10 Jul 2021

Wadir Binmas Polda Jabar: Penggunaan Pangkat Satpam Sementara Ditunda

KSATRIA | Bandung–Satpam dalam Perpol Nomor 4 Tahun 2020 merupakan bagian dari Pam Swakarsa. Menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Polri bahwa Pam Swakarsa adalah merupakan satu bagian organ yang menyelenggarakan fungsi Kepolisian khusus.

“Karena itu satpam sebelum melaksanakan tugas-tugas sebagai penyelenggara kepolisian, perlu dilaksanakan pendidikan dan latihan. Ini mengartikan bahwa pekerjaan satpam itu adalah merupakan satu profesi,” ungkap Wadir Binmas Polda Jawa Barat, AKBP Mohammad Rois, SIK, MH di sela-sela penutupan Diklat Gada Pratama PT. Graha Yutaka Muda di Bandung (29/6).

Rois menegaskan, bahwa satpam merupakan profesi hal ini terkait dengan tugas-tugas yang dilakukan merupakan keahlian dan juga kemampuan khusus. “Saya berharap dengan adanya pelatihan diklat ini, personil-personil satpam yang sudah terlatih pada akhirnya nanti bisa bertugas dengan baik di lapangan,” jelasnya.

Menurut Rois, tugas-tugas satpan sebagai penyelenggara fungsi Kepolisian itu paling tidak, baik langsung atau tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat, oleh karena itu tindakan tindakan kepolisian yang dilakukan perlu mendapat legalitas.

“Jadi bagi mereka satpam-satpam atau security guard yang belum memiliki legalitas perlu dia mendapatkan satu pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh kepolisian dalam hal ini melalui badan usaha jasa pengamanan,” terangnya.

Satpam ke depan memiliki jenjang karir, karena itu terkait dengan penyelenggaraan diklat maupun pengelolaan pembinaan karier satpam, Kepolisian Republik Indonesia telah menerbitkan Perpol Nomor 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa. “Di sini diatur berbagai hal yang berkaitan dengan satpam, mulai pendidikan latihan, seragam, pembinaan karir,” tandasnya.

Satpam yang sudah Gada Pratama, tambah Rois mempunyai hak menggunakan seragam baru. Termasuk juga nanti diatur penggunaan pangkat satpam. Dalam hal ini tentu saja tidak sekedarnya saja dalam pemberian pangkat kepada satpam.

“Sebab pangkat bukan sebuah aksesoris tetapi menunjukan tingkatan kualifikasi kemampuan dan tanggungjawab satpam dalam melakukan tugasnya,” paparnya.

Terkait dengan pangkat satpam, Baharkam Mabes Polri akan membuat petunjuk teknis tata cara penggunaan pangkat, tata cara pelantikan satpam, kenaikan pangkat satpam. Tentu ini tidak mudah karena harus melibatkan berbagai stakeholder yang berkaitan dengan satpam.

“Untuk sementara sambil menunggu juknis terkait pangkat untuk sementara ditunda tetapi bagi satpam yang sudah Gada Pratama bisa menggunakan seragam uniform yang baru yang 20 persen lebih terang daripada kepolisian,” jelasnya. [Adm]

24 Jul 2019

Perpol dan Perkaba tentang Satpam akan Segera Terbit

KSATRIA| Jakarta–Untuk disebut sebagai profesi yang mulia dan membanggakan, satuan pengamanan (Satpam) menurut Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Ricky F Wakanno agar satpam terus meningkatkan profesionalismenya.

Ricky menyebut setidaknya ada tujuh karakter satpam yang professional. Ketujuh karakter itu adalah: kompeten di bidang keamanan; mengikuti asosiasi profesi keamanan; bekerja sesuai kode etik satpam; memiliki sertifikasi kompetensi satpam; bekerja secara penuh; mengetahui secara detail cara terbaik tentang security; dan mampu mengambil keputusan yang mandiri dan independen.

Dalam kaitannya dengan upaya memuliakan profesi satpam dan menegaskan posisi satpam sebagai sebuah profesi, maka Polri akan menerbitkan Peraturan Kepolisian (Perpol) tentang Sistem Pengamanan Swakarsa 2019 dan Peraturan Kabaharkam (Perkaba) tahun 2019 tentang Satuan Pengamanan, Badan Usaha Jasa Pengamanan, Pengguna Jasa Satuan Pengamanan dan Asosiasi.

“Saat ini draft Perpol memasuki tahap akhir yaitu pengharmonisan oleh Kemenkumham RI yang ditargetkan paling lambat Agustus 2019 sudah diundangkan,” ungkap Ricky dalam seminar yang digelar Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) tentang pemuliaan satpam di arena Indo Security 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (18/07) lalu.

Ricky menyebutkan, Perpol dan Perkaba itu dibuat agar anggota Satpam diakui sebagai tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang security. Aturan baru itu juga dimaksudkan untuk mengangkat harkat dan martabat Satpam agar lebih percaya diri.

Dalam hubunganya dengan kesejahteraan satpam, Perpol dan perkaba itu juga dapat dijadikan sebagai acuan yang obyektif untuk menentukan reward dan punishment; promosi/demosi dan PHK; dan memperjelas sistem upah dan remunerasi. Sehingga diharapkan profesi satpam bukan lagi sebagai obyek melainkan subyek dalam industrial security. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!