servis juga turut divaksin.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara ABUJAPI DIY dan Asosiasi Pengusaha Cleaning Service Indonesia (Apklindo) DIY dengan menggandeng Binmas Polda DIY serta Biddokkes Polda setempat.

Adapun 1.800 satpam dan petugas cleaning service yang divaksin itu akan menjalani penyuntikan dosis pertama hingga Jumat (11/6/2021) nanti.

Ketua ABUJAPI DIY, Salva Yurivan Saragih mengatakan, satpam dan petugas cleaning service merupakan garda terdepan yang kerap bertatap muka dengan publik. Sehingga perlu adanya program vaksin agar mereka terlindung dari penyebaran Covid-19.

Apalagi, lanjutnya, dengan maraknya klaster perkantoran di DIY beberapa waktu lalu, jangan sampai hal itu kembali terulang dan memicu penyebaran kian meluas.

“Kami juga ingin membantu program pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi dan juga kekebalan kelompok,” ujarnya.

Salva menjelaskan, program ini terlaksana berkat bantuan vaksin yang diperoleh dari Dinkes setempat dengan jumlah 1.800 dosis. Pihaknya kemudian menggandeng Biddokkes Polda DIY untuk menyediakan petugas vaksinator.

Dalam pendataan, mereka melibatkan badan usaha jasa pengamanan yang mendaftarkan satpam maupun petugas cleaning service ke asosiasi lalu kemudian dijadwalkan untuk mendapat program vaksin.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh satpam dan petugas cleaning service yang berada di DIY dan belum mendapat program vaksin agar segera menghubungi mereka.

Pendaftaran dan program vaksin bagi satpam dan petugas cleaning service masih dibuka dan bisa menghubungi pihaknya untuk mendapatkan program itu.

“Kami mengajak masyarakat dan juga satpam atau petugas cleaning service ayo ikut vaksin. Karena mereka ini paling rentan terhadap Covid-19, ” ujarnya.

Pihaknya pun berharap dengan program vaksinasi ini para satpam dan juga petugas cleaning service kian percaya diri saat bekerja dan selalu sehat.

“Harapan kami, setelah divaksin mereka ini bisa timbul rasa percaya diri dan terbangun kepercayaannya untuk selalu sehat namun tetap mengikuti protokol kesehatan,” katanya.[Adm]

04 Jun 2021

APSI Terima Audiensi dari KBS RI di Kantor Pusat

KSATRIA | Jakarta — Keluarga Besar Satpam Republik Indonesia (KBS-RI) melakukan kunjungan ke Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), Azis Said, SE, di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Ketua Umum KBS RI, Hermanto mengatakan, selain mendelegasikan untuk melakukan kunjungan ke APSI, kedatangan rekan-rekan KBS RI juga untuk bersilaturahmi pasca Lebaran.

Rombongan KBS RI, kata Hermanto, dipimpin oleh Mudzakir yang sehari-hari bertugas sebagai Kapusdik Marindo Elang Perkasa.

Mudzakir didampingi perwakilan dari KBS – RI Jabodetabek, Yuli, KBS – RI Jawa Barat, Amin, KBS – RI Sumatera Barat, Erwin Saputra, dan KBS – RI Jawa Timur, Boedi Prasetyo.

Lebih lanjut Hermanto mengatakan, tujuan kunjungan ini juga sebagai bentuk keterikatan KBS – RI dengan APSI dalam mewujudkan cita-cita bersama, di mana KBS – RI selalu mendukung langkah APSI dalam melakukan digitalisasi sistem organisasi dan peningkatan pelayanan terhadap kualitas satpam di Indonesia dengan mengembangkan bahan ajar dan kurikulum yang komprehensif di seluruh wilayah Indonesia.

“Dan, ke depan KBS – RI akan mendukung langkah registrasi anggota APSI bagi seluruh Satpam di Indonesia dengan berbagai program sosialisasi bersama,” terang Hermanto

Hermanto juga berharap, sinergi kegiatan KBS RI bisa didukung DPD APSI sebagaimana yang telah dilakukan bersama daerah Batam Kepri sebagai percontohan.

Usai pertemuan, pemberian plakat diberikan KBS-RI ke Ketua Umum APSI, Azis Said, SE.

“ Karena Ketum KBS -RI tidak bisa hadir dikarenakan persiapan akan ke luar kota,” ujar Mudzakir.

Perlu diketahui bersama, ini adalah kali kedua KBS RI menyambangi DPP APSI, di mana sebelumnya pada Kamis, (17/12/2020) rombongan KBS -RI juga pernah bersilahturahmi di wakilkan oleh Hudha Ikhwanudin.[Adm]

29 May 2021
Azis Zaid

Ketua APSI Tegaskan Penimbun Ratusan Motor Bodong di Pati Bukan Satpam

KSATRIA | Jakarta—Baru-baru ini, Polisi menggerebek gudang penyimpanan ratusan kendaraan tanpa surat resmi alias bodong di Kabupaten Pati. Sembilan orang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini. Diantaranya adalah petugas keamanan gudang. Beberapa media menyebut sebagai Satpam.

“Dari hasil pemeriksaan, ada 9 tersangka yang kita amankan,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi dalam konferensi pers di lokasi gudang penggerebekan, Jumat (28/5/2021).

Kesembilan tersangka kini sudah diamankan di Mapolres Pati untuk penyelidikan lebih lanjut. Termasuk barang bukti 360 unit sepeda motor dan mobil.

Menyikapi pemberitaan yang beredar di beberapa media online, bahwa diantara pelaku adalah petugas satpam, maka Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) melakukan pengecekan apakah benar pelaku adalah satpam atau hanya petugas keamanan.

Ketua Umum APSI, Azis Said mengatakan, media atau masyarakat hendaknya tidak dengan mudah menyebut petugas keamanan yang menjaga area tertentu dengan sebutan Satpam. Pasalnya satpam sekarang sudah menjadi Profesi dan memiliki aturan hingga bisa disebut sebagai satpam.

Dalam Perpol No 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa bahwa Pamswakarsa itu ada tiga macam, yaitu satuan pengamanan (Satpam), satuan keamanan lingkungan (Satkamling) dan Pranata sosial. “Masyarakat jangan latah langsung bilang Satpam, lebih baik bilang petugas keamanan. Karena ini masih terbawa kebiasaan yang lalu,” jelasnya kepada Jurnal Security, Sabtu (29/05).

Untuk menjadi Satpam, seseorang itu harus direkrut sesuai ketentuan Polri, mengikuti Pelatihan Satpam, memiliki kartu tanda anggota (KTA) dan memiliki status ketenagakerjaan karena bekerja di Perusahaan.

Petugas keamanan, itu bisa saja Satpam, Satkamling atau Pranata sosial. Atau juga bisa anggota sekuriti, meski kata anggota sekuriti dalam Perpol No 4 tahun 2020 tidak dikenal. “Karena kalau menyebut Anggota sekuriti malah tidak apa-apa karena dia bisa juga petugas keamanan tapi belum tentu Satpam,” jelasnya.

“Kejadian yang terjadi di Pati ini adalah bukan Satpam, sudah dicek oleh Polda setempat, dia hanya petugas keamanan saja,” tegasnya. [Adm]

28 May 2021

APSI Luncurkan Sistem Aplikasi untuk Satpam

KSATRIA | Tangerang–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menyelenggarakan grand launching sistem aplikasi APSI. Aplikasi ini nantinya akan menjadi salah satu aplikasi yang bisa dimanfaatkan satpam untuk pengembangan wawasan dan berbagai hal.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APSI H. Azis Said menjelaskan, bahwa aplikasi APSI ini sudah di soft launching pada saat Rakernas APSI di Bandung tahun 2020 lalu. “Mulai 1 Juli 2021 nanti sistem aplikasi APSI ini sudah bisa digunakan oleh satpam,” jelasnya Swiss Belhotel Serpong Tangerang, Jumat (28/05/2021).

Azis berharap, aplikasi APSI yang ad aini bisa mengakomodir seluruh satpam di Indonesia. Dengan fitur-fitur yang akan terus dikembangkan, satpam bisa membuka aplikasi ini di gadget mereka untuk kebutuhan satpam dalam mencari informasi.

Dalam grand launching ini, APSI juga bekerjasama dengan BNSP dalam hal mencetak instruktur yang berkompeten. “Ada 31 DPD APSI yang telah lulus mendapatkan sertifikat ini nantinya bisa mengajar di daerah masing-masing, prioritasnya adalah kalian yang sudah punya sertifikat sebagai instruktur,” jelasnya.

Selain itu, tambah Azis, ke depan APSI menjadi Tempat Uji Komptentensi (TUK) atau tempat untuk memproduksi instruktur khususnya materi non kepolisian.

Dalam acara ini juga, APSI meresmikan Pod Cast APSI yang nantinya akan menjadi media untuk menambah wawasan seputar dunia security di Indonesia. Pod Cast ini nantinya akan menghadirkan narasumber berkompeten yang disajikan setiap dua minggu sekali.

“Kita akan undang berbagai narasumber, kita akan tayangkan di youtube. Dengan teknologi kita bisa belajar kapan pun dan dimanapun tanpa biaya, ini kemajuan yang luar biasa. APSI akan memanfaatkan teknologi ini untuk memperkaya wawasan komunitas sekuriti di Indonesia. [Adm]

08 May 2021

Kakorbinmas: Satpam Itu Bukan Pengeluaran, Tapi Investasi

KSATRIA | Jakarta — Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Suwondo Nainggolan, menyambut baik adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi untuk satpam.

Dalam amanatnya, Suwondo berpesan keduanya bisa saling bersinergi dalam pelaksanaannya.

Suwondo meminta kepada ABUJAPI untuk memastikan benar bahwa satpam yang akan apply atau mengirim aplikasi itu memang berkepribadian baik, dan mental pembayar.

“Jangan sampai punya sifat-sifat untuk ngemplang dan sebagainya. Karena ini tidak sehat, yang akhirnya menimbulkan kekapokan kepada pihak pemberi kredit,” terang Suwondo, Kamis (6/5).

Selain itu, Suwondo juga berpesan kepada ABUJAPI agar memberi bimbingan teknis sedetail mungkin ketika satpam mengajukan KPR, sehingga tidak membuat pemohon (satpam) itu jadi malas untuk mengajukan KPR.

“Terlalu complicated (rumit) juga membuat satpam akhirnya malas untuk mengajukan KPR,” ujarnya.

Sementara kepada Bank BTN, Suwondo berpesan agar Bank BTN menyakini para nasabah mereka bisa bekerja secara nyaman karena yang jaga satpam.

“Jadi dia (satpam) pengemban fungsi kepolisian terbatas. Tidak mungkin polisi sampai masuk ke dalam gedung-gedung. Jadi yang jaga itu satpam,” jelasnya

Suwondo juga mengatakan bahwa bisnis bisa berjalan lancar karena satpam. Karenanya, kata dia, satpam itu bukan pengeluaran, melainkan investasi.

“Jadi pengamanan itu harus dihitung sebagai investasi. Sedih juga saya dengar upah satpam ada yang semau-maunya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bersama Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjalin kerjasama dengan menggelar acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Kamis 6 Mei 2021.

Melalui kerja sama tersebut, para 1,6 juta petugas Satuan Pengamanan (Satpam) yang tergabung dalam ABUJAPI itu nantinya bisa memiliki rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank BTN.

Selain itu, Bank BTN juga memberikan berbagai fasilitas perbankan lainnya yang dapat dinikmati oleh sekitar 3.000 perusahaan anggota ABUJAPI.[Adm]

07 May 2021

APSI Kepri Berharap Satpam Jadi Prioritas Vaksinasi Gratis

KSATRIA | Batam – Petugas satuan pengamanan (Satpam) sudah selayaknya mendapatkan vaksinasi secara gratis dari pemerintah, mengingat tugas satpam sebagai garda terdepan perusahaan dalam berinteraksi dengan tamu dan pegawai.

Untuk itu, DPD APSI Kepri telah mengirimkan surat via email ke Kemenkes yang isinya agar Kemenkes memberikan prioritas vaksinasi kepada profesi satpam, khususnya mereka yang bertugas di layanan publik.

“Alhamdulillah Kemenkes menjawab email tersebut, dan anggota profesi satpam yang tersebar merata di seluruh Indonesia dapat mendaftarkan diri ke dinas kesehatan setempat melalui perusahaan masing masing guna memudahkan koordinasi untuk vaksinasi berikutnya,” terang Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kepulauan Riau (Kepri) Daeng Syafar kepada Jurnal Security, Minggu (2/5/2021).

Daeng Syafar berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan APSI dan seluruh badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang berada di wilayah hukum Kepri, di mana agar anggota satpam segera didata dan didaftarkan ke dinas kesehatan setempat.

“Semoga dengan vaksinasi dapat berjalan lancar dan segera dapat dilakukan,” ujarnya.

Daeng Syafar menerangkan, vaksinasi untuk anggota personel satuan pengamanan (Satpam) merupakan langkah tepat yang dilakukan Kemenkes. Sebab, kata Ketua BPD APSI Kepri, Satpam merupakan garda terdepan dalam menjalankan tugasnya di musim pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini.

Satpam dalam menjalankan protokol kesehatan, baik di mal, hotel, dan layanan publik lainnya, dengan bersikap sopan selalu berinteraksi dan mengingatkan para pengunjung agar menggunakan masker, mengukur suhu tubuh dan menyemprotkan handsanitaizer ke tangan para pengunjung.

“Tentu melihat tugas berat itu, satpam sangat rentan dan berisiko akan tertular virus yang disebabakan oleh pengunjung yang terpapar Covid-19,” terangnya.[Adm]

06 May 2021

Hirwandi Gafar: BTN Berikan Kemudahan Proses KPR untuk Satpam

KSATRIA | Jakarta–Satpam bisa memiliki rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Fasilitas KPR ini untuk satpam yang tergabung dalam badan usaha jasa pengamanan di bawah naungan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI).

Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar mengatakan perseroan berupaya memberikan akses pemilikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pekerja informal.

Oleh karena itu perusahaan menggelar kemitraan dengan berbagai asosiasi pekerja agar dapat memberikan akses untuk pemilikan rumah, termasuk bermitra dengan ABUJAPI.

“Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat memberikan rasa aman bagi para satpam dan keluarganya dengan menyediakan akses KPR BTN untuk memiliki hunian yang aman dan nyaman,” jelasnya dalam acara penandatanganan kerjasama BTN dan ABUJAPI di Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Dia menyebut melalui kerja sama ini jutaan satpam yang tergabung dalam sekitar 3.000 badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di bawah naungan ABUJAPI dapat menikmati berbagai fasilitas KPR BTN baik subsidi maupun non-subsidi.

Selain itu, BTN juga memberikan berbagai fasilitas perbankan lainnya yang dapat dinikmati oleh perusahaan dan anggota ABUJAPI. “Tentunya kami memberikan penawaran spesial berupa uang muka yang ringan dan kemudahan proses KPR bagi para anggota ABUJAPI,” tambah dia.

Sebelumnya, BTN juga telah menjalin Kerjasama dengan Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI). Dengan kerja sama tersebut, jutaan karyawan kontrak yang menjadi anggota asosiasi tersebut dapat mengakses fasilitas KPR Subsidi BTN.

Hingga periode Maret 2021, kinerja KPR emiten bersandi saham BBTN terus menunjukkan peningkatan. Laporan keuangan BBTN mencatat, perseroan telah menyalurkan KPR Rp 203,11 triliun per Maret 2021 atau naik 5,73% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 192,76 triliun di bulan yang sama tahun lalu.

“Kami akan terus berinovasi dan menjalin kemitraan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mempunyai rumah sendiri melalui KPR BTN yang memiliki skema terjangkau dan mudah,” jelas dia. [Adm]

06 May 2021

ABUJAPI dan BTN Mudahkan Satpam Miliki KPR Bersubsidi

KSATRIA | Jakarta–Dengan telah terbitnya Perpol Nomor 4 tahun 2020 merupakan kado istimewa untuk satpam dalam rangka pemuliaan satpam. Upaya mewujudkan pemuliaan ini dilakukan oleh berbagai kalangan, salah satunya Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) melalui kerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

ABUJAPI dan Bank BTN telah berkomitmen penendatanganan sebuah kerjasama dalam rangka memberikan fasilitas perbankan bagi satpam dalam rangka penyediaan rumah bersubsidi, layak huni dan terjangkau bagi satpam di Indonesia. Kerjasama ini diteken pada Kamis, 6 Mei 2021 di Kantor Pusat BTN – Menara Bank BTN.

“Pemuliaan satpam ini identik dengan meningkatkan kesejahteraan satpam itu sendiri. Melalui Perpol 4 tahun 2020, satpam sudah dinyatakan sebagai profesi yang ditunjukkan dengan kepangkatan dan jenjang karir, yang tentunya ini harus diimbangi dengan penerimaan satpam,” ungkap Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan kepada Jurnal Security, Kamis (6/5/2021).

Agoes menambahkan, pemulian satpam melalui peningkatan kesejahteraan ini sedang diupayakan oleh BPP ABUJAPI dengan menyusun Struktur dan Skala Upah Satpam (SUSU Satpam) yang akan dikordinasikan dengan Kemnaker.

“Sejalan dengan itu, pemenuhan papan perumahan yang layak buat para satpam juga perlu menjadi perhatian kami untuk bisa segera direalsisasikan,” ujarnya.

Agoes menjelaskan, dengan status outsourcing dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), tenaga kerja satpam saat ini agak sulit mendapatkan fasilitas perbankan dalam rangka penyediaan rumah yang layak dan terjangkau.

“Dan kami di ABUJAPI sebagai wadah BUJP yang mempekerjakan satpam, berupaya untuk memfasilitasi penyediaan perumahan murah bersubsidi dan terjangkau bagi para satpam tersebut,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya perumahan subsidi untuk para tenaga outsourcing, maka hal itu akan memberikan kegembiraan bagi ABUJAPI yang saat ini tercatat memiliki 1,6 juta anggota satpam.

Agoes menambahkan, dari jumlah total 1,6 juta tenaga satpam itu, apabila terdapat 20 persen saja yang mau mengambil fasilitas kredit rumah, maka aset BTN pun otomatis bisa meningkat.

“Dengan adanya MoU ini, maka akan kami fasilitasi untuk menyerahkan data ke BTN, agar BTN bisa melihat satpam-satpam mana yang sudah layak mendapatkan fasilitas kredit rumah,” ujarnya.

Acara penandatanganann ini juga dihadiri oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Suwondo Nainggolan, SIK, MH, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi.[Adm]

Translate »
error: Content is protected !!