Bravo Satria Perkasa
24 Nov 2020
pelatihan Gada Utama

Ketua ABUJAPI Sumsel: Gada Utama Jenjang Tertinggi Profesi Satpam

KSATRIA | Palembang- Tujuan dari pendidikan dan pelatihan Gada Utama adalah untuk menghasilkan anggota satpam yang memiliki sikap mental kepribadian, kesamaptaan fisik, dan keterampilan sebagai Manajer atau Chief Security, dengan kemampuan mengelola sumber daya. Serta kemampuan pemecahan masalah dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya. Dan hal ini sudah diatur dalam Pasal 16, Perkap No. 24 Tahun 2007.

Demikian dikatakan Ketua ABUJAPI BPD Sumsel, Novembriono kepada 42 peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Gada Utama, di Hotel ATSL Palembang, Senin (23/11/2020).

Bang Boy – sapaan akrab Novembriono mengatakan, bahwa Gada Utama adalah jenjang tertinggi dari profesi Satpam. Mulai dari Gada Pratama, Gada Madya dan terakhir Gada Utama.

“Sementara Gada Utama kali ini kebanyakan pesertanya berasal dari luar Palembang, seperti Aceh, Bengkulu, Jambi dan Padang,” ujarnya dilansir mattanews.co.

Para peserta, lanjut Bang Boy, akan mengikuti pelatihan selama 6 hari, dengan berbagai materi seperti menyusun SOP, menyusun rencana pengamanan, menyusun simulasi pengamanan, investigasi dan lainnya. “Sedangkan pemateri berasal dari Mabes polri dan polda, akademis dan praktis,” jelasnya.

Sementara selama pelaksanaan pelatihan peserta diwajibkan menjalankan protokol kesehatan, seperti harus menggunakan masker dan face shield, hand sanitizer, mengatur jarak dan melakukan cek rutin suhu tubuh sebelum memulai aktivitas.

“Setiap peserta tentunya tetap melaksanakan protokol kesehatan selama pelatihan ini hingga acara usai,” harap Bang Boy. [Adm]

12 Nov 2020
BSPGUARD-Komunitas Satpam-Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi Profesi Satpam

KSATRIA | Jakarta–Sebagian dari kita mungkin masih ingat kejadian kecelakaan yang menimpa satpam Apotek Senopati, Asep kamil yang meninggal akibat ditabrak mobil saat bertugas pada tahun 2019. Atau satpam Joseph Serin yang meninggal dunia saat melaksanakan tugasnya menjaga keamanan pada acara Rapat Kerja Nasional BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2017 di Bandung.

Dua contoh kasus satpam yang meninggal dalam bekerja itu menjadi bukti bahwa resiko saat menjalankan tugas tidak bisa diprediksi, kejadian datang secara tiba-tiba tanpa kita tahu kapan akan terjadi.

Dari kejadian yang menimpa satpam Asep dan Joseph, BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) memberikan santunan kepada keluarga satpam Asep sebesar Rp216.089.537. Sementara itu santunan untuk keluarga satpam Joseph sebesar Rp198.287.000.

Imam Haryono Kepala Bidang Kepesertaan Korporasi & Instansi BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Cilandak mengatakan bahwa resiko itu tidak bisa kita duga-duga datanganya, karena itu BPJS Ketenagakerjaan siap memberikan perlindungan kepada anggota satpam dalam menjalankan tugasnya.

“Risiko kecelakaan kerja bisa terjadi dimana pun dan tidak bisa kita perkirakan, karena itu program BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk memberikan perlindungan ketika terjadi risiko dalam menjalankan tugas,” jelasnya dalam Sosialisasi Perpol No.4 Tahun 2020 yang digelar oleh Polda Metro Jaya dengan peserta dari 200 BUJP.

Menurut Imam, santunan ini tidak dapat menggantikan posisi almarhum namun, santunan ini bisa meringankan beban keluarga dan dapat digunakan sebaik mungkin untuk biaya kuliah anak dalam mewujudkan cita-cita almarhum maupun kebutuhan pokok lainnya.

Imam menambahkan, bahwa musibah yang menimpa almarhum Asep dan Joseph ini membuka mata kita bahwa pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut Imam, saat satpam bertugas lalu meninggal dunia tanpa adanya kecelakaan, maka keluarga satpam akan mendapatkan santunan kematian sebesar 48 kali gajinya. “Jadi BUJP tidak perlu memberikan santunan, biarkan kami BPJS yang memberikan karena telah dijamin, tentunya satpam harus sudah menjadi peserta BPJSTK,” jelasnya.

Sedangkan manfaat jaminan kematian, keluarga satpam akan menerima total santunan sebesar 42 juta, yang sebelumnya hanya mendapatkan 24 juta. “Jadi kenaikan manfaatnya sebesar 175 persen,” ungkapnya.

Bahkan manfaat lainnya, keluarga yang ditinggal mendapatkan beasiswa untuk dua anak mulai dari TK hingga perguruan tinggi, minimal masa iuran 3 tahun. Hal ini berbeda dengan model lama yang hanya beasiswa untuk 1 anak saja dengan iuran kepesertaan minimal 5 tahun.

Satpam juga memiliki jaminan hari tua jika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, yaitu berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangan di atas bunga deposito. “Terakhir adalah manfaat jaminan masa pensiun, yaitu berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta,” jelasnya.

Imam berharap ke depan badan usaha jasa pengamanan bisa mendaftarkan anggota satpamnya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar satpam mendapat perlindungan jaminan saat bertugas. Karena ini bagian dari proses pemuliaan satpam.[Adm]

 

12 Nov 2020
BSP-Satpam Sah Mengemban Tugas Kepolisian

Setelah Dikukuhkan, Satpam Sah Mengemban Tugas Kepolisian

KSATRIA | Jakarta– Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Edy Murbowo SIK, MSi menjelaskan, satpam menjadi profesi itu karena Polri ingin memuliakan profesi satpam. Saat ini satpam menjadi pilihan terakhri setelah tidak lulus masuk TNI, Polri akhirnya jadi satpam.

“Kita tidak ingin seperti itu, yang sedang kita bangun ini profesi satpam, ini bukan pilihan terakhir dan ini bisa membanggakan,” ungkapnya dalam Sosialisasi Perpol No 4 Tahun 2020 di gedung Tribrata Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Polri juga telah mendesain dari mulai perekrutan, pendidikan hingga pengukuhan satpam. Dalam Perkap lama tidak ada pengukuhan oleh Polri. Karena pengukuhan ini menjadi pintu masuk legalitas satpam bisa mengemban tugas kepolisian terbatas.

“Kalau satpam ikut pendidikan dan mendapat ijazah tapi belum dikukuhkan maka ia belum bisa bekerja karena belum dikukuhkan. Dari pengukuhan ini ada kepangkatan. Terhitung mulai kapan semuanya terdata. Jika belum dikukuhkan belum bisa menjalankan tugas sebagai satpam,” jelasnya.

Setelah dikukuhkan satpam akan mendapatkan petikan keputusan, dan ini menjadi pegangan satpam menjadi titik start pembinaan karir satpam. Mulai dari kepangkatan, sertifikasi yang ujung-ujungnya ke kompensasi dalam bentuk gaji satpam. [Adm]

05 Nov 2020
Sambutan Ketua Umum APSI dalam Rakernas Kedua di Bandung

Sambutan Ketua Umum APSI dalam Rakernas Kedua di Bandung

KSATRIA | Bandung–Rakernas Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) yang kedua tahun 2020, sejak perubahan organisasi ini dari Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) yang kita deklarasikan menjadi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) pada tanggal 1 November 2018 di Bali Dynasty Resort Hotel, Denpasar, Bali.

Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Drs. Edy Murbowo, SIk, MSi, Dewan Penasehat APSI Irjen Pol (p) Prof Dr Hadiman SH MBA, Brigjen Pol Drs Ricky Wakano, Kapoltabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya SIk., Dirbinmas Polda Jabar Kombes Pol Drs Yudhy Faisal Hambali.

Rekan-rekan pengurus APSI yang saya banggakan, kami selaku ketua umum APSI mengucapkan selamat datang di Bandung dan mengucapkan terimakasih kepada rekan rekan pengurus APSI, baik dari DPP maupun DPD, yang saat ini berkesempatan hadir di acara rakernas ini.

Rakernas APSI kedua tahun 2020 ini kita selenggarakan selama 3 hari dua malam, mulai dari tanggal 1 November, tadi malam syukuran kelahiran APSI dan pagi ini insyaallah akan dibuka oleh Drbinpotmas Kakorbinmas Baharkam Polri secara resmi.
Perlu kami sampaikan kepada hadirin bahwa jumlah peserta rakernas kali ini adalah 64 orang, terdiri dari 15 orang dari DPP dan 49 orang dari DPD, dari DPD paling barat yaitu dari Aceh hingga yang paling timur dari Papua.

Kegiatan rakernas ini dirangkaikan dengan acara pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD APSI Jabar periode 2020-2025 yang telah dilaksanakan di tempat yang sama serta pelatihan gada utama yang pembukaannya dilakukan di hotel ini juga.
Pengurus APSI yang saya cintai, kita berkumpul dan berada disini karena kita memiliki komitmen yang sama, yaitu peduli terhadap perkembangan industrial security di Indonesia secara umum dan secara khusus pada bidang profesi satpam.

Kita semua pengurus APSI ini adalah penggiat, pejuang dibidang industrial security Indonesia yang dengan tulus ikhlas berjuang demi kemajuan profesi satpam dan industrial security Indonesia, dan saya ingatkan kembali bahwa didalam AD/ART APSI dinyatakan bahwa APSI adalah asosiasi dibidang pengamanan yang nonprofit dan non partisan, jadi pengurusnya tidak mencari uang atau profit atau proyek melalui organisasi ini dan tidak berpolitik di asosiasi ini.

Biasanya pengurus APSI yang merasa sebagai pengurus tidak memperoleh keuntungan, akan mundur dengan sendirinya sedangkan yang masih bertahan adalah pengurus yang memang betul betul ingin mengabdi, cinta dan berjuang di bidang industrial security ini. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pengurus yang sudah puluhan tahun teruji, berkorban untuk kemajuan organisasi APSI yang kita cintai ini, karena untuk menjadi pengurus APSI perlu punya semangat berkorban, yaitu korban curahan pikiran, waktu, tenaga dan tentunya uang.

Bapak ibu yang saya hormati, seperti kita ketahui bahwa asosiasi profesi satpam indonesia (APSI), baru berusia dua tahun tapi sebenarnya kita sudah 19 tahun berkiprah di industrial security indonesia, sejak kita deklarasikan asosiasi manager security indonesia (AMSI) pada tgl 1 juli 2001 di Kartika Chandra Hotel, Jakarta.

Tahun 2014 berubah menjadi asosiasi profesi sekuriti (APSI) di Park Hotel Jakarta dan tahun 2018 berubah lagi menjadi asosiasi profesi satpam indonesia (APSI) di Dynasty Resort Hotel Bali. Oleh karena itu tadi malam kita memperingati hari ulang tahun amsi, APSI sekuriti dan APSI satpam, HUT ke 19 AMSI, ke 6 APSI sekuriti dan hut ke 2 APSI satpam.

Bapak ibu yang saya hormati, pada acara rakernas kali ini APSI akan membahas 3 hal penting, yaitu:

1. Bedah perpol no 4 tahun 2020.
2. Kode etik profesi satpam.
3. Keanggotaan APSI. selain dari pada itu kita akan mengadakan soft launching aplikasi satpamapsi.

Hadirin dan tamu undangan yang kami hormati, perlu disampaikan pula disini bahwa rakernas ini didanai oleh sponsor dari bujp yang dikelola oleh pengurus apsi dan kontribusi dari peserta baik dari dpp maupun dari dpd.

Perusahaan BUJP yang mendukung kegiatan rakernas ini adalah :
1. Bravo Satria Perkasa.
2. Panglima Siaga Bangsa.
3. Tekno Putra Perkasa.
4. Siap Andalan Paramitra.
5. Elang Cakra Securindo.
6. Bintang Mandiri Security.
7. Nabila Cahaya Abadi.
8. Mitra Cakrawala Pro Jaya.
9. Andalan Mitra Prestasi.
10. Garda Wira Karya.
11. Ramuse Papua Sejati.
12. Jagaraga Adika.
13. Borneo Security Service.

Untuk itu pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada pimpinan perusahaan BUJP yang telah sudi mendukung acara rakernas APSI ini, juga dukungan dari rekan rekan pengurus sekalian.

Kami mengucapkan terimakasih kepada teman teman panitia baik dari DPP maupun DPD Jabar yang telah terlibat dalam persiapan rakernas sampai pelaksanaan yang dimulai kemarin sore hingga esuk hari, semoga pengabdian bapak ibu mendapat ganjaran dari Allah swt, tuhan yang maha kuasa.

Demikian sambutan kami, semoga allah swt, tuhan yang maha kuasa selalu memberikan ridho atas segala upaya kita atas perhatian bapak ibu sekalian kami ucapkan terimakasih. wassalamu’alaikum, wr wb

Bandung, 2 November 2020
A. Azis Said Ketua Umum DPP APSI

02 Nov 2020
Perpol Pam Swakarsa adalah Reformasi Upaya Pemuliaan Satpam

Perpol Pam Swakarsa adalah Reformasi Upaya Pemuliaan Satpam

KSATRIA  | Bandung–Perpol No 4 tahun 2020 sebagai landasan reformasi satpam di Indonesia. Perpol no 4 tahun 2020 tentang Pam Swakarsa telah diundangkan pada tanggal 5 agustus 2020, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) mengucapkan terimakasih kepada Polri selaku pembina satpam dan APSI.

“Perpol no 4 tahun 2020 ini kami anggap sebagai landasan reformasi satpam di Indonesia, mengingat satpam akan menjadi profesi, yang memiliki jenjang karir berdasarkan kompetensi dan masa kerja,” demikian disampaikan Ketua Umum DPP APSI Azis Said saat Rakernas di Bandung, Senin (02/11/2020).

Dalam Perpol No 4 tahun 2020 ini banyak hal menyangkut peraturan satpam yang berubah bila dibandingkan dengan peraturan kapolri (Perkap) No 24 tahun 2007, yaitu tentang pengertian satpam, perekrutan, status ketenagakerjaan, jenjang karir, pakaian seragam, perkumpulan dll, telah berubah.

“APSI sebagai asosiasi dibidang pengamanan yang terregister di Baharkam Polri yang terlibat dalam perumusan perpol no 4 tahun 2020, perlu menjelaskan kepada publik dan pemangku kepentingan dibidang sekuriti, tentang perubahan tersebut,” ungkapnya.

Berikut adalah enam hal penting perubahan dalam Perpol No 4 tahun 2020 adalah :

  1. Satpam telah dibedakan dengan satkamling. satpam adalah satuan atau kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas non yustisial yang direkrut sesuai ketentuan Polri, dilatih pendidikan satpam dan memiliki kartu tanda anggota (KTA) serta memiliki status ketenagakerjaan. ( pasal 1 ayat 3 dan 4). jadi satpam saat ini sudah dianggap sebagai profesi dimana sebelum melaksanakan tugas, harus telah lulus pelatihan wajib gada pratama/gada madya/gada utama.(pasal 10).

  2. Perekrutan hanya boleh dilakukan oleh badan usaha jasa pengamanan (BUJP), dan pengguna jasa satpam atau perusahaan .( pasal 8). jadi perekrutan satpam hanya dilakukan oleh perusahaan. apabila perorangan ingin menggunakan jasa satpam dirumahnya, silahkan berhubungan dengan BUJP karena tidak diperbolehkan merekrut sendiri.

  3. Semua satpam harus memiliki status ketenagakerjaan, apakah dengan sistim perjanjian kerja waktu tertentu (pkwt) atau sebagai karyawan tetap perusahaan. Ini dimaksudkan agar supaya hak hak ketenagakerjaan satpam dapat dipenuhi oleh BUJP atau perusahaan, sesuai peraturan perundangan. (pasal 1 ayat 4). Jadi mulai saat ini tidak ada lagi satpam yang diberikan upah di bawah UMP dan tidak memiliki BPJS dan hak hak lainnya. Ini merupakan perjuangan dan obsesi lama APSI yang saat ini telah diakomodir dalam Perpol no 4 tahun 2020.

  4. Anggota satpam memiliki golongan kepangkatan, yaitu pelaksana satpam , supervisor satpam dan manajer satpam. Setiap golongan kepangkatan akan memiliki 3 jenjang kepangkatan. (pasal 19). Dengan demikian, satpam mulai saat ini akan memiliki golongan kepangkatan dan jenjang kepangkatan yang didasarkan atas kompetensi dan masa kerjanya. ini merupakan bentuk pemuliaan satpam.

  5. Pakaian seragam satpam berubah warnanya menjadi coklat mirip seragam Polri dengan gradasi 20% lebih muda dari seragam polri selain untuk menciptakan “new image” bagi korp satpam, juga agar berbeda dengan seragam Satkamling. Pelaksanaan penggantian warna seragam ini diberikan waktu satu tahun (pasal 45), mengingat BUJP atau perusahaan setiap tahun memberikan jatah baju baruuntuk satpamnya. Jadi tidak menimbulkan beban biaya baru, tapi hanya berganti warnanya saja. Diharapkan pada tanggal 5 agustus 2021 semua satpam di Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sebagai satpam, sudah berganti dengan seragam warna coklat.

  6. Asosiasi profesi satpam merupakan wadahnya profesi satpam untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan satpam. Asosiasi profesi satpam ini harus terregister di Baharkam Polri dan wajib memiliki kode etik profesi satpam. (pasal 32 ). Jadi nggota satpam tidak perlu menyalurkan aspirasi dan kepentingannya ke organisasi atau perkumpulan lain. APSI yang memiliki jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia, merupakan wadahnya semua satpam yang menaungi satpam BUJP dan satpam perusahaan. Satpam dimanapun berada yang ingin mengetahui profil APSI atau ingin menjadi anggota APSI, dapat membuka website satpamapsi.com

Azis menambahkan, Perpol No. 4 tahun 2020 ini masih memerlukan peraturan lain, yaitu peraturan Kapolri (Perkap) atau peraturan kabaharkam (Perkaba) yang akan mengatur tentang BUJP, satpam, asosiasi dan pengguna jasa satpam secara lebih spesifik.

“Perkap atau Perkaba ini diharapkan akan terbit tidak terlalu lama lagi. Semoga satpam kedepan merupakan profesi yang dibanggakan, dihargai dan diandalkan,” tuturnya. [adm]

18 Sep 2020

APSI Jabar Persiapan Rakernas di Bandung

KSATRIA| Bandung–Menjelang rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) di Kota Bandung Jawa Barat, Dewan Pimpinan Daerah APSI Jabar menggelar rapat koordinasi untuk mempersiapkan pelaksanaan Rakernas.

Menurut Sekretaris DPD APSI Jabar Rudi Nursoleh pertemuan ini membahas program DPD APSI Jabar dan persiapan rencana Rakernas APSI di Bandung pada 2 November 2020 nanti. “Setelah pelantikan dan pengukuhan DPD APSI Jabar oleh Ketua Umum APSI Bapak Azis Said, kami juga membahas beberapa program yang akan dilakukan di tahun 2021,” jelasnya dilansir Jurnal Security, Jumat (18/9/2020).

Rudi menambahkan, program DPD APSI Jabar yang dekat adalah menyelenggarakan Diklat Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama melalui BUJP yang ada di Jabar. “Beberapa program akan kita siapkan diawal tahun untuk membantu satpam-satpam yang terdaftar di DPD APSI Jabar akan kita koordinir melalui DPC-DPC APSI Jabar,” jelasnya.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh pengurus DPD APSI Jabar dan DPC Karawang, DPC Cianjur, DPC Sukabumi, DPC Tasikmalaya, DPC Sumedang, DPC Garut dan DPC Bogor.

Menurut Rudi, DPD APSI Jabar juga akan meluncurkan aplikasi untuk anggota, khususnya direktur atau manajer BUJP yang terdaftar di DPD APSI Jabar, “Aplikasi ini nanti sangat membantu baik dari segi pemasaran ataupun pengendalian dan monitoring satpam yang dikelola,” jelasnya.

Sementara itu menyikapi lahirnya Perpol No.4 Tahun 2020, Ketua DPD APSI Jabar R. Agus Hamza menjelaskan DPD APSI Jabar memberikan dukungan terhadap perubahan seragam satpam dan siap menyesuaikan dan membantu satpam dalam satu tahun kedepan, khususnya satpam yang terdaftar di DPD APSI Jabar.

“Polemik mengenai seragam baru sesuai Perpol No. 4 tahun 2020 menurut kami bukan hal yang perlu diperdebatkan karena itu adalah seragam sebagai alat tugas yang bisa membedakan mana satpam dan mana Satkamling,” ungkapnya.

Agus menegaskan, yang harus kita perjuangkan adalah kesejahteraan dan perhatian terhadap satpam, “Kami berencana mengadakan audiensi dengan pihak terkait baik dengan Kemenaker dan diperkuat oleh Polri agar satpam menjadi prosfesi,” jelasnya.

Rapat koordinasi ini ditutup dengan launching Tohaga Lodaya, di mana DPD APSI Jabar sangat membantu program Polrestabes dalam penanganan covid -19 dalam komunitas Tohaga Lodaya, yang dipimpin oleh Kapolrestabes Bandung Kombespol Ulung Sampurna Jaya SIK yang diwakili Kasattbinmas Polrestabes Bandung AKBP Sukana Hermansyah SH, MM,.

“DPD APSI Jabar dan para DPC akan berepran aktif dalam pencegahan covid-19 dengan cara memberikan edukasi kepada satpam-satpam yang ada di Bandung khusunya dan satpam yang ada di wilayah Jabar,” tegasnya. [adm]

08 Sep 2020

DPC APSI Kutim Terbentuk, Edy S Menjadi Ketua Periode 2020-2025

KSATRIA | Sangatta–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) melantik dan mengukuhkan pengurus DPC APSI Kutim periode 2020-2025 di Hotel Royal Victoria Sangatta, Senin (07/09/2020).

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini berjalan lancar dan khidmat. Adapun Ketua DPC APSI Kutim yang baru adalah Ady S Presiden Direktur PT Borneo Security Service (BSS).

Kombelpol Hary Muharram Firmansyah S.K, selaku Dir.Binmas Polda Kalimantan Timur mengucapkan selamat atas kegiatan tersebut. Ia pun berpesan kepada DPC APSI Kutim bisa saling menjaga kesolidannya. Dimana DPC APSI Kutim masih termasuk dalam naungan Polres Kutim dan bisa saling bekerja sama.

“Selamat atas kegiatannya. Semoga ke depan APSI tambah solid dan maju. Berkembang dengan baik,” ujarnya dilansir bedahnusantara.id.

“Di Kutim adalah DPC APSI pertama yang dilantik, diharapkan asosiasi ini bisa menjembatani apa yang menjadi harapan satuan keamanan wilayah Kutim. Karena Tugas satpam sangat berat, sama dengan tugas kepolisian. Tapi sangat terbatas, di lingkungan kerja meraka. Memang memerlukan adanya perkumpulan atau asosiasi ini. Ini bisa memudahkan harapan mereka semua,” sambungnya.

Hary menambahkan, APSI Kutim dibawah pembinaan Polres Kutim bisa bekerja sama dengan kepolisian. Dimana APSI sebagai pilar sehingga bisa berkontribusi mewujudkan Pilkada aman dan lancar. Dan menjadi agen yang bisa mensosialisasi kepada masyarakat.

“Pilkada sebentar lagi, saya harap masyarakat tetap menjaga dan memelihara kamtibmas masing-masing. Perbedaan pilihan politik suatu yang wajar. Tapi tetap dijadikan sesuatu menggembirakan untuk menjadi pimpinan terbaik,” pintanya.

Sementara itu, Ketua II BIdang Organisasi DPP APSI Ardi Rudanto menyampaikan jika sudah menjadi tugas pihaknya meng-upgrade dan meningkatkan skill personil satpam agar menjadi satpam yang profesional.

“Sehingga satpam kita dapat bersaing dengan satpam dari luar negeri. Karena sudah ada perusahaan satpam dari luar negeri di Indonesia. Ada dari Amerika, Afrika Selatan, Denmark, Inggris dan Swedia. Makanya jangan sampai jadi penonton di negeri sendiri,” jelasnya.

Menurut Ardi, satpam memiliki beberapa tingkatan yakni satpam pelaksana Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. “Jadi semua penyedia satpam wajib mengikuti semua tahapan level tersebut,” katanya.

Ia menilai, di Indonesia satpam kerap dianggap sebagai pekerjaan rendah. Oleh dari itu pihaknya selalu melakukan upgrade kepada para satpam agar kedepannya bisa menjadi sebuah profesi.

“Memang satpam diciptakan untuk menjadi profesi yang diakui. Sangat mendukung bahwa satpam pasti kedepannya akan menjadi sebuah profesi. Sekarang sedang dibahas di pihak kepolisian. Satpam betul betul sebagai ujung tombak kepolisian. Kami juga sering berkoordinasi dengan Malaysia dan Philipina guna membahas tentang upgrade satpam,” jelasnya. [admin]

07 Aug 2020

BSP Jawa I Cek APD Anggota dan Semprot Disinfektan

KSATRIA | Banten–Dalam rangka menerapkan protocol kesehatan di tiap area project, tim PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Jawa I gencar melakukan kunjungan ke beberapa area project. Kunjungan ini untuk mengecek kelengkapan APD yang dikenakan oleh anggota satpam di lapangan.

Menurut Sukadi Head of Area Jawa I, kegiatan ini juga sekaligus mengecek pelaksanaan penerapan protokol kesehatan yang dilakukan oleh anggota satpam kepada costumer, “Seperti pengecekan suhu tubuh, mengarahkan untuk cuci tangan dan mengatur customer untuk jaga jarak,” ungkapnya.

Untuk memberikan area yang benar-benar steril, tim BSP juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa area project.

“Di tengah situasi pandemi saat ini, pelaksanaan protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan dan dijalankan, selain itu kegiatan kunjungan ini sebagai bentuk pelayanan dan perhatian kami terhadap keamanan dan kenyamanan pengguna jasa,” jelas Sukadi. [admin]

21 Jul 2020
Bakal calon Ketua ABUJAPI KEPRI

Inilah Nama-nama Bakal Calon Ketua ABUJAPI Kepri

KSATRIA | Kepri–Untuk menjalankan roda organisasi yang sempat vakum, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan Musyawarah Daerah yang ke-2, yang bertempat di ballroom Travelodge hotel. Salah satu agenda utamanya adalah pemilihan ketua ABUJAPI periode 2020-2025.

Ketua Panitia Pelaksana Musda 2 ABUJAPI, Dwifung Wirajaya Saputra mengatakan, persiapan Musda ke-2 Badan Pengurus Daerah (BPD) ini sudah dipersiapkan dengan matang. Musda ini digelar untuk pemilihan pengurus baru sekaligus pemilihan ketua ABUJAPI.

“Total peserta yang ikut Insya Allah, 62 peserta jasa pengamanan. Tujuh itu perluasan dari luar yang masuk ke sini,” ujarnya, Senin (20/7)

Berikut adalah nama-nama calon ketua ABUJAPI Kepri yang terdaftar di sekretariat panitia Musda kedua. Ada lima berkas bakal calon ketua ABUJAPI Kepri, yaitu:

  1. Sunarto Poniman.( PT.Khatulistiwa Media Utama Sakti ). Berkas di terima tgl 15.07.2020. Jam 19.45 Wib.
  2. Yacop Sutjipto ( PT.Mitra Jalin Usaha ). berkas di terima tgl 16.07.2020. Jam 11.45 Wib.
  3. Mas Subagyo Eko Prasetyo ( PT.Metro Mandala Persada ). berkas di terima tgl 16.07.2020. Jam 16.25 Wib.
  4. Giyarni ( PT.Cakra Garda Nusantara ). Berkas di terima tgl 16.07.2020. Jam 16.30 Wib.
  5. Dwifung Wirajaya Saputra ( PT.Putra Tidar Perkasa ). Berkas di terima tgl 16.07.2020. Jam 16.55 Wib.
17 Jul 2020
Koordinasi_BSP_Perkuat_Pengamanan_Wilayah

Koordinasi untuk Sinergi Perkuat Pengamanan Wilayah

KSATRIA | Banten–Dalam rangka menjalin sinergi dengan pihak kepolisian, PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) melakukan koordinasi pengamanan dengan Binmas Polda Banten pada Kamis, 16 Juli 2020.

Head of Area BSP Jawa 1 Sukadi mengatakan, BSP sebagai perusahaan jasa pengamanan harus terus melakukan sinergi dengan aparat keamanan untuk melakukan koordinasi di bidang pengamanan.

“Koordinasi dilakukan untuk menjaga hubungan baik dengan aparat keamanan sehingga memperkuat wilayah keamanan di wilayah tugas,” ungkapnya. [admin]

Translate »
error: Content is protected !!