30 Mar 2021
Ketua Umum APSI Azis Said

Pasca Ledakan Bom di Makassar, APSI Imbau Satpam Perketat Pengamanan

KSATRIA | Jakarta — Pasca insiden ledakan bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3), Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) mengimbau instalasi-instalasi di Indonesia agar memperketat keamanan.

Ketua Umum APSI Azis Said, mengatakan sampai saat ini masih banyak instalasi-instalasi yang menjadi sasaran teror teroris belum menggunakan satpam resmi tersertifikasi. Padahal, kata Azis, satpam adalah garda terdepan dalam sebuah bangunan atau gedung dari aksi teror.

Lebih lanjut Azis menjelaskan, satpam yang resmi sudah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku. Mereka juga memiliki wewenang dalam menggeledah barang, orang, dan kendaraan karena masuk ke dalam ranah kepolisian terbatas.

Hal itu, kata Aziz, sudah dilindungi undang-undang yang termuat pada Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sehingga dalam pekerjaannya, mereka berwenang memeriksa atau menggeledah barang, orang, motor, atau mobil yang masuk ke dalam tempat yang menjadi wilayah tugas mereka.

Bahkan, satpam yang resmi juga sudah dibekali dengan ilmu bela diri dan SOP terkait pengamanan dari aksi tindak kejahatan.

“Jadi fungsi satpam itu betul-betul sangat penting guna selamatkan instalasi maupun orang di dalamnya,” ujar Aziz sebagaimana dinukil tribunnews.com, Senin (29/3/2021).

Namun, kata Azis, dalam praktiknya masih banyak pengelola gedung yang enggan memakai Satpam resmi dalam pengamanannya. Hal itu misalnya saja terjadi pada Gereja Katedral Makassar yang menjadi sasaran teror.

Terkait salah satu petugas keamanan yang terkena luka karena menghalau pelaku teror yang hendak menerobos masuk ke dalam gereja, Azis mengaku sudah menguhubungi APSI Makassar terkait hal tersebut. Dan hasilnya diketahui petugas keamanan yang terluka bukan Satpam resmi yang dibekali sertifikat.

Meski begitu, petugas keamanan sudah bertindak dengan benar, yakni menghadang pelaku teror hendak menerobos masuk. Sehingga seluruh umat gereja yang tengah beribadah bisa terlindungi dari ledakan bom.

Maka Azis berharap ini jadi pelajaran bagi pengelola gedung agar tidak mengesampingkan ketersediaan petugas keamanan dalam sebuah bangunan.

“Jauh lebih baik lagi apabila satpam yang dipakai ialah satpam yang sudah bersertifikasi karena sudah melalui proses pendidikan,” terangnya.

Sehingga, katanya, diharapkan para satpam tersebut dapat benar-benar jadi garda terdepan dalam sebuah pengamanan bangunan yang kerap menjadi sasaran teror.

“Jadi SOP pemeriksaan keluar masuk barang, orang, motor, dan mobil bisa lebih diperketat lagi. Apalagi terhadap instalasi yang kerap jadi sasaran teror,” jelasnya.

Azis mengatakan sampai saat ini APSI belum berencana meminta bantuan kepolisian untuk pengamanan gereja-gereja di Indonesia.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa permintaan pengamanan biasanya hanya dilakukan saat situasi-situasi tertentu saja seperti malam tahun baru atau ibadah natal.

Perlu diketahui bersama, saat ini ada sekitar 5.000an satpam di Jakarta yang tergabung dalam APSI. Azis mengimbau agar mereka selalu menerapkan SOP di wilayah tugasnya.” SOP nya dibuat lalu [Adm]

29 Mar 2021
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Kapolri Apresiasi Perjuangan Satpam Gereja Katedral Makassar

KSATRIA | Makassar–Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan terima kasih dan memberi pujian kepada satpam yang mencegat pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Satpam itu menahan dua orang pelaku yang berboncengan mengendarai sepeda motor untuk masuk ke lokasi gereja.

Petugas satpam yang mencegat dua pelaku bom bunuh diri itu bernama Kosmos. Kapolri Listyo Sigit memuji tindakan Kosmos yang telah menyelamatkan banyak jemaat Gereja Katedral Makassar.

“Saya juga berterima kasih kepada petugas satpam yang telah menjaga, menahan agar pelaku bom tidak masuk,” ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (29/3/2021).

“Juga menyelamatkan masyarakat ataupun jemaat lain,” sambungnya.

Listyo Sigit menyampaikan rasa prihatin kepada warga yang mengalami luka-luka atas peristiwa tersebut.

“Bagi jemaat yang sakit, kami mengucapkan rasa prihatin yang mendalam,” ucapnya.

“Mudah-mudahan segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali,” imbuh dia. [Adm]

28 Mar 2021
BOM GEREJA KATEDRAL MAKASSAR

ABUJAPI Mengutuk Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

KSATRIA | Jakarta — Sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3/2021).

Akibat peristiwa ini setidaknya ada 14 korban luka-luka berat dan ringan serta menimbulkan trauma yang menakutkan bagi masyarakat, khususnya warga Makassar.

Menyikapi peristiwa ini, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) mengutuk keras pelaku ledakan bom bunuh diri tersebut dan meminta kepada badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di seluruh Indonesia, agar memastikan kembali anggota satuan pengaman (Satpam) yang bertugas disemua objek pengamanan untuk lebih waspada serta menjalankan SOP yang telah ditetapkan.

“Jika ada gerak gerik yang mencurigakan, harap menginformasikan ke kantor polisi terdekat atau ke aparat terkait yang berada di lingkungan kerjanya,” jelas Ketua Umum ABUJAPI, Agoes Dermawan, Minggu.

Senada Wakil Ketua Umum ABUJAPI, Cecep Dharmadi, mengimbau agar anggota satuan pengamanan (Satpam) selalu waspada dalam menjalankan tugasnya.

Cecep pun turut prihatin kepada anggota Satpam yang bertugas dan telah menjadi korban ledakan bom bunuh diri tersebut.

“Semoga anggota Satpam yang menjadi korban ledakan segera pulih,” harapnya.

Selain itu, Cecep juga meminta kantor perwakilan ABUJAPI di Makasar untuk segera memberikan kabar dan memastikan kembali kondisi Satpam Gereja Katedral Makassar, agar mendapatkan perawatan yang layak.[Adm]

28 Mar 2021

Satpam BSP Ikut Andil Amankan Kegiatan Vaksinasi di Bank BJB

KSATRIA – Sebanyak 3.300 pegawai Bank BJB dan 1.200 orang masyarakat menjalani vaksinasi Covid-19 mulai Selasa (23/3/2021) di Gedung BJB Sport & Creative Center Jalan Naripan 12-14, Bandung. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkesempatan hadir meninjau proses vaksinasi.

Pemberian dosis pertama digelar selama tujuh hari dalam dua gelombang yaitu tanggal 23-25 Maret dan 29 Maret-1 April 2021. Dua gelombang ini dibuat untuk mencegah kerumunan di lokasi vaksinasi. Sedangkan dosis kedua, rencananya akan diberikan pada 6-8 April dan 12-15 April 2021.

Vaksin yang diberikan adalah jenis Sinovac sesuai rekomendasi Pemerintah dan Majelis Ulama Indonesian (MUI). Peserta vaksinasi adalah pengurus, pegawai, tenaga alih daya (TAD) di lingkungan kantor pusat dan jaringan kantor Bandung Raya, pensiunan Bank BJB serta masyarakat sekitar.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan pihaknya berupaya memberikan pencegahan atau imunisasi kepada insan Bank BJB dan masyarakat khususnya yang berada di wilayah Bandung Raya.

“Perbankan merupakan salah satu sektor yang paling banyak berinteraksi dengan berbagai pihak agar tidak terpapar oleh Covid-19,” katanya. Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan Bank BJB dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada nasabah dan masyarakat.

Sementara itu, untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama proses vaksinasi, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) selaku mitra pengamanan Bank BJB menyiapkan personel satpam secara maksimal agar acara berjalan aman. [Adm].

11 Mar 2021

BPJSTK Bogor Serahkan Santunan Kematian 42 Juta untuk Satpam Perumahan

KSATRIA | Bogor– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bogor Kota menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 42 juta kepada Satuan Pengamanan (satpam) perumahan Duta Kencana 2 Kecamatan Kedung Badak Kelurahan Tanah Sareal Bogor.

Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh ketua RW 11 Kelurahan Kedung Badak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Jamaludin Fatah, kepada ahli waris didampingi oleh Petugas dari BPJAMSOSTEK Bogor Kota.

Jamaludin mengucapkan terimakasih kepada BPJAMSOSTEK Bogor Kota atas kerjasama dan pendampingan proses klaim sehingga telah menerima klaim santunan Jaminan Kematian BPJAMSOSTEK atas meninggalnya anggota satpam kami yang bernama Agus Nuriyadi.

“Beliau adalah anggota satpam yang kemudian dapat santunan dari BPJAMSOSTEK sebesar 42 juta rupiah atas Jaminan Kematian, alhamdulillah telah kami terima dan langsung diterima ahli warisnya,” kata Jamaludin.

Dengan adanya bantuan ini, Jamaludin pun mengungkapkan akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait program dari BPJSJamsostek, mengingat perlindungan ini sangat bermanfaat dan tentunya program ini hadir dari pemerintah.

“Karena diwilayah kami, ada sebagian warga yang berproses sebagai sopir, buka warung dan lain-lain yang nanti kami akan daftarkan dalam program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang tentunya akan difasilitasi atau dikordinir dari RW,” ungkap Jamaludin.

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Bogor Kota Mias Muchtar menyampaikan turut bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum dan semoga santunan ini dapat bermanfat untuk ahli warisnya.

Mias juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih telah mengikutsertakan Satpam Perumahan Duta Kencana 2 dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sangat bermanfaat karena kita sebagai tulang punggung keluarga bilamana mereka mengalami resiko sosial, keluarga atau ahli waris tidak terlalu berat karena BPJAMSOTEK hadir untuk pekerja disamping iuranya yang relatif terjangkau, manfaatnya sangat luar biasa dengan adanya peningkatan manfaat JKK dan JKM sesuai PP 82 Tahun 2019,” tutup Mias. [Adm]

10 Mar 2021

ABUJAPI NTB Minta Pemda Prioritaskan Satpam Vaksin Covid-19

KSATRIA | NTB — Pemerintah daerah diharapkan untuk memberikan prioritas vaksinasi kepada tenaga jasa pengamanan (Satpam) sebagai garda terdepan pada seluruh jenis pelayanan.

“Satpam, tangan kanan Polri, tapi lupa divaksinasi sebagai garda terdepan pelopor penegak protokoler Covid-19,” kata Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (ABUJAPI) Provinsi NTB, Iwan P Balukea.

Dilaporkan Suara NTB, Selasa, 9 Maret 2021, Iwan menggambarkan, Satpam adalah petugas keamanan yang paling banyak dan sering berhadapan dengan masyarakat setiap harinya.

Menurut Iwan, Satpam sebagai personel satuan pengamanan di lingkungan kerjanya melaksanakan pelayanan awal bagi pengunjung atau tamu di pusat-pusat keramaian seperi mal, pabrik, kantor, bandara, terminal, pelabuhan laut, kampus, sekolah dan sejenisnya.

“Sepertinya pemerintah tidak tanggap, alias tidak memperhitungkan keberadaan personel-personel Satpam ini,” ujarnya.

Dalam melaksanakan tugasnya selama pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari 1 tahun ini, kata Iwan, Satpam sangat rentan terpapar virus Covid-19. Contohnya satpam di Perguruan Tinggi Negeri di Mataram, Satpam bertugas melayani karyawan, tamu hingga mahasiswa yang begitu banyaknya setiap hari.

Belum lagi, tambah Iwan, Satpam yang bertugas di mal atau pusat perbelanjaan, kantor-kantor, hotel-hotel, tempat nongkrong, atau di area-area yang rentan penularan virus Covid-19.

“Sebagai perpanjangan tangan Polri, ribuan Satpam tersebar di NTB. Seluruhnya melaksanakan tugas Kepolisian terbatas. Tetapi masih cenderung diabaikan,” keluhnya.

Kendatipun Satpam sudah dilengkapi peralatan dan kelengkapan standar protokoler Covid-19 oleh pengguna jasanya, seperti penggunaan masker, handsanitizer, tempat cuci tangan dan sabun. Bahkan pelindung wajah (face shield), hingga sarung tangan, tetapi dirasa tidak menjamin keamanannya terpapar Covid-19.

“Jangan hanya Satpam yang bertugas di rumah sakit saja yang divaksinasi. Masih banyak Satpam yang bertugas di area-area rentan penularan Covid-19 harus mendapatkan perhatian khusus vaksinasi,” demikian Iwan.[Adm]

09 Mar 2021

60 Satpam Daftar menjadi Anggota APSI Jambi

KSATRIA | Jambi–Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD-APSI) Jambi terus melakukan sosialisasi ke para satpam menjadi lebih mengenal organisasi satpam, APSI.

Menurut Ketua DPD APSI Jambi Eryanto Junaidi, sebagai asosiasi resmi yang tedaftar di Mabes Polri, kami terus menyosialisasikan ke para BUJP dan satpam akan manfaat bergabung di APSI Jambi.

“Kami mengajak kepada para BUJP atau satpam mendaftarkan diri sebagai anggota APSI Jambi,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Selasa (09/03)

Eryanto berharap, para satpam yang ada di Provinsi Jambi agar dapat mendaftar untuk menjadi Anggota APSI sebagai organisasi satpam yang resmi sehingga dapat menyuarakan aspirasinya dengan baik dan bisa mendapatkan pendampingan hukum.

Sebagai hasil dari sosialisasi, pada Senin (08/03) APSI Jambi berhasil mendaftarkan 60 satpam dari tiga BUJP, yaitu PT. Manggala Cipta Persada, PT. Jambi Anugerah Sejahtera dan PT. Agromates Sumindo Abadi.

Saat ini, tambah Eryanto, jumlah anggota APSI Jambi sudah mencapai 170 satpam. Jumlah ini masih sangat kecil dibanding jumlah satpam di Jambi yang mencapai ribuan.

“Kami optimis, ke depan APSI Jambi akan lebih dikenal dan diminiati oleh para satpam yang ingin berorganisasi dalam asosiasi, semoga APSI Jambi terus bertambah anggotanya dan membawa manfaat bagi satpam,” tegasnya. [Adm]

09 Mar 2021

ABUJAPI Himbau BUJP Patuhi Aturan Penggunaan Seragam

KSATRIA | Jakarta–Maraknya penggunaan seragam satpam baru yang tidak sesuai dengan aturan, dengan menambahkan berbagai macam atribut dan peletakan aksesoris yang kurang tepat.

Maka Badan Pengurus Pusat Asosiasi Bada Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-ABUJAPI) mengeluarkan perintah untuk Badan Pengurus Daerah (BPD ABUJAPI) untuk menegur satpam BUJP yang melanggar.

“BPP minta kepada semua BPD agar berkoordinasi dengan Dirbinmas Polda di wilayah masing masing dalam upaya mengingatkan BUJP di wilayah masing-masing dan lakukan peneguran bila ada yang mengenakan seragam tidak sesuai Perpol No.4 Tahun 2020,” ungkap Agoes Dermawan kepada Jurnal Security, Selasa (09/03).

Menurut Agoes, ABUJAPI sebagai mitra Polri yang menghimpun Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di mana satpam bekerja, punya tanggung jawab untuk menjaga agar Pakaian Dinas satpam hanya digunakan di tempat lokasi kerja, tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang di luar tugas Satpam dan satpam harus mempunyai Kode Etik terkait penggunaan seragam ini.

Oleh karenanya, BPP ABUJAPI memerintahkan kepada Ketua Umum BPD ABUJAPI di seluruh Indonesia untuk :

  1. Membuat Surat Edaran kepada BUJP agar anggota Satpamnya menggunakan Pakaian Dinas Satpam dan Atribut yang sesuai ketentuan Perpol No 4 tahun 2020
  2. Menertibkan dan melakukan peneguran kepada BUJP apabila ditemukan ada anggota Satpamnya menggunakan Atribut Tanda Kepangkatan yang tidak sesuai Perpol No. 4 tahun 2020
  3. Penggunaan pakaian dinas satpam hanya diperbolehkan pada saat bertugas di tempat kerja agar tidak disalahgunakan dan satpam harus memiliki etika pada saat menggunakan seragam satpam. [Adm]
07 Mar 2021

BSP Kawal Acara Business Review yang Dihadiri Gubernur Jabar

KSATRIA | Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Provinsi Jabar untuk memperkuat kolaborasi dan memaksimalkan tujuh potensi ekonomi Jabar pascapandemi Covid-19. Karena BUMD memiliki peran strategis di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan inovasi dan kolaborasi, BUMD dapat mendorong pemulihan ekonomi. Karena pembangunan Jabar harus maju bersama-sama,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam acara BJB Business Review Semester II Tahun 2020 di Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 5 Maret 2021.

Ketujuh potensi ekonomi tersebut yakni meraup peluang investasi perusahaan yang pindah dari Tiongkok, swasembada pangan, swasembada teknologi, mendorong peluang bisnis di sektor kesehatan, digital ekonomi, penerapan ekonomi berkelanjutan; dan pariwisata lokal.

Sementara itu, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam kegiatan Business Review ini, satuan pengamanan PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menjadi salah satu perusahaan BUJP yang ikut andil dalam keamanan selama acara. [Adm].

04 Mar 2021

ABUJAPI Jateng: Pelaku Perampasan Toko Emas Bukan Satpam

KSATRIA | Semarang–Belum lama ini berita viral menghiasi layar komputer dan gawai atas aksi nekat pelaku perampasan uang milik toko emas di Semarang dengan nilai total Rp 429 juta. Diduga pelakunya adalah Satpam bernama Aris Jamianto (43).

Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Jateng, Agus Wijanarko, ST menjelaskan, bahwa pelaku seorang Satpam adalah tidak benar. Karena pelaku tidak mempunyai KTA Satpam

“Pelaku merupakan anggota ormas yang diberikan kepercayaan dari pemilik toko emas untuk menjaga di toko tersebut,” jelasnya.

Selain itu, tambah Agus, pengelolaan keamanan di toko emas tersebut langsung dikelola pemilik toko, tidak menggunakan out sourcing melalui BUJP anggota ABUJAPI Jateng.

“Sehingga pengelolaan pengamanan di toko emas tersebut tidak profesional,” ujarnya

Karenanya Agus mengimbau kepada instansi atau perusahaan untuk menggunakan jasa out sourcing BUJP anggota ABUJAPI.

“Karena dari aspek legalitas, ketenagakerjaan, pelayanan dan profesional kinerja Satpam akan dapat terpenuhi,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum ABUJAPI, Agoes Dermawan telah melakukan penelusuran akan keberadaan pelaku, untuk memastikan pelaku bukanlah satpam.

“Setelah kami telusuri, ternyata pelaku bukan satpam melainkan sebatas petugas keamanan yang direkrut oleh pemilik toko dan bukan oleh BUJP,” katanya kepada Jurnal Security.

Agoes juga menjelaskan, bahwa pelaku juga tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) satpam dan juga tidak memiliki ijazah Gada Pratama.

“Kami pastikan bahwa pelaku adalah bukan satpam yang memiliki kewenangan terbatas kepolisian,” jelasnya.

Agoes menambahkan, seseorang disebut sebagai satpam jika sudah memiliki KTA satpam, dan pernah mengikuti pendidikan dasar Gada Pratama dan direkrut oleh perusahaan.

“Jika ketiga hal tersebut tidak dilakukan, maka seseorang belum bisa disebut sebagai satpam,” jelasnya.[Adm]

Translate »
error: Content is protected !!