KSATRIA | Jakarta–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) genap berusia 15 tahun pada 14 Februari 2021. Syukuran hari jadi ABUJAPI digelar sederhana di Kantor BPP ABUJAPI di Jakarta pada Selasa, 16 Februari 2021.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP ABUJAPI Agoes Dermawan mengatakan, ke depan ABUJAPI harus menjadi organisasi besar dan kuat dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan industri jasa pengamanan.

“Ke depan ABUJAPI harus kuat, insyallah 2024 menjadi organisasi besar dan kuat,” jelasnya di Jakarta, Selasa (16/02).

Agoes memaparkan, keberadaan BPD ABUJAPI di seluruh Indonesia saat ini berjumlah 22 BPD, ditambah dua perwakilan dari Ambon dan Sumatera Barat. Namun dalam waktu dekat keduanya akan menggelar Musda untuk menjadi BPD ABUJAPI.

Keanggotaan yang terdaftar di ABUJAPI sejak tahun 2008-2021 ada 3.300 badan usaha jasa pengamanan (BUJP). Namun dalam data recording selama satu tahun di masa pandemi Covid-19 dari 2020-2021 yang memperpanjang hanya 740 BUJP.

Agoes juga menjelaskan data dari Mabes Polri bahwa jumlah satpam yang terdaftar ada sekitar 650 ribu satpam di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 150 ribu belum mengikuti pelatihan Gada Pratama. “Jumlah pastinya berapa satpam di Indonesia hanya Allah yang tahu,” jelasnya.

Agoes optimis, ke depan sistem pendataan satpam akan lebih baik karena pihak kepolisian dalam hal ini Binmas akan melakukan pendataan satu pintu sehingga jumlahnya nanti real dan tersistem. “Mudah-mudahan dengan sistem Binmas jumlah satpam akan terdaftar secara ril karena melalui satu pintu di kepolisian,” paparnya.

Saat ini ABUJAPI memiliki pilar dari undang-undang kepolsiain dan undang-undang ketengakerjaan. Keduanya menjadi pilar kekuatan ABUJAPI. Pihaknya juga telah memasukan dewan pembina dari berbagai unsur Polri dan Kementerian Tenaga Kerja dan Apindo.

“Ini perluasan kekuatan ABUJAPI, kita juga mengembangkan ke stekholder lainnya. Tujuannya memperkuat akses komunikasi kita,” tegasnya.[Adm]