13 Apr 2021

Dirbinpotmas Beri Arahan tentang Perpol Pam Swakarsa di Sumsel

KSATRIA | Palembang – Polda Sumatera Selatan menggelar sosialisasi Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) No. 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, di The Zuri Hotel Convention Palembang, Senin (12 /04 2021)

Turut hadir pada acara ini di antaranya Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo, Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan, Ketua Umum APSI Azis Said, Dirbinmas Polda se-Sumatera, jajaran Kasat Binmas Polda Sumsel, dan para badan usaha jasa pengamanan (BUJP) yang berada di Sumatera.

Dalam amanatnya, Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan mengucapkan terima kasih kepada APSI dan Mabes Polri karena telah dipercaya untuk menjadi ‘tuan rumah’ dalam sosialisi Perpol No. 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa.

Menurut Rudi, Perpol tersebut menjadi landasan reformasi satuan pengaman (Satpam) di Indonesia, pasca Kapolri Jenderal Sigit Listiyo menerbitkan aturan terbaru soal pembentukan Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa).

“Kegiatan ini kami anggap sebagai landasan reformasi satpam di Indonesia, mengingat satpam akan menjadi profesi yang memiliki jenjang karir berdasarkan kompetensi dan masa kerja,” ujar Rudi sebagaimana dinukil parlemenrakyat.id.

Sementara Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Edy Murbowo menjelaskan, di dalam Perpol No 4 tahun 2020 ini banyak hal menyangkut peraturan Satpam yang berubah bila dibandingkan dengan Perkap No 24 tahun 2007.

“Pengertian satpam, perekrutan, status ketenagakerjaan, jenjang karier, pakaian seragam, perkumpulan dan lain-lain, telah berubah,” terang Edy

Perubahan itu, kata Edy, di antaranya Satpam telah dibedakan dengan Satkamling. Satpam adalah satuan atau kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas non yustisial yang direkrut sesuai ketentuan Polri.

“Satpam dilatih melalui pendidikan dan memiliki kartu tanda anggota (KTA), serta memiliki status ketenagakerjaan, sesuai pasal 1 ayat 3 dan 4,” jelasnya.

“Jadi satpam saat ini sudah dianggap sebagai profesi di mana sebelum melaksanakan tugas, mereka harus wajib lulus pelatihan Gada pratama, Gada Madya, dan Gada Utama,” tambahnya.

Edy juga meminta kepada APSI, sebagai asosiasi dibidang pengamanan untuk turut serta menjelaskan kepada publik terkait Perpol No. 4 Tahun 2020.

“APSI sebagai asosiasi yang teregister di Baharkam Polri dan terlibat dalam perumusan Perpol No 4 tahun 2020 untuk turut serta menjelaskan kepada publik dan pemangku kepentingan dibidang satpam tentang perubahan tersebut,” ungkapnya.[Adm]

07 Apr 2021

Ketum ABUJAPI Berharap Gaji Satpam Lama dan Baru Ada Perbedaan

ABUJAPI | Padang– Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP ABUJAPI) melantik kepengurusan BPD ABUJAPI Sumbar, pada Selasa (6/4).

Dalam amanatnya Ketua Umum BPP ABUJAPI, Agoes Dermawan berharap kesejahteraan satpam lebih diperhatikan. Sebab, selama ini kesejahteraan satpam cenderung terabaikan dan gajinya masih disamakan dengan upah minimum provinsi.

Padahal, kata Agoes, satpam sekarang sudah merupakan profesi. Karenanya harus ada perbedaaan antara satpam yang sudah bekerja lama dengan satpam baru.

“Jangan sampai satpam yang sudah bertugas 10 tahun sama saja gajinya dengan yang baru bertugas, kami berharap satpam gajinya di atas UMP apalagi yang sudah lama bertugas,” kata Agoes

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini satpam pun pakaiannya sudah warna cokelat dengan gradasi 20 persen mirip seragam polisi.

Agoes juga berharap pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap satpam karena keberadaannya merupakan garda terdepan instansi. “Satpam yang rutin melakukan pengecekan suhu dan mengingat pakai masker, tapi mereka banyak yang belum divaksin, kami ingin ada program khusus dan perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Ia mengibaratkan satpam itu dekat di mata tetapi jauh di hati. Sebab, keberadaannya terkadang hanya dianggap sebagai pelengkap padahal perannya vital. Ia menyebutkan saat ini terdapat 1,6 juta satpam di Indonesia dan pihaknya terus berjuang mengangkat derajat satpam.

Sementara Ketua BPD Abujapi Sumbar Tafyani Kasim menyampaikan pihaknya akan melakukan konsolidasi perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengamanan untuk memastikan satpam bisa berkompeten dan minimal memiliki legalitas Gada Pratama.

“Saat ini terdapat sekitar 6.000 satpam di Sumbar, ia berupaya memastikan semuanya terdata dan memiliki kompetensi yang baik,” katanya.[Adm]

30 Mar 2021
Ketua Umum APSI Azis Said

Pasca Ledakan Bom di Makassar, APSI Imbau Satpam Perketat Pengamanan

KSATRIA | Jakarta — Pasca insiden ledakan bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3), Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) mengimbau instalasi-instalasi di Indonesia agar memperketat keamanan.

Ketua Umum APSI Azis Said, mengatakan sampai saat ini masih banyak instalasi-instalasi yang menjadi sasaran teror teroris belum menggunakan satpam resmi tersertifikasi. Padahal, kata Azis, satpam adalah garda terdepan dalam sebuah bangunan atau gedung dari aksi teror.

Lebih lanjut Azis menjelaskan, satpam yang resmi sudah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku. Mereka juga memiliki wewenang dalam menggeledah barang, orang, dan kendaraan karena masuk ke dalam ranah kepolisian terbatas.

Hal itu, kata Aziz, sudah dilindungi undang-undang yang termuat pada Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sehingga dalam pekerjaannya, mereka berwenang memeriksa atau menggeledah barang, orang, motor, atau mobil yang masuk ke dalam tempat yang menjadi wilayah tugas mereka.

Bahkan, satpam yang resmi juga sudah dibekali dengan ilmu bela diri dan SOP terkait pengamanan dari aksi tindak kejahatan.

“Jadi fungsi satpam itu betul-betul sangat penting guna selamatkan instalasi maupun orang di dalamnya,” ujar Aziz sebagaimana dinukil tribunnews.com, Senin (29/3/2021).

Namun, kata Azis, dalam praktiknya masih banyak pengelola gedung yang enggan memakai Satpam resmi dalam pengamanannya. Hal itu misalnya saja terjadi pada Gereja Katedral Makassar yang menjadi sasaran teror.

Terkait salah satu petugas keamanan yang terkena luka karena menghalau pelaku teror yang hendak menerobos masuk ke dalam gereja, Azis mengaku sudah menguhubungi APSI Makassar terkait hal tersebut. Dan hasilnya diketahui petugas keamanan yang terluka bukan Satpam resmi yang dibekali sertifikat.

Meski begitu, petugas keamanan sudah bertindak dengan benar, yakni menghadang pelaku teror hendak menerobos masuk. Sehingga seluruh umat gereja yang tengah beribadah bisa terlindungi dari ledakan bom.

Maka Azis berharap ini jadi pelajaran bagi pengelola gedung agar tidak mengesampingkan ketersediaan petugas keamanan dalam sebuah bangunan.

“Jauh lebih baik lagi apabila satpam yang dipakai ialah satpam yang sudah bersertifikasi karena sudah melalui proses pendidikan,” terangnya.

Sehingga, katanya, diharapkan para satpam tersebut dapat benar-benar jadi garda terdepan dalam sebuah pengamanan bangunan yang kerap menjadi sasaran teror.

“Jadi SOP pemeriksaan keluar masuk barang, orang, motor, dan mobil bisa lebih diperketat lagi. Apalagi terhadap instalasi yang kerap jadi sasaran teror,” jelasnya.

Azis mengatakan sampai saat ini APSI belum berencana meminta bantuan kepolisian untuk pengamanan gereja-gereja di Indonesia.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa permintaan pengamanan biasanya hanya dilakukan saat situasi-situasi tertentu saja seperti malam tahun baru atau ibadah natal.

Perlu diketahui bersama, saat ini ada sekitar 5.000an satpam di Jakarta yang tergabung dalam APSI. Azis mengimbau agar mereka selalu menerapkan SOP di wilayah tugasnya.” SOP nya dibuat lalu [Adm]

29 Mar 2021
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Kapolri Apresiasi Perjuangan Satpam Gereja Katedral Makassar

KSATRIA | Makassar–Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan terima kasih dan memberi pujian kepada satpam yang mencegat pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Satpam itu menahan dua orang pelaku yang berboncengan mengendarai sepeda motor untuk masuk ke lokasi gereja.

Petugas satpam yang mencegat dua pelaku bom bunuh diri itu bernama Kosmos. Kapolri Listyo Sigit memuji tindakan Kosmos yang telah menyelamatkan banyak jemaat Gereja Katedral Makassar.

“Saya juga berterima kasih kepada petugas satpam yang telah menjaga, menahan agar pelaku bom tidak masuk,” ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (29/3/2021).

“Juga menyelamatkan masyarakat ataupun jemaat lain,” sambungnya.

Listyo Sigit menyampaikan rasa prihatin kepada warga yang mengalami luka-luka atas peristiwa tersebut.

“Bagi jemaat yang sakit, kami mengucapkan rasa prihatin yang mendalam,” ucapnya.

“Mudah-mudahan segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali,” imbuh dia. [Adm]

28 Mar 2021
BOM GEREJA KATEDRAL MAKASSAR

ABUJAPI Mengutuk Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

KSATRIA | Jakarta — Sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3/2021).

Akibat peristiwa ini setidaknya ada 14 korban luka-luka berat dan ringan serta menimbulkan trauma yang menakutkan bagi masyarakat, khususnya warga Makassar.

Menyikapi peristiwa ini, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) mengutuk keras pelaku ledakan bom bunuh diri tersebut dan meminta kepada badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di seluruh Indonesia, agar memastikan kembali anggota satuan pengaman (Satpam) yang bertugas disemua objek pengamanan untuk lebih waspada serta menjalankan SOP yang telah ditetapkan.

“Jika ada gerak gerik yang mencurigakan, harap menginformasikan ke kantor polisi terdekat atau ke aparat terkait yang berada di lingkungan kerjanya,” jelas Ketua Umum ABUJAPI, Agoes Dermawan, Minggu.

Senada Wakil Ketua Umum ABUJAPI, Cecep Dharmadi, mengimbau agar anggota satuan pengamanan (Satpam) selalu waspada dalam menjalankan tugasnya.

Cecep pun turut prihatin kepada anggota Satpam yang bertugas dan telah menjadi korban ledakan bom bunuh diri tersebut.

“Semoga anggota Satpam yang menjadi korban ledakan segera pulih,” harapnya.

Selain itu, Cecep juga meminta kantor perwakilan ABUJAPI di Makasar untuk segera memberikan kabar dan memastikan kembali kondisi Satpam Gereja Katedral Makassar, agar mendapatkan perawatan yang layak.[Adm]

11 Mar 2021

BPJSTK Bogor Serahkan Santunan Kematian 42 Juta untuk Satpam Perumahan

KSATRIA | Bogor– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bogor Kota menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 42 juta kepada Satuan Pengamanan (satpam) perumahan Duta Kencana 2 Kecamatan Kedung Badak Kelurahan Tanah Sareal Bogor.

Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh ketua RW 11 Kelurahan Kedung Badak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Jamaludin Fatah, kepada ahli waris didampingi oleh Petugas dari BPJAMSOSTEK Bogor Kota.

Jamaludin mengucapkan terimakasih kepada BPJAMSOSTEK Bogor Kota atas kerjasama dan pendampingan proses klaim sehingga telah menerima klaim santunan Jaminan Kematian BPJAMSOSTEK atas meninggalnya anggota satpam kami yang bernama Agus Nuriyadi.

“Beliau adalah anggota satpam yang kemudian dapat santunan dari BPJAMSOSTEK sebesar 42 juta rupiah atas Jaminan Kematian, alhamdulillah telah kami terima dan langsung diterima ahli warisnya,” kata Jamaludin.

Dengan adanya bantuan ini, Jamaludin pun mengungkapkan akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait program dari BPJSJamsostek, mengingat perlindungan ini sangat bermanfaat dan tentunya program ini hadir dari pemerintah.

“Karena diwilayah kami, ada sebagian warga yang berproses sebagai sopir, buka warung dan lain-lain yang nanti kami akan daftarkan dalam program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang tentunya akan difasilitasi atau dikordinir dari RW,” ungkap Jamaludin.

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Bogor Kota Mias Muchtar menyampaikan turut bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum dan semoga santunan ini dapat bermanfat untuk ahli warisnya.

Mias juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih telah mengikutsertakan Satpam Perumahan Duta Kencana 2 dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sangat bermanfaat karena kita sebagai tulang punggung keluarga bilamana mereka mengalami resiko sosial, keluarga atau ahli waris tidak terlalu berat karena BPJAMSOTEK hadir untuk pekerja disamping iuranya yang relatif terjangkau, manfaatnya sangat luar biasa dengan adanya peningkatan manfaat JKK dan JKM sesuai PP 82 Tahun 2019,” tutup Mias. [Adm]

10 Mar 2021

ABUJAPI NTB Minta Pemda Prioritaskan Satpam Vaksin Covid-19

KSATRIA | NTB — Pemerintah daerah diharapkan untuk memberikan prioritas vaksinasi kepada tenaga jasa pengamanan (Satpam) sebagai garda terdepan pada seluruh jenis pelayanan.

“Satpam, tangan kanan Polri, tapi lupa divaksinasi sebagai garda terdepan pelopor penegak protokoler Covid-19,” kata Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (ABUJAPI) Provinsi NTB, Iwan P Balukea.

Dilaporkan Suara NTB, Selasa, 9 Maret 2021, Iwan menggambarkan, Satpam adalah petugas keamanan yang paling banyak dan sering berhadapan dengan masyarakat setiap harinya.

Menurut Iwan, Satpam sebagai personel satuan pengamanan di lingkungan kerjanya melaksanakan pelayanan awal bagi pengunjung atau tamu di pusat-pusat keramaian seperi mal, pabrik, kantor, bandara, terminal, pelabuhan laut, kampus, sekolah dan sejenisnya.

“Sepertinya pemerintah tidak tanggap, alias tidak memperhitungkan keberadaan personel-personel Satpam ini,” ujarnya.

Dalam melaksanakan tugasnya selama pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari 1 tahun ini, kata Iwan, Satpam sangat rentan terpapar virus Covid-19. Contohnya satpam di Perguruan Tinggi Negeri di Mataram, Satpam bertugas melayani karyawan, tamu hingga mahasiswa yang begitu banyaknya setiap hari.

Belum lagi, tambah Iwan, Satpam yang bertugas di mal atau pusat perbelanjaan, kantor-kantor, hotel-hotel, tempat nongkrong, atau di area-area yang rentan penularan virus Covid-19.

“Sebagai perpanjangan tangan Polri, ribuan Satpam tersebar di NTB. Seluruhnya melaksanakan tugas Kepolisian terbatas. Tetapi masih cenderung diabaikan,” keluhnya.

Kendatipun Satpam sudah dilengkapi peralatan dan kelengkapan standar protokoler Covid-19 oleh pengguna jasanya, seperti penggunaan masker, handsanitizer, tempat cuci tangan dan sabun. Bahkan pelindung wajah (face shield), hingga sarung tangan, tetapi dirasa tidak menjamin keamanannya terpapar Covid-19.

“Jangan hanya Satpam yang bertugas di rumah sakit saja yang divaksinasi. Masih banyak Satpam yang bertugas di area-area rentan penularan Covid-19 harus mendapatkan perhatian khusus vaksinasi,” demikian Iwan.[Adm]

09 Mar 2021

60 Satpam Daftar menjadi Anggota APSI Jambi

KSATRIA | Jambi–Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD-APSI) Jambi terus melakukan sosialisasi ke para satpam menjadi lebih mengenal organisasi satpam, APSI.

Menurut Ketua DPD APSI Jambi Eryanto Junaidi, sebagai asosiasi resmi yang tedaftar di Mabes Polri, kami terus menyosialisasikan ke para BUJP dan satpam akan manfaat bergabung di APSI Jambi.

“Kami mengajak kepada para BUJP atau satpam mendaftarkan diri sebagai anggota APSI Jambi,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Selasa (09/03)

Eryanto berharap, para satpam yang ada di Provinsi Jambi agar dapat mendaftar untuk menjadi Anggota APSI sebagai organisasi satpam yang resmi sehingga dapat menyuarakan aspirasinya dengan baik dan bisa mendapatkan pendampingan hukum.

Sebagai hasil dari sosialisasi, pada Senin (08/03) APSI Jambi berhasil mendaftarkan 60 satpam dari tiga BUJP, yaitu PT. Manggala Cipta Persada, PT. Jambi Anugerah Sejahtera dan PT. Agromates Sumindo Abadi.

Saat ini, tambah Eryanto, jumlah anggota APSI Jambi sudah mencapai 170 satpam. Jumlah ini masih sangat kecil dibanding jumlah satpam di Jambi yang mencapai ribuan.

“Kami optimis, ke depan APSI Jambi akan lebih dikenal dan diminiati oleh para satpam yang ingin berorganisasi dalam asosiasi, semoga APSI Jambi terus bertambah anggotanya dan membawa manfaat bagi satpam,” tegasnya. [Adm]

09 Mar 2021

ABUJAPI Himbau BUJP Patuhi Aturan Penggunaan Seragam

KSATRIA | Jakarta–Maraknya penggunaan seragam satpam baru yang tidak sesuai dengan aturan, dengan menambahkan berbagai macam atribut dan peletakan aksesoris yang kurang tepat.

Maka Badan Pengurus Pusat Asosiasi Bada Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-ABUJAPI) mengeluarkan perintah untuk Badan Pengurus Daerah (BPD ABUJAPI) untuk menegur satpam BUJP yang melanggar.

“BPP minta kepada semua BPD agar berkoordinasi dengan Dirbinmas Polda di wilayah masing masing dalam upaya mengingatkan BUJP di wilayah masing-masing dan lakukan peneguran bila ada yang mengenakan seragam tidak sesuai Perpol No.4 Tahun 2020,” ungkap Agoes Dermawan kepada Jurnal Security, Selasa (09/03).

Menurut Agoes, ABUJAPI sebagai mitra Polri yang menghimpun Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di mana satpam bekerja, punya tanggung jawab untuk menjaga agar Pakaian Dinas satpam hanya digunakan di tempat lokasi kerja, tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang di luar tugas Satpam dan satpam harus mempunyai Kode Etik terkait penggunaan seragam ini.

Oleh karenanya, BPP ABUJAPI memerintahkan kepada Ketua Umum BPD ABUJAPI di seluruh Indonesia untuk :

  1. Membuat Surat Edaran kepada BUJP agar anggota Satpamnya menggunakan Pakaian Dinas Satpam dan Atribut yang sesuai ketentuan Perpol No 4 tahun 2020
  2. Menertibkan dan melakukan peneguran kepada BUJP apabila ditemukan ada anggota Satpamnya menggunakan Atribut Tanda Kepangkatan yang tidak sesuai Perpol No. 4 tahun 2020
  3. Penggunaan pakaian dinas satpam hanya diperbolehkan pada saat bertugas di tempat kerja agar tidak disalahgunakan dan satpam harus memiliki etika pada saat menggunakan seragam satpam. [Adm]
24 Nov 2020
pelatihan Gada Utama

Ketua ABUJAPI Sumsel: Gada Utama Jenjang Tertinggi Profesi Satpam

KSATRIA | Palembang- Tujuan dari pendidikan dan pelatihan Gada Utama adalah untuk menghasilkan anggota satpam yang memiliki sikap mental kepribadian, kesamaptaan fisik, dan keterampilan sebagai Manajer atau Chief Security, dengan kemampuan mengelola sumber daya. Serta kemampuan pemecahan masalah dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya. Dan hal ini sudah diatur dalam Pasal 16, Perkap No. 24 Tahun 2007.

Demikian dikatakan Ketua ABUJAPI BPD Sumsel, Novembriono kepada 42 peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Gada Utama, di Hotel ATSL Palembang, Senin (23/11/2020).

Bang Boy – sapaan akrab Novembriono mengatakan, bahwa Gada Utama adalah jenjang tertinggi dari profesi Satpam. Mulai dari Gada Pratama, Gada Madya dan terakhir Gada Utama.

“Sementara Gada Utama kali ini kebanyakan pesertanya berasal dari luar Palembang, seperti Aceh, Bengkulu, Jambi dan Padang,” ujarnya dilansir mattanews.co.

Para peserta, lanjut Bang Boy, akan mengikuti pelatihan selama 6 hari, dengan berbagai materi seperti menyusun SOP, menyusun rencana pengamanan, menyusun simulasi pengamanan, investigasi dan lainnya. “Sedangkan pemateri berasal dari Mabes polri dan polda, akademis dan praktis,” jelasnya.

Sementara selama pelaksanaan pelatihan peserta diwajibkan menjalankan protokol kesehatan, seperti harus menggunakan masker dan face shield, hand sanitizer, mengatur jarak dan melakukan cek rutin suhu tubuh sebelum memulai aktivitas.

“Setiap peserta tentunya tetap melaksanakan protokol kesehatan selama pelatihan ini hingga acara usai,” harap Bang Boy. [Adm]

Translate »
error: Content is protected !!