Bravo Satria Perkasa
18 Jan 2021

HUT Satpam ke-40 di Kaltim Lakukan Baksos

KSATRIA | Kaltim – Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kaltim dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kaltim, serta BUJP se-Kaltim bekerja sama dengan Polda Kaltim, menggelar bakti sosial, Sabtu (16/1/2021).

Kegiatan mulia tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-40, yang jatuh pada 30 Desember 2020 kemarin. Bakti sosial itu berupa pembagian paket sembako kepada anggota Satpam yang tersebar di 10 titik wilayah Balikpapan.

Ketua BPD ABUJAPI Kaltim Abriantinus menjelaskan, sebelumnya panitia HUT Satpam ke-40, sudah melaksanakan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.

“Bahkan kami juga telah mengadakan bantuan khusus berupa Pendidikan dan Pelatihan Gada Pratama secara gratis bagi satpam yang berprestasi,” ucap Abriantinus.

Abriantinus berharap, HUT Sapam kali ini hendaknya dijadikan momentum untuk memantapkan kualitas Satpam Indonesia sebagai perpanjangan tangan kepolisian, yang memiliki kewenangan terbatas.

“Dan ketika mereka melaksanakan tugas, hari demi hari bisa lebih baik. Jadi ini kemuliaan dalam profesi Satpam dan itu salah satu yang ditekankan,” ujar Abriantinus.

Abriantinus menjelaskan, pada tahun 2020 kepolisian bersama ABU JAPI, APSI dan beberapa stakeholder sudah menggodok beberapa kebijakan terkait Satpam, hingga terbitnya Perpol Nomor 4 Tahun 2020.

”Nah, Perpol ini yang paling bersejarah dalam Satpam Indonesia,” jelasnya.

Senada, Ketua APSI Kaltim Harmadi mengatakan, bahwa bansos ini sebagai rangkaian kegiatan HUT Satpam. Apalagi HUT Satpam ini bertepatan dengan terbitnya Perpol Nomor 4 tahun 2020, yang mana Perpol tersebut untuk pemuliaan profesi Satpam.

Ke depan, kata Harmadi, profesi Satpam akan menjadi kebanggaan dan lebih bermartabat. “Dan semoga bansos ini dapat membantu teman-teman Satpam yang selama ini sudah berjasa menjadi satuan pengaman terbatas di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Hal yang sama diungkpakan Kasubdit Bin Satpam Polsus Ditbinmas Polda Kaltim, AKBP Ruskhan. Ruskhan menjelaskan, acara kegiatan ini berkaitan dalam HUT Satpam yang ke-40 yang di diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia

Namun, lanjut Ruskhan, mengingat situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, maka acaranya ditunda hingga 26 Januari 2021 secara virtual.

“Sementara tanggal 19 Januari 2021, kita akan mengadakan seminar virtual (webinar) bersama Mabes Polri, yang bekerjasama dengan asosiasi satpam seluruh Indonesia,” imbuh Ruskhan.[Adm]

31 Dec 2020

Asosiasi Selenggarakan Tabur Bunga untuk Bapak Awaloedin Djamin

KSATRIA | Jakarta–Membuka rangkaian HUT Satpam ke-40, asosiasi-asosiasi jasa pengamanan mendatangi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (30/12). Adapun tujuannya adalah untuk berziarah ke makam Awaloedin Djamin atau yang lebih dikenal dengan “Bapak Satpam Indonesia”.

“Sekaligus tabur bunga untuk mengenang jasa-jasa beliau atas dedikasinya yang telah memuliakan profesi satpam hingga saat ini,” ujar Ketua Panitia HUT Satpam ke-40, Sakti Wahyudana.

Apalagi, lanjut Sakti, setelah diberlakukannya Perpol No 4 Tahun 2020, pemulian profesi satpam kini semakin bermatabat. “Pemulian profesi satpam ini bukan hanya pada seragamnya saja, melainkan juga pada kesejahteraan satpam itu sendiri,” jelas Sakti.

Karenanya Sakti berharap, satpam sebagai profesi harus bisa menjadi profesi yang lebih membanggakan.”Terutama lebih dari kita semua,” ujarnya seraya merendah.

Senada dengan Sakti, Sekretaris Jenderal ABUJAPI, Suryawisesa mengatakan sejak diundangkan Perpol No 4 Tahun 2020, pada Agustus 2020 lalu, Perpol itu telah dilakukan sosialisasi secara nasional dengan BPD ABUJAPI yang ada di seluruh Indonesia dan Binmas-binmas Polda setempat.

“Hasil sosialisasi itu tentunya memberikan dampak yang baik bagi kesejahteraan satpam. Karena dalam Perpol itu satpam sudah diakui menjadi profesi,” jelasnya.

Surya juga menerangkan, dengan adanya jabatan atau pangkat satpam yang diatur dalam Perpol tersebut, tentu nantinya harus disesuaikan dengan upah. Karena, tambah Surya, tingkatan pendidikan satpam itu ada Gada Pratama, Gada Madya, juga Gada utama. Dan ini menentukan bahwa satpam sudah masuk dalam profesi satpamnya.

“Jadi, dari sisi pendidikan dia sudah melakukan diklatnya,”ujarnya.

Sementara, lanjut Surya, untuk mendapatkan kompetensi, satpam harus mengikuti uji kompetensi sesuai levelnya, baik pelaksana, supervisor, atau pun manager-nya,

“Jadi masing-masing gada itu ada uji kompetensinya, dalam hal ini yakni BNSP melalui LSP,” terangnya.

Diakui surya, dalam menyosialisasikan Perpol No 4 Tahun 2020, dirinya juga menemui kendala-kendala di lapangan. Salah satunya adalah pasca diberlakukannya Perpol tersebut, misalnya dari segi seragam. Karena itu, lanjutnya, akan dibuat Perkaba. Di mana nantinya ada aturan-aturan terkait tentang satpam, tentang seragam yang memang itu akan didetailkan.

“Nah, ini perlu dibuatkan lebih detail juklak dan juknisnya, tentunya dari Perkaba itu sendiri. Supaya lebih fix lah,” ujarnya.

Surya pun berharap, dengan adanya Perpol No 4 Tahun 2020, otomatis nanti akan adanya pengakuan dari segi profesi satpam. Selain itu dia juga menyarankan, pasca dikeluarkan Perpol No 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa, yang isinya tentang Satpam, untuk berikutnya perlu adanya perpol terkait dengan BUJP- nya.

“Sehingga bisa saling bersinergi. Karena BUJP tanpa satpam tidak bisa bekerja,” jelasnya.

Turut hadir pada acara ini Direktur Binmas Polda Metro jaya, Kombes Pol.Badya Wijaya, Ketua APSI Azis Said, Ketua ASIM, Ketua APSA, dan organisasi satpam lainnya. (Adm)

11 Dec 2020
Hut Satpam ke 40

Sambut HUT Satpam Ke-40, Asosiasi Konsolidasi Kepanitiaan

KSATRIA | Jakarta–20 hari lagi, Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (HUT Satpam) yang ke-40 tahun digelar. Untuk mempersiapkan kegiatan HUT Satpam, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) mengundang para asosiasi bidang pengamanan untuk konsolidasi di Kantor BPP ABUJAPI pada Kamis (10/12/2020).

Nampak hadir para ketua asosiasi, seperti Ketua APSI Azis Said, Ketua ASIM Dino Hindarto, Ketua APSA Abraham Soediro, dan Perwakilan ATISI serta para pengurus. Rapat persiapan HUT Satpam dipimpin oleh Wakil Ketua Umum ABUJAPI Cecep Darmadi.

Cecep mengatakan, bahwa kegiatan HUT Satpam ke-40 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, pelaksana kegiatan adalah para asosiasi bidang pengamanan, karenanya semua asosiasi yang terregister di Mabes terlibat semua. “Dalam waktu dekat kami akan audiensi ke Korbinmas terkait program HUT Satpam ini,” jelasnya.

Cecep juga menjelaskan, dalam rapat kali ini untuk menyusun kepanitiaan untuk pelaksanaan kegiatannya. “Diantara kegiatan dalam HUT Satpam nanti adalah tabur bunga di makam Bapak Satpam Indonesia Prod Dr Awaloedin Djamin, MPA,” ungkapnya.

Selain itu, adanya pandemi covid yang masih belum hilang, panitia juga meminimalisir adanya penghimpunan massa, seperti upacara di lapangan yang biasa dilaksanakan nantinya diganti dengan upacara secara virtual seluruh Indonesia.

Beberapa agenda lain, tambah Cecep adalah penyelenggaraan webinar, bakti sosial, lomba virtual dan nonton film satpam. “Meskipun berbeda dengan peringatan pada tahun sebelumnya, namun tak mengurangi kekhidmatan kita dalam menyambut usia satpam yang ke-40 tahun,” jelasnya. [Admin]

08 Dec 2020

ABUJAPI Gandeng BERSAMA Tes Urine dan Swab Antigen untuk Satpam

KSATRIA | Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-ABUJAPI) kerjasama dengan Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) serta PT. Garda Utama Arthadarma (GUA) melakukan tes swab Covid dan tes urine narkoba, Minggu (6/12/2020)

Dengan tagline Satpam Hebat Tanpa Narkoba, sebanyak 70 satpam yang akan mengikuti pendidikan gada Pratama menjalani tes swab antigen dan tes urine narkoba di kantor GUA Kalibata Jakarta Selatan.

Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan mengatakan bahwa presiden telah mengumumkan bahwa Indonesia dinyatakan sebagai darurat narkoba. Data dari BNN ada 6.4 juta yang terpapar narkoba, bahkan rata-rata usianya adalah 18 tahun.

“Kami kerjasama dengan BERSAMA sebuah yayasan yang sangat concern dalam mengkampanyekan anti narkoba, untuk melakukan tes terhadap satpam,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Minggu (6/12).

Agoes menjelaskan, ABUJAPI sudah kerjasama dengan BERSAMA sejak setahun lalu. “Hari ini pecah telor, kita laksanakan program pertama yaitu tes swab sekaligus tes urine narkoba kepada anggota satpam GUA,” jelasnya.

Menurut Agoes, kerjasama ini akan kami kembangkan ke para BUJP dan BPD di seluruh Indonesia untuk perhatian terhadap para satpam terhadap pengaruh narkoba. “Untuk daerah nanti bisa menggandeng BNN yang ada di daerah,” jelasnya.

Agoes menambahkan, satpam harus memahami tentang narkoba, sejauh mana narkoba berbahaya, menguasai lapisan masyarakat. “Satpam sebagai gada terdepan harus ikut mensukseskan sebagai sosok yang punya disiplin dan sikap untuk memberantas narkoba, terutama memberikan informasi di daerah tugasnya dan melaporkan ke polisi atau BNN daerah,” tegasnya.

Sementara itu Sekjen BERSAMA Prof Dr Budiharjo MSi mengatakan, BERSAMA adalah lembaga masyarakat independen yang punya dimensi pelayanan terhadap pemberantasan narkoba. “Almarhum Putera Astaman terpanggil menjadi mitra strategis pemerintah dalam penanganan narkoba,” ungkapnya.

Budiharjo menjelaskan, BERSAMA telah membuat jaringan kemitraan strategis salah satunya dengan ABUJAPI, ini salah satu dari sekian banyak langkah yang diambil BERSAMA dalam penanganan narkoba melalui tes urine kepada para satpam. “Karena ini masa pandemi, maka kami juga melakukan tes swap lalu tes urine untuk satpam,” paparnya.

“Satpam ini pekerja profesi yang punya etika dan moral dan panutan yang menjaga keamanan di garda paling depan. Tugas mulia yang tentunya kondisi ini harus dijaga dan dikawal baik aspek kesehatan maupun moral,” tuturnya. [Admin]

27 Nov 2020
rakerda abujapi jabar

Rakerda ABUJAPI Jawa Barat Kukuhkan Empat Korwil, Mana Saja?

KSATRIA | Bandung – Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Provinsi Jawa Barat, menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di Hotel Sunshine Resort, Bandung, Kamis (26/11/2020).

Ada pun tema yang diusung adalah “Kita Tingkatkan Solidaritas dan Sinergitas Antara ABUJAPI dengan BUJP untuk Mewujudkan Badan Usaha Jasa Pengaman yang Berkompeten Berdaya Saing dan Beretika”.

Acara rakerda ini juga sekaligus mengukuhkan para pengurus daerah koordinator ABUJAPI wilayah Jawa Barat. Selain pelantikan pengurus, kegiatan ini diisi sosialisasi Perpol No. 4 tahun 2020.

Turut hadir dalam undangan ini di antaranya Dirbinmas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yudi Faisal, Ketua umum ABUJAPI Pusat, Agoes Dermawan, Sekjend BPD ABUJAPI, AA Gede Suryawisesa, Kasubdit Satpam Polsus Polda Jabar AKBP Sunarya, dan Ketum BPD ABUJAPI Jawa Barat Agus Vickram

Dalam sambutannya, Ketum DPP Abujapi Jawa Barat Agus Vickram, berharap dengan adanya rakerda kali ini tumbuh rasa kebersamaan dan kepedulian sesama anggota ABUJAPI, salah satunya dengan memberikan masukan-masukan positif dan usulan-usulan program kerja guna mewujudkan visi dan misi organisasi.

“Sehingga organisasi ABUJAPI ini dapat tumbuh dan berkembang untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi perkembangan usaha jasa pengamanan di tanah air, khususnya di kawasan Jawa Barat,” ujar Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, ABUJAPI sebagai wadah BUJP harus mampu memberi energi baru dengan menanamkan nilai-nilai yang positif dan produktif. “Tentunya tidak bertentangan dengan regulator yang ada. BUJP yang handal tidak lahir dengan dadakan, tetapi BUJP harus bekerja keras untuk mewujudkan kesuksesannya,” terangnya.

Di akhir penutup, Agus menyampaikan terima kasih kepada Dirbinmas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yudi Faisal dan para peserta rakerda.“Mari kita satukan visi, dan langkah serta tingkatkan sinergi antar stake holder untuk bersama-sama memajukan organisasi [ABUJAPI] yang kita cintai ini,” ujarnya.

Perlu diketahuii BPD ABUJAPI Jawa Barat mengukuhkan 4 (empat) koordinator wilayah, yaitu Korwil 1 meliputi Bogor, Sukabumi dan Cianjur. Korwil 2 meliputi Purwakarta, Subang dan Karawang. Korwil 3 meliputi Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Majalengka.

“Ke depan kita akan membentuk korwil wilayah Bekasi dan Depok,” jelasnya. [Adm]

12 Nov 2020
ketua-abujapi-apsi

Sinergi ABUJAPI dan APSI Rumuskan Skala Upah Satpam

KSATRIA | Jakarta–Ketua Umum BPP ABUJAPI Agoes Darmawan mengatakan Perpol Nomor 4 Tahun 2020 ini merupakan kado terindah bagi satpam Indonesia diusianya yang ke-40 tahun. “Pemuliaan profesi satpam sudah mendekati langkah kongkrit,” jelasnya saat jumpa pers di acara Sosialisasi Perpol Pam Swakarsa di Gedung Tribrata Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Menurut Agoes, satpam sebaga sebuah profesi ini ada konsekuensi, ada tuntutan dan harapan dari pengguna satpam. Setidaknya ada tiga undang-undang yang mendukung profesi satpam ini, yaitu Perpol Pam Swakarsa, status ketenagakerjaan kita inline dengan UU No 13, begitu juga UU Cipta Kerja yang baru.

Sebagai profesi, tambah Agoes, dia punya kompeten, sudah diuji. Satpam pendidikannya sudah ada yang mengatur tentang profesi satpam. “Jika awal-awal kita melihat tukang parkir sampai penjaga pintu itu satpam yangberpakain putih biru, nanti yang dikatakan satpam itu yang memakai seragam coklat dengan gradasi 20 persen mirip seragam polri. Disitu masyarakat sudah bisa membedakan satpam dan bukan,” ungkapnya.

ABUJAPI berharap agar Polri untuk lebih selektif terhadap perijinan BUJP. Karena wadah ini harus bagus, bukan semata mencari untung tapi harus punya ruh dan marwah pemuliaan satpam. “Dengan wadahnya bagus maka produk satpamnya akan bagus,” jelasnya.

Untuk pemuliaan, di UU Ketenagakerjaan satpam belum memiliki standar upah padahal usia satpam sudah 40 tahun. Kami di asosisasi berjuang untuk adanya struktur upah skala satpam. Ini bukan ranah Polri lagi tapi ranah ketenagakerjaan, yang nantinya duduk bersama merumuskan.

Kami akan membuat Pokja dan menghitung dari mulai kepangkatan, pengalaman kerja. Tingkat Pelaksana saja dari UMP bisa meningkat 30-40 persen. “Dibilang mulia kalau ada kompetensi dan remunerasi. Jika kompetensi bagus tapi remunerasi tidak, maka orang akan mencari profesi lain,” tuturnya.

Peran Polri sangat terbatas, makanya peran satpam agar membantu peran kepolisian. “Kami punya komitmen bersama asosiasi lain untuk mengantarkan memperjuangkan struktur skala upah satpam,” tegasnya.

Sementara itu Perpol Nomor 4 Tahun 2020, bagi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) merupakan bentuk reformasi di bidang satpam, karena dari definisi juga berubah, satpam sudah memiliki baju baru, pemisahan satpam dan satkamling dan kepangkatan.

“Ini memang harapan kami. Saat itu saya menyarankan ke Polri agar satpam dipisahkan antara satpam yang sekedar memakai baju dengan satpam yang d kelola BUJP. Ini bentul-betul merupakan reformasi,” tegas Ketua DPP APSI Azis Said.

Perpol ini merupakan kemajuan yang luar biasa, karena sekarang sudah dipisahkan antara satpam dan satkamling. “Dulu kami meminta agar satpam dibedakan antara satpam tradisional dan satpam modern. Sekarang sudah dibedakan,” jelasnya.

Di antara usulan APSI yang juga ditampung dalam Perpol ini adalah tentang seseorang disebut sebagai satpam harus memenuhi tiga kriteria, yaitu direkrut oleh BUJP atau perusahaan sesuai ketentuan Polri, memiliki KTA satpam, dan memiliki status ketenagakerjaan baik itu PKWT atau karyawan tetap.

“Ini perjuangan kami saat pembuatan Perpol, agar hak hak satpam dipenuhi. Karena dengan adanya Perpol ini nantnya satpam akan dipenuhi hak-haknya,” tuturnya.

Sementara itu Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Edy Murbowo SIK, MSi mengatakan sebagai profesi, berarti punya kompetensi, wadah organisasi, kode etik dan harus mendapatkan kompensasi yang layak dan sepadan dengan resiko tugasnya.

Tugas selanjutnya asosiasi yang sudah terbentuk seperti ABUJAPI, APSI untuk membentuk kelompok kerja, tujuannya menentukan struktur skala upah yang layak. “Jangan seperti sekarang, satpam di bawah UMP. Nanti kalau sudah tersusun, dan satpam punya yang mewakili di Depenas di Kemenaker ada yang menyuarakan,” jelasnya.[Adm]

28 Oct 2020

ABUJAPI Panggil PT. PCS dan Siap Advokasi Hukum Kasus Satpam Teluk Bayur

KSATRIA | Jakarta–Setelah putusan hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Padang Sumatera Barat yang memvonis dua orang satpam PT. Philia Citra Sejahtera (PCS) atas nama Eko Sulistiyono divonis 1 tahun 6 bulan pidana penjara dan Effendi Putra divonis 4 tahun 6 bulan pidana penjara, akhirnya menjadi viral di media.

Menindaklanjuti kasus dua satpam yang berurusan dengan hukum ini, Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP ABUJAPI) langsung berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan pihak-pihak terkait.

Ketua Bidang Hukum dan Advokasi BPP ABUJAPI Drs. Ganda Panjaitan, CCPS, mengatakan, sebenarnya kasus ini sudah berjalan selama 10 bulan, tepatnya sejak Januari 2020, namun menjadi viral setelah adanya vonis dari Hakim yang diketuai Leba Max Nandoko yang beranggotakan hakim Yose Ana Rosalinda dan Agnes Sinaga.

Dalam keterangannya, Ganda secara resmi mengundang badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang membawahi kedua satpam tersebut yaitu PT. Philia Citra Sejahtera yang diwakilkan kepada empat perwakilan yang dipimpin oleh Maman Sudarjat pada Selasa, 27 Oktober 2020 di kantor Sekretariat BPP ABUJAPI – Basmar Plasa Jakarta.


Menurut Ganda, PT. PCS telah mengambil langkah-langkah advokasi atau pendampingan secara hukum oleh tim Julaiddin SH sejak awal kasus ini terjadi kepada dua satpam yang telah menjadi terdakwa, bahkan pihaknya juga tetap memberikan gaji bulanan secara utuh hingga sampai saat ini.

“Pihak PT.PCS juga telah memberikan santunan duka kepada keluarga almarhum atas nama Adek Firdaus alias Adek Bidai,” ungkap pria yang juga menaungi bidang Advokasi BAHUJAPI (Badan Advokasi dan Hukum Usaha Jasa Pengamanan Indonesia).

Menurut pihak PT.PCS, pihaknya juga mempertanyakan nasib kedua anggota satpam yang sudah divonis sebagai terdakwa dalam kasus tersebut, padahal mereka telah dibekali pendidikan Gada Pratama dan memiliki KTA Satpam dan menjalankan fungsinya sebagaimana diatur dalam Perkap No.24 Tahun 2007.

Menurut Ganda, langkah ke depan telah disepakati untuk melakukan banding atas putusan hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Padang Sumatera Barat. “Ke depan BPP ABUJAPI melalui BAHUJAPI dan personil Satpam akan melakukan koordinasi di lapangan dengan BPD ABUJAPI Sumbar, tim kuasa hukum, dan pihak Pelindo untuk mengawal proses hukum sampai selesai,” terangnya.

Sementara itu Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan ABUJAPI Joko PN Utomo yang ikut memediasi tim dari PT. Philia Citra Sejahtera ini mengatakan, ke depan peristiwa seperti ini diharapkan tidak terjadi lagi. “Pihak ABUJAPI sepakat akan akan memberikan advokasi, pendampingan atas kasus yang terjadi di pelabuhan Teluk Bayur ini,” jelasnya.

Ke depan, tambah Joko, ABUJAPI juga telah menyiapkan sebuah tim hukum yang fokus memberikan advokasi dan hukum untuk BUJP dengan nama BAHUJAPI (Badan Advokasi dan Hukum Usaha Jasa Pengamanan Indonesia).

“Rencananya, BAHUJAPI akan segera dilaunching kehadirannya untuk menjawab kebutuhan bagi BUJP terkait persoalan hukum,” ujarnya. [adm]

28 Oct 2020

Ketua ABUJAPI: Perbaiki Kualitas BUJP, Lalu Cetak Satpam Profesional

KSATRIA | Jakarta–Saat ini jumlah Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) ada sebanyak 2.800 BUJP, yang aktif ada 1.800 BUJP. Sedangkan jumlah satpam ada 640.000 satpam di seluruh Indonesia. Demikian kata Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Agoes Dermawan dalam Webinar yang digelar TSSI PP Polri, Selasa (27/10/2020).

Menurut Agoes, bisnis jasa pengaman memiliki peran yang besar dalam perekonomian nasional, bisnis BUJP sangat besar nilainya, yaitu mencapai 2.5 Triliun per bulan. “Ini jumlah yang cukup besar dan ikut berkontribusi dalam pendapatan pajak nasional 250 milyar per bulan,” jelasnya.

ABUJAPI sebagai asosiasi yang beranggotakan BUJP, dituntut bisa mencetak satpam handal dan profesional. Karena itu, tambah Agoes, BUJP harus diperbaiki kualitasnya. Agoes berharap pihak kepolisian untuk selektif dalam memberikan ijin usaha jasa pengamanan.

Agoes menegaskan, BUJP ini mencetak sumber daya manusia karenanya harus memiliki ruh, jadi bukan bisnis semata. Kalau kita hanya mencetak produk-produk yang kita pasarkan ke luar akhirnya yang terjadi kurang maksimal, karena Ekspektasi pasar itu sangat luar biasa, sesuai dengan keinginan customer.

“Kita akui selama ini masih product oriented mencetak satpam dengan pola 232 jam, lalu kita jual, seolah kita mampu semua, tetapi ekspektasi pasar itu luar biasa, ternyata sekarang kita harus ganti dengan customer oriented. Bagaimana BUJP mampu mencetak satpam sesuai dengan market yang ada,” paparnya.

Agoes menambahkan, BUJP harus mempunya sumber daya manusia yang handal dan profesional. Jadi sudah tidak bisa asal-asalan karena ini sudah menjadi tuntutan produk kita. Yang diserap pasar harus baik.

Selain itu, tambahnya, BUJP harus punya kecukupan modal, karena sekarang banyak kita mengirim satpam kepada user yang terkadang paymennya jalan 2 sampai 3 bulan. “Jika tidak kuat modal akan membahayakan. Bahkan bisa menyebabkan satpamnya tidak digaji,” ungkapnya.

Hal lain yang harus diperhatikan oleh BUJP adalah komitmen jangka panjang, dan ini lahir dari pemimpin BUJP. Karena selama ini masih banyak pimpinan yang membuat BUJP secara sampingan sehingga ruhnya tidak hadir. “Ini yang bisa menjadi masalah,” jelasnya.

“Produk kita bukan barang tapi produk manusia antara pimpinan manajemen terhadap produk yang ada ini harus bisa melahirkan ruh satu kesatuan. Ini pekerjaan yang serius, ini mengentaskan pengangguran, menciptakan sosok manusia yang tangguh dan teruji. Jika tidak serius sebaiknya tidak usah mendirikan BUJP,” tegasnya.

Terakhir adalah BUJP harus bangga dengan profesi ini. Banyak pengelola satpam tapi pemimpinnya tidak bangga jadi satpam. Karenanya sangat beralasan kenapa direktur BUJP harus mengikuti pelatihan Gada Utama.

“Di sini ada sebuah ruh maka mereka harus mengetahui, karena industri ini menyatukan antara teori, jiwa menjadi bagian yang tak terpisahkan. Jika kondisi BUJP-nya sudah benar, baru kita bicara mencetak satpam yang profesional dan tangguh,” jelasnya.

Pirantinya sudah ada, kita ikuti saja aturan dari kepolisian, aturan pendidikan dari polri sudah ada semua. Jika ini sudah dilakukan. Tinggal apa yang diinginkan customer harus disesuaikan upskill-nya. Misalnya pengamanan di perbankan, apartemen, perhotelan dan lain sebagainya.

Dengan demikian, jika satpam sudah dilatih profesional, maka kita berharap remunerasi juga lebih baik. Saat ini satpam ada di mana-mana tapi tidak ada dalam hati. Saya dalam beberapa hari ini ikut rancangan pemerintah tentang undang-undang cipta kerja, dari 21 bidang pembagian waktu kerja tidak ada satu pun untuk satpam. “Ini harus kita perjuangkan, satpam itu bagian dari pembangunan negeri ini,” ungkapnya.

Agoes berharap ini menjadi PR bersama, ABUJAPI sudah punya komitmen untuk membangun skala upah satpam, ABUJAPI sudah membentuk tim Pokja untuk standar upah profesi satpam. “Satpam itu minimal harus 40 persen di atas UMP. Ini perjuangan kita, dengan demikian profesi satpam jadi sebuah kebanggaan dan bukan pilihan terakhir,” tuturnya. [adm]

24 Oct 2020

Kasus Satpam Teluk Bayur, ABUJAPI akan Koordinasi dengan BUJP Tempat Mereka Bekerja

KSATRIA | Jakarta–Dua orang Satpam divonis bersalah dalam kasus penganiyaan berujung meninggalnya seseorang di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat. Mereka bernama Effendi Putra dan Eko Sulistiyono.

Kedua terdakwa dinilai bersalah oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Ketua Leba Max Nandoko dan beranggotakan Agnes Monica dan Yose Ana Roslinda saat sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kelas IA Padang.

“Memutuskan terdakwa Eko Sulistiyono divonis 1 tahun 6 bulan pidana penjara dan Effendi Putra divonis 4 tahun 6 bulan pidana penjara,” kata Majelis Hakim saat membacakan amar putusan saat sidang yang digelar, Selasa (21/10) lalu.

Menanggapi beredarnya video dan liputan media atas vonis dua anggota satpam ini, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) ikut keprihatinannya terhadap kasus yang menimpa kedua satpam yang ada di bawah naungan BUJP.

“Anggota satpam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari BUJP dan ABUJAPI sudah tentunya harus dibantu dan dibela,” jelas Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dalam rilis yang dikeluarkan pada Sabtu (24/10/2020).

Agoes menambahkan, anggota satpam merupakan garda terdepan yang beresiko tinggi dalam bertugas dan memiliki tanggung jawab tinggi untuk mengamankan aset perusahaan, khususnya mengamankan diri sendiri dari tindak kejahatan di area tugasnya serta memiliki fungsi kepolisian terbatas.

“ABUJAPI akan melakukan koordinasi ke BUJP di mana kedua satpam tersebut di bawah nauangannya untuk kami mintai keterangan lebih jelas atas peristiwa ini. Tim lawyer ABUJAPI akan berkoordinasi dengan lawyer yang sudah ada sebagai bentuk simpati dan dukungan moral ABUJAPI terhadap kedua satpam ini,” jelasnya.

Agoes juga sedang berkoordinasi dengan tim untuk meminta kronologis kejadian kepada perwakilan ABUJAPI Sumbar atas kasus ini. “Kami akan mengundang BUJP pengelola satpam ke ABUJAPI untuk diminta informasi dan langkah yang sudah diambil untuk segera dipelajari dan disiapkan bentuk dukungannya ,” paparnya.

Sementara itu Sekjen ABUJAPI Suryawisesa Karang menambahkan, sebagai bentuk kepedulian, ABUJAPI mengajak para BUJP dan satpam di lingkungan ABUJAPI seluruh Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam membantu anggota satpam tersebut, khususnya keluarga mereka dengan membuka Dompet Peduli sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin.

“Hasil dari pengumpulan donasi ini nantinya akan kami serahkan kepada keluarga satpam, ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai asosiasi yang menaungi usaha jasa pengamanan, yang di dalamnya satpam bekerja,” ungkapnya. [adm]

21 Oct 2020

Inilah Program Unggulan Hasil Rakerda ABUJAPI Yogjakarta

KSATRIA | Yogjakarta—Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) Daerah Istimewa Yogjakarta di Yogjakarta Rabu (21/10/2020) menghasilkan beberapa kesepakatan dan program unggulan.

Ketua BDP ABUJAPI DI Yogjakarta Salva Yurivan Saragih, STP menjelaskan ada beberapa program unggulan yang telah disepakati dalam Rakerda BPD ABUJAPI Yogjakarta, yaitu menciptakan iklim usaha yang kondusif dan saling sinergi sesama BUJP, ABUJAPI menjadi pusat informasi dan kegiatan BUJP dan kemanfaatan ABUJAPI untuk anggotanya.

Salva menjabarkan bentuk upaya ABUJAPI dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif adalah dengan penandatanganan pakta integritas, merekomendasikan BUJP Bidang Diklat untuk menentukan harga diklat minimal Rp. 3.500.000. “Merekomendasikan BUJP bidang penyedia jasa tenaga kerja pengamanan untuk menentukan minimal manajemen fee sebesar 7%,” tegasnya.

Selain itu juga merokumendasikan pelaksanaan diklat satpam untuk bersama sama membuat program sertifikasi kompetensi satpam dalam meningkatkan keterampilan, keahlian yang legal dan berjenjang, dengan harapan output kinerja satpam profesional.

Pihaknya juga akan kerjasama dengan Binmas Polda DIY untuk melakukan Sidak bersama. Pendataan ulang keanggotaan dan penertiban iuran keanggotaan ABUJAPI Yogjakarta. “Kami juga akan membantu BUJP untuk pengurusan ijin, baik perpanjangan ataupun pembuatan baru, serta membantu kesulitan yang dihadapi oleh anggota ABUJAPI,” tegasnya.

Untuk memberikan kualitas satpam yang profesional, ABUJAPI Yogjakarta juga akan sosialisasi kepada mitra pengguna jasa satpam, untuk menggunakan tenaga satpam yang sudah berijazah dan mengikuti diklat, minimal ijasah dan diklat Gada Pratama.

Sedangkan ABUJAPI sebagai pusat informasi dan kegiatan BUJP akan diterjemahkan dalam bentuk sosialisasi Perpol UU No 4 tahun 2020, sosialisasi AD/ART ABUJAPI 2020, ABUJAPI dan Polri khususnya Binmas bersinergi menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi produk security.

“Kami akan membangun kerjasama dengan Dinas tenaga kerja dan transmigrasi dalam kaitannya Pendidikan K3 dan mewujudkan hubungan kerjasama antara ABUJAPI dengan instansi Pemerintah maupun swasta,” paparnya.

Menurut Salva, keberadaan ABUJAPI Yogjakarta harus memberikan manfaat untuk anggotanya. Misalnya membangun sinergi dengan Polda DIY sebagai pembina, dan bersinergi dengan Disnakertrans. “ABUJAPI harus mampu menjadi mediasi setiap terjadi ketidak cocokan antar anggota,” tegasnya.

Bahkan masih terkait manfaat anggota bergabung di ABUJAPI, pihaknya juga akan memberikan kemudahan bagi BUJP yang ingin mencari seragam, peralatan kerja yang ekonomis namun tetap berkualitas, guna menjawab tantangan yang serba sulit seperti saat ini.

“Kami juga akan melakukan terobosan terobosan kerjasama antar lembaga, salah satunya dengan lembaga keuangan guna melancarkan permodalan anggota ABUJAPI Yogjakarta,” tuturnya.[adm]

Translate »
error: Content is protected !!