25 Feb 2021

Kakorbinmas Apresiasi Satpam BRI di Makassar yang Tegakkan Prokes

KSATRIA | Makassar–Begitu ramah pria berambut cepak itu melayani setiap nasabah yang masuk ke Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Makassar Sentral, Kamis (25/2/2021). Ia menggunakan masker, memegang alat pengukur suhu dan memberikan hand sanitizer. Dialah Hasruddin (26), menjalankan tugasnya menegakkan upaya mencegah penyebaran Covid-19 di tempatnya bekerja.

Kamis (25/2/2020) menjadi momen spesial baginya, karena mendapat kesempatan memperoleh penghargaan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) dan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam).

Piagam penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Suwondo Nainggolan disaksikan oleh Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Agoes Dermawan, Pemimpin Wilayah BRI Mohamad Fikri Satriawan, serta jajaran BRI lainnya.

Hasruddin yang sudah mengabdi selama delapan tahun di BRI sebagai satpam melalui perusahaan outsourcing yang menaunginya, PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) mengakui, jika tugasnya menjaga penerapan prokes sudah menjadi kewajiban utama.

Makanya, ketika ada yang melanggar pihaknya tidak tanggung-tanggung akan menegurnya agar menerapkan prokes. Hal inilah yang membuat Hasruddin sempat viral di media sosial, ketika menindak tegas oknum yang mengaku LSM yang tak menggunakan masker saat hendak masuk ke KCP BRI Makassar Sentral pada 28 Januari 2021.

“Alhamdulillah atas apresiasi yang diberikan oleh Polri, saya tidak menyangka. Padahal apa yang saya lakukan ini sudah menjadi ketentuan di BRI agar siapa saja beraktivitas di area ini menggunakan masker, dicek suhunya hingga diwajibkan menggunakan hand sanitizer,” ujarnya seperti diberitakan Sindonews.com.

Sementara itu, Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengaku kedatangannya jauh-jauh dari Jakarta tidak lain untuk mengapresiasi komitmen tinggi satpam BRI menegakkan prokes.

“Saya melihat video viral bagaimana beliau menjaga kedisiplinan prokes, ini sebuah semangat yang harus ada pada kita semua. Ke depan bukan sebuah keharusan, tapi kebutuhan untuk menerapkan prokes supaya lingkungan kerja sehat. Untuk itu pula, teman-teman satpam menjadi pelopor dan duta agar prokes jalan dengan baik agar ekonomi Indonesia pulih dan Indonesia menang,” ujarnya.

Dia mengharapkan seluruh satpam menjadi pelopor penerapan prokes dengan mencegah kerumunan, mencegah agar semua menggunakan masker dan mencuci tangan ataukah menggunakan hand sanitizer.

“Komitmen BRI menerapkan prokes sangat tinggi dan patut diapresiasi, ukurannya pada satpam yang bekerja ini mampu menerapkan prokes dengan baik. Hal itu juga tidak lepas dari peran Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), perusahaan yang mempekerjakan serta Polri yang terus mendorong penerapan prokes dengan maksimal,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan mengatakan, apa yang dilakukan oleh satpam Hasruddin ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh satpam, terutama dalam hal penerapan protocol Kesehatan di tempat bekerja. “ABUJAPI mengapresiasi apa yang dilakukan oleh satpam Hasruddin semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh satpam dalam menjalankan tugasnya di lapangan,” ungkapnya kepada Jurnal Security.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah BRI, Mohamad Fikri Satriawan mengapresiasi penghargaan tersebut. Ia juga memuji Hasruddin yang tegas memberikan teguran kepada oknum LSM agar mematuhi prokes, dengan cara yang humanis.

“Kami sampaikan apresiasi kepada satpam kita karena dia dengan tegas mengimbau penegakan protokol kesehatan, tapi tetap dengan pendekatan yang lebih sopan. Karena itu memang menjadi hal yang krusial saat ini. Supaya kita bisa semakin cepat memutus rantai penularan Covid-19. Kami juga sampaikan bahwa kami senantiasa mendukung pemerintah untk mendorong masyarakat menerapkan prokes dalam berbagai aktivitas. Termasuk transaksi keuangan apalagi di dalam ruangan,” papar dilansir sindonews.com. [Adm]

13 Feb 2021

Seragam Baru Satpam Tak Sembarang Dipakai, Ini Syaratnya

KSATRIA | Makassar–Wakil Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sulawesi Selatan, Ambang Ardi Yunisworo mengatakan, untuk memakai seragam baru Satpam yang mirip dengan seragam milik anggota Polri ada syaratnya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 4 tahun 2020. Dimana, dalam aturan tersebut diketahui terdapat perubahan seragam Satpam yang menyerupai seragam polisi.

Hanya satpam yang telah lulus pendidikan dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diterbitkan oleh Polda di masing-masing daerah. Boleh memakai seragam baru.

Ada tiga jenis pendidikan yang harus ditempuh oleh masyarakat agar dapat bekerja sebagai Satpam. Antara lain pendidikan Gada Pratama, dan pendidikan Gada Madya dan Gada Utama.

Pendidikan Gada Madya ini boleh diikuti oleh Satpam yang sudah dua tahun dinyatakan lulus pendidikan Gada Pratama dan sudah bekerja. Selanjutnya adalah pendidikan Gada Utama, untuk tingkat manajer pengamanan.

“Untuk menggunakan seragam tersebut tentu tidak sembarangan. Jadi kalau ada Satpam pakai seragam baru, coba pertanyakan apakah sudah ikut pendidikan Satpam dan punya KTA. Kalau belum, berarti dia tidak berhak gunakan seragam itu,” tegas Ambang dilansir SuaraSulsel.id, Rabu 10 Februari 2021.

Perbedaan antara seragam satpam dan polisi, kata dia, terletak pada gradasi warnanya. Seragam Satpam 20 persen lebih muda dibandingkan dengan seragam polisi.

Selain itu, pita nama dan tulisan yang berada pada dada seragam Satpam berwarna putih. “Pita nama dan tulisan Satpam di dada berwarna putih. Lambang Polda ada di pundak kanan, sedangkan polisi di pundak kiri,” kata dia.

“Ini kan memang masih banyak warga yang secara sosialisasi belum paham itu. Cuma perbedaannya memang sangat jelas. Kalau polisi papan nama depannya kan warnanya coklat hitam. Kalau yang satpam itu warnanya papan nama dan tulisan putih hitam. Dan warnanya cenderung lebih muda 20 persen gradasi dari seragam polisi,” tambah Ambang.

Ambang mengaku belum dapat memastikan apakah satpam di Rumah Sakit Umum Tenriawaru, Bone yang menggunakan seragam baru tersebut telah mengikuti pendidikan Satpam.

“Kalau memastikan mereka sudah ikut pendidikan saya belum bisa. Tapi aturannya untuk memakai itu harus pendidikan,” ujar Ambang yang juga diketahui sebagai Direktur PT. Global Parakasi atau Badan Usaha Jasa Pengamanan. [Adm]

13 Feb 2021

Sosialisasi Seragam Satpam yang Baru Masih Kurang

KSATRIA | Makassar–Di Kota Makassar, kata Wakil Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Sulawesi Selatan, Ambang Ardi Yunisworo, memang sudah ada beberapa Satpam yang menggunakan seragam baru mirip seragam polisi itu. Tetapi pada umumnya, peremajaan seragam Satpam di Makassar cenderung akan dilakukan pada Maret hingga April 2021.

Hal ini terjadi karena pengadaan seragam Satpam ditanggung oleh perusahaan yang berbeda. Namun tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan oleh Polri, yakni pada bulan Agustus 2021.

Sebab itu, setelah Agustus 2021 seragam satpam yang lama tidak akan dipakai lagi untuk bertugas. Untuk memastikan bahwa Satpam yang bertugas di Indonesia seluruhnya telah mengikuti pendidikan.

“Kemungkinan di Makassar rata-rata cenderungnya melakukan peremajaan seragam satpam pada Maret 2021. Tapi intinya diserahkan kembali ke masing-masing perusahaan asal nggak lewat batas 5 Agustus 2021,” terang Ambang seperti dilansir SuaraSulsel.id.

Ambang menilai bahwa ketidakpahaman masyarakat terhadap aturan satpam ini disebabkn karena kurangnya proses sosialisasi. Bahkan di institusi kepolisian sendiri, yang memahami aturan tersebut kemungkinan hanya Binmas.

“Kalau saya secara pribadi melihat juga bahwa proses sosialisasi ke masyarakat juga masih kurang. Mungkin yang baru tahu adalah Binmas karena satpam kan di bawah Binmas. Dan sosialisasi terhadap itu pun baru disosialisikan Polda kepada jajaran Binmas di Polres-Polres belum lama ini. Jadi mungkin sebagian besar masyarakat juga belum tahu,” beber Ambang.

Dengan adanya perubahan seragam satpam tersebut, kata Ambang, tentu akan membuat Satpam yang menggunakannya akan lebih percaya diri dalam melaksanakan tugasnya.

Selain itu, perubahan seragam ini juga untuk memuliakan Satpam dan menjadikan unsur pengamanan menjadi bagian penting dalam sebuah usaha. Bukan lagi sebuah beban pada perusahaan.

“Saya pikir dengan seragam ini tentu saja membuat penggunanya jadi lebih bangga dibanding sebelumnya, namun hal dibalik itu, tugas dan tanggungjawab Satpam selaku pengemban tugas kepolisian terbatas jadi lebih berat,” katanya. [Adm]

21 Dec 2019

APSI Sulsel Jalin Kebersamaan dalam HUT Satpam ke-39

KSATRIA| Makassar—Dalam rangka memeriahkan rangkaian Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (HUT Satpam) ke-39 tahun 2019,  Pengurus DPD APSI Sulawesi Selatan membentuk panitia pelaksana HUT Satpam untuk Wilayah Polda Sulsel.

Menurut Ketua DPD APSI Sulsel Muh.Tri Yono, pembentukan kepanitian ini sebagai wujud keinginan dan harapan dari APSI Sulsel untuk merajut kebersamaan dengan semua komponen BUJP, anggota satpam dan Polda Sulsel untuk memeriahkan HUT Satpam.

“Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menuju peningkatan kompetensi SDM profesi satpam agar lebih profesional dalam mengemban tugas kepolisian terbatas,” ungkapnya kepada JurnalSecurity, Sabtu (21/12).

Adapun rangkaian acara HUT Satpam ini, tambah Tri, dimulai dengan rapat koordinasi BUJP dengan para Kasat Binmas se Polda Sulsel, lalu dilanjutkan dengan pembentukan Panitia HUT Satpam ke-39 dan merumuskan rangkaian kegiatan pra HUT satpam.

Di mana rangkaian kegiatan acara HUT Satpam ada beberapa agenda yang sudah berjalan dan akan diadakan, seperti kegiatan donor darah, anjangsana ke panti asuhan pada 21 Desember lalu. “ Pada awal Januari 2020 akan diadakan pembagian bunga ke masyarakat dan perlombaan ketangkasan satpam dan upacara pada 14 Januari 2020,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan rangkaian acara HUT Satpam ini juga dikoordinasikan dengan Polda Sulses dan BPD ABUJAPI Sulsel. Adapun kepanitiaan dari kegiatan ini diamanahkan  Alam Sadewo dari PT.PKSS  Cab. Makassar dan Sekertaris Umum dari PT. POJ Cabang Makassar. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!