09 Oct 2021

APSI Gelar Security Training Online Pengamanan Informasi

KSATRIA | Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPP APSI) akan menyelenggarakan security tarining online melalui zoom meeting, pada Sabtu (9/10/2021) pukul 13.30 Wib hingga selesai.

Adapun tema yang diangkat adalah “Pengamanan Informasi Perusahaan / Korporasi (Corporate Information Security)”

Ketua Umum APSI, H. A. Azis Said, SE mengatakan, tugas Satuan Pengamanan (Satpam) adalah mengamankan aset, personil, informasi dan operasional perusahaan atau instalasi yang diamankan.

Namun, kata Azis, dalam pelatihan-pelatihan Satpam, jarang diberikan pengetahuan tentang pengamanan informasi, seperti informasi apa saja yang perlu diamankan dan bagaimana cara mengamankannya. Juga tidak adanya buku tentang pengamanan informasi perusahaan di Indonesia.

“Training Pengamanan Informasi Perusahaan atau Korporasi ini penting bagi Anggota Satpam, baik Satpam Pelaksana, Supervisor Satpam maupun Manajer Satpam, juga bagi Manajer Sekuriti dan Pengelola BUJP,” jelas Azis.

Sementara narasumber yang akan memberikan materi adalah Pakar Pengamanan Informasi dari Universitas Indonesia, Dr. Drs. Suryadi MT., M.T.

Suryadi dalam seminarnya akan membahas 3 (tiga) hal terkait pengamanan informasi. Pertama, Kesadaran Keamanan Informasi, yaitu sejauh mana pimpinan perusahaan dan petugas pengamanan memiliki komitmen untuk mengamankan informasi perusahaan.

Kedua, Konsep CIA, yaitu bagaimana pimpinan perusahaan dan petugas pengamanan memperlakukan informasi perusahaan dengan prinsip Confidentiality, Integrity dan Availability.

“Ketiga, bagaimana pimpinan perusahaan dan petugas keamanan mengelola Keamanan Informasi Perusahaan,” tulis bunyi undangan seminar itu yang diterima Jurnal Security.

Seminar ini diperuntukan untuk Pimpinan BUJP, Manajer Sekuriti, Manajer Satpam, dan Supervisor. Dan bagi mereka yang tertarik untuk mendaftar dapat mengakses form pendaftaran melalui link https://bit.ly/TRAININGCORPORATEINFORMATIONSECURITY. [Adm]

21 Aug 2021

Sambut Harpelnas, APSI dan ASQI Gelar Pelatihan Satpam

KSATRIA | Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) bekerja sama dengan Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI) akan menggelar pelatihan satpam.

Kegiatan ini akan diadakan melalui virtual zoom, pada Sabtu, 4 September 2021. Adapun tema yang diangkat berjudul “Kompetensi Pelayanan Prima Satpam (Service Excellence Competence)”.

Seminar ini menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), A. Azis Said, Executive Director ASQI, Ahmad Arwani R, Instruktur Customer Satisfacti, A.G. Purwanto Edi, dan moderator, Felix Saputra.

Harpelnas merupakan hari untuk mengapresiasi, menghormati dan menghargai loyalitas para pelanggan terhadap suatu produk atau jasa perusahaan. Juga bisa dijadikan momen dalam meningkatkan semangat perusahaan untuk memuaskan pelanggan.

“Pelayanan Satpam merupakan salah satu unsur pelayanan perusahaan dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan,” tulis undangan itu yang diterima Jurnal Security, Jumat (20/8/2021)

Dalam pelatihan Satpam, baik Gada Pratama, Gada Madya maupun Gada Utama, ada penyelenggara pelatihan yang memberikan materi Pelayanan Prima atau Service Excellent sesuai Perkap No. 24 tahun 2007.

“Namun ada juga penyelenggara pelatihan yang tidak memberikan materi tersebut,” jelasnya.

Meskipun personil Satpam telah diberikan pengetahuan tentang Pelayanan Prima atau Service Excellent melalui pelatihan Satpam, namun ekspektasi Pelanggan juga terus berkembang.

“Untuk itu pengetahuan dan kemampuan personil Satpam dalam memberikan Pelayanan kepada Pelanggan perlu terus ditingkatkan,” tambahnya.

Perlu diketahui bersama, training ini diperuntukan untuk Pimpinan BUJP, Instruktur/Calon Instruktur Pelayanan Prima (Service Excellent), Manajer Sekuriti, Manajer Satpam, Supervisor Satpam, dan Pelaksana Satpam.

Sementara untuk mengikuti kegiatan training ini para peserta dikenakan biaya 300.000, yang dapat ditransfer ke rekening APSI di Bank Permata an Asosiasi Manager Security Indonesia dengan Nomer Rekening : 03 63 89 00 67. Atau bisa melalui melalui google form https://bit.ly/kompetensipelayananprimasatpam.[Adm]

04 Jun 2021

APSI Terima Audiensi dari KBS RI di Kantor Pusat

KSATRIA | Jakarta — Keluarga Besar Satpam Republik Indonesia (KBS-RI) melakukan kunjungan ke Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), Azis Said, SE, di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Ketua Umum KBS RI, Hermanto mengatakan, selain mendelegasikan untuk melakukan kunjungan ke APSI, kedatangan rekan-rekan KBS RI juga untuk bersilaturahmi pasca Lebaran.

Rombongan KBS RI, kata Hermanto, dipimpin oleh Mudzakir yang sehari-hari bertugas sebagai Kapusdik Marindo Elang Perkasa.

Mudzakir didampingi perwakilan dari KBS – RI Jabodetabek, Yuli, KBS – RI Jawa Barat, Amin, KBS – RI Sumatera Barat, Erwin Saputra, dan KBS – RI Jawa Timur, Boedi Prasetyo.

Lebih lanjut Hermanto mengatakan, tujuan kunjungan ini juga sebagai bentuk keterikatan KBS – RI dengan APSI dalam mewujudkan cita-cita bersama, di mana KBS – RI selalu mendukung langkah APSI dalam melakukan digitalisasi sistem organisasi dan peningkatan pelayanan terhadap kualitas satpam di Indonesia dengan mengembangkan bahan ajar dan kurikulum yang komprehensif di seluruh wilayah Indonesia.

“Dan, ke depan KBS – RI akan mendukung langkah registrasi anggota APSI bagi seluruh Satpam di Indonesia dengan berbagai program sosialisasi bersama,” terang Hermanto

Hermanto juga berharap, sinergi kegiatan KBS RI bisa didukung DPD APSI sebagaimana yang telah dilakukan bersama daerah Batam Kepri sebagai percontohan.

Usai pertemuan, pemberian plakat diberikan KBS-RI ke Ketua Umum APSI, Azis Said, SE.

“ Karena Ketum KBS -RI tidak bisa hadir dikarenakan persiapan akan ke luar kota,” ujar Mudzakir.

Perlu diketahui bersama, ini adalah kali kedua KBS RI menyambangi DPP APSI, di mana sebelumnya pada Kamis, (17/12/2020) rombongan KBS -RI juga pernah bersilahturahmi di wakilkan oleh Hudha Ikhwanudin.[Adm]

29 May 2021
Azis Zaid

Ketua APSI Tegaskan Penimbun Ratusan Motor Bodong di Pati Bukan Satpam

KSATRIA | Jakarta—Baru-baru ini, Polisi menggerebek gudang penyimpanan ratusan kendaraan tanpa surat resmi alias bodong di Kabupaten Pati. Sembilan orang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini. Diantaranya adalah petugas keamanan gudang. Beberapa media menyebut sebagai Satpam.

“Dari hasil pemeriksaan, ada 9 tersangka yang kita amankan,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi dalam konferensi pers di lokasi gudang penggerebekan, Jumat (28/5/2021).

Kesembilan tersangka kini sudah diamankan di Mapolres Pati untuk penyelidikan lebih lanjut. Termasuk barang bukti 360 unit sepeda motor dan mobil.

Menyikapi pemberitaan yang beredar di beberapa media online, bahwa diantara pelaku adalah petugas satpam, maka Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) melakukan pengecekan apakah benar pelaku adalah satpam atau hanya petugas keamanan.

Ketua Umum APSI, Azis Said mengatakan, media atau masyarakat hendaknya tidak dengan mudah menyebut petugas keamanan yang menjaga area tertentu dengan sebutan Satpam. Pasalnya satpam sekarang sudah menjadi Profesi dan memiliki aturan hingga bisa disebut sebagai satpam.

Dalam Perpol No 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa bahwa Pamswakarsa itu ada tiga macam, yaitu satuan pengamanan (Satpam), satuan keamanan lingkungan (Satkamling) dan Pranata sosial. “Masyarakat jangan latah langsung bilang Satpam, lebih baik bilang petugas keamanan. Karena ini masih terbawa kebiasaan yang lalu,” jelasnya kepada Jurnal Security, Sabtu (29/05).

Untuk menjadi Satpam, seseorang itu harus direkrut sesuai ketentuan Polri, mengikuti Pelatihan Satpam, memiliki kartu tanda anggota (KTA) dan memiliki status ketenagakerjaan karena bekerja di Perusahaan.

Petugas keamanan, itu bisa saja Satpam, Satkamling atau Pranata sosial. Atau juga bisa anggota sekuriti, meski kata anggota sekuriti dalam Perpol No 4 tahun 2020 tidak dikenal. “Karena kalau menyebut Anggota sekuriti malah tidak apa-apa karena dia bisa juga petugas keamanan tapi belum tentu Satpam,” jelasnya.

“Kejadian yang terjadi di Pati ini adalah bukan Satpam, sudah dicek oleh Polda setempat, dia hanya petugas keamanan saja,” tegasnya. [Adm]

28 May 2021

APSI Luncurkan Sistem Aplikasi untuk Satpam

KSATRIA | Tangerang–Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menyelenggarakan grand launching sistem aplikasi APSI. Aplikasi ini nantinya akan menjadi salah satu aplikasi yang bisa dimanfaatkan satpam untuk pengembangan wawasan dan berbagai hal.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APSI H. Azis Said menjelaskan, bahwa aplikasi APSI ini sudah di soft launching pada saat Rakernas APSI di Bandung tahun 2020 lalu. “Mulai 1 Juli 2021 nanti sistem aplikasi APSI ini sudah bisa digunakan oleh satpam,” jelasnya Swiss Belhotel Serpong Tangerang, Jumat (28/05/2021).

Azis berharap, aplikasi APSI yang ad aini bisa mengakomodir seluruh satpam di Indonesia. Dengan fitur-fitur yang akan terus dikembangkan, satpam bisa membuka aplikasi ini di gadget mereka untuk kebutuhan satpam dalam mencari informasi.

Dalam grand launching ini, APSI juga bekerjasama dengan BNSP dalam hal mencetak instruktur yang berkompeten. “Ada 31 DPD APSI yang telah lulus mendapatkan sertifikat ini nantinya bisa mengajar di daerah masing-masing, prioritasnya adalah kalian yang sudah punya sertifikat sebagai instruktur,” jelasnya.

Selain itu, tambah Azis, ke depan APSI menjadi Tempat Uji Komptentensi (TUK) atau tempat untuk memproduksi instruktur khususnya materi non kepolisian.

Dalam acara ini juga, APSI meresmikan Pod Cast APSI yang nantinya akan menjadi media untuk menambah wawasan seputar dunia security di Indonesia. Pod Cast ini nantinya akan menghadirkan narasumber berkompeten yang disajikan setiap dua minggu sekali.

“Kita akan undang berbagai narasumber, kita akan tayangkan di youtube. Dengan teknologi kita bisa belajar kapan pun dan dimanapun tanpa biaya, ini kemajuan yang luar biasa. APSI akan memanfaatkan teknologi ini untuk memperkaya wawasan komunitas sekuriti di Indonesia. [Adm]

11 Apr 2021

FGMI Kerjasama dengan APSI Bahas Perpol Pam Swakarsa di Training

KSATRIA | Jakarta–Dalam rangka menambah wawasan satuan pengamanan (Satpam), Forum Gada Madya Indonesia (FGMI) menggelar training membedah Perpol Nomor 4 Tahun 2020 dan Security Awarnes pada Minggu, 11 April 2021 Whiz Hotel Simatupang Jakarta.

Hadir dalam acara training sebagai narasumber adalah Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said, SE dan Ketua Abdi Satpro (Aku Bangga menjadi Saptam Profesional) Hudha Ikhawanudin, S.Sos, MH, ICPS.

Dalam paparannya, Azis menjabarkan seputar perkembangan persekuritian di Indonesia, sejarah tentang APSI hingga proses lahirnya Perpol yang disahkan pada 5 Agustus 2020 lalu.

Menurut Azis, lahirnya Perpol nomor 4 tahun 2020 ini merupakan bentuk reformasi satpam di Indonesia. Karena pekerjaan satpam sekarang sudah menjadi profesi. “Seragam satpam yang baru, perekrutan satpam, adanya kepangkatan, uji kompetensi satpam, ini semua dalam rangka pemuliaan satpam,” paparnya.

Dalam Perpol Pam Swakarsa ini, seseorang bisa disebut sebagai satpam jika direkrut oleh BUJP atau perusahaan sesuai ketentuan Polri, memiliki KTA satpam atau telah lulus pelatihan wajib, dan memiliki status ketenagakerjaan (PKWT atau karyawan tetap).

“Saya senang sekali karena bahwa training ini terkoordinasi dengan baik, saya mengapresiasi forum Gada Madya ini dalam upaya menambah wawasan kita, apalagi di masa pandemi masih bisa mengikuti training ini. Ini luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, pemateri yang kedua adalah sosok satpam profesional yang juga Ketua AbdiSatpro Hudha Ikhawanudin, S.Sos, MH, ICPS. Ia memaparkan seputar security awareness untuk meningkatkan kewaspadaan satpam dalam menjalankan tugasnya.

Hudha menjelaskan, security awareness adalah pengetahuan dan sikap yang dimiliki anggota organisasi mengenai perlindungan aset fisik, dan terutama informasi organisasi itu. “Banyak organisasi memerlukan pelatihan kesadaran keamanan formal untuk semua pekerja ketika mereka bergabung dengan organisasi,” jelasnya.

Menurutnya, kesadaran terhadap keamanan ini sangat penting karena ancaman dalam menjalankan tugas akan ada setiap saat, seperti pencurian, pembunuhan, terorisme, narkoba, penipuan, penggelapan dan lain sebagainya.

Hudha berharap, dengan adanya training yang diikuti oleh para satpam Gada Madya ini bisa meningkatkan wawasan satpam dalam meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Sementara itu Ketua Umum FGMI Fauzy mengatakan, acara ini terselenggara atas kerjasama antara FGMI dengan APSI dan Abdi Saptro.

Dalam sambutannya, Fauzi berharap kepada seluruh peserta untuk benar-benar memahami materi-materi yang akan disampaikan oleh pemateri. [Adm]

01 Apr 2021

Ketua DPC APSI Samarinda Siap Menyambut Ibu Kota Negara

KSATRIA | Samarinda–Pelantikan dan Pengukuhan DPC Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kota Samarinda periode 2021-2026 di Hotel Grand Victoria, Kamis (1/4/2021) dihadiri langsung oleh Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun.

Ketua DPC APSI Samarinda Komaruz Zaman terpilih yang menggantikan Shahabudin siap menyambut peluang emas dari Ibu Kota Negara (IKN). Di mana tentunya sangat membutuhkan tenaga satpam. “Saat ini di Samarinda sudah terdapat 7.000-an tenaga satpam yang merupakan kepanjangan tangan dari kepolisian untuk pengamanan,” ungkapnya.

Komaruz menambahkan, pihaknya siap mencetak SDM satpam yang terlatih dan profesional untuk menyambut IKN. “Tentunya juga akan membantu mengurangi pengangguran di Samarinda,” tegas Komaruz.

Menurutnya baik perorangan maupun lembaga memerlukan keamanan. Di mana tidak ada yang tahu kapan datangnya musibah di tempat kerja, maka perlu pengamanan. “Musibah, resiko kejadian itu bisa datang kapan saja dan tidak kita ketahui. Seperti banjir dan bencana alam, gempa bumi dan kebakaran. Satpam kita sudah terlatih itu semua di samping fungsi pengamanan,” katanya.

Karena Satpam ini bukan sembarang rekrut, di mana ada pelatihan berjenjang mulai dari Gada Pratama untuk siswa, Gada Madya dari Komandan Regu (Danru) dan Gada Utama dari manajer sampai direktur. “Kita juga berpedoman dengan Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa,” tandasnya.

Pelantikan ini dihadiri pula ketua umum APSI Azis Said sekaligus menyampaikan materi, Ketua DPRD Samarinda Sugiyono, Direktur Binmas Polda Kaltim Kombes Pol Harri Muharram Firmansyah, SIK, Kasat Binmas Polresta Samarinda AKP Teguh Sanyoto, Ketua DPD APSI Kaltim Harmadi serta penasehat APSI Samarinda Shahabudin dan Ketua Komisi I DPRD Samarinda Joha Fajal. [Adm]

01 Apr 2021

Wali Kota Samarinda Ajak APSI Tangkap Peluang IKN

KSATRIA | Samarinda– Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun mengapresiasi keberadaan Satuan Pengamanan (Satpam) yang memilki peranan luar biasa mendukung program pemerintah, dalam menjalankan tugas di tempat kerjanya masing-masing.

“Banyak dukungan yang bisa diberikan ke pemerintah kota sambil tetap melaksanakan tugasnya. Seperti saat ini kita sedang berperang dengan Covid-19, di sini besar pula perananan satpam untuk mengingatkan disiplin protokol kesehatan di lingkungan mereka bekerja,” ungkap Andi Harun dalam sambutannya pada Pelantikan dan Pengukuhan DPC Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kota Samarinda periode 2021-2026 di Hotel Grand Victoria, Kamis (1/4/2021).

Tak hanya itu lanjut mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini, Satpam bisa mengedukasi untuk kebersihan mendukung program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Termasuk mendukung program penertiban melihat keberadaan satpam tersebar di berbagai sektor.

Andi Harun juga berpesan agar satpam bisa menjaga citra dan martabat. “Terus bersahabat dengan masyarakat tanpa meninggalkan karakter tegas dan disiplin,” pesannya.

Ia pun meyakini satpam di Samarinda di bawah naungan APSI bisa menangkap peluang Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN).

“Sebentar lagi akan dilakukan Groundbreaking. Balikpapan dan Samarinda sebagai kota penyangga. Di mana jaraknya hanya 40 menit menuju ibu kota. Ini strategis dan prospektif untuk satpam,” ucap Andi Harun.

Sementara itu, Ketua DPC APSI Samarinda Komaruz Zaman siap menyambut peluang emas dari IKN. Di mana tentunya sangat membutuhkan tenaga satpam. “Saat ini di Samarinda sudah terdapat 7.000-an tenaga satpam yang merupakan kepanjangan tangan dari kepolisian untuk pengamanan,” ungkapnya.

Pelantikan ini dihadiri pula ketua umum APSI Azis Said sekaligus menyampaikan materi, Ketua DPRD Samarinda Sugiyono, Direktur Binmas Polda Kaltim Kombes Pol Harri Muharram Firmansyah, SIK, Kasat Binmas Polresta Samarinda AKP Teguh Sanyoto, Ketua DPD APSI Kaltim Harmadi serta penasehat APSI Samarinda Shahabudin dan Ketua Komisi I DPRD Samarinda Joha Fajal. [Adm]

30 Mar 2021
Ketua Umum APSI Azis Said

Pasca Ledakan Bom di Makassar, APSI Imbau Satpam Perketat Pengamanan

KSATRIA | Jakarta — Pasca insiden ledakan bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3), Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) mengimbau instalasi-instalasi di Indonesia agar memperketat keamanan.

Ketua Umum APSI Azis Said, mengatakan sampai saat ini masih banyak instalasi-instalasi yang menjadi sasaran teror teroris belum menggunakan satpam resmi tersertifikasi. Padahal, kata Azis, satpam adalah garda terdepan dalam sebuah bangunan atau gedung dari aksi teror.

Lebih lanjut Azis menjelaskan, satpam yang resmi sudah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku. Mereka juga memiliki wewenang dalam menggeledah barang, orang, dan kendaraan karena masuk ke dalam ranah kepolisian terbatas.

Hal itu, kata Aziz, sudah dilindungi undang-undang yang termuat pada Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sehingga dalam pekerjaannya, mereka berwenang memeriksa atau menggeledah barang, orang, motor, atau mobil yang masuk ke dalam tempat yang menjadi wilayah tugas mereka.

Bahkan, satpam yang resmi juga sudah dibekali dengan ilmu bela diri dan SOP terkait pengamanan dari aksi tindak kejahatan.

“Jadi fungsi satpam itu betul-betul sangat penting guna selamatkan instalasi maupun orang di dalamnya,” ujar Aziz sebagaimana dinukil tribunnews.com, Senin (29/3/2021).

Namun, kata Azis, dalam praktiknya masih banyak pengelola gedung yang enggan memakai Satpam resmi dalam pengamanannya. Hal itu misalnya saja terjadi pada Gereja Katedral Makassar yang menjadi sasaran teror.

Terkait salah satu petugas keamanan yang terkena luka karena menghalau pelaku teror yang hendak menerobos masuk ke dalam gereja, Azis mengaku sudah menguhubungi APSI Makassar terkait hal tersebut. Dan hasilnya diketahui petugas keamanan yang terluka bukan Satpam resmi yang dibekali sertifikat.

Meski begitu, petugas keamanan sudah bertindak dengan benar, yakni menghadang pelaku teror hendak menerobos masuk. Sehingga seluruh umat gereja yang tengah beribadah bisa terlindungi dari ledakan bom.

Maka Azis berharap ini jadi pelajaran bagi pengelola gedung agar tidak mengesampingkan ketersediaan petugas keamanan dalam sebuah bangunan.

“Jauh lebih baik lagi apabila satpam yang dipakai ialah satpam yang sudah bersertifikasi karena sudah melalui proses pendidikan,” terangnya.

Sehingga, katanya, diharapkan para satpam tersebut dapat benar-benar jadi garda terdepan dalam sebuah pengamanan bangunan yang kerap menjadi sasaran teror.

“Jadi SOP pemeriksaan keluar masuk barang, orang, motor, dan mobil bisa lebih diperketat lagi. Apalagi terhadap instalasi yang kerap jadi sasaran teror,” jelasnya.

Azis mengatakan sampai saat ini APSI belum berencana meminta bantuan kepolisian untuk pengamanan gereja-gereja di Indonesia.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa permintaan pengamanan biasanya hanya dilakukan saat situasi-situasi tertentu saja seperti malam tahun baru atau ibadah natal.

Perlu diketahui bersama, saat ini ada sekitar 5.000an satpam di Jakarta yang tergabung dalam APSI. Azis mengimbau agar mereka selalu menerapkan SOP di wilayah tugasnya.” SOP nya dibuat lalu [Adm]

09 Mar 2021

60 Satpam Daftar menjadi Anggota APSI Jambi

KSATRIA | Jambi–Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD-APSI) Jambi terus melakukan sosialisasi ke para satpam menjadi lebih mengenal organisasi satpam, APSI.

Menurut Ketua DPD APSI Jambi Eryanto Junaidi, sebagai asosiasi resmi yang tedaftar di Mabes Polri, kami terus menyosialisasikan ke para BUJP dan satpam akan manfaat bergabung di APSI Jambi.

“Kami mengajak kepada para BUJP atau satpam mendaftarkan diri sebagai anggota APSI Jambi,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Selasa (09/03)

Eryanto berharap, para satpam yang ada di Provinsi Jambi agar dapat mendaftar untuk menjadi Anggota APSI sebagai organisasi satpam yang resmi sehingga dapat menyuarakan aspirasinya dengan baik dan bisa mendapatkan pendampingan hukum.

Sebagai hasil dari sosialisasi, pada Senin (08/03) APSI Jambi berhasil mendaftarkan 60 satpam dari tiga BUJP, yaitu PT. Manggala Cipta Persada, PT. Jambi Anugerah Sejahtera dan PT. Agromates Sumindo Abadi.

Saat ini, tambah Eryanto, jumlah anggota APSI Jambi sudah mencapai 170 satpam. Jumlah ini masih sangat kecil dibanding jumlah satpam di Jambi yang mencapai ribuan.

“Kami optimis, ke depan APSI Jambi akan lebih dikenal dan diminiati oleh para satpam yang ingin berorganisasi dalam asosiasi, semoga APSI Jambi terus bertambah anggotanya dan membawa manfaat bagi satpam,” tegasnya. [Adm]

Translate »
error: Content is protected !!