KSATRIA |  Jakarta — Kejahatan siber telah menyasar platform-platform media sosial salah satunya Twitter, yang baru baru ini terjadi.

Dilaporkan setidaknya terdapat 5,4 juta data pribadi pengguna Twitter yang kemungkinan bocor, setelah terjadinya bug keamanan, yang dimanfaatkan oleh pelaku serangan siber untuk mencuri data pribadi pengguna.

Kejahatan siber bisa berdampak merugikan mulai dari pemalsuan identitas, pencurian dan jual beli data ilegal, pembobolan akun media sosial atau dompet digital, hingga penipuan daring.

Menjaga data pribadi pengguna pun merupakan salah satu tanggung jawab perusahaan penyedia layanan digital atau elektronik. Namun, hal yang sama juga dirasa menjadi tanggung jawab publik pengguna layanan.

Lalu bagaimana cara mengamankan data pribadi dari pelaku kejahatan siber? Berikut 6 tips yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengamankan data pribadinya secara mandiri sebagaimana dilansir ITSEC Asia.

  1. Bedakan alamat email untuk media sosial dan perbankan

Masih banyak masyarakat yang menggunakan satu alamat email untuk semua kebutuhan mulai dari          layanan perbankan, transaksi, media sosial, subscription, dan lainnya.

Hal ini akan sangat bahaya bagi data pribadi masing-masing karena saat email tersebut diserang, semua informasi yang ada di dalamnya bisa rentan dicuri.

  1. Mengganti password email dan aplikasi secara berkala

Sebagian masyarakat pasti sudah memahami bahwa mengganti password secara berkala dapat mencegah serangan siber dilakukan dengan mudah. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak melakukannya. Walaupun terkesan simpel, mengganti password secara berkala merupakan salah satu cara paling ampun dalam menjaga data pribadi agar tidak mudah dicuri.

  1. Jangan klik tautan mencurigakan

Di media sosial banyak beredar informasi-informasi yang perlu kita cek ulang kebenarannya, dan jangan sembarang tergoda oleh tautan-tautan yang sebenarnya mencurigakan. Hal ini untuk menghindari serangan phising yang meretas informasi seperti data akun dan data pribadi lainnya.

  1. Kenali fitur-fitur pengaman aplikasi

Pada aplikasi media sosial sebenarnya sudah ada berbagai fitur keamanan yang disediakan, seperti Two Factor Authentication (2FA), One Time Password (OTP), End-to-end encryption, setelan privasi, peringatan masuk akun, dan lainnya. Kenali dan aktifkan fitur-fitur tersebut untuk menambah keamanan saat bersosial media.

  1. Hati-hati saat menggunakan VPN (Virtual Private Network)

Melihat isu pemblokiran oleh Kominfo yang baru terjadi belakangan ini, penggunaan VPN di Indonesia meningkat secara pesat guna mengakses situs-situs yang diblokir tersebut. Namun, penggunaan VPN terutama yang gratis membuka kemungkinan data-data pribadi yang ada di dalam perangkat kita dicuri oleh penjahat siber serta infeksi malware yang dapat menyusupi VPN. Hindari login akun media sosial dan aplikasi perbankan jika menggunakan VPN.

  1. Jangan membagikan informasi-informasi penting di media sosial

Membagikan foto-foto seperti KTP, foto tiket atau passport, QR code, atau informasi-informasi penting lainnya seperti nama ibu dan nomor pribadi hendaknya dihindari saat menggunakan media sosial. Hal ini penting karena banyak cara yang dapat dilakukan oleh penjahat siber dari pencurian identitas atau informasi penting yang dimanipulasi untuk berbagai kejahatan seperti pembobolan akun dan penipuan dari identitas yang dicuri.

Jika ada masyarakat yang terlanjur terkena serangan siber pembobolan akun media sosial, hendaknya segera lakukan upaya permintaan reset password atau penggantian password kepada aplikasi dan juga menghubungi layanan bantuan dari platform tersebut untuk dapat dibantu memulihkan akses akun yang dicuri.[Adm]

Share This: