KSATRIA (BSP)–Tragedi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ambruk menelan korban. Selasar Mezzanine yang berada di Tower II rubuh saat para mahasiswa yang sedang study tour bergerombol di selasar itu.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H Sumadilaga mengatakan setiap gedung wajib memperhatikan tiga aspek dalam pembangunannya.

Pertama, sebuah gedung harus memiliki aspek keamanan dalam bangunannya. Itu artinya, konstruksi bangunan yang dibuat harus memiliki jaminan keamanan bagi penggunanya. “Ini harus kita cek. Karena menyangkut keselamatan semua orang,” ujarnya dilansir JawaPos.com, Senin (15/1).

Kedua adalah menyangkut aspek keselamatan. Aspek tersebut meliputi keselamatan dalam operasional gedung tersebut. “Nah, ini bagaimana liftnya, kemudian saat terjadi kebakaran seperti apa,” terangnya.

Terakhir, setiap gedung juga wajib memperhatikan aspek kenyamanan dalam penggunaannya. “Kenyamanan itu bagaimana orang bekerja di gedung tersebut,” sambungnya.

Terkait kejadian di Gedung BEI, pihaknya turut prihatin atas musibah yang terjadi. Meski demikian, pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut agar dikemudian hari tidak terulang kembali.

“Kami Kementerian PU sangat prihatin ini terjadi. Pak menteri juga sangat konsen atas apa yang terjadi, apalagi ini gedung bursa efek Indonesia, kami segera menyiapkan tim. Kami harus melihat secara detil penyebabnya,” tandasnya. [ROJI]