Bravo Satria Perkasa
12 Nov 2020
BSP-edy-murbowo-satpam-yang-mirip-polri

Menjaga Marwah Seragam Satpam yang Mirip Polri

KSATRIA | Jakarta–Polda Metro Jaya menggelar sosialisasi Perpol No. 4 Tahun 2020 yang dihadiri oleh sekitar 200 badan usaha jasa pengamanan (BUJP) bertempat di gedung Tribrata Jakarta pada Rabu (11/11/2020).

Dalam paparanya, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Edy Murbowo SIK, MSi mengatakan, masalah pergantian seragam satpam bagian dari proses pemuliaan satpam. Seragam ini penuh dengan simbol kecakapan, kompetensi, dan kewenangan. “Tolong jangan disalahgunakan, harus dijaga marwahnya. Satpam sekarang mirip dengan anggota Polri,” ungkapnya.

Menurut Edy, ada beberapa pertimbangan yang menjadikan seragam mirip polri, secara psikologis, Polri ingin mendekatkan satpam kepada pembina yaitu Polri. Meskipun mirip, ada beberapa pembeda pada seragam satpam dibanding seragam polisi.

“Saya perhatikan di beberapa media sosial sudah beredar seragam satpam yang tidak sesuai dengan ketentuan. Pada krah baju polisi itu tidur, sedangkan krah seragam satpam berdiri,” bebernya.

Selain itu tanda kepangkatan letaknya bukan di krah baju, melainkan di pundak. Tulisan nama satpam di dada berlatarbelakang putih dengan tulisan warna hitam. Tanda kewenangan kalau baju lapangan memakai bordir. PDL tidak dikeluarkan bajunya tapi dimasukan. “Tolong ini benar-benar dipatuhi,” tegasnya.

Edy berharap dengan penggunaan warna mirip seragam Polri akan menambah penggelaran fungsi kepolisian di tempat publik atau terbatas, sehingga menjadi efek getar untuk menghilangkan niat orang untuk berbuat kejahatan.

“Satpam anak kandung polisi, bukan anak kandung Binmas. Jika ada gesekan di lapangan harus dieliminir. Hubungan harus dijaga baik. Karena satpam didelegasikan tugas kewenangan Polri terbatas,” paparnya. [Adm]

16 Oct 2020

Ketua ABUJAPI: Menunggu 40 Tahun Seragam Satpam Berubah

KSATRIA | Bandung–Dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Peraturan Polisi No. 4 Tahun 2020 di Bandung, Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Agoes Dermawan menjelaskan, bahwa bergantinya baju satpam mirip Polri, dan satpam diakui sebagai anak kandung Polri, ini sudah menunggu 40 tahun.

“Para satpam sabar, mereka punya komitmen, mereka tidak pernah unjuk rasa dan demo mereka menjalankan tugas selama 24 jam,” ungkapnya di hadapan 34 Binmas Polda seluruh Indonesia dan 24 BPD ABUJAPI, Kami (15/10).

Kemiripan seragam satpam dengan polisi ini harus dijaga dengan baik, jangan sampai bergeser di luar ketentuan, alasannya karena kedektan emosional dengan Polri karena merasa jadi anak kandung, kedua kebangaan sebagai profesi yang memiliki fungsi kepolisian terbatas dan ketiga pemuliaan.

ABUJAPI juga telah berperan atas kepercayaan Kabaharkan pada Maret 2020 lalu di Porong Sidoarjp memfasilitasi peragaan seragam satpam dengan berkunjung ke perusahaan tekstil agar ada keseragaman baju satpam. “ABUJAPI memfasilitasi untuk memudahkan BUJP mendapatkan seragam yang sudah terstadarisasi dengan gradasi 20 persen,” jelasnya.

“Jadi ini akan tercatat pada 5 Agutus 2020 Kapolri tanda tangan Perpol No.4 Tahun 2020 dan tanggal 6 Maret 2020 Kabaharkam tandatangan menyetujui gradasi warna seragam satpam, ini luar biasa,” tuturnya. [adm]

16 Oct 2020

Kabaharkam Buka Rakor ABUJAPI dan Sosialisasi Perpol Pam Swakarsa

KSATRIA | Bandung–Korbinmas Baharkam Polri dan BPP ABUJAPI mengadakan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Peraturan Polisi No. 4 Tahun 2020 di Hotel Savoy Homann – Bandung dengan tema “Kita Tingkatkan Sinergitas Dan Soliditas Korbinmas Baharkam Polri – Abujapi “.

Rakor ini dibuka oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs. Agus Adrianto, SH, MH didamping Kakorbimas Baharkam Polri Irjen Pol Drs. Risyapudin Nursin, SIK dan Dirbinpotmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo SIK MSi, Ketua Umum BPP ABUJAPI Agoes Darmawan yang dihadiri oleh Dirbinmas Polda, Ketua BPD ABUJAPI, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis dan para Direksi BUJP.

Perpol No 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa yang ditandatangaani pada tgl 5 Agustus 2020 dibuat untuk menggantikan Perkap No. 24 Tahun 2007 yang telah berusia 13 tahun dengan tujuan untuk ( 1) penyesuaian terhadap kebutuhan Industri Pengamanan saat ini, (2) Pemuliaan Profesi Satpam; (3) Peningkatan profesionalisme satpam dan (4) penguatan fungsi Satpam sebagai Mitra Polri dalam melakukan Pengamanan di lingkungan terbatas.

Perpol ini terdiri dari 6 ( enam) BAB dan 48 Pasal yang secara umum memuat hal : (1) Satuan Pengamanan ( SATPAM ) dan Satuan Keamanan Lingkungan (SATKAMLING ), (2) Bagaimana SATPAM dibentuk oleh BUJP dan Pengguna Jasa serta SATKAMLING dibentuk oleh warga masyarakat dan (3) Lampiran berupa Pakain Dinas Satpam, Tanda Kepangkatan Anggota Satpam, Lencana Tanda Kewenangan Anggota Satpam Pin Tanda Kualifikasi Satpam, Pakaian Seragam Satkamling, Format Peringatan Tertulis dan Pencabutan KTA Satpam.

Implementasi Perpol No. 4 tahun 2020 ini masih perlu dibuat peraturan turunan operasional berkait SATPAM dan BUJP nya, sehingga melalui Rapat Koordinasi ini diharapkan didapatkan masukan untuk melengkapi dan menyempurnakan Perpol.

ABUJAPI sebagai wadah Badan Usaha Jasa Pengamanan yang mewadahi SATPAM perlu lebih solid dan bersinergi dengan Korbinmas Baharkam Polri dalam rangka mencampai tujuan Perpol No.4 Tahun 2020.

Perpol ini merupakan kado dari Polri untuk Satpam pada HUT SATPAM yang ke-40 pada tanggal 30 Desember 2020 nanti, dimana Satpam menperoleh kebanggaan sekaligus mendapat amanat dan tanggung jawab lebih dengan menggunakan seragam dengan warna yang mirip dengan seragam Polri.

Tanggung jawab ini harus diemban secara baik oleh ABUJAPI sebagai penyedia Satpam yang juga sekaligus penanggung jawab pengadaan seragamnya. Standar warna Seragam Satpam sesuai Perpol sudah ditetapkan oleh Kabaharkam dengan gradasi 20 % di bawah warna seragam POLRI sehingga memiliki spek teknis bahan tertentu.

Oleh karenanya BUJP harus mengadakan seragam yang sesuai dan tidak menyalahi aturan. Selain itu penggunaan seragam Satpam sesuai Perpol No.4 Tahun 2020 haruslah oleh Satpam yang dikukuhkan oleh POLRI dengan memiliki KTA, Surat Kepangkatan Satpam dan Buku Riwayat Satpam.

Dalam Rakor ini, di depan Kabaharkam juga diperagakan semua Jenis Seragam sesuai Perpol No. 4 tahun 2020 oleh para Satpam, dimana Kabaharkam sekaligus melaunching Gerai On line Satpam Hebat untuk pengadaan seragam dan atributnya ( www.satpam-hebat.id ), ikut menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara ABUJAPI dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Penyerahan santunan kematian kepada 2 orang Ahli Waris Satpam yang meninggal karena kecelakaan kerja sebesar Rp. 190.051.150,-. dan Rp 215.617.460,-.

SEKILAS ABUJAPI

Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) didirikan pada tanggal 14 Februari 2006. Pendirian organisasi khusus ini dilandasi semangat untuk menumbuh kembangkan wirausaha khususnya jasa pengamanan, sebagai pengemban fungsi Kepolisian terbatas tentang PAM SWAKARSA sesuai pasal 3 UU No. 2 Th. 2002 tentang Kepolisian.

ABUJAPI merupakan “MITRA POLRI” yang bertujuan menghimpun, membina, mengembangkan kemampuan Badan Usaha Jasa Pengamanan yang tangguh dan profesional dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan tertib. ABUJAPI saat ini telah memiliki 26 Badan Pengurus Daerah (BPD) meliputi seluruh provinsi dengan jumlah anggota Badan Usaha Jasa Pengamanan ( BUJP )yang terdaftar 3.039 Badan Usaha dan mengelola lebih kurang 640.135 Tenaga Satuan Pengamanan (SATPAM)

Bandung, 15 Oktober 2020

Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia ( BPP – ABUJAPI )

06 Oct 2020

Audiensi ABUJAPI ke Kabaharkam Bahas Sosialisasi Perpol dan Seragam

KSATRIA | Jakarta–Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi dari pimpinan Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP ABUJAPI), bertempat di Ruang Kerja Kabaharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020.

Dalam kesempatan ini, Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorbinmas Baharkam Polri,
Irjen Pol Risyapudin Nursin, dan Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Edy Murbowo. Sementara hadir dari BPP ABUJAPI Ketua Umum, Agoes Dermawan, dan Sekretaris, Surya Wisesa.

Audiensi beragendakan laporan terkait kesiapan pelaksanaan Rakor Sosialisasi Perpol Pamswakarsa kepada para Dirbinmas dan Ketua BPD ABUJAPI se-Indonesia, laporan gradasi warna seragam baru Satpam, dan hal-hal lain yang sifatnya urgent untuk pemuliaan profesi Satpam.

Terkait rencana sosialisasi Perpol Pamswakarsa, Komjen Pol Agus Andrianto memberi saran agar tak perlu ditunda-tunda lagi namun tetap wajib mempedomani protokol kesehatan. “Semakin cepat akan semakin bagus sosialisasi Perpol Pam Swakarsa kepada jajaran Binmas dan BUJP,” katanya.

Terkait seragam baru Satpam, Komjen Pol Agus Andrianto menegaskan bahwa ini adalah bukti nyata satu kebijakan pimpinan yang membawa perubahan besar untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ia pun mengucapkan terima kasih kepada ABUJAPI karena dengan pengadaan seragam Satpam yang baru, menyebabkan perekonomian nasional dapat berputar, karena seragam tersebut memanfaatkan produk lokal.

“Silakan dikelola secara baik oleh BUJP. Tidak ada dari Polri yang ikut-ikut andil atau mengelola dalam pengurusan seragam Satpam tersebut,” tegas Komjen Pol Agus Andrianto.

Gradasi Warna 20 Persen dari Seragam Polri
Selain itu, Jenderal Polisi Bintang Tiga itu juga mengingatkan bahwa sesuai kesepakatan seragam baru Satpam menggunakan gradasi warna 20 persen dari warna seragam Polri.

Terakhir, Komjen Pol Agus Andrianto meminta agar hubungan antara Korbinmas Baharkam Polri dan ABUJAPI semakin ditingkatkan.

“Dalam melakukan hubungan, pedomani simbiosis mutualisme. Kerja sama antara Korbinmas Baharkam Polri dan ABUJAPI jangan hanya bersifat formal saja tapi banyak hal yang harus dilakukan sehingga personel tetap sehat baik jasmani maupun rohaninya, sehingga hubungan antar organisasi semakin erat. Hubungan tersebut perlu ditingkatkan untuk hal-hal lain sepanjang itu bisa memberikan manfaat untuk masyarakat, terutama di masa-masa sulit akibat pandemi ini,” ungkap Komjen Pol Agus Andrianto. [adm]

17 Sep 2020

APSI Kepri: Seragam Baru Bentuk Penghargaan untuk Satpam

KSATRIA | Kepri–Dengan keluarnya Perpol No. 4 Tahun 2020 sebagi pengganti Perkap No. 24 Tahun 2007, DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kepri menilai, ini menunjukkan keseriusan untuk menuju pemuliaan Profesi Satpam sebagaimana yang dicanangkan Kapolri dalm HUT Satpam ke-38 di Jakarta.

Ketua DPD APSI Kepri Syafar Sah mengatakan, penggantian seragam satpam yang baru menyerupai seragam milik Polri sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh anggota satpam, karena dianggap layak dalam menjalankan tugas pengamananan dan fungsi kepolisian terbatas di tempatnya bekerja.

“Penempatan tanda pangkat pada seragam satpam juga akan meningkatkan kemampuan dan skill dari anggota satpam dan akan semakin meningkatkan kesejahteraan para anggota satpam nantinya,” jelasnya kepada Jurnal Security, Rabu (16/9/2020).

Syafar berharap agar seragam baru ini hanya dipakai oleh anggota yang berhak memakainya, yaitu anggota yang sudah mengikuti Pelatihan Gada Pratama dan mempunyai KTA sehingga nanti terlihat jelas perbedaan yang sudah mengikuti pendidikan dan yang belum mengikuti pendidikan.

“Diharapkan semua anggota satpam semakin meningkatkan profesionaliame dan dalam melaksanakan tugas di lapangan selalu berdasarkan SOP dan tatanan aturan yang berlaku,” jelasnya.

DPD APSI berharap pemuliaan Satpam juga diikuti oleh berbagai pihak, seperti BUJP dan instansi lainnya agar memperhatikan hak-hak Satpam sebagaimana regulasi yang berlaku karena satpam adalah ujung tombak dan etalase paling depan dari BUJP.

“Kita juga berharap anggota satpam semakin meningkatkan skill dan kemampuannya karena denga Perpol yang baru ini seluruh anggota satpa akan diuji kompetensi sehingga benar-benar memahami tugas pelaksanaan di lapangan secara baik,” paparnya. [adm]

16 Sep 2020
Seragam Baru Satpam

Seragam Satpam Mirip Polisi dan Berpangkat, Kapan Mulai Berlaku?

KSATRIA | Jakarta–Setelah sempat menjadi wacana terkait seragam satpam yang baru mirip baju Polisi, akhirnya Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pamswakarsa resmi memutuskan seragam satpam yang baru dengan warna kecoklatan atau mirip seragam polisi.

Sebelumnya, Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan, ke depan agar dibuat telaah staf terkait tampilan Satpam menyerupai seragam Polisi. Contohnya seperti di negara Malaysia, Singgapura, Jepang dan lain-lain, hadirnya Satpam dengan seragam mirip Polisi ternyata efektif mengurangi terjadinya tindak pidana (kejahatan).

Oleh karena itu, menurut Kabaharkam Polri, membuat seragam Satpam tampak seperti seragam Polisi perlu dilakukan. Dengan maksud akan menjadi perpanjangan tangan Polri, khususnya jajaran Binmas, hadir di tengah-tengah masyarakat.

Kapan seragam satpam yang baru diberlakukan? Menurut Pasal 45 dalam Perpol Nomor 4 Tahun 2020 dijelaskan:

“Pada saat Peraturan Kepolisian ini mulai berlaku, seragam dan atribut Anggota Satpam yang diatur dalam Peraturan Kepala kepolisian Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 50) tetap dapat digunakan dan wajib menyesuaikan dengan Peraturan Kepolisian ini paling lambat 1 (satu) tahun terhitung sejak Peraturan Kepolisian ini diundangkan.”

11 Mar 2020

Seragam Satpam Mirip Polri Masih Proses Usulan

KSATRIA | Jakarta– Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto saat menerima laporan kesiapan panitia puncak peringatan HUT Satpam ke-39 pada Selasa 14 Januari 2020 di Ruang Kerja Kabaharkam Polri, Kompleks Mabes Polri Jakarta, pernah mewacanakan seragam baru untuk satpam.

Dalam paparannya, Kabaharkam Polri berpesan, ke depan agar dibuat telaah terkait tampilan satpam menyerupai seragam Polisi. Contohnya seperti di negara Malaysia, Singgapura, Jepang dan lain-lain, hadirnya Satpam dengan seragam mirip Polisi ternyata efektif mengurangi terjadinya tindak pidana (kejahatan).

“Banyaknya kejadian kejahatan adalah bukti kegagalan dalam menjalankan fungsi preemtif dan preventif yang diemban oleh Korbinmas Baharkam Polri dan jajaran,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Oleh karena itu, menurut Kabaharkam Polri, membuat seragam Satpam tampak seperti seragam Polisi perlu dilakukan. Dengan maksud akan menjadi perpanjangan tangan Polri, khususnya jajaran Binmas, hadir di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said mengatakan, seragam satpam yang sekarang beredar itu masih tahap proses usulan dan diperagakan di Rakernis Baharkam di Sidoarjo yang merupakan bagian dari penyusunan Perpol tentang Pamswakarsa.

“Kalau semua pemangku kepentingan sudah memberikan masukan, baru diusulkan ke Kapolri, setelah disetujui Kapolri, dimasukkan dalam rancangan Perpol tentang Pamswakarsa untuk dimintakan pengesahannya di Kemenkumham, baru disosialisasikan,” ungkapnya kepada JurnalSecurity, Selasa (10/03).

Azis berharap, dengan pergantian baju, bukan sekedar ganti warnanya tetapi profilnya juga harus berubah. Sesuai dengan semangat dalam Perpol tentang Pamswakarsa bahwa yang dapat dikatakan sebagai satpam adalah yang memenuhi tiga kriteria, yaitu direkrut sesuai ketentuan yang dipersyaratkan Polri, mengikuti pelatihan Gada Pratama, Madya dan Utama. Terakhir memiliki status ketenagakerjaan.

“Jadi satpam yang bisa ganti warna baju menjadi coklat adalah hanya satpam BUJP (Outsourcing) dan Satpam Perusahaan (In-house),” tegas Azis.

Sementara satpam yang dikelola lingkungan atau yang sekedar orang berbaju satpam, menurut Azis tidak bisa berganti warna coklat karena tidak memenuhi kriteria sebagai satpam. “Dengan demikian akan membanggakan profesi satpam nanti, karena tidak mudah untuk menjadi satpam,” ungkapnya.

Sementara itu Sekjen APSI yang juga Direktur PT. Bravo Satria Perkasa, Djarot Soeprianto berharap semoga dengan adanya seragam baru itu dapat meningkatkan citra, kinerja serta memperbaiki hak serta bisa memuliakan satpam. “Saya setuju jika itu arahnyam yaitu pemuliaan satpam,” jelasnya. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!