KSATRIA | Jakarta–Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro diperkuat selama 14 hari, terhitung sejak 22 Juni sampai 5 Juli 2021.

Selama masa tersebut, kegiatan perkantoran yang berada di zona merah atau risiko tinggi Covid-19 wajib menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi 75 persen karyawan. Hanya 25 persen karyawan yang boleh bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

Ketentuan itu diputuskan dalam rapat terbatas yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait, Senin (21/6/2021) lalu.

“Bahwa kegiatan perkantoran atau tempat kerja ini baik oleh K/L (kementerian/lembaga) sudah ada surat edaran daripada Menteri PAN-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi), demikian pula untuk pengaturan BUMN dan BUMD ini di zona merah ini WFH-nya 75 persen,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-ABUJAPI) Agoes Dermawan mengatakan, diberlakukannya PPKM lagi hingga Juli mendatang menuntut satpam sebagai garda terdepan semakin waspada untuk tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes).

“Kami menghimbau kepada seluruh perusahaan jasa pengamanan di bawah ABUJAPI beserta user untuk memberikan perhatian kepada satpam yang berjaga di garda terdepan di lingkungan kerjanya. Mereka harus memiliki stamina yang fit agar tidak terjadi penularan covid dari para tamu atau karyawan yang ada,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Kamis (24/6).

Agoes menjelaskan, sebagai garda terdepan di lingkungan kerjanya, para satpam harus sudah divaksin agar mereka memiliki kekebalan dari virus yang terus meningkat belakangan ini. “Kami menghimbau agar BUJP untuk bisa menyelenggarakan vaksinasi untuk para satpamnya,” ujarnya.

Agoes menambahkan, dalam waktu dekat ini Polda Metro Jaya (PMJ) juga akan menyelenggarakan vaksinasi untuk 5.000 satpam. Tujuannya adalah agar satpam di wilayah PMJ memiliki daya kekebalan terhadap virus Covid-19.

“Semoga pandemi ini lekas terkendali sehingga kegiatan bisnis bisa berjalan lancar kembali. para BUJP juga bisa menjalankan tugasnya melalui satpamnya sehingga tercipta kondisi yang aman dan nyaman,” jelasnya. [admin]