KSATRIA | Jakarta– Majelis Hakim yang dipimpin oleh Ketua Leba Max Nandoko dan beranggotakan Agnes Monica dan Yose Ana Roslinda dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kelas IA Padang memutuskan Effendi Putra dan Eko Sulistiyono bersalah atas kasus penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang di tempat mereka bertugas pada Selasa (20/10/2020).

Ketua Leba Max Nandoko memutuskan terdakwa Eko Sulistiyono divonis 1 tahun 6 bulan pidana penjara dan Effendi Putra divonis 4 tahun 6 bulan pidana penjara. Putusan ini dianggap tidak tepat karena kedua satpam ini menjalankan tugas menjaga aset negara.

Menanggapi putusan hakim yang memvonis kedua satpam bersalah, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) ikut prihatin dan langsung berkoordinasi dengan DPD APSI Sumatera Barat untuk meminta kronologi kejadian yang menyebabkan kedua satpam berurusan dengan hukum.

Ketua Umum APSI, Azis Said menjelaskan, sebagai bentuk keprihatinan, DPP APSI sudah melakukan koodinasi dengan Ketua DPD APSI Sumbar Tafsani Kasim untuk ikut memantau proses banding yang akan dilakukan tim pengacara kedua satpam ini.

“DPP APSI akan menerjunkan tim lawyer untuk melakukan advokasi, mengawasi serta memberikan masukan pada proses upaya hukum selanjutnya,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Sabtu (24/10/2020).

Sebagai organisasi yang membawahi profesi satpam, tambah Azis, APSI merasa terpanggil untuk melakukan koordinasi di lapangan dengan tim yang ada di Padang untuk mengawal proses hukum sampai selesai.

“Kami tidak ingin kasus ini menjadi preseden buruk terhadap tugas satpam di lapangan. Jangan sampai ada anggapan, satpam yang menjaga aset perusahaan dari tindak kejahatan akan tidak maksimal menjaga aset karena akan berurusan hukum,” jelasnya .

Azis berharap, dengan adanya kejadian ini, ia berharap kepada seluruh satpam di Indonesia untuk tidak kuatir dalam menjalankan tugasnya yang mengemban fungsi kepolisian terbatas. “Seorang hakim juga manusia biasa yang bisa membuat keputusan yang salah. Semoga kasus ini segera tertangani dengan baik dan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya. [adm]