Bravo Satria Perkasa
19 Jan 2021

Polri Berharap Kompensasi Gaji Profesi Satpam Meningkat

KSATRIA | Jakarta–Dalam rangka memperingati HUT Satpam Ke-40, Panitia menggelar seminar virtual (webinar) yang digelar Selasa (19/1/2020). Tema yang diusung “Tingkatkan Profesioionalisme dan Kompetensi Satuan Pengamanan Menjadi Profesi yang Membanggakan dan Bermartabat”.

Paparan keynote disampaikan oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi mewakili Kabarhakam Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto yang berhalangan hadir di Hotel Ambhara Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, Edy Murbowo mengatakan, kini satpam telah berusia 40 tahun, tentunya satpam telah melewati begitu lama dengan berbagai tantangan dan pengalaman tugas sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas di lingkungan kerja masing-masing.

Edy juga mengatakan, dalam penugasannya satpam akan berhadapan dengan risiko dari yang berkadar ringan, sedang sampai dengan berat. “Saya berharap proses pelatihan yang pernah diikuti dan pengalaman tugas dapat menjadi bekal yang cukup dalam menghadapinya,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Edy, pihaknya berharap agar anggota satpam memperoleh kompensasi gaji yang sebanding dengan kompetensi, jabatan dan risiko dalam penugasan.

Edy juga mengatakan, Polri selaku pembina satpam senantiasa berbuat yang terbaik untuk satpam. Hal ini dibuktikan pada tanggal 5 Agustus 2020 telah disahkan Perpol No 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa dalam memuliakan profesi satpam.

“Satpam kini telah menjadi sebuah profesi, oleh karenanya perlu dilakukan langkah-langkah terintegrasi antara Polri, para asosiasi (ABUJAPI dan APSI) dan para pemangku kepentingan lainnya untuk bersinergi mewujudkan satpam sebagai profesi yang bermartabat dan membanggakan,” paparnya.

Edy berharap segala upaya yang telah dicurahkan untuk membuat satpam semakin professional dan berkompetensi ini agar tidak lagi ada pihak-pihak yang hanya berpikir untuk kepentingan pribadi dan atau kelompok dengan memanfaatkan keberadaan satpam.

Upaya Polri dalam memuliakan profesi satpam ini juga diwujudkan dengan membentuk tim Pokja Korbinmas Baharkam Polri menyusun peraturan Kabaharkam Polri yang merupakan turunan dari Perpol No 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa.

Selain itu tim Pokja lainnya juga sedang melaksanakan pembahasan revisi kurikulum pelatihan satpam Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama yang akan didesain menyesuaikan kebutuhan atas tantangan tugas di lingkungan kerja para satpam.

“Saya berharap para asosiasi, baik ABUJAPI maupun APSI serta pemangku kepentingan lainnya juga mengambil peran dalam upaya memuliakan profesi satpam. Asosiasi berkewajiban menyusun kode etik sebagai pedoman menjalankan profesi masing-masing. Kompensasi penghasilan satpam juga perlu diupayakan meningkat,” tegasnya.

Terkait dengan seragam satpam sekarang berubah mirip dengan seragam Polri. Perubahan seragam satpam yang mirip belum tentu membuat semua pihak senang. Oleh sebab itu penggunaan seragam satpam yang baru harus benar-benar sesuai ketentuan warna, model, atribut dan penggunaannya.

Termonitor ada beberapa satpam bujp yang telah menggunakan seragam baru, tetapi belum sesuai dengan ketentuan. oleh sebab itu pengawasan perlu dilakukan pada saat pengadaan sampai dengan penggunaan seragam satpam yang baru.

“Saya berdoa dan berharap kegiatan webinar ini dapat menghasilkan solusi atas permasalahan dalam upaya mewujudkan satpam profesional dan berkompetensi,” papar Edy Murbowo saat membacakan pidato Kabarhakam Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto. [Adm]

27 Oct 2020

Inilah 6 Hal Penting Terkait Satpam di Perpol Pam Swakarsa

KSATRIA | Jakarta–Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi membuka acara Webinar bertema Membangun Sistem Pengamanan yang Tangguh di Era Industri 4.0. yang digelar PT. Tetap Setia Sekuriti Indonesia (TSSI) PP Polri pada Selasa, 27 Oktober 2020.

“Sejalan dengan ancaman keamanan di lingkungan industri, untuk mewujudkan Pam Swakarsa ini saya fokus pada manusianya, secanggih apapun sistem dan teknologi keamanan tetap memerlukan SDM unggul, peralatan teknologi tetap sebagai pembantu manusia dalam bekerja,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (27/10).

Edy menjelaskan, dalam upaya mewujudkan Pam Swakarsa harus dilakukan secara sinergi dari hulu ke hilir, melibatkan pemangku kepentingan, dengan demikian apa yang akan dilakukan sudah komprehensif, tidak ada pihak yang keberatan karena merasa tidak dilibatkan dalam pembinaan Pam Swakarsa.

 

Dalam pembinaan, tambah Edy, pihaknya sebagai pembina akan selalu bersinergi dengan internal Polri dan ekternal Polri, dalam hal ini antara lain dengan asosiasi ABUJAPI, APSI APJASI, PP Polri dan konsultan yang berkompeten untuk merumuskan kebijakan dalam pembinaan Pam Swakarsa.

Untuk itu, Edy mengajak masyarakat untuk memahami enam hal terkait dengan satpam yang ada dalam Perpol Nomor 4 Tahun 2020.

  1. Satpam sebagai Profesi
    Saat ini satpam mengalami perubahan yang luar biasa, karena satpam sebagai kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas yang memperoleh pengukuhan oleh Polri, sehingga status tenaga kerja satpam sekarang adalah sebagai profesi.

  2. Punya Kompetensi
    Sebagai profesi satpam harus punya kompetensi khusus, melalui pelantikan dalam menjalankan profesinya.

  3. Penataan Kurikulum
    Polri menyambut penataan ulang kurikulum dan bahan pelajaran serta menyiapkan instruktur satpam yang kompeten dan asesor komeptensi dengan merujuk pada Menaker RI No. 259 Tahun 2018 tentang standar kompetensi kerja nasional Indonesi dan satuan pengamanan.

  4. Penertiban Ijazah
    Polri akan menertibkan ijazah pelatihan dan piagam baru adalah keputusan pengukuhan anggota satpam yang berisi kepangkatan, tanda kewenangan, kartu tanda anggota dan buku riwayat satpam.

  5. Meningkatkan Peran Asosiasi Satpam
    Polri mendorong asosiasi yang terbentuk atau yang akan terbentuk untuk mewawadahi anggota satpam, guna menampung aspirasi dan memperjuangkan hak-hak satpam, serta bersama–sama menyusun kode etik satpam sekaligus dewan penegak etik sebagai pedoman perilaku dalam menjalankan profesinya yang pada akhirnya satpam tidak perlu lagi membentuk serikat pekerja atau serikat buruh.

  6. Koordinasi Pengawasan dan Pembinaan
    Polri akan melakukan Koordinasi pengawasan pembinaan teknis kepada satpam agar satpam semakin berdaya, satpam bukan menjadi beban daya perusahaan pengelola dan pengguna. [adm]
29 Aug 2020

Dirbinpotmas Himbau agar Satpam Terus Waspada Covid-19

KSATRIA | Jakarta–Polri berkomitmen mendukung keberlangsungan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di tengah badai pandemi virus Covid-19 yang belum reda. Usaha jasa pengaman ini melibatkan satpam yang dipekerjakan di berbagai sektor dan berhadapan langsung dengan virus tersebut.

Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjend Pol Edy Murbowo SIK MSI menghimbau agar para satpam yang bersentuhan dengan masyarakat ramai tetap waspada dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Memberdayakan BUJP dalam situasi covid, penanganan covid dan pemulihan ekonomi. Hal ini harus disadari oleh masyarakat untuk tetap menjaga standar covid,” kata dia dalam Outlook ABUJAPI bertema  ‘Peran Serta BUJP dalam mendukung tugas Polri mencegah penyebaran Covid-19 dan percepatan ekonomi nasional’ di Gedung The Tribrata, Jakarta (28/8/2020).

Dia berharap kehadiran BUJP dapat membantu kesadaran masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan. Apalagi, BUJP didorong menjadi contoh bagi masyarakat dalam arti penting menghalau Covid-19.

Dia bercerita, saat ini Jawa Timur tidak akan mengeluarkan tempat untuk diklat, karena masih zona merah. Nah, Polri mendorong para satpam di bawah BUJP turut serta membantu Polri memberikan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dalam pencegahan covid-19.

“Inpres No. 6 penegakan disipiln dan penegakan hukum. Pengelola satpam, BUJP bisa membantu kepolisian di lingkungan kerja masing-masing. Sebelumnya harus menjadi contoh bagaimana mentaati protokol kesehatan, cuci tangan dan jaga jarak, jangan dipekerjakan satpam yang sedang sakit. Apalagi sampai terinfeksi, sebelum bekerja harus dicek dulu kesehatannya. Melalui suhu tubuh, memberikan vitamin kepada para satpam agar imunnya baik,” katanya.

Jika satpam benar-benar serius membantu Polri, kata dia, menangani protokol kesehatan, berdampak pada perbaikan kesehatan masyarakat dan pada gilirannya ekonomi pulih serta berdampak positif bagi keberlangsungan usaha jasa pengamanan tersebut. “Jika ini dilakukan maka pencegahan covid akan berhasil dan ekonomi akan membaik,” katanya. [admin].

23 Apr 2020
dirbinpotmas edy murbowo

Dirbinpotmas Usahakan Bantuan untuk Satpam Terdampak Covid-19

KSATRIA | Jakarta–Dampak pandemic virus Covid-19 cukup besar terhadap berbagai sector, diantaranya sector industry pengamanan. Akhirnya tidak sedikit satuan pengamanan (Satpam) dirumahkan atau di PHK.

Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjend Pol. Edy Murbowo, S.I.K, M.Si saat memberikan sambutan dalam giat ‘ABUJAPI Peduli Satpam Terdampak Pandemi Virus Covid-19’ menjelaskan, kita semua prihatin atas kondisi sekarang ini.

“Situasi sekarang, pandemi virus Covid-19 telah berdampak ke semua sector. Pemerintah telah mengambil kebijakan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 ini dengan berbagai macam aturan yang telah ditetapkan,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (22/04/2020).

Edy juga menjelaskan, sosialisasi juga telah dilakukan oleh pemerintah agar kita tidak terpapar covid-19. Bahkan pemberlakuan PSBB telah menyebabkan kantor ditutup dan akibatnya industri juga berdampak. “Kita semua prihatin atas kondisi ini,” ujarnya.

Kehadiran Dirbinpotmas memberikan dukungan kepada ABUJAPI yang juga sebagai mitra Polri dan satpam. “Kami mendukung program ABUJAPI bakti sosial bagi satpam yang terdampak. Kita selalu mendukung penerapan nilai-nilai gotong royong, saling berbagi terhadap kondisi seperti saat ini,” ujarnya.

Edy juga menambahkan, bahwa pihaknya sedang berusaha mengumpulkan bantuan dari CSR perusahaan, seluruh sumbangan nantinya dikumpulkan menjadi satu dalam satu gudang lalu didistribusikan.

“Diantara upaya kami adalah minta alokasi, untuk Binmas agar binaan-binaan kami yang terdampak Covid diantaranya untuk rekan-rekan satpam. Ini masih diusulkan, mudah-mudahan ini terealisasi, semoga minggu depan atau sepuluh hari ke depan ada hasilnya, kita akan komunikasi terus,” ujarnya.

Edy berharap, semua unsur bisa saling membangun nilai gotong royong, saling membantu, menolong dan berbagi. “Sekali lagi kami apresiasi ABUJAPI dan BUJP atas program ini, semoga apa yang kita lakukan ini bisa meringankan terdampak covid. Seraya kita berdoa semoga pandemi covid ini lekas selesai,” ungkapnya. [adm]

Sumber: JurnalSecurity.com

 

Translate »
error: Content is protected !!