Bravo Satria Perkasa
30 Dec 2020

Inilah Agenda kegiatan HUT satpam ke-40

KSATRIA | Jakarta–Hari Ulang Tahun Satpam ke-40 tahun 2020 berlangsung khidmat. Salah satu pembuka dari rangkaian HUT Satpam ke-40 ini ditandai dengan tabur bunga dan berdoa di makam Bapak Satpam Indonesia Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2020).

“Acara ini sekaligus merupakan langkah awal dimulainya seluruh rangkaian kegiatan HUT satpam ke-40 sampai dengan akhir bulan Januari 2021 nanti,” ujar Sakti Wahyudana Ketua Panitia HUT Satpam ke-40.

Pelaksanaan tabur bunga berlangsung lancar dengan tetap mengedepankan protocol kesehatan. Seluruh peserta menggunakan masker dan menjaga jarak saat prosesi tabur bunga di atas makam Bapak Satpam Indonesia.

Nampak hadir dari para asosiasi jasa pengamanan, dari ABUJAPI, APSI, APJASI, APSA, ASIM,
ATISI dan IACPP.

Berikutnya setelah tabur bunga di TMP Kalibata, sederetan acara HUT Satpam siap diselenggarakan. Di antaranya kegiatan Webinar yang akan dilaksanakan pada 14 Januari 2020 dengan keynote speaker dari Kapolri/Kakorbinmas dengan tema ‘Satuan pengamanan: Resiko tinggi – upah minimum, perlu tinjauan kebijakan secara menyeluruh dari pemangku kepentingan’.

Pada sesi pertama akan membahas seputar ‘Perlindungan hukum terhadap Profesi satuan pengamanan dalam UU Tenaga kerja’ dengan narasumber dari Kemenakertrans (Ditjen PHI, KEMENAKER).

Sesi kedua temanya ‘Peluang dan tantangan profesi satuan pengamanan di era new normal’ narasumber Ketua Umum ABUJAPI.

Sesi ketiga temanya ‘Pembangunan kapasitas sekuriti industri di Indonesia’ dengan narasumber Ketua Umum APINDO.

Sesi keempat topik ‘Satuan pengamanan sebagai tujuan profesi dan bukan pilihan’ narasumber dari Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan

Lalu kegiatan dilanjutkan dengan Bakti Sosial (Diksar) pada 10-20 Januari 2020. Kemudian ditutup dengan acara Upacara HUT Satpam secara virtual pada 22 Januari 2020. [Adm]

06 Oct 2020

Mengapa Awaloedin Djamin sebagai Bapak Satpam Indonesia?

KSATRIA | Jakarta–Satuan Pengamanan atau Satpam lahir pada 30 Desember 1980 ketika Kapolri saat itu Jenderal Polisi Awaloedin Djamin yang menerbitkan SKEP/126/XII/1980 tentang Pola Pembinaan Satuan Pengamanan.

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Badya Wijaya dalam wawancara dengan Antara di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan mengatakan dengan jasa-jasanya itu Jenderal Polisi Prof Dr Awaloedin Djamin, MPA kemudian dikenal sebagai Bapak Satpam Indonesia.

“Kalau melihat sejarah pembentukan satpam, Kita harus berterima kasih kepada Bapak Awaloedin Djamin yang telah mengeluarkan keputusan yang dipakai sebagai landasan hadirnya Satpam saat ini,” kata Badya.

Badya melihat dengan situasi yang berkembang saat itu dan jumlah anggota kepolisian yang sangat terbatas jadi perbandingan antara polisi dan jumlah penduduk sangat tidak ideal, maka dibentuk lah satuan pengamanan, itulah cikal bakal satpam.

Selanjutnya setiap tanggal 30 Desember diperingati sebagai HUT Satpam di Indonesia dan pada tanggal 30 Desember 1993 Kepolisian Negara Republik Indonesia kemudian mengukuhkan Jenderal Polisi (Purn) Prof. DR. Awaloedin Djamin sebagai Bapak Satpam dengan mempertimbangkan jasa beliau sebagai pelopor serta tonggak berdirinya satpam di Indonesia.

“Hingga saat ini tanggal 30 Desember itu selalu diperingati sebagai HUT Satpam dan kita sudah menasbihkan Jenderal Polisi Awaloedin Djamin sebagai Bapak Satpam Indonesia,” kata Kombes Pol Badya seperti dilansir Antara.

Semasa hidupnya beliau juga selalu memberikan motivasi dan penghargaan kepada orang-orang yang berkomitmen tinggi dalam memajukan harkat dan martabat satpam di industri keamanan.

Profil Jenderal Polisi Awaloedin Djamin

Jenderal Polisi Awaloedin Djamin lahir di Padang, Sumatera Barat pada 26 September 1927. Awaloedin awalnya memulai studi sebagai mahasiswa ekonomi pada tahun 1949-1950.

Awaloedin kemudian memilih untuk mengabdi kepada negara melalui Korps Bhayangkara dengan mengikuti pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada tahun 1955.

Beliau kemudian mengikuti program Graduate School of Public and International Affair di Universitas Pittsburg, AS dan meraih gelar doktor dari School of Public Administration, Universitas California Selatan Pada tahun 1963.

Kemudian, dia menjabat sebagai Rektor luar biasa di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1964. Setelah itu, karier Awaloedin beralih ke pembantu presiden menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja Kabinet Ampera (1966) dan Deputi Pangkat Urusan Khusus (1968) ketika Kapolri Hoegeng Iman Santoso masih bertugas.

Dua tahun kemudian Awaloedin menjadi ditunjuk sebagai Direktur Lembaga Administrasi Negara (LAN). Sebelum memimpin Polri, ia lebih dulu menduduki posisi Duta Besar untuk Jerman Barat periode tahun 1976-1978.

Pada tahun 1978, Awaloeddin Jamin dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI, di tengah kondisi keamanan di Tanah Air yang tidak menentu.

Setelah mempelajari situasi dengan seksama, jenderal lulusan Ilmu Administrasi ini mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka meningkatkan sistem keamanan di masyarakat, beliau jaga berperan besar dalam pembentukan Satuan Pengamanan (Satpam).

Masukan serta pemikiran pria yang dikenal sebagai “Bapak Satpam” ini selalu dituangkan dalam berbagai kesempatan termasuk dalam seminar, dialog, simposium, makalah dan buku yang diterbitkannya.

Dalam semasa hidupnya, Awaloedin menerima sejumlah penghargaan sebagai tanda jasanya, seperti Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara, dan Bintang Mahaputra Adipradana.

Kemudian, penghargaan lain yang juga diterima Awaloedin, yakni Satya Lencana Perang Kemerdekaan (I dan II), Satya Lencana Karya Bhakti, Satya Lencana Yana Utama, Satya Lencana Panca Warsa, Satya Lancana Peringkat Perjuangan Kemerdekaan RI, dan Satya Lencana Penegak Veteran Pejuang Kemerdekaan RI.

Tak hanya penghargaan dalam negeri, Awaloedin juga pernah menerima Das Gross Rreuz dari jerman Barat dan The Philipine Legion of Honor dari Pemerintah Filipina.

Korps Bhayangkara pun berduka dengan berpulangnya Jenderal Polisi Awaloedin Djamin yang tutup usia pada usia 91 tahun pada Kamis 31 Januari 2019, pukul 14.45 WIB setelah dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. [adm]

31 Jan 2019

Keluarga Besar BSP Turut Berduka atas Wafatnya Bapak Satpam Indonesia

KSATRIA| Jakarta–Keluarga Besar Satuan Pengamanan (Satpam) kehilangan tokoh fenomenal, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. H. Awaloedin Djamin, MPA. Awaloedin yang dikenal sebagai Bapak Satpam Indonesia ini telah meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra pukul 14.55.

Seluruh Keluarga Besar PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) ikut berduka cita atas kepergian mantan kapolri tahun 1978-1982. Jasa-jasa Bapak Satpam ini telah memberikan banyak manfaat terhadap perkembangan satpam di Indonesia.

Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dosanya diampuni Allah SWT, kuburnya dilapangkan dan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran.

Pemakaman Bapak Satpam ini akan dilaksanakan pada Jumat 1 Februari 2019 jam 13.30 setelah sholat Jumat di TPU Tanah Kusir.

Jumat pagi, jenazah akan disemayamkan di Auditorium PTIK dan disholatkan di Masjid PTIK dan setelah disholatkan akan dilaksanakan Upacara Pemakaman di Taman Makam Pahlawan Jakarta Selatan. [roj]

05 Jan 2017

Doa untuk Bapak Satpam Indonesia Semoga Lekas Sembuh

KSATRIA, (BSP)—Bapak Satpam Indonesia Polisi (Purn) Prof Dr Awaloedin Djamin, MPA dirawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Dalam sebuah foto yang diunggah tribratanews.com nampak Kapolri Jenderal Polisi Dr H Tito Karnavian, MA, PhD bersama Kadiv Humas Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar sedang menjenguk mantan Kapolri yang juga Guru Besar PTIK.

Prof Awaloedin sedang sakit dan dirawat di RS Medistra jalan Gatot Subroto Kuningan Jakarta Selatan. ”Dimohonkan doa seluruh Keluarga Besar Polri dan masyarakat, untuk kesembuhan beliau,” demikian ujar Boy Rafli Amar seperti kutip tribratanews.com. .

Ketua Umum Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Azis Said juga sempat menjenguk Bapak Satpam Indonesia di rumah sakit kemarin, Selasa (3/1). Bahkan Azis bertemu juga dengan Suhardi Alius, Sofyan Yacub, Widodo, dan lain sebagainya.

Azis mengatakan bahwa Pak Awaloedin dirawat untuk proses penyembuhan penyakitnya. “Alhmadulillah sekarang kondisinya sudah membaik, dan bicara seperti biasa lancar, kita doakan semoga beliau lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti sediakala,” papar Azis seperti dikutip JurnalSecurity.com (4/1). [FR]

Translate »
error: Content is protected !!