KSATRIA | Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) dan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) pada Rabu-Jumat, 26-28 Agustus 2020 di Graha Tribrata Jakarta dan diselenggarakan dengan standar prokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menjelaskan AD/ART  yang disepakati adalah aturan tertinggi organsaisi dan wajib kita taati.  “Bukan malah melanggar aturan tersebut, dengan cara melepaskan atau melanggar satu demi satu sehingga organisasi lemah dan tidak punya marwah lagi,” jelasnya di Jakarta, (27/8/2020).

Agoes berharap setelah diselenggarakannya Munaslub ini, ke depan ABUJAPI harus lebih solid, membangun sinergi antarseluruh BPP dan BPD sehingga memberikan nilai manfaat bagi anggota ABUJAPI.

Industri jasa pengamanan ini hadir memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, selain tentunya membantu kepolisian untuk membantu menciptakan pengamanan di Indonesia.

Agoes menjelaskan, di saat pandemi Covid, jasa pengamanan adalah salah satu industri yang menyerap tenaga kerja. Menurut data Kemenaker jumlah satpam ada 5 juta satpam, data ABUJAPI terdata ada 1,6 juta satpam. Sementara 650 ribu satpam tercatat di Mabes dan memiliki kartu tanda anggota, ”Jumlah pastinya hanya Tuhan yang tahu,” jelasnya.

Sementara itu, estimasi pendapatan dari sektor jasa pengamanan per bulan sebanyak 4.2 triliun jika dikali dalam setahun mencapai 50.4 triliun. Dalam situasi ekonomi yang terpukul karena pandemi, industri ini menjadi tolak punggung menjadi andalan menjaga asset. “Karena itu peran ABUJAPI di jasa sekuriti harus bergerak cepat mengambil peluang mengahadapi keadaaan tersebut,” jelas Agoes.

Agoes juga mengakui jika satpam saat ini belum punya standar upah profesi melainkan masih standar UMP, UMR dan standar upah tersebut itu untuk pekerja lajang dan berpengalaman selama satu tahun kerja. “Tentu ini cukup tragis tentang pengupahan satpam ini,” ujarnya.

“Mari pengurus bersatu padu untuk meluangkan usaha ini menjadi handal, profesional, jujur dan bermartabat. Karena objek usaha kita adalah sumber daya manusia yang kita banggakan. ABUJAPI harus amanah, BUJP harus kuat, Satpam harus bermartabat,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Panitia Munaslub Andiko Wicaksono menerangkan bahwa jumlah BPD ABUJAPI ada 26 BPD. Munaslub ini diikuti oleh 22 BPD, sementara yang absen adalah BPD Sumatera Barat, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah. [admin.]