Bravo Satria Perkasa
02 Nov 2020
Perpol Pam Swakarsa adalah Reformasi Upaya Pemuliaan Satpam

Perpol Pam Swakarsa adalah Reformasi Upaya Pemuliaan Satpam

KSATRIA  | Bandung–Perpol No 4 tahun 2020 sebagai landasan reformasi satpam di Indonesia. Perpol no 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa telah diundangkan pada tanggal 5 agustus 2020, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) mengucapkan terimakasih kepada Polri selaku pembina satpam dan APSI.

“Perpol no 4 tahun 2020 ini kami anggap sebagai landasan reformasi satpam di Indonesia, mengingat satpam akan menjadi profesi, yang memiliki jenjang karir berdasarkan kompetensi dan masa kerja,” demikian disampaikan Ketua Umum DPP APSI Azis Said saat Rakernas di Bandung, Senin (02/11/2020).

Dalam Perpol No 4 tahun 2020 ini banyak hal menyangkut peraturan satpam yang berubah bila dibandingkan dengan peraturan kapolri (Perkap) No 24 tahun 2007, yaitu tentang pengertian satpam, perekrutan, status ketenagakerjaan, jenjang karir, pakaian seragam, perkumpulan dll, telah berubah.

“APSI sebagai asosiasi dibidang pengamanan yang terregister di Baharkam Polri yang terlibat dalam perumusan perpol no 4 tahun 2020, perlu menjelaskan kepada publik dan pemangku kepentingan dibidang sekuriti, tentang perubahan tersebut,” ungkapnya.

Berikut adalah enam hal penting perubahan dalam Perpol No 4 tahun 2020 adalah :

  1. Satpam telah dibedakan dengan satkamling. satpam adalah satuan atau kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas non yustisial yang direkrut sesuai ketentuan Polri, dilatih pendidikan satpam dan memiliki kartu tanda anggota (KTA) serta memiliki status ketenagakerjaan. ( pasal 1 ayat 3 dan 4). jadi satpam saat ini sudah dianggap sebagai profesi dimana sebelum melaksanakan tugas, harus telah lulus pelatihan wajib gada pratama/gada madya/gada utama.(pasal 10).

  2. Perekrutan hanya boleh dilakukan oleh badan usaha jasa pengamanan (BUJP), dan pengguna jasa satpam atau perusahaan .( pasal 8). jadi perekrutan satpam hanya dilakukan oleh perusahaan. apabila perorangan ingin menggunakan jasa satpam dirumahnya, silahkan berhubungan dengan BUJP karena tidak diperbolehkan merekrut sendiri.

  3. Semua satpam harus memiliki status ketenagakerjaan, apakah dengan sistim perjanjian kerja waktu tertentu (pkwt) atau sebagai karyawan tetap perusahaan. Ini dimaksudkan agar supaya hak hak ketenagakerjaan satpam dapat dipenuhi oleh BUJP atau perusahaan, sesuai peraturan perundangan. (pasal 1 ayat 4). Jadi mulai saat ini tidak ada lagi satpam yang diberikan upah di bawah UMP dan tidak memiliki BPJS dan hak hak lainnya. Ini merupakan perjuangan dan obsesi lama APSI yang saat ini telah diakomodir dalam Perpol no 4 tahun 2020.

  4. Anggota satpam memiliki golongan kepangkatan, yaitu pelaksana satpam , supervisor satpam dan manajer satpam. Setiap golongan kepangkatan akan memiliki 3 jenjang kepangkatan. (pasal 19). Dengan demikian, satpam mulai saat ini akan memiliki golongan kepangkatan dan jenjang kepangkatan yang didasarkan atas kompetensi dan masa kerjanya. ini merupakan bentuk pemuliaan satpam.

  5. Pakaian seragam satpam berubah warnanya menjadi coklat mirip seragam Polri dengan gradasi 20% lebih muda dari seragam polri selain untuk menciptakan “new image” bagi korp satpam, juga agar berbeda dengan seragam Satkamling. Pelaksanaan penggantian warna seragam ini diberikan waktu satu tahun (pasal 45), mengingat BUJP atau perusahaan setiap tahun memberikan jatah baju baruuntuk satpamnya. Jadi tidak menimbulkan beban biaya baru, tapi hanya berganti warnanya saja. Diharapkan pada tanggal 5 agustus 2021 semua satpam di Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sebagai satpam, sudah berganti dengan seragam warna coklat.

  6. Asosiasi profesi satpam merupakan wadahnya profesi satpam untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan satpam. Asosiasi profesi satpam ini harus terregister di Baharkam Polri dan wajib memiliki kode etik profesi satpam. (pasal 32 ). Jadi nggota satpam tidak perlu menyalurkan aspirasi dan kepentingannya ke organisasi atau perkumpulan lain. APSI yang memiliki jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia, merupakan wadahnya semua satpam yang menaungi satpam BUJP dan satpam perusahaan. Satpam dimanapun berada yang ingin mengetahui profil APSI atau ingin menjadi anggota APSI, dapat membuka website satpamapsi.com

Azis menambahkan, Perpol No. 4 tahun 2020 ini masih memerlukan peraturan lain, yaitu peraturan Kapolri (Perkap) atau peraturan kabaharkam (Perkaba) yang akan mengatur tentang BUJP, satpam, asosiasi dan pengguna jasa satpam secara lebih spesifik.

“Perkap atau Perkaba ini diharapkan akan terbit tidak terlalu lama lagi. Semoga satpam kedepan merupakan profesi yang dibanggakan, dihargai dan diandalkan,” tuturnya. [adm]

12 Oct 2020

APSI Jabar Berikan Bantuan ke Satpam Korban Pembacokan

KSATRIA | Bandung—Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) DPD Jawa Barat mendapat laporan dari rekan kerja korban bahwa telah terjadi pembacokan terhadap satpam bernama Dadang yang bertugas di apartemen daerah Cihampelas pada Sabtu, 10 Oktober 2020 sekira pukul 01.20 WIB.

APSI Jabar berkunjung ke rumah korban bersama pengurus, diantaranya Rudi Nursoleh Sekjen APSI Jabar, Ajang Supriady Bendahara, Mohamad Firdaus Ketua Bidang Kerjasama, Gunawan Ketua Bidang Industrial Pengamanan dan Letkol (Purn) Sutrisno Ketua Bidang Kesehatan.

Dalam kesempatan itu Rudi Menyampaikan turut prihatin atas kejadian yang menimpa korban satpam Dadang. “Alhamdulilah kita bisa bertemu langsung dengan yang bersangkutan dan memberikan support ke Dadang,” ungkapnya kepada Jurnal Security.

Rudi menjelaskan kronologi kejadiannya, saat bertugas malam ada preman mabuk mencari orang di apartemen dan satpam Dadang menyampaikan orang yang dicari tidak ada, entah tidak terima pelaku pulang dan kembali membawa senjata tajam, sementara korban tidak tau pelaku membawa senjata tajam.

“Saat korban mau naik lift pelaku tiba-tiba ada di belakang dan langsung membacok kepala korban hingga luka dalam kurang lebih 1 cm dan 15 jahitan, pelaku sudah diamankan dan ditahan di Polsek Coblong,” terangnya.

APSI Jabar memberikan rasa empati dan sedikit bantuan untuk pengobatan korban. “Alhamdulilah kondisi korban sudah berangsur membaik namun masih terasa pusing, semoga lekas sembuh dan dapat bertugas kembali,” ujar Firdaus. Bentuk perhatian juga disampaikan rekan-rekan satpam korban dan manajemen Apartemen.

Ini merupakan perhatian APSI Jabar untuk para satpam yang ada di wilayah Jawa Barat khususnya dan umumnya di Indonesia. “APSI ada untuk satpam. APSI merupakan wadah aspirasi dan komunikasi dalam bentuk permasalahan satpam, kami selalu siap membantu,” ungkap Rudi. [adm]

14 Aug 2020
Musda Ke-2 APSI Jabar Memilih Agus Hamza

Musda Ke-2 APSI Jabar Memilih Agus Hamza sebagai Ketua

KSATRIA | Bandung–Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD-APSI) Jawa Barat menggelar musyawarah daerah kedua pada Jumat 14 Agustus 2020 di Hotel di Hotel Gino Feruci Bandung. Musda diikuti oleh 5 perwakilan wilayah.

Ketua Panitia Musda Ke-2 Rudi Nursoleh merasa bersyukur karena acara Musda ke-2 berjalan dengan lancar. Hadir perwakilan dari DPP APSI Ardi Rudanto Ketua Bidang Organisasi APSI.

“Atas nama panitia saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD APSI Jabar periode 2014-2019 Bapak Budi Laksono Knoch atas pengabdiannya dan prestasi APSI selama menjabat. Alhamdulillah berkat beliau program dan berbagai acara tingkat Jabar atau nasional terlaksana,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Jurnal Security, Jumat (14/8/2020).

Rudi menambahkan, kegiatan Musda Kedua ini untuk menjalin hubungan silaturahim antara pengurus DPD dan DPP, sekaligus bertujuan untuk musyawarah guna memilih ketua yang baru lima tahun yang akan datang,” paparnya.

Kegiatan Musda kedua ini diikuti oleh para ketua DPC perwakilan dari Karawang, Cianjur, Sumedang, Tasikmalay dan Bandung. Diantara agendanya adalah pembacaan tata tertib dan peraturan Musda. Kemudian memberikan kesempatan kepada calon ketua untuk presentasi.

“Namun dalam Musda kali ini, seluruh peserta Musda menyepakati secara aklamasi memilih Agus Hamza sebagai Ketua DPD APSI Jabar periode 2020-2025,” jelasnya.

Menanggapi suksesnya Musda APSI dan terpilihnya Agus Hamza sebagai Ketua DPD APSI Jabar, Ketua Umum APSI Azis Said mengucapkan selamat kepada ketua terpilih. “Selamat atas pelaksanaan Musda ke-2 DPD APSI Jabar hari ini yang berjalan dengan lancar. Ucapan selamat juga untuk Pak Agus Hamza yang terpilih menjadi Ketua DPD APSI Jabar periode 2020-2025. Semoga APSI Jabar bisa semakin maju di bawah kepemimpinan Pak Agus Hamza,” tuturnya.

Adapun hasil dari Musda kedua ini, menghasilkan susunan pengurus yang baru dengan susunan sebagai berikut:

Ketua : R.Agus Hamza SH
Wakil Ketua : Darmin Yudha SPD
Sekretaris : Rudi Nursoleh SE
Bendahara : Ajang Supriady SE

Ketua 1 : H.Samsul
Ketua 2 : H.Dedi Supendi SE.SY
Ketua 3 : Didi Djukardi

Translate »
error: Content is protected !!