23 Nov 2020
APSI dan PT Multi Prestasi Gelar Gada Pratama

APSI dan PT Multi Prestasi Gelar Gada Pratama Angkatan ke-31

KSATRIA | Bantaeng– Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) dan PT Multi Lestari mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Gada Pratama Satpam Angkatan ke-31 Tahun 2020, di Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Sabtu (21/11). Diksar ini diikuti 32 peserta dari berbagai badan usaha jasa pengamanan [BUJP] yang ada di Sulawesi Selatan

Turut hadir dalam acara ini di antaranya Kasubdit Pol Satpam dan Polsus Kompol Andi Kumara, Direktur PT Multi Prestasi, yang juga Sekretaris umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Sulsel, Kasi Binlat Dit Binmas, Diah Wahyuniati, Kasat Binmas Polres Bantaeng, dan pengguna jasa pengamanan yang ada di Kabupaten Bantaeng.

Kasubdit Pol Satpam dan Polsus, Andi Kumara mengatakan dengan lahirnya Perpol No. 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, akan semakin menuntut adanya kualitas sumber daya manusia dalam profesi satpam, “Hal ini tidak akan terlepas dari regulasi yang mengatur tentang profesi satpam itu sendiri,” ujar Andi.

Andi menjelaskan, setidaknya ada 6 (enam) hal penting yang harus diketahui masyarakat tentang profesi satpam dalam memahami bahwa Polri sebagai pembina fungsi dari profesi ini sangat berkepentingan untuk dapat melihat dan bersinergi dengan “Pejuang Kantibmas” ini dalam mendukung fungsi kepolisian terutama penegakan kamtibmas.

Adapun 6 Hal tersebut di antaranya, kata Andi, Pertama. Status satpam adalah profesi. Kedua, satpam mempunyai kompetensi. Ketiga, penataan kurikulum . Keempat, adalah soal Ijazah “Polri akan menata ulang kurikulum dan bahan pelajaran serta menyiapkan instruktur yang kompeten dan asesor kompetensi dg merujuk pada Menaker RI No. 259 Tahun 2018,” jelas Andi.

Sementara yang kelima, lanjut Andi, adalah meningkatkan peran asosiasi satpam guna mendorong asosiasi yang sudah terbentuk untuk mewadahi anggota satpam.

“Supaya kedepannya bisa menampung aspirasi dan memperjuangkan hak-hak satpam, yang pada akhirnya satpam tidak perlu membentuk serikat pekerja atau serikat buruh,” terang Andi.

Sementara Ketua APSI Sulsel Muh.Tri Yono,SIP,MM,CCPS mengatakan akan selalu mendorong BUJP di Sulawesi Selatan untuk terus mengupayakan agar kompetensi dapat tercipta dengan adanya pendidikan yang berkesinambungan dan terus menjalin kerjasama bersama kepolisian setempat. [Adm]

16 Nov 2020
gada pratama

Satpam Tanpa KTA Tak Bisa Pakai Seragam Coklat

KSATRIA | Bandung–Salah satu legalitas anggota satuan pengamanan (satpam) adalah memiliki kartu tanda anggota (KTA) dan ijazah sertifikasi. Hal itu menyusul dikeluarkannya Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa.

‎”Satpam sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas wajib punya legalitas kewenangan satpam. Ke depan, di seluruh Jabar tanpa terkecuali, harusnya legalitas yang ditunjukkan dengan ‎KTA dan ijazah,” ujar Kasubdit ‎Satpam dan Polsus Dirbinmas Polda Jabar, AKBP Sunarya, saat membuka Pendidikan Gada Pratama dan Madya di Bandung, Senin (16/11/2020).

Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa sudah diterbitkan dan masa penyesuaiannya selama satu tahun. Di Perpol itu, selain mengatur soal legalitas satpam, juga mengatur soal seragam dan kepangkatan.

“Di pakaian seragam yang baru ada jenjang kepangkatan. Dengan jenjang pangkat, seluruh satpam wajib miliki ijazah dan KTA minimal gada pratama,” ucapnya.

Untuk ijazah, kata dia, anggota satpam minimal harus berpendidikan terakhir SMA. Kemudian, mengikuti pendidikan satpam untuk pangkat pelaksana atau setingkat gada pratama.

“Untuk ijazah sehingga dapat gada pratama, lulusan setingkat SMA sederajat untuk jenjang empat tahun. Kemudian, setelah ada ijazah gada pratama, bisa ikuti sekolah lanjutan gada madya. Tanpa sekolah, enggak ada KTA, enggak bisa pakai baju berpangkat,” ucapnya.

Seragam satpam terbaru ini, warnanya coklat mirip dengan seragam Polri. Kemudian, ada tanda pangkat di pundaknya. Setiap jenjang pangkat, yang membedakan warnanya. [Adm]

22 Jun 2019

Polda Papua Gelar Pelatihan Satpam Gada Pratama

KSATRIA| Papua–Demi tercapainya tugas dan tanggung jawab satpam yang profesional, Kepolisian Daerah Papua melaksanakan Pelatihan pada Pendidikan Dasar Gada Pratama di Aula BLKI Provinsi Papua, Jumat (21/6/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh PS. Kasubbid Penmas Kompol Anthon Ampang, Baya ARO (Associate Relationship Officer) dan Kasubbag Binops Dit Binmas Polda Papua AKP Willy Ansiga selaku Danki Pelatihan Satpam yang terdiri dari oleh 71 Siswa Pendidikan Dasar Gada Pratama 2019.

Kegiatan dibuka dengan pemberian materi oleh PS. Kasubbid Penmas terkait Pelayanan Prima Polda Papua dalam Harkamtibmas di Tanah Papua. Dalam materi yang disampaikan oleh Kompol Anthon Ampang, dirinya menjelaskan mengenai Pelayanan Prima Satpam yang tugas utamanya menjaga keamanan di perusahaan atau wilayah lingkungan kerja.

“Dalam melaksanakan tugas harus bisa mengatur porsi dan waktu dalam pelaksaan tugas agar pengamanan di suatu Perusahaan atau wilayah dapat berjalan masksimal serta bisa mencegah atau meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Kompol Anthon. dilansir polri.go.id

Selain itu, lanjut Kompol Anthon, dalam mengambil tindakan harus mengutamakan Preemtif, jika terjadi sesuatu tindakan yang harus diambil terlebih dahulu adalah Negosiasi dengan sasaran agar bisa mengetahui keluhan serta mencairkan suasana.

“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini Siswa Satpam Pendidikan Dasar Gada Pratama T.A. 2019 dapat menyerap ilmu yang didapat dan menerapkan di lingkungan tugas. Tugas Satpam sangatlah penting karena dapat membantu TNI/Polri dalam menjaga keamanan dalam Negeri, khususnya di lingkungan wilayah tugasnya masing-masing,” tutup Kompol Anthon Ampang. [roj]

14 Apr 2018

BSP Gelar Gada Pratama Diikuti 150 Satpam

KSATRIA| Jakarta–Dalam rangka meningkatkan kemampuan personil satpam, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar pelatihan Gada Pratama pada Sabtu, 14 April 2018 di kampus PKP Jakarta Timur.

Menurut Suhendy Section Head Of Operation Departement BSP, kegiatan Gada Pratama angkatan ke-22, 23 dan 24 yang berjumlah 150 satpam dan dibuka oleh Kasubditmas  Polda Metro AKBP Husaimah.

Suhendy menjelaskan, program Diksar Gada Pratama ini ditargetkan untuk keseluruhan anggota BSP di seluruh Indonesia agar memiliki kopetensi dan secara legalitas memiliki ijazah Gada Pratama dan ber-KTA.

“Kami ingin menjadi BUJP yang mengedepankan profesionalisme di bidangnya dalam layanan safety dan security,” katanya, Sabtu (14/4).

Dari pihak mangement BSP yang hadir, Head of Ops. Dept. Khaled, Head of Area Jawa 1 Sukadi, Kapusdik Novri Yasda, dan jajaran Danwil – Dansek Jawa 1. [ROJI]

18 May 2017

BSP Komitmen Legalkan Satpam dengan Giat Gada Pratama

KSATRIA, (BSP)–Menjadi satuan pengamanan memiliki tanggung jawab yang besar dalaam menjaga aset perusahaan customer, karenanya setiap satpam yang bertugas harus memiliki keterampilan dalam bidang pengamanan.

PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Jawa 1 berkomitmen untuk menjadikan anggota satpamnya berkualitas dan legal bersertifikat. Untuk itu, BSP menggelar Gada Pratama yang dimulai sejak 22 April hingga 20 Mei 2017 di Cibubur.

Menurut Rangga Aditya Nugroho, Head of Area BSP Jawa 1 mengatakan bahwa kegiatan Gada Pratama ini rutin dilakukan oleh BSP dalam rangka memenuhi amanah Perkap 24 Tahun 2007 tentang pendidikan pelatihan dasar satpam.

“BSP konsisten mengadakan pendidikan dasar Gada Pratama bagi satpam yang akan bertugas, karena dengan mengikuti Diksar maka satpam tersebut sudah bersertifikat dan legal,” katanya diunggah JurnalSecurity.com, (17/5).

Pelatihan Gada Pratama kali ini merupakan Gada Pratama Angkatan ke-13 dengan jumlah peserta 150 satpam. Adapun yang membuka Gada Pratama ini adalah Kasubbag Renmin Polda Metro Jaya, Kompol. Uyun Rafei.

Rencananya, BSP Jawa 1 akan menggelar Diksar Gada Pratama lagi pada Juli 2017 atau setelah hari Raya Idul Fitri. “Security kita berusaha untuk bersertifikat semua, yang kita jual adalah satpam legal , selain itu bisa menambah komptensi mereka sebagai satpam,” jelasnya. [ROJI]

08 Aug 2016

Pelatihan Gada Pratama Tingkatkan Kualitas Satpam BSP

KSATRIA–Keamanan  merupakan garda depan perusahaan, karenanya sekuriti dituntut untuk bisa mengantispasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan oleh pemilik perusahaan. Misalnya, kejadian dari pencurian, perampokan, yang bisa merugikan perusahaan.

Menyikapi kebutuhan profesionalisme sekuriti untuk menjaga pengamanan aset, maka PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) perusahaan yang bergerak di jasa pengamanan membekali para personilnya dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup. Agar saat bertugas di lapangan bisa memaksimalkan perannya menjaga aset perusahaan.

Gada pratama-2Untuk membekali personil sekuriti BSP, Novri Yaspa Putra sebagai Kadiklat BSP terus mengagendakan kegiatan pelatihan untuk personil sekuriti BSP agar mengikuti pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya.

Menurut Novri, Gada Pratama merupakan pelatihan dasar wajib bagi calon anggota Satpam. Lama pelatihan empat minggu dengan pola 232 jam pelajaran. Sementara Gada Madya, merupakan pelatihan lanjutan bagi anggota satpam yang telah memiliki kualifikasi Gada Pratama. Lama pelatihan dua minggu dengan pola 160 jam pelajaran.

Adapun materi pelatihan yang diajarkan diantaranya Interpersonal Skill; Etika Profesi; Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam, Kemampuan Kepolisian Terbatas; Bela Diri; Pengenalan Bahan Peledak; Barang Berharga dan Latihan Menembak; Pengetahuan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya; Penggunaan Tongkat Polri dan Borgol; Pengetahuan Baris Berbaris dan Penghormatan.

Untuk tahun 2016, BSP telah menyelenggarakan empat pelatihan Gada Pratama yang diselenggarakan di GOR Ciracas, di Wisma Popski Cibubur, Rembang, Purwokerto. Rata-rata pesertanya berjumlah 100 sampai 150 orang. “Kami juga akan menggelar pelatihan Gada Pratama pada September yang akan datang ditempatkan di Area Jawa 1,” katanya.

Novri mengatakan bahwa fungsi dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas sekuriti agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya, dengan cara menerapkan apa yang telah didapatkan selama dalam pelatihan Gada Pratama.

Sementara itu untuk penyelenggaraan pelatihan Gada Madya, BSP masih menyelenggarakan selama tiga kali, yaitu tahun 2011, 2013 dan 2014, dengan jumlah peserta rata-rata 30 peserta. “Untuk Gada Madya memang tidak sebanyak Gada Pratama karena yang ikut setingkat supervisor yang jumlahnya juga tidak banyak,” terangnya. [FR]

 

 

Translate »
error: Content is protected !!