Bravo Satria Perkasa
18 Dec 2020
KBS APSI

APSI Siap Kolaborasi Program dengan KBS-RI

KSATRIA | Jakarta–Perwakilan pengurus komunitas Keluarga Besar Satpam Republik Indonesia (KBS-RI) bersilaturahmi ke kantor Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPP APSI) di Jakarta pada Kamis (17/12/2020). Rombongan KBS-RI diwakili oleh Hudha Ikhwanudin S.Sos, MH, ICPS.

Hudha didampingi para Ketua KBS perwakilan Jabodetabek Adhit, Sumatera Barat Erwin Syaputra dan Jawa Timur Boedi Prasetyo. Tim KBS-RI ditemui langsung oleh Ketua Umum APSI H. Azis Said, SE di ruang kerjanya.

Menurut Hudha, kedatangan dirinya mewakili Ketua Umum KBS-RI Hermanto yang berhalangan hadir karena usai kunjungan ke Padang dan Riau. Tujuan dari kunjungan ke DPP APSI adalah untuk menjalin silaturahim dan komunikasi dengan APSI.

“Kami KBS-RI ingin melakukan kolaborasi di bawah payung asosiasi satpam tertua yaitu Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (dulu AMSI-red),” ungkapnya kepada Jurnal Security, Kamis (17/12).

Hudha mengatakan, bahwa KBS-RI selama ini banyak melakukan kegiatan sosial dan sharing pengetahuan tentang satpam, untuk itu kolaborasi KBS-RI dan APSI ke depan semoga bisa membawa manfaat untuk para satpam di Indonesia.

“KBS-RI sudah banyak berperan di Indonesia dalam kegiatan sosial untuk anggota satpam yang terkena bencana, peduli covid dengan berbagi masker, berbagi makanan ringan untuk khalayak pinggiran yang sudah dijalankan di beberapa kota, di Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, Batam. Ke depan semoaga bisa berkontribusi lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum APSI Azis Said mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada pengurus KBS-RI yang diwakili dari beberapa wilayah, seperti Jawa Timur, Sumatera Barat dan Jakarta sekitarnya.

“Bagi kami, jalinan komunikasi antara APSI dan komunitas-komunitas satpam di Indonesia harus terus ditingkatkan, karena kita bersama untuk mewujudkan satpam yang lebih baik,” ungkapnya.

Sebagai asosiasi profesi satpam, tambah Azis, pihaknya sangat terbuka untuk komunitas satpam yang ingin bergabung dan bersinergi dengan APSI dalam program kegiatan. “Saya berharap, APSI yang ada di daerah juga bisa meningkatkan hubungan baik dengan komunitas satpam,” jelasnya.

Menurut Azis, ke depan antara APSI dan KBS-RI bisa saling sinergi untuk program kegiatan yang positif. “Kami akan bahas dalam rapat internal APSI, terkait kerjasama apa saja yang bisa dikolaborasikan nantinya,” tuturnya. [Admin]

05 Nov 2020
Sambutan Ketua Umum APSI dalam Rakernas Kedua di Bandung

Sambutan Ketua Umum APSI dalam Rakernas Kedua di Bandung

KSATRIA | Bandung–Rakernas Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) yang kedua tahun 2020, sejak perubahan organisasi ini dari Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) yang kita deklarasikan menjadi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) pada tanggal 1 November 2018 di Bali Dynasty Resort Hotel, Denpasar, Bali.

Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi, Dewan Penasehat APSI Irjen Pol (p) Prof Dr Hadiman SH MBA, Brigjen Pol Drs Ricky Wakano, Kapoltabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya SIk., Dirbinmas Polda Jabar Kombes Pol Drs Yudhy Faisal Hambali.

Rekan-rekan pengurus APSI yang saya banggakan, kami selaku ketua umum APSI mengucapkan selamat datang di Bandung dan mengucapkan terimakasih kepada rekan rekan pengurus APSI, baik dari DPP maupun DPD, yang saat ini berkesempatan hadir di acara rakernas ini.

Rakernas APSI kedua tahun 2020 ini kita selenggarakan selama 3 hari dua malam, mulai dari tanggal 1 November, tadi malam syukuran kelahiran APSI dan pagi ini insyaallah akan dibuka oleh Drbinpotmas Kakorbinmas Baharkam Polri secara resmi.
Perlu kami sampaikan kepada hadirin bahwa jumlah peserta rakernas kali ini adalah 64 orang, terdiri dari 15 orang dari DPP dan 49 orang dari DPD, dari DPD paling barat yaitu dari Aceh hingga yang paling timur dari Papua.

Kegiatan rakernas ini dirangkaikan dengan acara pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD APSI Jabar periode 2020-2025 yang telah dilaksanakan di tempat yang sama serta pelatihan gada utama yang pembukaannya dilakukan di hotel ini juga.
Pengurus APSI yang saya cintai, kita berkumpul dan berada disini karena kita memiliki komitmen yang sama, yaitu peduli terhadap perkembangan industrial security di Indonesia secara umum dan secara khusus pada bidang profesi satpam.

Kita semua pengurus APSI ini adalah penggiat, pejuang dibidang industrial security Indonesia yang dengan tulus ikhlas berjuang demi kemajuan profesi satpam dan industrial security Indonesia, dan saya ingatkan kembali bahwa didalam AD/ART APSI dinyatakan bahwa APSI adalah asosiasi dibidang pengamanan yang nonprofit dan non partisan, jadi pengurusnya tidak mencari uang atau profit atau proyek melalui organisasi ini dan tidak berpolitik di asosiasi ini.

Biasanya pengurus APSI yang merasa sebagai pengurus tidak memperoleh keuntungan, akan mundur dengan sendirinya sedangkan yang masih bertahan adalah pengurus yang memang betul betul ingin mengabdi, cinta dan berjuang di bidang industrial security ini. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pengurus yang sudah puluhan tahun teruji, berkorban untuk kemajuan organisasi APSI yang kita cintai ini, karena untuk menjadi pengurus APSI perlu punya semangat berkorban, yaitu korban curahan pikiran, waktu, tenaga dan tentunya uang.

Bapak ibu yang saya hormati, seperti kita ketahui bahwa asosiasi profesi satpam indonesia (APSI), baru berusia dua tahun tapi sebenarnya kita sudah 19 tahun berkiprah di industrial security indonesia, sejak kita deklarasikan asosiasi manager security indonesia (AMSI) pada tgl 1 juli 2001 di Kartika Chandra Hotel, Jakarta.

Tahun 2014 berubah menjadi asosiasi profesi sekuriti (APSI) di Park Hotel Jakarta dan tahun 2018 berubah lagi menjadi asosiasi profesi satpam indonesia (APSI) di Dynasty Resort Hotel Bali. Oleh karena itu tadi malam kita memperingati hari ulang tahun amsi, APSI sekuriti dan APSI satpam, HUT ke 19 AMSI, ke 6 APSI sekuriti dan hut ke 2 APSI satpam.

Bapak ibu yang saya hormati, pada acara rakernas kali ini APSI akan membahas 3 hal penting, yaitu:

1. Bedah perpol no 4 tahun 2020.
2. Kode etik profesi satpam.
3. Keanggotaan APSI. selain dari pada itu kita akan mengadakan soft launching aplikasi satpamapsi.

Hadirin dan tamu undangan yang kami hormati, perlu disampaikan pula disini bahwa rakernas ini didanai oleh sponsor dari bujp yang dikelola oleh pengurus apsi dan kontribusi dari peserta baik dari dpp maupun dari dpd.

Perusahaan BUJP yang mendukung kegiatan rakernas ini adalah :
1. Bravo Satria Perkasa.
2. Panglima Siaga Bangsa.
3. Tekno Putra Perkasa.
4. Siap Andalan Paramitra.
5. Elang Cakra Securindo.
6. Bintang Mandiri Security.
7. Nabila Cahaya Abadi.
8. Mitra Cakrawala Pro Jaya.
9. Andalan Mitra Prestasi.
10. Garda Wira Karya.
11. Ramuse Papua Sejati.
12. Jagaraga Adika.
13. Borneo Security Service.

Untuk itu pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada pimpinan perusahaan BUJP yang telah sudi mendukung acara rakernas APSI ini, juga dukungan dari rekan rekan pengurus sekalian.

Kami mengucapkan terimakasih kepada teman teman panitia baik dari DPP maupun DPD Jabar yang telah terlibat dalam persiapan rakernas sampai pelaksanaan yang dimulai kemarin sore hingga esuk hari, semoga pengabdian bapak ibu mendapat ganjaran dari Allah swt, tuhan yang maha kuasa.

Demikian sambutan kami, semoga allah swt, tuhan yang maha kuasa selalu memberikan ridho atas segala upaya kita atas perhatian bapak ibu sekalian kami ucapkan terimakasih. wassalamu’alaikum, wr wb

Bandung, 2 November 2020
A. Azis Said Ketua Umum DPP APSI

02 Nov 2020
Perpol Pam Swakarsa adalah Reformasi Upaya Pemuliaan Satpam

Perpol Pam Swakarsa adalah Reformasi Upaya Pemuliaan Satpam

KSATRIA  | Bandung–Perpol No 4 tahun 2020 sebagai landasan reformasi satpam di Indonesia. Perpol no 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa telah diundangkan pada tanggal 5 agustus 2020, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) mengucapkan terimakasih kepada Polri selaku pembina satpam dan APSI.

“Perpol no 4 tahun 2020 ini kami anggap sebagai landasan reformasi satpam di Indonesia, mengingat satpam akan menjadi profesi, yang memiliki jenjang karir berdasarkan kompetensi dan masa kerja,” demikian disampaikan Ketua Umum DPP APSI Azis Said saat Rakernas di Bandung, Senin (02/11/2020).

Dalam Perpol No 4 tahun 2020 ini banyak hal menyangkut peraturan satpam yang berubah bila dibandingkan dengan peraturan kapolri (Perkap) No 24 tahun 2007, yaitu tentang pengertian satpam, perekrutan, status ketenagakerjaan, jenjang karir, pakaian seragam, perkumpulan dll, telah berubah.

“APSI sebagai asosiasi dibidang pengamanan yang terregister di Baharkam Polri yang terlibat dalam perumusan perpol no 4 tahun 2020, perlu menjelaskan kepada publik dan pemangku kepentingan dibidang sekuriti, tentang perubahan tersebut,” ungkapnya.

Berikut adalah enam hal penting perubahan dalam Perpol No 4 tahun 2020 adalah :

  1. Satpam telah dibedakan dengan satkamling. satpam adalah satuan atau kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas non yustisial yang direkrut sesuai ketentuan Polri, dilatih pendidikan satpam dan memiliki kartu tanda anggota (KTA) serta memiliki status ketenagakerjaan. ( pasal 1 ayat 3 dan 4). jadi satpam saat ini sudah dianggap sebagai profesi dimana sebelum melaksanakan tugas, harus telah lulus pelatihan wajib gada pratama/gada madya/gada utama.(pasal 10).

  2. Perekrutan hanya boleh dilakukan oleh badan usaha jasa pengamanan (BUJP), dan pengguna jasa satpam atau perusahaan .( pasal 8). jadi perekrutan satpam hanya dilakukan oleh perusahaan. apabila perorangan ingin menggunakan jasa satpam dirumahnya, silahkan berhubungan dengan BUJP karena tidak diperbolehkan merekrut sendiri.

  3. Semua satpam harus memiliki status ketenagakerjaan, apakah dengan sistim perjanjian kerja waktu tertentu (pkwt) atau sebagai karyawan tetap perusahaan. Ini dimaksudkan agar supaya hak hak ketenagakerjaan satpam dapat dipenuhi oleh BUJP atau perusahaan, sesuai peraturan perundangan. (pasal 1 ayat 4). Jadi mulai saat ini tidak ada lagi satpam yang diberikan upah di bawah UMP dan tidak memiliki BPJS dan hak hak lainnya. Ini merupakan perjuangan dan obsesi lama APSI yang saat ini telah diakomodir dalam Perpol no 4 tahun 2020.

  4. Anggota satpam memiliki golongan kepangkatan, yaitu pelaksana satpam , supervisor satpam dan manajer satpam. Setiap golongan kepangkatan akan memiliki 3 jenjang kepangkatan. (pasal 19). Dengan demikian, satpam mulai saat ini akan memiliki golongan kepangkatan dan jenjang kepangkatan yang didasarkan atas kompetensi dan masa kerjanya. ini merupakan bentuk pemuliaan satpam.

  5. Pakaian seragam satpam berubah warnanya menjadi coklat mirip seragam Polri dengan gradasi 20% lebih muda dari seragam polri selain untuk menciptakan “new image” bagi korp satpam, juga agar berbeda dengan seragam Satkamling. Pelaksanaan penggantian warna seragam ini diberikan waktu satu tahun (pasal 45), mengingat BUJP atau perusahaan setiap tahun memberikan jatah baju baruuntuk satpamnya. Jadi tidak menimbulkan beban biaya baru, tapi hanya berganti warnanya saja. Diharapkan pada tanggal 5 agustus 2021 semua satpam di Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sebagai satpam, sudah berganti dengan seragam warna coklat.

  6. Asosiasi profesi satpam merupakan wadahnya profesi satpam untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan satpam. Asosiasi profesi satpam ini harus terregister di Baharkam Polri dan wajib memiliki kode etik profesi satpam. (pasal 32 ). Jadi nggota satpam tidak perlu menyalurkan aspirasi dan kepentingannya ke organisasi atau perkumpulan lain. APSI yang memiliki jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia, merupakan wadahnya semua satpam yang menaungi satpam BUJP dan satpam perusahaan. Satpam dimanapun berada yang ingin mengetahui profil APSI atau ingin menjadi anggota APSI, dapat membuka website satpamapsi.com

Azis menambahkan, Perpol No. 4 tahun 2020 ini masih memerlukan peraturan lain, yaitu peraturan Kapolri (Perkap) atau peraturan kabaharkam (Perkaba) yang akan mengatur tentang BUJP, satpam, asosiasi dan pengguna jasa satpam secara lebih spesifik.

“Perkap atau Perkaba ini diharapkan akan terbit tidak terlalu lama lagi. Semoga satpam kedepan merupakan profesi yang dibanggakan, dihargai dan diandalkan,” tuturnya. [adm]

28 Oct 2020
Azis Zaid

Ketua APSI, Azis Said: Perpol Pam Swakarsa Bentuk Reformasi Satpam

KSATRIA | Jakarta–Hadirnya Perpol Nomor 4 Tahun 2020, bagi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) merupakan bentuk reformasi di bidang satuan pengamanan (Satpam), karena dalam Perpol ini, satpam sudah memiliki baju baru dan kepangkatan.

Menurut Ketua Umum APSI, Azis Said dalam Webinar yang digelar TSSI PP Polri pada Selasa 27 Oktober 2020, pihaknya mengapresiasi atas penyelenggaraan webinar ini, karena semangatnya PP Polri seperti semangatnya Bapak Awaloedin Djamin hingga sampai akhir hayat mengabdi di bidang sekuriti. “Sepertinya halnya para purnawirawan di PP Polri tetap menekuni bidang sekuriti,” ungkapnya.

Azis juga mengapresiasi kepada Polri atas lahirnya Perpol Nomor 4 tahun 2020 ini, karena merupakan reformasi satpam. Di mana satpam akan menjadi profesional. “Ini memang harapan kami. Saat itu saya menyarankan ke Polri agar satpam dipisahkan antara satpam yang sekedar memakai baju dengan satpam yang d kelola BUJP. Ini bentul-betul merupakan reformasi,” tegasnya.

Azis juga menjelaskan terkait perkembangan satpam di Indonesia dan peraturannya, di mana ini dimulai sejak kelahiran Satpam pada 30 Desember 1980 oleh Bapak Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A.

Lalu pada tahun 2003 ada perbaikan melalui Revisi Buku Pedoman Tugas Pengamanan Swakarsa berdasarkan skep Kapolri No Pol : Skep/1017/XII/2002 tertanggal 17 Desember 2002 di mana Pelatihan terdiri dari 3 tingkat 1. Tingkat Dasar 2. Tingkat Lanjutan 1 (Danru/Danton) 3. Tingkat Lanjutan 2 (Manager) Masing-masing dengan pola 232 Jam Pelajaran.

Dalam perjalanannya, lahirlah Peraturan Kapolri No 24 tahun 2007 tentang Sistim Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/ Lembaga Pemerintah di mana Pelatihan Gada Pratama 232 Jam Pelajaran, Gada Madya 160 Jam Pelajaran dan Gada Utama 100 Jam Pelajaran.

APSI Terlibat dalam Penyusunan Perpol Pam Swakarsa

Kemudian pada tahun 2020 lahir Perpol No 4 tahun 2020 tentang Sistim Pengamanan Swakarsa pada 5 Agustus 2020. “Kami terlibat dalam pembuatannya, termasuk pembuatan peraturan kabaharkam (Perkaba) yang membahas tentang Satpam, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), Pengguna Jasa Pengamanan dan Asosiasi,” ungkapnya.

APSI tambah Azis, dalam penyusunan Perpol Pam Swakarsa pernah mengusulkan agar satpam yang dikelola oleh warga itu tidak perlu ada gada pratama dan seragamnya dibuat lain. Akhirnya dalam Pokja dibahas hingga akhirnya lahirlah pembeda antara satpam dan satkamling. “Kami menghargai prestasi Komjen Pol Moechgiyarto karena beliau Kabaharkam yang sangat mau menekuni bidang satpam ini,” tuturnya.

“Dalam Perpol Nomor 4 Tahun 2020 sudah dibedakan satpam tradisional tadi berubah menjadi satkamling dengan baju biru. Sedangkan satpam berbaju coklat wajib ikut pelatihan dan wajib memiliki KTA,” jelasnya.

Di antara usulan APSI yang juga ditampung dalam Perpol Pam Swakarsa ini adalah tentang seseorang disebut sebagai satpam harus memenuhi tiga kriteria, yaitu direkrut oleh BUJP atau perusahaan sesuai ketentuan Polri, memiliki KTA satpam, dan memiliki status ketenagakerjaan baik itu PKWT atau karyawan tetap. “Ini perjuangan kami saat pembuatan Perpol, alhamdulillah dipenuhi. Karena dengan adanya ini satpam akan dipenuhi hak-haknya,” tuturnya.[adm]

24 Oct 2020
Ketua Umum APSI Azis Said

APSI akan Mengawal dan Memberikan Advokasi Hukum atas Kasus Satpam Teluk Bayur

KSATRIA | Jakarta– Majelis Hakim yang dipimpin oleh Ketua Leba Max Nandoko dan beranggotakan Agnes Monica dan Yose Ana Roslinda dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kelas IA Padang memutuskan Effendi Putra dan Eko Sulistiyono bersalah atas kasus penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang di tempat mereka bertugas pada Selasa (20/10/2020).

Ketua Leba Max Nandoko memutuskan terdakwa Eko Sulistiyono divonis 1 tahun 6 bulan pidana penjara dan Effendi Putra divonis 4 tahun 6 bulan pidana penjara. Putusan ini dianggap tidak tepat karena kedua satpam ini menjalankan tugas menjaga aset negara.

Menanggapi putusan hakim yang memvonis kedua satpam bersalah, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) ikut prihatin dan langsung berkoordinasi dengan DPD APSI Sumatera Barat untuk meminta kronologi kejadian yang menyebabkan kedua satpam berurusan dengan hukum.

Ketua Umum APSI, Azis Said menjelaskan, sebagai bentuk keprihatinan, DPP APSI sudah melakukan koodinasi dengan Ketua DPD APSI Sumbar Tafsani Kasim untuk ikut memantau proses banding yang akan dilakukan tim pengacara kedua satpam ini.

“DPP APSI akan menerjunkan tim lawyer untuk melakukan advokasi, mengawasi serta memberikan masukan pada proses upaya hukum selanjutnya,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Sabtu (24/10/2020).

Sebagai organisasi yang membawahi profesi satpam, tambah Azis, APSI merasa terpanggil untuk melakukan koordinasi di lapangan dengan tim yang ada di Padang untuk mengawal proses hukum sampai selesai.

“Kami tidak ingin kasus ini menjadi preseden buruk terhadap tugas satpam di lapangan. Jangan sampai ada anggapan, satpam yang menjaga aset perusahaan dari tindak kejahatan akan tidak maksimal menjaga aset karena akan berurusan hukum,” jelasnya .

Azis berharap, dengan adanya kejadian ini, ia berharap kepada seluruh satpam di Indonesia untuk tidak kuatir dalam menjalankan tugasnya yang mengemban fungsi kepolisian terbatas. “Seorang hakim juga manusia biasa yang bisa membuat keputusan yang salah. Semoga kasus ini segera tertangani dengan baik dan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya. [adm]

20 Sep 2020

APSI dan Asosiasi Bidang Pengamanan Siap Sosialisasikan Perpol

KSATRIA | Tangerang–Peraturan Polisi (Perpol) No 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa (Pamswakarsa) menjadi sorotan publik. Terutama menyikapi masalah seragam satpam yang baru mirip seragam polisi, dan beberapa isu tentang kepangkatan satpam.

Menyikapi Perpol Pamswakarsa yang ditetapkan pada tanggal 5 Agustus 2020 oleh Kapolri Idham Azis ini, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar jumpa pers membahas seputar Perpol Pamswakarsa di Hotel Swissbel Tangerang pada Jumat 18 September 2020.

Ketua Umum APSI Azis Said mengatakan Perpol No. 4 Tahun 2020 tentang Pamswakarsa ini harus disosialisasikan sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar tentang Pamswakarsa. Masyarakat secara umum perlu memahami pengertian Pamswakarsa agar tidak menimbulkan kerancuan yang bisa menimbulkan pengertian yang salah,” jelasnya.

Azis menjelaskan, Pamswakarsa dalam Perpol no 4 tahun 2020 ini adalah suatu bentuk pengamanan oleh pengemban fungsi kepolisian yang diadakan atas kemauan, kesadaran dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Sebelum terbitnya Perpol No. 4 tahun 2020 ini, landasan hukum yang dipakai untuk profesi satpam adalah Peraturan Kapolri (Perkap) No 24 tahun 2007 yang sudah berusia 13 tahun, dimana sudah perlu direvisi agar bisa mendukung kemajuan industrial security di Indonesia,” paparnya.

Jadi pengertian Pamswakarsa ini bukan muncul saat ini, pada saat Perpol No. 4 tahun 2020 diundangkan, melainkan sudah ada pada Perkap No 24 tahun 2007 pun pengertian Pamswakarsa sudah ada dan mempunyai arti yang sama. “Oleh karena itu kami berharap masyarakat bisa memahami arti dan maksud dari Pamswakarsa, sehingga tidak menimbulkan salah pengertian,” jelasnya.

Azis menegaskan, APSI dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) serta asosiasi lain bidang pengamanan di Indonesia yang terregister di Baharkam Polri, siap melaksanakan dan mengawal Perpol No. 4 tahun 2020 ini agar pelaksanaannya tidak mengalami hambatan di lapangan,

“Karena APSI dan ABUJAPI serta asosiasi bidang pengamanan lain terlibat dalam penyusunan Perpol No. 4 tahun 2020 ini. Semoga Perpol ini dapat memberikan angin segar bagi kemajuan satpam, BUJP dan industrial security di Indonesia,” tuturnya. [adm]

08 Aug 2020
Apsi Jajaki Kerjasama dengan UI

APSI Jajaki Kerjasama dengan Departemen Pengamanan Kampus UI

KSATRIA | Jakarta—Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) sebagai lembaga praktisi profesi pada bidang manajemen pengamanan, memiliki ilmu dan kompetensi dalam manajemen pengamanan yang mencakup praktik penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) berbasis Perkap 24/2007.

Ketua Umum APSI Azis Said menjelaskan APSI telah memiliki legalitas sebagai asosiasi profesi satpam di Mabes Polri, untuk itu pihaknya tengah meluaskan jaringan kerjasama dalam pengembangan profesi satpam ini. “Salah satunya menjajaki kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI),” jelasnya kepada Jurnal Security, Jumat (7/8/2020).

Azis menambahkan, saat ini APSI memiliki kompetensi manajemen SMP yang sesuai dengan Perkap 24/2007 antara lain: Melakukan survey dan membuat analisa pengamanan, membuat kajian resiko pengamanan, membuat rencana pengamanan, membuat sistem pengamanan, membangun kebutuhan aspek pengamanan dan sumber daya, membuat dan mengendalikan dokumen pengamanan, rencana tanggap darurat dan simulasinya serta analisa data.

Menurut Azis, APSI juga memiliki kemampuan merancang dan menyelenggarakan sistem diklat bagi personil sekuriti sebagai pelaksana utama sistem pengamanan, dan pelatihan kepada personil non sekuriti dalam konteks melaksanakan security awareness kepada seluruh stake holder.

“UI sebagai universitas ternama di Indonesia selayaknyalah memiliki sistim pengamanan yang baik dan mumpuni, sehingga dapat menjadi rujukan bagi universitas lain di Indonesia untuk sistem pengamanannya,” jelasnya.

Sementara itu Ketua I Bidang Sertifikasi Profesi APSI Ir Didi D Zakaria menjelaskan, kampus UI sebagai institusi pendidikan perguruan tinggi dengan kampus terbesar dan terluas serta fasilitas terlengkap di Depok, Jawa Barat, UI harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi, terlaksana dan terpelihara dengan baik, “UI harus menjadi kampus yang aman dan nyaman bagi penggunanya, mahasiswa dan pengelolanya,” jelasnya.

Didi menilai, tugas itulah yang diamanahkan Departemen Pengamanan Lingkungan Kampus UI, untuk menjamin bahwa UI memiliki pengamanan yang baik, karena itu UI harus memiliki Sistem Pengamanan yang terintegrasi dan komprehensif, yang dibuat berdasarkan hasil kajian-kajian terhadap kondisi pengamanan eksisting dan potensi ancaman keamanan kedepan yang dinamis dengan modus yang terus berkembang dan eskalasi yang semakin meningkat.

“APSI bisa membantu UI untuk menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan berbasis apapun yang applicable dan efektif jika dilaksanakan di kampus UI,” tandasnya.

Didi mengatakan, APSI juga menawarkan kerjasama merancang dan menyelenggarakan Sistem Pendidikan Manajemen Pengamanan bagi seluruh stake holder UI, baik hanya sebagai awareness (kepedulian) kepada personil non sekuriti, maupun kepada mahasiswa UI yang tertarik dalam bidang Manajemen Pengamanan Fisik yang nantinya bisa dimasukan sebagai materi perkuliahan atau tambahan di fakultas-fakultas di UI.

“APSI juga bisa kerjasama dengan UI dalam konteks menyiapkan dan mencetak para Manajer Sekuriti Profesional yang handal melalui program Uji Kompetensi yang bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” jelasnya. [admin].

Translate »
error: Content is protected !!