Bravo Satria Perkasa
31 Dec 2020

HUT Satpam, APSI Kepri Gelar Doa Bersama di Masjid Agung Batam

KSATRIA | Kepri – Dalam menyambut perayaan HUT Satpam Ke-40, Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia [APSI] Kepulauan Riau menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, di Masjid Agung Batam Centre, Rabu (30/12/2020).

Selain itu, doa bersama ini juga untuk mendoakan almarhum Jenderal Pol (Purn) Prof. Awaloedin Djamin, atau yang lebih dikenal dengan Bapak Satpam Indonesia, atas dedikasinya terhadap pemulian profesi satpam di seluruh Indonesia.

Acara kegiatan dimulai dari salat magrib berjamaah dan pembacaan tahlil, yang dipimpin Imam Masjid Agung Batam Centre, ustaz H. Hasyim. Dan seluruh rangkaian acara berjalan dengan hikmat.

Turut hadir pada acara ini Kasubdit Satpam Dirbinmas Polda Kepri AKBP, Rudi, Ketua DPD APSI Kepri, Ketua ABUJAPI Kepri, Pimpinan BUJP Kepri, dan 60 anggota personel satpam.

Kasubdit Satpam Dirbinmas Polda Kepri AKBP, Rudi, mengatakan agar ke depan satpam lebih meningkatkan kompetensinya. Selain itu, lanjut Rudi, karena masih di musim pandemi Covid-19, maka HUT Satpam Ke-40 kali ini lebih ditekankan pada bakti sosial dengan jumlah satpam yang terjun ke lapangan dibatasi, namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Hal ini agar menghindari kerumunan dan memutus mata rantai Covid-19,” jelas Rudi.

Senada dengan Rudi, Ketua DPD APSI Kepri, Syafar Sah mengatakan, ke depan satpam diharapkan menjadi profesi yang sangat membanggakan.

“Profesi yang bermartabat dan profesi yang penting bagi Polri dan masyarakat, juga memberikan kesejahteraan pada anggotanya,” harapnya.[Adm]

31 Dec 2020

Asosiasi Selenggarakan Tabur Bunga untuk Bapak Awaloedin Djamin

KSATRIA | Jakarta–Membuka rangkaian HUT Satpam ke-40, asosiasi-asosiasi jasa pengamanan mendatangi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (30/12). Adapun tujuannya adalah untuk berziarah ke makam Awaloedin Djamin atau yang lebih dikenal dengan “Bapak Satpam Indonesia”.

“Sekaligus tabur bunga untuk mengenang jasa-jasa beliau atas dedikasinya yang telah memuliakan profesi satpam hingga saat ini,” ujar Ketua Panitia HUT Satpam ke-40, Sakti Wahyudana.

Apalagi, lanjut Sakti, setelah diberlakukannya Perpol No 4 Tahun 2020, pemulian profesi satpam kini semakin bermatabat. “Pemulian profesi satpam ini bukan hanya pada seragamnya saja, melainkan juga pada kesejahteraan satpam itu sendiri,” jelas Sakti.

Karenanya Sakti berharap, satpam sebagai profesi harus bisa menjadi profesi yang lebih membanggakan.”Terutama lebih dari kita semua,” ujarnya seraya merendah.

Senada dengan Sakti, Sekretaris Jenderal ABUJAPI, Suryawisesa mengatakan sejak diundangkan Perpol No 4 Tahun 2020, pada Agustus 2020 lalu, Perpol itu telah dilakukan sosialisasi secara nasional dengan BPD ABUJAPI yang ada di seluruh Indonesia dan Binmas-binmas Polda setempat.

“Hasil sosialisasi itu tentunya memberikan dampak yang baik bagi kesejahteraan satpam. Karena dalam Perpol itu satpam sudah diakui menjadi profesi,” jelasnya.

Surya juga menerangkan, dengan adanya jabatan atau pangkat satpam yang diatur dalam Perpol tersebut, tentu nantinya harus disesuaikan dengan upah. Karena, tambah Surya, tingkatan pendidikan satpam itu ada Gada Pratama, Gada Madya, juga Gada utama. Dan ini menentukan bahwa satpam sudah masuk dalam profesi satpamnya.

“Jadi, dari sisi pendidikan dia sudah melakukan diklatnya,”ujarnya.

Sementara, lanjut Surya, untuk mendapatkan kompetensi, satpam harus mengikuti uji kompetensi sesuai levelnya, baik pelaksana, supervisor, atau pun manager-nya,

“Jadi masing-masing gada itu ada uji kompetensinya, dalam hal ini yakni BNSP melalui LSP,” terangnya.

Diakui surya, dalam menyosialisasikan Perpol No 4 Tahun 2020, dirinya juga menemui kendala-kendala di lapangan. Salah satunya adalah pasca diberlakukannya Perpol tersebut, misalnya dari segi seragam. Karena itu, lanjutnya, akan dibuat Perkaba. Di mana nantinya ada aturan-aturan terkait tentang satpam, tentang seragam yang memang itu akan didetailkan.

“Nah, ini perlu dibuatkan lebih detail juklak dan juknisnya, tentunya dari Perkaba itu sendiri. Supaya lebih fix lah,” ujarnya.

Surya pun berharap, dengan adanya Perpol No 4 Tahun 2020, otomatis nanti akan adanya pengakuan dari segi profesi satpam. Selain itu dia juga menyarankan, pasca dikeluarkan Perpol No 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa, yang isinya tentang Satpam, untuk berikutnya perlu adanya perpol terkait dengan BUJP- nya.

“Sehingga bisa saling bersinergi. Karena BUJP tanpa satpam tidak bisa bekerja,” jelasnya.

Turut hadir pada acara ini Direktur Binmas Polda Metro jaya, Kombes Pol.Badya Wijaya, Ketua APSI Azis Said, Ketua ASIM, Ketua APSA, dan organisasi satpam lainnya. (Adm)

30 Dec 2020

Inilah Agenda kegiatan HUT satpam ke-40

KSATRIA | Jakarta–Hari Ulang Tahun Satpam ke-40 tahun 2020 berlangsung khidmat. Salah satu pembuka dari rangkaian HUT Satpam ke-40 ini ditandai dengan tabur bunga dan berdoa di makam Bapak Satpam Indonesia Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2020).

“Acara ini sekaligus merupakan langkah awal dimulainya seluruh rangkaian kegiatan HUT satpam ke-40 sampai dengan akhir bulan Januari 2021 nanti,” ujar Sakti Wahyudana Ketua Panitia HUT Satpam ke-40.

Pelaksanaan tabur bunga berlangsung lancar dengan tetap mengedepankan protocol kesehatan. Seluruh peserta menggunakan masker dan menjaga jarak saat prosesi tabur bunga di atas makam Bapak Satpam Indonesia.

Nampak hadir dari para asosiasi jasa pengamanan, dari ABUJAPI, APSI, APJASI, APSA, ASIM,
ATISI dan IACPP.

Berikutnya setelah tabur bunga di TMP Kalibata, sederetan acara HUT Satpam siap diselenggarakan. Di antaranya kegiatan Webinar yang akan dilaksanakan pada 14 Januari 2020 dengan keynote speaker dari Kapolri/Kakorbinmas dengan tema ‘Satuan pengamanan: Resiko tinggi – upah minimum, perlu tinjauan kebijakan secara menyeluruh dari pemangku kepentingan’.

Pada sesi pertama akan membahas seputar ‘Perlindungan hukum terhadap Profesi satuan pengamanan dalam UU Tenaga kerja’ dengan narasumber dari Kemenakertrans (Ditjen PHI, KEMENAKER).

Sesi kedua temanya ‘Peluang dan tantangan profesi satuan pengamanan di era new normal’ narasumber Ketua Umum ABUJAPI.

Sesi ketiga temanya ‘Pembangunan kapasitas sekuriti industri di Indonesia’ dengan narasumber Ketua Umum APINDO.

Sesi keempat topik ‘Satuan pengamanan sebagai tujuan profesi dan bukan pilihan’ narasumber dari Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan

Lalu kegiatan dilanjutkan dengan Bakti Sosial (Diksar) pada 10-20 Januari 2020. Kemudian ditutup dengan acara Upacara HUT Satpam secara virtual pada 22 Januari 2020. [Adm]

28 Dec 2020

HUT Satpam ke-40 Diselenggarakan Serba Virtual di Masa Pandemi

KSATRIA | Jakarta Sebentar lagi petugas satuan pengamanan di seluruh Indonesia akan menyambut perayaan HUT satpam ke-40, tepatnya pada 30 Desember 2020. Karenanya sudah menjadi agenda tahunan para asosiasi jasa pengamanan dan Polri membentuk kepanitian, yang bertugas dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan HUT satpam.

Peringatan HUT satpam ke-40 tahun 2020 mengusung tema “Tingkatkan Profesionalisme dan Kompetensi Satuan Pengamanan Menjadi Profesi yang Membanggakan dan Bermartabat”.

“Kegiatan HUT Satpam ini akan digelar secara virtual dan dipusatkan di Jakarta, dan diikuti oleh daerah secara serentak,” jelas Sakti Wahyudana Ketua Panitia HUT satpam ke-40 dalam rilisnya, Senin (28/12/2020).

Sakti berharap, HUT satpam ke-40 ini mampu meng-implementasikan cita-cita besar yang tertuang dalam Perpol No 4 Tahun 2020, yaitu untuk pemuliaan profesi satuan pengamanan.

Sakti menambahkan, karena perayaan HUT satpam ke-40 ini masih dalam suasana pendemi Covid-19, maka panitia akan berusaha memastikan bahwa penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan disesuaikan dengan kaidah-kaidah new normal.

“Tentunya yang sejalan dengan imbauan pemerintah agar selalu mengedepankan protokol kesehatan, untuk mencegah timbulnya cluster-cluster baru yang disebabkan oleh kegiatan ini,” terang Sakti.

Sementara untuk susunan kegiatan HUT satpam ke-40, lanjut Sakti, pada 30 Desember 2020, kegiatan yang akan dilaksanakan adalah tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, khususnya ke makam Bapak Satpam Indonesia, Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA.

“Acara ini sekaligus merupakan langkah awal dimulainya seluruh rangkaian kegiatan HUT satpam ke-40 sampai dengan akhir bulan Januari 2021 nanti,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, ada juga lomba virtual berupa lomba drill tongkat dan borgol, serta lomba film pendek dengan tema “Satpam Tangguh di Masa Pandemi”. “Peserta adalah satpam dengan menyertakan KTA, dan video yang dikirimkan maksimal berdurasi 10 menit,” jelasnya.

Sementara untuk webinar nasional mengusung tema “Pemuliaan Profesi Satuan Pengamanan”, dengan mengundang unsur pimpinan Polri sebagai Keynote Speaker. “Para pembicara seminar melibatkan Kementerian Tenaga Kerja, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) dan Asosiasi bidang pengamanan lainnya,” jelasnya.

Dan tak kalah pentingnya, di HUT satpam ke-40 ini juga ada bakti sosial berupa pelatihan Gada Pratama kepada 40 anggota satuan pengamanan yang berprestasi. “Kami berikan pelatihan Gada Pratama secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun,” ujar Sakti.

Seluruh rangkaian kegiatan dalam HUT satpam ke-40, lanjut Sakti, dimaksudkan untuk memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas peran serta personel satuan pengamanan sebagai garda terdepan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya.

“Kami berharap HUT satpam ini bisa menjadi momentum program pemuliaan profesi Satuan Pengamanan secara luas dan pengembangan Industrial Security Indonesia,” ujar lelaki berkacamata ini.

Sebagai pengingat, satuan pengamanan resmi dibentuk pada 30 Desember 1980, melalui Surat Keputusan Kapolri No. Skep/126/XII/1980 tentang Pola Pembinaan Satuan Pengamanan, yang saat itu dijabat Prof. DR. Awaloedin Djamin, MPA. Dan atas jasa-jasanya hingga sekarang, Polri dan Satpam di Indonesia menobatkan dan mengenangnya sebagai “Bapak Satpam Indonesia”. [Adm]

23 Dec 2020
abujapi kalbar

ABUJAPI Bersama Polda Kalbar Gelar Sosialisasi Perpol Pam Swakarsa

KSATRIA | Kalbar – Polda Kalimantan Barat dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Kalimantan Barat menggelar sosialisi Perpol No 4 Tahun 2020.

Dikatakan Dirbinmas Polda Kalbar, Kombes Pol Andi Harsito, Perpol No 4 Tahun 2020 merupakan peraturan yang salah satunya dibuat untuk memuliakan profesi satpam.

“Karenanya ini menjadi tanggung jawab yang besar, baik itu bagi satpam sendiri maupun badan usaha jasa pengamanan (BUJP). Jadi, semua harus tegak lurus,” terang Andi, di G – Hotel, Jalan Jendral Urip no. 73, Pontianak, Selasa (22/12)

Turut Hadir dalam acara ini di antaranya Ketua umum BPD ABUJAPI Kalimantan Barat, Yusnadi, Sekretaris umum ABUJAPI Kalbar, Abdulllah, dan Kabid Kepesertaan Khusus BPJS Ketenagakerjaan, Rudiansyah.

Ketua umum BPD ABUJAPI Kalimantan Barat, Yusnadi, mengingatkan bagi badan usaha jasa pengamanan yang ingin mendapatkan rekomendasi Polda Kalimantan barat, harus terlebih dahulu terdaftar sebagai anggota ABUJAPI Kalbar,“Sedangkan untuk keputusan mengenai management fee pembahasannya masih alot, sehingga harus dibuat musyawarah lagi.,” ujar Yusnadi

Sementara Sekretaris umum ABUJAPI Kalbar, Abdulllah menjelaskan, dalam rakor dan sosialisasi ini juga dibahas tentang pembentukan panitia HUT ke-40 Satpam.

“Salah satu kegiatannya adalah donor darah dan bakti sosial, karena situasi sekarang kan masih pandemi Covid-19,” jelas Abdullah.[Adm]

18 Dec 2020
KBS APSI

APSI Siap Kolaborasi Program dengan KBS-RI

KSATRIA | Jakarta–Perwakilan pengurus komunitas Keluarga Besar Satpam Republik Indonesia (KBS-RI) bersilaturahmi ke kantor Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPP APSI) di Jakarta pada Kamis (17/12/2020). Rombongan KBS-RI diwakili oleh Hudha Ikhwanudin S.Sos, MH, ICPS.

Hudha didampingi para Ketua KBS perwakilan Jabodetabek Adhit, Sumatera Barat Erwin Syaputra dan Jawa Timur Boedi Prasetyo. Tim KBS-RI ditemui langsung oleh Ketua Umum APSI H. Azis Said, SE di ruang kerjanya.

Menurut Hudha, kedatangan dirinya mewakili Ketua Umum KBS-RI Hermanto yang berhalangan hadir karena usai kunjungan ke Padang dan Riau. Tujuan dari kunjungan ke DPP APSI adalah untuk menjalin silaturahim dan komunikasi dengan APSI.

“Kami KBS-RI ingin melakukan kolaborasi di bawah payung asosiasi satpam tertua yaitu Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (dulu AMSI-red),” ungkapnya kepada Jurnal Security, Kamis (17/12).

Hudha mengatakan, bahwa KBS-RI selama ini banyak melakukan kegiatan sosial dan sharing pengetahuan tentang satpam, untuk itu kolaborasi KBS-RI dan APSI ke depan semoga bisa membawa manfaat untuk para satpam di Indonesia.

“KBS-RI sudah banyak berperan di Indonesia dalam kegiatan sosial untuk anggota satpam yang terkena bencana, peduli covid dengan berbagi masker, berbagi makanan ringan untuk khalayak pinggiran yang sudah dijalankan di beberapa kota, di Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, Batam. Ke depan semoaga bisa berkontribusi lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum APSI Azis Said mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada pengurus KBS-RI yang diwakili dari beberapa wilayah, seperti Jawa Timur, Sumatera Barat dan Jakarta sekitarnya.

“Bagi kami, jalinan komunikasi antara APSI dan komunitas-komunitas satpam di Indonesia harus terus ditingkatkan, karena kita bersama untuk mewujudkan satpam yang lebih baik,” ungkapnya.

Sebagai asosiasi profesi satpam, tambah Azis, pihaknya sangat terbuka untuk komunitas satpam yang ingin bergabung dan bersinergi dengan APSI dalam program kegiatan. “Saya berharap, APSI yang ada di daerah juga bisa meningkatkan hubungan baik dengan komunitas satpam,” jelasnya.

Menurut Azis, ke depan antara APSI dan KBS-RI bisa saling sinergi untuk program kegiatan yang positif. “Kami akan bahas dalam rapat internal APSI, terkait kerjasama apa saja yang bisa dikolaborasikan nantinya,” tuturnya. [Admin]

11 Dec 2020
Hut Satpam ke 40

Sambut HUT Satpam Ke-40, Asosiasi Konsolidasi Kepanitiaan

KSATRIA | Jakarta–20 hari lagi, Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (HUT Satpam) yang ke-40 tahun digelar. Untuk mempersiapkan kegiatan HUT Satpam, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) mengundang para asosiasi bidang pengamanan untuk konsolidasi di Kantor BPP ABUJAPI pada Kamis (10/12/2020).

Nampak hadir para ketua asosiasi, seperti Ketua APSI Azis Said, Ketua ASIM Dino Hindarto, Ketua APSA Abraham Soediro, dan Perwakilan ATISI serta para pengurus. Rapat persiapan HUT Satpam dipimpin oleh Wakil Ketua Umum ABUJAPI Cecep Darmadi.

Cecep mengatakan, bahwa kegiatan HUT Satpam ke-40 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, pelaksana kegiatan adalah para asosiasi bidang pengamanan, karenanya semua asosiasi yang terregister di Mabes terlibat semua. “Dalam waktu dekat kami akan audiensi ke Korbinmas terkait program HUT Satpam ini,” jelasnya.

Cecep juga menjelaskan, dalam rapat kali ini untuk menyusun kepanitiaan untuk pelaksanaan kegiatannya. “Diantara kegiatan dalam HUT Satpam nanti adalah tabur bunga di makam Bapak Satpam Indonesia Prod Dr Awaloedin Djamin, MPA,” ungkapnya.

Selain itu, adanya pandemi covid yang masih belum hilang, panitia juga meminimalisir adanya penghimpunan massa, seperti upacara di lapangan yang biasa dilaksanakan nantinya diganti dengan upacara secara virtual seluruh Indonesia.

Beberapa agenda lain, tambah Cecep adalah penyelenggaraan webinar, bakti sosial, lomba virtual dan nonton film satpam. “Meskipun berbeda dengan peringatan pada tahun sebelumnya, namun tak mengurangi kekhidmatan kita dalam menyambut usia satpam yang ke-40 tahun,” jelasnya. [Admin]

09 Dec 2020

Inilah Format Surat Peringatan dan Pencabutan KTA Satpam

KSATRIA| Jakarta–Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa telah menjelaskan terkait sanksi bagi satpam yang melanggar karena tidak memperpanjang Kartu Tanda Anggota (KTA) seperti yang tertuang dalam Pasal 43.

Ada beberapa jenis peringatan untuk satpam yang tidak memperpanjang KTA. Mulai dari surat peringatan tertulis pertama dan kedua hingga dijatuhkannya sanksi berupa pencabutan sebagai anggota satpam.

Berikut Pasal 43 pada ayat (1) Anggota Satpam yang tidak memperpanjang KTA Satpam yang telah habis masa berlakunya sebelum 1 (satu) tahun diberikan: a. peringatan tertulis pertama; dan b. peringatan tertulis kedua. (2) Anggota Satpam yang tidak memperpanjang KTA Satpam yang habis masa berlakunya lebih dari 1 (satu) tahun dikenakan sanksi tidak dapat melaksanakan tugas sebagai anggota Satpam.

Selanjutnya, ayat (3) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), diberikan oleh: a. Kakorbinmas Baharkam Polri, untuk tingkat Mabes Polri; dan b. Dirbinmas Polda, untuk tingkat Polda. (4) Format peringatan tertulis pertama dan kedua sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kepolisian ini.

Berikut contoh lampiran Surat Peringatan Pertama, Kedua dan Sanksi Pencabutan KTA Satpam:

SURAT PERINGATAN PERTAMA

SURAT PERINGATAN KEDUA

SURAT PENCABUTAN KTA

08 Dec 2020

ABUJAPI Gandeng BERSAMA Tes Urine dan Swab Antigen untuk Satpam

KSATRIA | Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-ABUJAPI) kerjasama dengan Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) serta PT. Garda Utama Arthadarma (GUA) melakukan tes swab Covid dan tes urine narkoba, Minggu (6/12/2020)

Dengan tagline Satpam Hebat Tanpa Narkoba, sebanyak 70 satpam yang akan mengikuti pendidikan gada Pratama menjalani tes swab antigen dan tes urine narkoba di kantor GUA Kalibata Jakarta Selatan.

Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan mengatakan bahwa presiden telah mengumumkan bahwa Indonesia dinyatakan sebagai darurat narkoba. Data dari BNN ada 6.4 juta yang terpapar narkoba, bahkan rata-rata usianya adalah 18 tahun.

“Kami kerjasama dengan BERSAMA sebuah yayasan yang sangat concern dalam mengkampanyekan anti narkoba, untuk melakukan tes terhadap satpam,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Minggu (6/12).

Agoes menjelaskan, ABUJAPI sudah kerjasama dengan BERSAMA sejak setahun lalu. “Hari ini pecah telor, kita laksanakan program pertama yaitu tes swab sekaligus tes urine narkoba kepada anggota satpam GUA,” jelasnya.

Menurut Agoes, kerjasama ini akan kami kembangkan ke para BUJP dan BPD di seluruh Indonesia untuk perhatian terhadap para satpam terhadap pengaruh narkoba. “Untuk daerah nanti bisa menggandeng BNN yang ada di daerah,” jelasnya.

Agoes menambahkan, satpam harus memahami tentang narkoba, sejauh mana narkoba berbahaya, menguasai lapisan masyarakat. “Satpam sebagai gada terdepan harus ikut mensukseskan sebagai sosok yang punya disiplin dan sikap untuk memberantas narkoba, terutama memberikan informasi di daerah tugasnya dan melaporkan ke polisi atau BNN daerah,” tegasnya.

Sementara itu Sekjen BERSAMA Prof Dr Budiharjo MSi mengatakan, BERSAMA adalah lembaga masyarakat independen yang punya dimensi pelayanan terhadap pemberantasan narkoba. “Almarhum Putera Astaman terpanggil menjadi mitra strategis pemerintah dalam penanganan narkoba,” ungkapnya.

Budiharjo menjelaskan, BERSAMA telah membuat jaringan kemitraan strategis salah satunya dengan ABUJAPI, ini salah satu dari sekian banyak langkah yang diambil BERSAMA dalam penanganan narkoba melalui tes urine kepada para satpam. “Karena ini masa pandemi, maka kami juga melakukan tes swap lalu tes urine untuk satpam,” paparnya.

“Satpam ini pekerja profesi yang punya etika dan moral dan panutan yang menjaga keamanan di garda paling depan. Tugas mulia yang tentunya kondisi ini harus dijaga dan dikawal baik aspek kesehatan maupun moral,” tuturnya. [Admin]

05 Dec 2020
abujapi riau

Polda Riau dan ABUJAPI Sosialisasikan Perpol Pam Swakarsa

KSATRIA – Riau–Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) bersama dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Riau mensosialisasikan Peraturan Polri (Perpol) nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, Rabu (2/12/2020).

Dir Binmas Polda Riau Kombes Pol Drs Kris Pramono dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi Perpol nomor 4 ini dalam rangka optimalisasi aksi menuju anggota Satuan Pengamanan (Satpam) yang tangguh dan profesional. Guna mendukung terciptanya Satpam yang profesional dalam melaksanakan tugas.

“Perpol nomor 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa tersebut, salah satunya mengulas mengenai perubahan seragam Satpam dan pengaturan seragam Satkamling. Jadi sosialisasi ini agar semua Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dapat mengetahui dan memahami segala ketentuan dari Perpol nomor 4 Tahun 2020,” katanya dilansir cakaplah.com.

Dikatakan Kris Pramono, aturan seragam ini juga banyak memicu pro kontra di masyarakat. Banyak yang mengkaitkan hal ini dengan politik.

“Padahal kalau menurut saya, itu wajar saja kok. Wajar kalau dikasih seragam ini. Satpam inikan perpanjangan tangan polisi. Jadi tolong jangan dipolitisasi. Saya lihat di media sosial itu banyak yang menyampaikan bahwa ini ada kaitannya dengan dihidupkannya lagi Pam Swakarsa, padahal tidak. Jadi perlu kita pahami bersama bahwa penggunaan seragam baru untuk satpam itu adalah sesuatu hal yang wajar,” ujar Kris.

Disampaikan Kris lagi, untuk yang bisa memakai seragam ini juga tentu tidak asal-asalan. Ada beberapa persyaratan yang harus diikuti. Seperti telah memiliki sertifikat pelatihan atau diksar, memiliki KTA yang diterbitkan dan diregistrasi oleh Polri. Selain itu juga ada pendidikannya dan itu ada tingkatannya.

“Direncanakan awal Januari ini sudah pakai seragam baru. Tapi semuanya itu bertahap, tidak serta merta semuanya langsung pakai. Kita terus menunggu perintah selanjutnya dari Mabes Polri,” sebutnya.

Sementara itu Ketua BPD ABUJAPI Riau, Edi Darmawi mengatakan pihaknya menyambut baik atas perubahan seragam Satpam ini.

“Tentu kami sangat mendukung hal ini. Karena memang sejak awal ABUJAPI mendorong adanya perubahan-perubahan seperti itu. Setiap ada kegiatan-kegiatan kita selalu menyuarakan suatu pemuliaan profesi satpam. Karena selama inikan Satpam itukan suatu pekerjaan yang dinomorsekiankan. Padahal mereka itu garda terdepan dalam memberikan keamanan.Untuk itu kita ingin satpam ini merasa bangga dengan profesi yang diemban mereka,” sebutnya.

Harapan kedepannya, Satpam akan menjadi profesi yang membanggakan. Tentunya satpam akan mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan personal satpam.

“Ke depannya, seluruh komponen BUJP dapat meningkat sesuai dengan yang diharapkan Perpol ini. Kondisi ini tentu akan berpengaruh kepada peningkatan kamampuan satpam dengan dilaksanakannya berbagai pelatihan yang diberikan kepada satpam,” harapnya.

Namun memang, lanjut Edi, di Indonesia sampai saat ini belum ada Pendidikan formal di bidang Security yang dapat menghasilkan lulusan D1, D3, S1, yang ada adalah Program S2 Manajemen Security oleh Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (KIK-UI). Sehingga harapannya ada Pendidikan formal di bidang Security di Indonesia.

“Dukungan dari DPRD selaku representasi masyarakat Indonesia sangat diperlukan untuk mendorong lahirnya lembaga Pendidikan vokasi terkait ilmu terapan manajemen pengamanan dari tingkat diploma sampai dengan level sarjana terapan sebagai upaya yang berkesinambungan dalam menciptakan SDM yang memiliki kompetensi,” Cakapnya.

“Selain itu, mengingat semakin tingginya pertumbuhan industri jasa keamanan di Indonesia dan guna mencegah tergerusnya fungsi penting serta peran strategis Satpam dan jasa pengamanan sebagaimana telah diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, maka diperlukan regulasi pemerintah yang lebih tinggi dan strategis guna mengatur industri Satpam dan jasa pengamanan dimaksud,” imbuhnya. [admin]

Translate »
error: Content is protected !!