KSATRIA, (BSP)–Presiden RI Joko Widodo menegaskan tugas penting Babinsa dan Babinkantibmas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh sebab itu, harus selalu mendengarkan informasi dan hal-hal yang mencurigakan, sehingga tidak terlambat dalam merespon setiap kejadian.

“Apabila terdapat permasalahan dalam suatu lingkungan agar segera selesaikan dan jika ada informasi yang tidak benar untuk segera diluruskan, sehingga tercipta keamanan lingkungan,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada 2.617 personel TNI dan Polri se-Solo Raya beberapa waktu lalu.

Apapun masalah segera dilaporkan secara berjenjang ke tingkat yang lebih atas, sehingga bisa mempersempit ruang gerak hal-hal yang menjadikan wilayah Indonesia berbahaya. “Hal ini sangat tergantung kepada personel TNI dan Polri yang bertugas di daerah,” ucapnya seperti dikutip rmol.co.

Terkait pemberantasan terorisme, Presiden Jokowi mengatakan, diperlukan pendekatan sebagai upaya deradikalisasi sehingga tidak ada suasana terpinggirkan yang dapat meningkat kepada terorisme.

“Hal ini perlu pendekatan, dirangkul dan diberikan wawasan kebangsaan bahwa bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, majemuk dan beragama” jelas Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa, TNI dan Polri harus senantiasa meningkatkan kemampuan deteksi dini di setiap pelaksanaan tugas.

“Bagaimanapun pendekatan preventif lebih baik daripada penindakan. Selain itu teruslah dekat dengan rakyat, libatkan rakyat dalam usaha menangkal infiltrasi ideologi,” pungkasnya. [OJI]