KSATRIA | NTB — Pemerintah daerah diharapkan untuk memberikan prioritas vaksinasi kepada tenaga jasa pengamanan (Satpam) sebagai garda terdepan pada seluruh jenis pelayanan.

“Satpam, tangan kanan Polri, tapi lupa divaksinasi sebagai garda terdepan pelopor penegak protokoler Covid-19,” kata Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (ABUJAPI) Provinsi NTB, Iwan P Balukea.

Dilaporkan Suara NTB, Selasa, 9 Maret 2021, Iwan menggambarkan, Satpam adalah petugas keamanan yang paling banyak dan sering berhadapan dengan masyarakat setiap harinya.

Menurut Iwan, Satpam sebagai personel satuan pengamanan di lingkungan kerjanya melaksanakan pelayanan awal bagi pengunjung atau tamu di pusat-pusat keramaian seperi mal, pabrik, kantor, bandara, terminal, pelabuhan laut, kampus, sekolah dan sejenisnya.

“Sepertinya pemerintah tidak tanggap, alias tidak memperhitungkan keberadaan personel-personel Satpam ini,” ujarnya.

Dalam melaksanakan tugasnya selama pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari 1 tahun ini, kata Iwan, Satpam sangat rentan terpapar virus Covid-19. Contohnya satpam di Perguruan Tinggi Negeri di Mataram, Satpam bertugas melayani karyawan, tamu hingga mahasiswa yang begitu banyaknya setiap hari.

Belum lagi, tambah Iwan, Satpam yang bertugas di mal atau pusat perbelanjaan, kantor-kantor, hotel-hotel, tempat nongkrong, atau di area-area yang rentan penularan virus Covid-19.

“Sebagai perpanjangan tangan Polri, ribuan Satpam tersebar di NTB. Seluruhnya melaksanakan tugas Kepolisian terbatas. Tetapi masih cenderung diabaikan,” keluhnya.

Kendatipun Satpam sudah dilengkapi peralatan dan kelengkapan standar protokoler Covid-19 oleh pengguna jasanya, seperti penggunaan masker, handsanitizer, tempat cuci tangan dan sabun. Bahkan pelindung wajah (face shield), hingga sarung tangan, tetapi dirasa tidak menjamin keamanannya terpapar Covid-19.

“Jangan hanya Satpam yang bertugas di rumah sakit saja yang divaksinasi. Masih banyak Satpam yang bertugas di area-area rentan penularan Covid-19 harus mendapatkan perhatian khusus vaksinasi,” demikian Iwan.[Adm]