Bravo Satria Perkasa
31 May 2016

Bangun Sinergi, Ksatria Bravo Outbound di Malang

KSATRIA–29 Oktober 2015. Para Ksatria melakukan traveling menuju Kota Apel, Malang. Sebanyak 29 orang bersama dalam satu gerbong menjadi pengalaman yang mengasyikan. Rasa kekeluargaan, kebersamaan dalam One Team, One Mision, One Goal penuh keceriaan berangkat dari Stasiun Pasar Senin pukul 18.30 menggunakan Kereta Api Majapahit.

Gerbong besi bergerak, suara gesekan roda besi dengan rel kereta menjadi alunan yang khas saat berada di dalam gerbong. Sua nostalgia sesama penumpang yang satu perusahaan menjadi momen paling berkesan selama dalam perjalanan.

Majapahit, nama kereta itu mengingatkan akan kebesaran kerajaan yang ada di Jawa dengan patihnya bernaman Gajah Mada. Gerbong kereta ibarat kerajaan kecil yang di dalamnya para Ksatria yang sedang menyusun strategi dalam mengelola kerajaan. Karena itu, kebersamaan, loyalitas, dedikasi dan komitmen menjadi keniscayaan untuk membesarkan kerajaan.

Kereta Majapahit terus bergerak meluncur melewati kota-kota dalam kegelapan malam. Sepekat apapun malam terus diterjang untuk sampai tujuan. Akhirnya kereta berhenti di Stasiun Tawang, Semarang. Di sinilah gerbong yang masih nampak kosong bertambah 20 orang, mereka adalah Ksatria dari Wilayah Jawa 2. Jadi total Kstaria yang ada di ‘kerajaan majapahit’ adalah Jawa 1 berjumlah 29 orang dan Jawa 2 sebanyak 20, total 49 orang.

30 Oktober 2015. Sinar matahari sudah terasa panas menyengat, ketika Kereta Api Majapahit tiba di Stasiun Malang. Seperti biasa, jadwal kedatangan kereta molor hampir satu jam, yang awalnya dijadwalkan pukul 09.55 tiba, ternyata sampai Malang pukul 10.30.

Setibanya di Malang, para Ksatria dari Jawa 1 dan Jawa 2 disambut hangat oleh para Ksatria dari Jawa 3 yang berjumlah 16 orang. Sehingga total peserta outbound ini adalah 65 orang dengan perincian 5 wanita dan 60 pria. Karena hari itu Jum’at, maka peserta langsung diarahkan menuju masjid di daerah Rampal dengan menggunakan transportasi bus.

Usai menjalani shalat Jum’at, peserta diajak mengenal sejarah angkutan transportasi yaitu di Museum Angkut yang saat ini menjadi ikon Kota Malang. Sekitar pukul 15.00 peserta sudah tiba di Museum Angkut, dan disuguhi haloween party sehingga banyak setan jadi-jadian bergentayangan menemui para Ksatria.

Tepat pukul 17.00 setan jadi-jadian melakukan parade mengelilingi area museum. Setelah puas melihat setan jadi-jadian, pukul 19.00 peserta menuju ke lokasi outbound yaitu di Hotel Pujon View yang jarak tempuh sekitar 30 menit dari Museum Angkut.

Tiba di lokasi outbound maka acara berlanjut dengan jam komandan, yaitu serah terima peserta outbound dari direksi yang diwakili oleh direktur utama ke event organizer. Selesai acara jam komandan dilanjutkan dengan makan malam dan pembagian tenda, setelah itu peserta istirahat.

31 Oktober 2015. Malang di pagi hari nampak dingin. Sekilas kabut tipis masih nampak menyelimuti beberapa wilayah di Malang. Tepat pukul 06.00 acara dimulai dengan olahraga bersama. Setelah menjalani bersih-bersih seperti mandi dan sarapan, maka dimulailah game outbound yang terdiri dari:

  1. Senam otak yaitu menggunakan gerakan tangan kanan dan kiri secara bergantian.
  2. Lempar bola kecil berantai yaitu melempar bola kecil dari tangan kanan dan kiri berantai ke orang yang ada disebelahnya.
  3. Jaring laba-laba yaitu memindahkan teman menyeberangi jaring tanpa menyentuh jarring tersebut.
  4. Menjatuhkan diri yaitu menjatuhkan diri ke jaring yang ada dengan dipegangi oleh anggota team.
  5. Memindahkan pipa yaitu memindahkan pipa paralon melewati bawah jaring tanpa menyentuh tanah dengan menggunakan tali dan tidak boleh disentuh tangan pipa.
  6. Lingkaran bom yaitu memindahkan teman dari luar lingkaran ke dalam lingkaran tanpa menyentuh bom waktu yang berada di dalam lingkaran.
  7. Dinamika perintah yaitu melaksanakan perintah berantai dengan membangun bangunan yang terdiri dari telur, kertas, balon dan sedotan dengan perintah telur tidak boleh pecah saat dijatuhkan dari ketinggian 2 meter.
  8. Mengambil bola di air yaitu mengambil bola-bola di air dengan titik dan jarak tertentu dan diambil secara kerjasam team.

Setelah melakukan berbagai game, akhirnya menjelang pukul 17.00 acara game selesai dan peserta beristirahat di kamarnya masing-masing dan dilanjutkan dengan makan malam. Kurang lebih pukul 19.00 dilanjutkan dengan acara live music oleh Band Performance dari Surabaya.

Lagu-lagu top 40 terlantun merdu dari pemain band. Untuk kegembiraan acara itu, para peserta ikut menari semampunya. Acara live music ini bersamaan dengan barbeque party yaitu sajian kambing guling, sembari menikmati acara api unggun yang dibimbing langsung oleh Heru Wibowo dengan suasana syahdu, tidak sedikit peserta meneteskan air mata dan ditutup dengan lagu kemesraan. Selesai acara api unggun dilanjutkan dengan live music lagi. Semua bergembira sehingga acara berakhir hingga pukul 23.00.

1 November 2015. Pagi penuh semangat membakar para Ksatria untuk berolahraga. Setelah berolahraga, para peserta menuju puncak bukit tempat start olahraga paralayang. Di bukit inilah, para peserta dibuat takjub akan kebesaran ciptaan Allah, berupa sajian kota Malang dilihat dari atas bukit.

Setelah menikmati pemandangan kota Malang, peserta mengikuti game menaikkan bendera, dengan peralatan 2 pipa, tali rafia dan pasak. Peserta dituntut bisa bekerjsama menaikkan bendera. Setelah bendera naik semua peserta mengelilingi dan melakukan penghormatan. Acara tersebut dilanjutkan dengan penutupan yang dipimpin oleh direksi dan penyerahan secara simbolis dari EO ke management BSP yang dalam hal ini diwakili oleh direktur.

Tepat pukul 11.00, seluruh peserta cek out dari lokasi outbound menuju ke tempat oleh-oleh khas Kota Malang. Mereka pun mencari jajanan khas Malang untuk keluarganya di rumah. Mulai dari susu sapi, kripik tempe, kripik apel dan lain sebagainya. Setelah belanja oleh-oleh, seluruh peserta menuju ECO green yang merupakan salah satu obyek wisata di Kota Batu. Di ECO green peserta disuguhi keindahan aneka satwa dan tumbuh-tumbuhan. Hingga akhirnya tiba waktu berpisah, para Ksatria menuju stasiun Malang menaiki Kereta Api Majapahit pukul 18.20. Sayonara…sampai jumpa kembali di event yang berbeda dalam kebersamaan.

Winantyo Nugroho
Head of Area Jawa 3

 

 

 

02 May 2016

BSP Wilayah Jawa 3 Menjaga Keamanan Investor

KSATRIA (BSP)– Pulau Dewata, demikian sebutan Kota Bali yang banyak disebut oleh pelancong. Bali dengan kemolekan wisatanya yang dibalut dengan kekhasan budayanya telah menjadi gerbang pariwisata Indonesia. Tak heran, jika Bali banyak dikunjungi wisatawan asing yang ingin menikmati pulau Bali.

Pariwisata yang bisa menyajikan kenyamanan dan keamanan menjadi modal penting bagi sebuah daerah di negeri kepulauan ini untuk menarik wisatawan. Karena itulah, faktor keamanan menjadi sangat penting untuk pengembangan wisata di daerah.

Tak hanya sektor pariwisata, sektor usaha bisnis pun juga membutuhkan iklim investasi yang kondusif, yang aman dan nyaman dalam rangka pengembangan usaha. Lagi-lagi, peran pengamanan sangat urgent di area vital ini.

Hadirnya Bravo Satria Perkasa (BSP) di Jawa 3, yang terdiri dari wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT telah ikut berperan serta dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan berbagai sektor bisnis dan usaha.

Di bawah kendali Winantyo Nugroho selaku Head of Area Jawa 3, BSP Wilayah Jawa 3 mencoba memberikan layanan terbaik dalam menciptakan iklim kerja yang aman dan nyaman.

Lewat dedikasi dan kinerja yang baik dalam melayani kliennya, BSP Wilayah Bali didaulat untuk mengamankan pengawalan VVIP terhadap mantan pemain sepak bola internasional yaitu Youri Djorkaef selama di Bali dalam event gathering nasional klub sepak bola Intermilan pada Agustus lalu. Begitu juga pengamanan VVIP terhadap event Bali Marathon yang diselenggarakan oleh BII Maybank.

Menurut Nugroho, Wilayah Jawa 3 yang memiliki kondisi kultur dan budaya majemuk, membuat BSP melakukan inovasi terhadap pelayanan jasa terhadap klien, seperti di wilayah Bali yang sebagian besar didominasi oleh sektor pariwisata. Pihaknya melakukan pendekatan yang humanis terhadap anggota Satpam yang ada.

Nugroho menambahkan, bahwa anggota Satpam BSM merupakan asset dari perusahaan, maka dari itu kami selalu memenuhi apa yang sudah menjadi hak-hak normative sesuai dengan regulasi pemerintah. Di samping itu pihaknya juga melakukan supervise secara terus-menerus untuk pelaksanaan tugas sehari-hari di lapangan.

Dengan jumlah personil Satpam mencapai kurang lebih 1350 orang di Wialayah Jawa 3, BSP siap menjadi mitra dalam pengamanan wilayah area public. Seperti pengamanan perbankan, perkantoran, pertokoan, rumah sakit, lembaga pendidikan, rumah ibadah, perumahan, tempat pariwisata dan lain sebagainya.

“Sebagian besar kami hadir di sektor perbankan. Untuk perbankan parameter penilaiannya jelas dan terukur, hal ini dikarenakan ada penilaian khusus mengenai standar pelayanan dan hasilnya dipublikasikan,” papar Nugroho.

Standar pelayanan yang terukur, menuntut BSP terus melakukan evaluasi dalam memberikan layanan, terlebih lagi BSP bergerak di bidang jasa maka yang diutamakan adalah pelayanan terhadap klien. Apa yang menjadi keluhan klien harus menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti. “Kami jemput bola terhadap klien untuk memecahkan persoalan,” paparnya.

Wilayah Jawa 3 yang cakupannya cukup luas ini, juga menuntut tim BSP bisa saling berkoordinasi dengan baik. Misalnya untuk melakukan koordinasi dengan empat wilayah, Nugroho setiap sebulan dua kali melakukan koordinasi, dan setiap akhir bulan hasil dari monitor pelaksanaan tugas di lapangan dilaporkankan secara berkala.

Kerja pengamanan tidak hanya berkaitan dengan user saja, melainkan lebih luas lagi, terutama masyarakat sekitar area pengamanan. Pendekatan yang intensif dengan masyarakat sekitar menjadi bagian dari agenda BSP. Seperti di Bali, yang mayoritas penduduk menganut agama Hindu. Pihaknya mengajak koordinasi dengan LSM setempat atau dengan pecalang.

“Kami juga aktif melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat. Laporan-laporan yang menjadi kewajiban kami kepada kepolisian juga dikirim secara rutin,” paparnya.

BSP Wilayah Jawa 3 terus berkomitmen untuk melayani customernya. Begitu juga, BSP juga sangat memperhatikan kesejahteraan personil Satpam yang bertugas di lapangan. Meskipun, dalam 4 tahun terakhir ini ada perubahan kebijakan dari gubernur mengenai kenaikan UMK, khususnya wilayah Surabaya.

Tahun 2015, SK Gubernur mengenai kenaikan UMK memecahkan rekor karena melebihi DKI Jakarta. Dengan adanya kenaikan UMK tersebut maka menjadi kendala bagi pengguna jasa, dalam hal ini jasa pengamanan.

“Sudah banyak kami melakukan penghentian kerjasama atau tidak diperpanjang karena pengguna jasa tidak sanggup lagi menaikan nilai kontraknya. Sampai saat ini, BSP Wilayah Jawa 3 tetap masih melakukan GCG sehingga semua pengelolaan sesuai dengan regulasi pemerintah daerah. [FR]

 

 

Translate »
error: Content is protected !!