KSATRIA | Batam — Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Khatulistiwa Media Utama Sakti menyelenggarakan Pembukaan Pelatihan Gada Utama di Hotel Planet Holiday, Batam (18/10/2021).

Turut hadir pada kegiatan acara ini di antaranya Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjenpol Edy Murbowo, Kadis Pariwisata, Buralima, Dirbinmas Polda Kepri KBP Pol Rudy Hariyanto, Ketua BPD ABUJAPI Kepulauan Riau, Dwifung Wirajaya Saputra, Ketua BPD APSI Kepulauan Riau, Daeng Syafar, Direktur Utama PT Khatulistiwa Media Utama Sakti, Sunarto Poniman, dan lainnya.

Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjenpol Edy Murbowo mengatakan, tujuan diselenggarakan pelatihan Gada Utama adalah untuk menghasilkan manager satuan pengamanan yang memiliki sikap mental, kepribadian, kesamaptaan fisik, dan memiliki pengetahuan serta ketrampilan sebagai manager atau chief security dengan kemampuan melakukan analisa tugas dan kegiatan, kemampuan mengelola sumber daya serta kemampuan pemecahan masalah dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya.

Lebih lanjut Edy mengatakan, pelatihan satuan pengamanan kualifikasi Gada Utama yang diselenggarakan ini menggunakan pola 100 jam pelajaran telah sesuai dengan Perkap Nomor 24 tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah, walaupun Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa belum diundangkan.

“Namun, materi pada perkap 24/2007 masih relevan dan diselaraskan dengan kebutuhan dan perkembangan industrial security mencakup pengantar pelatihan, pembinaan kepribadian, pengetahuan dan keterampilan, sistem manajemen pengamanan, perundang-undangan, kesamaptaan dan lain-lain,” ujarnya

Edy mengatakan, peran satpam ini tentu sudah sesuai dengan Pasal 3 Undang-undang nomor 2 tahun 2002, yang menyebutkan : “bahwa fungsi kepolisian diemban oleh kepolisian negara republik indonesia, yang dibantu oleh Kepolisian khusus (polsus); Penyidik pegawai negeri sipil (ppns), dan Bentuk-bentuk pengamanan swakarsa, dimana satpam merupakan salah satu unsur penting di dalamnya.

“Diharapkan dengan mengoptimalisasi tugas saudara dan merespon secara cepat terhadap kebijakan pemerintah untuk penerapan aplikasi peduli lindungi di area kerjanya dapat memberikan kontribusi positif dalam rangka mendukung upaya pemeliharaan kamtibmas melalui kewenangan kepolisian terbatas,” jelasnya.

Edy menjelaskan, khusus para security manager tidak cukup hanya bermodalkan aspek teknis yang berhubungan dengan peralatan keamanan, akan tetapi juga aspek– aspek sosial, psikologis bahkan aspek politis yang perlu menjadi bahan pertimbangan dalam rangka mengambil keputusan

“Dengan modal tersebut diharapkan security manager akan mampu menjadi mediator antara karyawan dan pengusaha, antara pengusaha dan masyarakat sekitar,” kata Edy.

Dalam rangka proses legalitas profesi di bidang security perlu dilakukan langkah–langkah penyempurnaan terhadap instrumen pengaturan tentang standar kompetensi pelatihan profesi, asosiasi profesi dan lembaga sertifikasi profesi dibidang security yang harus dipenuhi.

Edy menambahkan, kemampuan atau kompetensi dibidang kepolisian terbatas bagi setiap anggota satuan pengamanan harus tetap terjaga dan terpelihara dengan baik serta pengawasan dan pembinaan secara terus menerus oleh Polri dan diharapkan para pihak berperan memberikan kontribusi bagi kemajuan satpam di Indonesia.

Edy mengingatkan, agar seluruh pihak tetap melaksanakan protokol kesehatan dan tidak mengganggap remeh situasi pandemi Covid-19.

“Tegakan aturan secara ketat agar kita tidak menjadi korban atau mediator penyebarannya sehingga harus mengulang karena sakit dan tidak dapat menyelesaikan pelatihan yang singkat ini,” jelasnya.[Adm]