14 Jan 2021
BPD ABUJAPI-bupati-muba

Bahas Diklat Satpam, ABUJAPI Sumsel Audiensi ke Bupati Muba

KSATRIA | Sumsel – Pengurus Badan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Provinsi Sumatera Selatan, menemui Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ dan Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi, di Kantor Mess Perwakilan Muba, Rabu (13/1/2021).

Turut hadir dalam pertemuan ini di antaranya Kepala Disnakertrans, Mursalin, Kabag Kerjasama Pemkab Muba, Dicky Meiriando, dan Sekretaris Forum Pengusaha Kabupaten Muba, Rudy Murod.

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan setidaknya berdasarkan data statistik ada sekitar 4 ribu Satpam di Pemkab Musi Banyuasin. “Karenanya security ini harus dilakukan pembinaan terlebih dahulu melalui pendidikan dan pelatihan,” terang Beni.

Menurut Beni, pelatihan tersebut dilakukan guna meningkatkan profesionalisme Satpam agar lebih profesional sehingga tercipta lingkungan yang kondusif di wilayah Musi Banyuasin.

Selain itu, lanjut Beni, Satpam yang tersebar di perusahaan perkebunan nantinya bisa ikut meminimalisir kejadian kebakaran hutan, kebun dan lahan.”Jadi, security di Muba juga harus dilatih meminimalisir Karhutbunlah [Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan],” jelas Beni, yang juga menjabat Ketua PMI Muba.

Sementara Ketua BPD ABUJAPI Sumsel, Novembriono, mengamini pernyataan Beni. Menurutnya, dari 4 ribu Satpam yang berada di wilayah hukum Musi Banyuasin, baru sedikit yang mengikuti pendidikan dan pelatihan Satpam Gada Pratama.

“Karenanya jika dipercaya Pemkab Muba untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan Satpam, ABUJAPI Sumatera Selatan selalu siap,” ujar Novembriono.

Novembriono pun berharap, untuk pelaksanaan HUT Satpam ke depannya Muba bisa menjadi tuan rumah HUT Satpam Ke-41, yang jatuh pada 30 Desember 2021 nanti. “Kami sangat berharap bisa melaksanakan rangkaian HUT Satpam di tahun 2021 nantinya di Kabupaten Muba,” pungkasnya.[Adm]

17 Oct 2018

Wakapolda Sumsel: Satpam Sangat Membantu Peran Kepolisian

KSATRIA| Palembang–Hadirnya jasa pengamanan satuan pengamanan (Satpam) diakui sangat membantu peran kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Terlebih, keberadaan satpam di masyarakat merupakan perpanjangan tangan dari kepolisian.

Demikian diungkapkan Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno pada acara rapat kordinasi dan tatap muka bersama Kapolda Sumsel di Hotel Ultima Horison, Palembang, Rabu (17/10).

“Jumlah kita, polisi itukan terbatas sehingga kita perlukan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kamtibmas salah satunya Satpam ini, sangat membantu kita, tapi kalau kita lihat masih kurang jumlah satpam ini,” kata Bimo dilansir detiksumsel.com.

Menurut perwira tinggi dengan bintang satu di pundak ini, peran satpam dalam membantu keamanan di Sumsel sangatlah besar.

“Kalau satpamnya cukup tidak perlu polisi lagi, tapi perusahaan kadang malas merekrut Satpam sehingga masih mengandalkan tugas-tugas polisi, tentara. Harapan kita punya perusahaan harus mampu bayar satpam, karena kualitas mereka sudah bagus,” pungkas.

Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sumsel Novembriono mengatakan, jumlah satpam di Sumsel yang memiliki KTA tercatat sebanyak 20 ribu personil, namun masih banyak juga security yang berseragam Satpam namun tidak memiliki pendidikan dan KTA.

“Untuk itu kedepan pihaknya akan merapihkan seluruh Satpam yang ada di Sumsel,” katanya.

Menurutnya, jasa pengamanan bisa dimanfaatkan disegala sektor, namun saat ini sektor perkebunan dan pertambangan paling banyak menggunakan jasa pengamanan Satpam.

“Seharusnyakan makin tahun dengan perkembangan ekonomi, perusahaannya makin besar seharusnya makin meningkat, tetapi sekarang ini agak melambat. Padahal seperti yang disampaikan Wakapolda tadi, harusnya pengamanan di areal kerja itu jadi domainnya badan usaha jasa pengamanan,” ujar Novembriono.

Ditambahkan, fakta saat ini banyak pimpinan perusahaan yang menggunakan jasa anggota TNI-POLRI sehingga peran serta security ataupun Satuan Pengamanan (Satpam) sedikit berkurang dan cenderung tidak mandiri. “Nah kita harapkan kedepan peran security di pengamanan terbatas ini perlu ditingkatkan lagi,” katanya.

Menurutnya, melambannya permintaan jasa pengamanan karena kurangnya kepercayaan pihak perusahaan dan kualitas satpam yang perlu ditingkatkan lagi mendekati kemampuan dari kepolisian. Misalnya, melakukan pelatihan sesuai standar Peraturan Kapolri nomor 24 tentang sistem menejemen pengamanan organisasi perusahaan dan lembaga pemerintah. Juga diberikannya kursus-kursus bagi tenaga Satpam dan memberikan seminar tentang pelatihan Satpam dengan menggandeng pihak kepolisian.

“Nah ini akan meningkatkan kualitas security dimasa yang akan datang,” pungkasnya.[roj]

19 Nov 2016

Musda BPD Abujapi Sumsel Tetapkan Novembriono sebagai Ketua

KSATRIA, (BSP)—Setelah menggelar Musyawarah Daerah atau Musda pemilihan ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Sumsel, akhirnya menghasilkan Novembriono alias Boy selaku Direktur Perisai Guard sebagai ketua masa bakti 2017-2021.

“Ada tiga calon yang maju. Novembriono yang meraih 13 suara, H Bobbi Adhi Gautama Alex (9 suara), dan Sinta (2 suara). Sebelumnya setiap peserta menulis satu nama untuk maju sebagai calon ketua,” ungkap Ketua Panitia Musda I BPD Abujapi Sumsel, Rano Karno dikutip sumeks.co.id, Selasa (15/11).

Ketua Umum BPP Abujapi, Budi Rianto menjelaskan, saat ini total satpam di Sumsel mencapai 7.000 orang. Jika ditinjau dari sisi perputaran roda ekonomi terbilang sebuah angka yang tidak sedikit.

“Seiring dengan meningkatnya perekonomian masyarakat, berimbas pula kepada kebutuhan akan satpam. Makanya peran seorang satpam yang professional sangat penting, utamanya untuk pengamanan yang berbau industrial,”  paparnya.

Wadir Binmas Polda Sumsel, AKBP Slamet Widodo yang membuka musda I BPD Abujapi Sumsel menyebut peran satuan pengamanan (Satpam) utamanya pada perusahaan perkebunan hingga perumahan saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan dan bukan lagi sebagai pelengkap.

“Yang pertama kali mendatangi TKP itu satpam, makanya selama pendidikan kita juga bekali mereka dengan ilmu-ilmu yang ada di kepolisian, karena mereka akan berhadap-hadapan secara langsung dengan pihak-pihak yang bertikai bahkan penjahat,” tutupnya.

Agenda terdekat BPD Abujapi Sumsel adalah menyukseskan HUT Satpam 30 September mendatang. Akan bentuk kepanitian. Kepanitiaan inilah dijadikan susunan pengurus. “Kita akan lihat loyalitasnya dalam perayaan HUT Satpam,” ujar Boy nama sapaan Novemberiono. [FR]

 

 

Translate »
error: Content is protected !!