Bravo Satria Perkasa
09 Aug 2020
Gede Risky

APSI Bali: Satpam Unsur Penting Pembukaan Wisata di Bali

KSATRIA | Denpasar–Pemerintah Provinsi Bali bersiap untuk membuka pariwisata kembali pada tatanan kehidupan era bara saat kondisi pandemi COVID-19, dalam hal ini peran petugas pengamanan di tempat-tempat potensi banyaknya dikunjungi wisatawan, tentu harus tetap disiplin dalam upaya mencegah kembali merebaknya wabah virus ini.

Ketua DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Bali Gede Risky Pramana di Denpasar, Jumat (7/8) menyatakan bahwa aspek satuan pengamanan adalah salah satu unsur penting dalam setiap penerapan protokol kesehatan dalam menata kesiapan pembukaan pariwisata di Bali.

Ia mengatakan dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan, baik untuk diri sendiri (satuan pengamanan) juga terhadap tamu yang datang.

Terbukti bahwa di beberapa tempat pariwisata dan perhotelan, dimana satuan pengamanannya menjadi gugus utama dalam melaksanakan SOP protokol kesehatan di setiap area dalam menyambut tatanan kehidupan era baru.

“Semua pemangku kepentingan pariwisata harus tetap fokus memperhatikan tata aturan ini agar satuan pengamanan di setiap wilayah dapat menjadi garda terdepan dalam menjalankan protocol kesehatan sesuai dengan ketentuan pemerintah,” kata Gede Risky. [admin].

08 Aug 2020
Apsi Jajaki Kerjasama dengan UI

APSI Jajaki Kerjasama dengan Departemen Pengamanan Kampus UI

KSATRIA | Jakarta—Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) sebagai lembaga praktisi profesi pada bidang manajemen pengamanan, memiliki ilmu dan kompetensi dalam manajemen pengamanan yang mencakup praktik penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) berbasis Perkap 24/2007.

Ketua Umum APSI Azis Said menjelaskan APSI telah memiliki legalitas sebagai asosiasi profesi satpam di Mabes Polri, untuk itu pihaknya tengah meluaskan jaringan kerjasama dalam pengembangan profesi satpam ini. “Salah satunya menjajaki kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI),” jelasnya kepada Jurnal Security, Jumat (7/8/2020).

Azis menambahkan, saat ini APSI memiliki kompetensi manajemen SMP yang sesuai dengan Perkap 24/2007 antara lain: Melakukan survey dan membuat analisa pengamanan, membuat kajian resiko pengamanan, membuat rencana pengamanan, membuat sistem pengamanan, membangun kebutuhan aspek pengamanan dan sumber daya, membuat dan mengendalikan dokumen pengamanan, rencana tanggap darurat dan simulasinya serta analisa data.

Menurut Azis, APSI juga memiliki kemampuan merancang dan menyelenggarakan sistem diklat bagi personil sekuriti sebagai pelaksana utama sistem pengamanan, dan pelatihan kepada personil non sekuriti dalam konteks melaksanakan security awareness kepada seluruh stake holder.

“UI sebagai universitas ternama di Indonesia selayaknyalah memiliki sistim pengamanan yang baik dan mumpuni, sehingga dapat menjadi rujukan bagi universitas lain di Indonesia untuk sistem pengamanannya,” jelasnya.

Sementara itu Ketua I Bidang Sertifikasi Profesi APSI Ir Didi D Zakaria menjelaskan, kampus UI sebagai institusi pendidikan perguruan tinggi dengan kampus terbesar dan terluas serta fasilitas terlengkap di Depok, Jawa Barat, UI harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi, terlaksana dan terpelihara dengan baik, “UI harus menjadi kampus yang aman dan nyaman bagi penggunanya, mahasiswa dan pengelolanya,” jelasnya.

Didi menilai, tugas itulah yang diamanahkan Departemen Pengamanan Lingkungan Kampus UI, untuk menjamin bahwa UI memiliki pengamanan yang baik, karena itu UI harus memiliki Sistem Pengamanan yang terintegrasi dan komprehensif, yang dibuat berdasarkan hasil kajian-kajian terhadap kondisi pengamanan eksisting dan potensi ancaman keamanan kedepan yang dinamis dengan modus yang terus berkembang dan eskalasi yang semakin meningkat.

“APSI bisa membantu UI untuk menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan berbasis apapun yang applicable dan efektif jika dilaksanakan di kampus UI,” tandasnya.

Didi mengatakan, APSI juga menawarkan kerjasama merancang dan menyelenggarakan Sistem Pendidikan Manajemen Pengamanan bagi seluruh stake holder UI, baik hanya sebagai awareness (kepedulian) kepada personil non sekuriti, maupun kepada mahasiswa UI yang tertarik dalam bidang Manajemen Pengamanan Fisik yang nantinya bisa dimasukan sebagai materi perkuliahan atau tambahan di fakultas-fakultas di UI.

“APSI juga bisa kerjasama dengan UI dalam konteks menyiapkan dan mencetak para Manajer Sekuriti Profesional yang handal melalui program Uji Kompetensi yang bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” jelasnya. [admin].

07 Aug 2020

BSP Jawa I Cek APD Anggota dan Semprot Disinfektan

KSATRIA | Banten–Dalam rangka menerapkan protocol kesehatan di tiap area project, tim PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Jawa I gencar melakukan kunjungan ke beberapa area project. Kunjungan ini untuk mengecek kelengkapan APD yang dikenakan oleh anggota satpam di lapangan.

Menurut Sukadi Head of Area Jawa I, kegiatan ini juga sekaligus mengecek pelaksanaan penerapan protokol kesehatan yang dilakukan oleh anggota satpam kepada costumer, “Seperti pengecekan suhu tubuh, mengarahkan untuk cuci tangan dan mengatur customer untuk jaga jarak,” ungkapnya.

Untuk memberikan area yang benar-benar steril, tim BSP juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa area project.

“Di tengah situasi pandemi saat ini, pelaksanaan protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan dan dijalankan, selain itu kegiatan kunjungan ini sebagai bentuk pelayanan dan perhatian kami terhadap keamanan dan kenyamanan pengguna jasa,” jelas Sukadi. [admin]

01 Aug 2020
Film The Bandhit

Film The Bandhit, Sutradara Roy Libatkan ABUJAPI dan APSI

KSATRIA | Jakarta–Semakin dahsyatnya cerita Film The Bandhit tentang Pertarungan Antar Geng Narkoba, membuat sang Sutradara Roy Wijaya semakin cerdas dalam mengolah adegan disetiap plot cerita yang begitu berani dan memukau. Apalagi saat ini Roy juga menampilkan dua karateka kelas dunia kakak beradik Arta Dewangga Van Ard dan Arviona Aisyah Van Ard.

Menurut Roy Film yang akan digarapnya saat ini lebih banyak mengedepankan edukasi tentang pentingnya pengamanan diri dan keamanan dalam lingkungan. Karena Film ini lebih banyak mengedepankan adegan satpam dan akan lebih menarik dengan actionnya para security besutan ABUJAPI dan APSI di setiap adegan.

“Saya sengaja merubah pola cerita dan lebih mengedepankan peran security sebagai peran utamanya. Hal ini tentu akan banyak pertanyaan, tapi lihat hasilnya. Film ini akan sangat luar biasa karena harus punya nilai edukasi yang tinggi,” ungkap Roy saat Syukuran Persiapan Syuting Film The Bandhit di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu 1 Agustus 2020.

Security itu sangat penting, kata Roy, jangan dilihat sebelah mata. Tapi lihat peran dan fungsinya yang begitu sangat berarti. “Makanya di Film ini, sengaja saya kedepankan. Biar semua masyarakat memahmi Securtiy sebenarnya punya tugas lebih berat dari apapun. Bahkan dalam Film ini Semua security di tantang dengan talentanya yang tinggi. Karena selain action juga mengajak kepada masyarakat tentang penyadaran diri keamanan secara menyeluruh,” jelas Roy dilansir nttonlinenow.com.

Begitu juga dengan keterlibatan Arta dan Vio sebagai Karateka dunia, akan menjadi contoh dan icon yang menarik. Dimana kehadiran mereka dalam Film ini akan menjadi pahlawan untuk menyelamatkan bangsa ini dari berbagai kejahatan yang terjadi seperti, banyaknya anak muda yang terpengaruh dengan narkoba atau hal negatif lainnya.

“Saya hanya ingin integrasi yang baik antara Security dan Karateka atau figther lainnya dalam gerakan laga menjadi contoh yang terukur di tengah hegemoni perpindahan kehidupan anak anak milenial. Agar bisa menjadi edukasi dan wawasan secara menyeluruh,” bebernya.

Begitu juga dengan keterlibatan security di bawah naungan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) merupakan gerakan yang luar biasa. Karena mampu mempresentasikan peran dan fungsinya sebagai lembaga jasa keamanan dalam memberikan edukasi yang baik terhadap masyarakat saat ini dan masa yang akan datang. [admin]

Translate »
error: Content is protected !!