02 Jul 2021

APSI Lampung Siapkan Ratusan Rumah untuk Satpam

KSATRIA | Lampung—Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) terus menebar manfaat untuk anggota satpam yang bergabung di dalamnya. Setelah APSI Jambi dengan program perumahan, kini diikuti oleh APSI Lampung yang mencoba membuka jalan bagi satpam yang ingin memiliki rumah.

Ketua DPD APSI Lampung, Andi Meirdian Syarif, SH, MM bersama H. Heri Kurniadi, S.Sos, SH, MH selaku Direktur PT. Lintang Toedjoe Lamban (LTL) menandatangani nota kerjasama (MoU) program kepemilikan perumahan bagi anggota Satpam.

“Pemuliaan profesi satpam diharapkan berdampak pada pemuliaan kesehjateraan, setelah kami cek ternyata masih banyak anggota satpam yang belum punya rumah, umumnya karena terkendala masalah persyaratan administrasi dan DP awal pada saat ingin mengambil perumahan,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Jumat (02/06).

Lelaki yang akrab dipanggil Andri ini mengatakan, banyak satpam sudah bekerja cukup lama mengabdi tapi masih tinggal di rumah kontrakan. “Nah inilah yang menjadi PR bagi APSI untuk ikut memikirkan nasib mereka, karena doa mereka pun sama ingin punya tempat tinggal yang layak,” jelas Andri yang baru dilantik dan dikukuhkan oleh Dir. Binmas Polda Lampung KBP Anang Triarsono, S.I.K, M.Si mewakili Kapolda Lampung pada 15 Juni 2021 lalu.

LTL sebagai pihak pengembang akan memberikan prioritas bagi anggota satpam yang ingin memiliki rumah, seperti mulai dari keringanan DP atau angsuran bulanan, dan juga akan dibantu untuk kemudahan persyaratan administrasinya.

“Kami juga sudah bekerjasama dengan bank-bank penyedia KPR, sehingga teman-teman satpam bebas memilih akan menggunakan bank mana sesuai kebutuhannya sehingga tidak terbatas peluangnya pada satu bank saja,” terang Heri.

Saat ini, LTL sudah memiliki spot-spot perumahan yang tersebar di beberapa titik, baik di wilayah Bandar Lampung seperti Kemiling, Jati agung, Natar, Pesawaran, atau Kalianda. Jenis dan tipe yang disediakan juga bervariasi. “Anggota satpam bebas memilih untuk jenis perumahan Subsidi (FLPP) atau komersil menyesuaikan kemampuan masing-masing,” jelasnya.

Kabid Kelembagaan APSI Lampung Gunawan K Yudha menambahkan persyaratan untuk bisa mengakses kepemiliki rumah di Lampung ini juga harus menjadi anggota APSI lampung. “Tentunya program ini berlaku bagi teman-teman satpam yang sudah tergabung dalam keanggotaan APSI, ini sebagai wujud komitmen kami dari awal untuk membantu teman-teman satpam yang menjadi anggota APSI,” jelasnya. [Adm]

24 Nov 2020
pelatihan Gada Utama

Ketua ABUJAPI Sumsel: Gada Utama Jenjang Tertinggi Profesi Satpam

KSATRIA | Palembang- Tujuan dari pendidikan dan pelatihan Gada Utama adalah untuk menghasilkan anggota satpam yang memiliki sikap mental kepribadian, kesamaptaan fisik, dan keterampilan sebagai Manajer atau Chief Security, dengan kemampuan mengelola sumber daya. Serta kemampuan pemecahan masalah dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya. Dan hal ini sudah diatur dalam Pasal 16, Perkap No. 24 Tahun 2007.

Demikian dikatakan Ketua ABUJAPI BPD Sumsel, Novembriono kepada 42 peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Gada Utama, di Hotel ATSL Palembang, Senin (23/11/2020).

Bang Boy – sapaan akrab Novembriono mengatakan, bahwa Gada Utama adalah jenjang tertinggi dari profesi Satpam. Mulai dari Gada Pratama, Gada Madya dan terakhir Gada Utama.

“Sementara Gada Utama kali ini kebanyakan pesertanya berasal dari luar Palembang, seperti Aceh, Bengkulu, Jambi dan Padang,” ujarnya dilansir mattanews.co.

Para peserta, lanjut Bang Boy, akan mengikuti pelatihan selama 6 hari, dengan berbagai materi seperti menyusun SOP, menyusun rencana pengamanan, menyusun simulasi pengamanan, investigasi dan lainnya. “Sedangkan pemateri berasal dari Mabes polri dan polda, akademis dan praktis,” jelasnya.

Sementara selama pelaksanaan pelatihan peserta diwajibkan menjalankan protokol kesehatan, seperti harus menggunakan masker dan face shield, hand sanitizer, mengatur jarak dan melakukan cek rutin suhu tubuh sebelum memulai aktivitas.

“Setiap peserta tentunya tetap melaksanakan protokol kesehatan selama pelatihan ini hingga acara usai,” harap Bang Boy. [Adm]

14 Apr 2018

BSP Gelar Gada Pratama Diikuti 150 Satpam

KSATRIA| Jakarta–Dalam rangka meningkatkan kemampuan personil satpam, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar pelatihan Gada Pratama pada Sabtu, 14 April 2018 di kampus PKP Jakarta Timur.

Menurut Suhendy Section Head Of Operation Departement BSP, kegiatan Gada Pratama angkatan ke-22, 23 dan 24 yang berjumlah 150 satpam dan dibuka oleh Kasubditmas  Polda Metro AKBP Husaimah.

Suhendy menjelaskan, program Diksar Gada Pratama ini ditargetkan untuk keseluruhan anggota BSP di seluruh Indonesia agar memiliki kopetensi dan secara legalitas memiliki ijazah Gada Pratama dan ber-KTA.

“Kami ingin menjadi BUJP yang mengedepankan profesionalisme di bidangnya dalam layanan safety dan security,” katanya, Sabtu (14/4).

Dari pihak mangement BSP yang hadir, Head of Ops. Dept. Khaled, Head of Area Jawa 1 Sukadi, Kapusdik Novri Yasda, dan jajaran Danwil – Dansek Jawa 1. [ROJI]

25 Mar 2018

Tingkatkan Service Exellence, BSP Semarang Latih Satpam Perbankan

KSATRIA| Semarang–Dalam rangka meningkatkan kualitas skill satuan pengamanan (Satpam) di lingkup kerja area perbankan,  PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) menggelar pelatihan terhadap sejumlah satpam perbankan di Semarang.

Menurut Heru Wibowo.S.Sos.I.MM Head of Area Jawa 2 PT. Bravo Satria Perkasa, kegiatan ini sebagai upaya BSP meningkatkan personil satpamnya dalam menjalankan tugasnya secara lebih profesional. “Kegiatan ini untuk meningkatkan service layanan di bidang pengamanan perbankan,” katanya seperti dilansir Jurnal Security, Sabtu (24/3).

Heru menjelaskan, tema dalam pelatihan ini adalah ‘Profesional Guard Dalam Menanamkan Concept Service Exellence secara Hard Skill dan Soft Skill’. Di dalamnya diajarkan bagaimana meningkatkan kualitas  performance fisik, attitude dan service exellence.

Selain materi teori, para satpam yang tergabung dari satpam Bank Danamon, Bank OCBC NISP, Bank BJB, Bank Muamalat dan lainnya ini juga mendapatkan materi praktek simulasi. “Misalnya bagaimana menghadapi nasabah yang komplain sambil marah-marah,” katanya.

Dengan cara mengenal perilaku nasabah yang beragam karakter itu, tambah Heru, satpam akan semakin lebih profesional saat menghadapi nasabah yang bermasalah, terutama yang berkaitan dengan faktor keamanan di lingkungan perbankan.

Sebagai satpam perbankan, Heru juga membekali para satpamnya dengan pengetahun tindak kejahatan perbankan, yang salah satunya mengenal kejahatan skimming, yang sedang marak terjadi baru-baru ini. [RO]

Translate »
error: Content is protected !!