Bravo Satria Perkasa
27 Oct 2017

Tito Karnavian Dikukuhkan sebagai Guru Besar STIK

KSATRIA (BSP)– Bertempat di Auditorium Mutiara STIK Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK),  Kapolri Jenderal Pol. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian. Kapolri resmi menjadi Guru Besar Bidang Terorisme STIK.

Kapolri sebelumnya melakukan orasi ilmiah agar mendapatkan gelar profesor di bidang penanganan terorisme. Kapolri melaksanakan orasi ilmiahnya dengan sempurna, tanpa melihat buku orasi ilmiahnya yang tersusun dalam bahasa Inggris.

Beberapa pejabat yang hadir, Jaksa Agung M Prasetyo, Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Ketua Komisi Hukum DPR Bambang Soesatyo, Anggota Komisi I DPR dari PKS Tifatul Sembiring, Politikus PDIP Masinton Pasarivu, Edi Kusuma Wijaya.

Mantan Kepala Kepolisian Jenderal Purnawirawan Badrodin Haiti dan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Ari Dono tampak menghadiri pengukuhan.

Seluruh Kapolda dan Rektor Universitas Negeri pun menghadiri pengukuhan Kapolri sebagai Guru Besar STIK-PTIK di Bidang Penanganan Terorisme.

“Tiap provinsi yang diundang untuk menghadiri pengukuhan Prof Tito Karnavian terdiri satu Kapolda dan satu rektor universitas negeri di masing-masing provinsi. Sedangkan Aceh dan Jakarta diundang lebih dari satu kampus,” ujar Rektor Unimal Prof Apridar.

Selain itu ia menambahkan, undangan tersebut termasuk dalam rangkaian kerjasama Unimal dengan institusi Kepolisian baik ditingkat Polres, Polda dan Mabes Polri.

“Ini bentuk dukungan dan kerjasama antarkampus, antar-Unimal dan PTIK. Apalagi Unimal memang sudah sejak lama memiliki kerjasama dengan institusi Polri,” pungkasnya. [ROJI]

30 Dec 2016

Amanat Kapolri dalam HUT Satpam ke-36

KSATRIA, (BSP)–Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016 adalah Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-36. Hari ini, juga beberapa daerah menggelar upacara memperingati HUT Satpam ke-36. Di Jakarta sendiri upacara akan digelar pada Januari 2017. Berikut adalah amanat Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. dalam upacara HUT Satpam ke-36:

Peringatan ini dilaksanakan secara serentak di polres-polres dengan maksud untuk mengetahui penggelaran potensi satuan pengamanan swa-karsa di wilayahnya masing-masing, sebagai mitra keseharian dalam mengemban fungsi kepolisian di lapangan. Hal ini merupakan wujud nyata dari apa yang menjadi dasar hukumnya yaitu amanat dalam pasal 3 ayat (1), pasal 14 ayat (1) huruf (f), pasal 15 ayat (2) huruf (g), pasal 34 ayat (2), dan pasal 36 undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara republik indonesia, serta aturan pelak-sanaannya yaitu peraturan pemerintah nomor 43 tahun 2012.

Polri telah menerbitkan panduan induk kepada masyarakat dalam mengelola pengamanan swakarsa secara profesional pada sebuah organisasi, perusahaan dan/atau instansi/ lembaga pemerintah yang dituangkan sebagai peraturan kapolri nomor 24 tahun 2007 (berita negara republik indonesia tahun 2007 nomor 50). Panduan ini memberikan tuntunan untuk menerapkan satu tata kelola pengamanan swakarsa secara holistik terhadap proses bisnis satu organisasi. penerapan panduan ini tidak harus eksklusif, namun melengkapi tatanan industrial security yang telah berjalan, guna lebih meningkatkan kemampuan organisasi secara swakarsa dan profesional dalam menanggulangi ancaman dan gangguan keamanan terhadap proses bisnisnya, serta mematuhi regulasi keamanan yang berlaku.  Anggota satuan pengamanan dalam panduan tersebut adalah mereka yang secara fungsional dan struktural memiliki peran dalam tata kelola pengamanan terhadap proses bisnis organisasi.

Anggota satuan pengamanan memiliki posisi strategis, sebagai yang terdepan dalam rangka upaya menciptakan jaminan perlindungan terhadap dunia usaha di negara kita. oleh karenanya penyiapan kemampuan profesional anggota satpam hendaknya mendapatkan atensi dan prioritas oleh seluruh pemangku kepentingan bersama polri. Dalam hal ini kapolri telah menetapkan kebijakan prioritasnya sebagai salah satu dari sebelas program prioritas, yaitu “membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas”.

Prioritas penyiapan anggota satpam yang profesional dan memiliki keunggulan bersaing dengan security profesional asing, semakin mendesak untuk direalisasikan khususnya pada 12 (dua belas) spesialis industrial security guna mengantisipasi inovasi “security profesional” asing, sebagai konsekuensi dari adanya 12 sektor prioritas mea 2015 yang disebut sebagai free flow of skilled labor (arus bebas tenaga kerja terampil) yaitu pada bidang-bidang industri seperti:

Perawatan kesehatan (health care), turisme (tourism), jasa logistik (logistic services), e-asean, jasa angkutan udara (air travel transport), produk berbasis agro (agrobased products), barang-barang elektronik (electronics), perikanan (fisheries), produk berbasis karet (rubber based products), tekstil dan pakaian (textiles and apparels), otomotif (automotive), dan produk berbasis kayu (wood based products).

Saya ingin menegaskan, jangan sampai posisi/ jabatan security pada industri strategis dan objek vital nasional diduduki oleh orang asing. posisi security dalam organisasi hendaknya dipegang oleh anggota satuan pengamanan yang memenuhi regulasi yang mengaturnya.

Dalam Amanatnya Kapolri juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pimpinan bumn dan perusahaan yang mengelola objek vital dan objek vital nasional, yang telah mendapatkan sertifikat, maupun sedang dalam proses menerapkan standar tata kelola pengamanan swakarsa berdasarkan peraturan kapolri nomor 24 tahun 2007. Secara kuantitas menunjukkan peningkatan yang semakin meningkat, dimana sampai akhir tahun 2016 ini tercatat 99 perusahaan.

“DIRGAHAYU SATUAN PENGAMANAN KE 36” SELAMAT BERTUGAS!!

 

JAKARTA, 30 DESEMBER 2016

KEPALA KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA

Drs. M. TITO KARNAVIAN, M.A., Ph.D.

 

 

13 Sep 2016

Komjen Syafruddin Resmi Jabat Wakil Kapolri

KSATRIA— Komisaris Jenderal Syafruddin akhirnya resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian RI setelah dilantik oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, Sabtu (10/9/2016). Syafruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri resmi menggantikan posisi Budi Gunawan yang sekarang menjabat sebagai Kepala BIN.

Proses pelantikan dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri. Sejumlah perwira tinggi Polri dan jajaran kepala kepolisian daerah turut hadir.

Pelantikan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Pelantikan itu dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Penunjukan Syafruddin ini berdasarkan surat telegram Nomor: ST/2219/IX/2016 tertanggal 9 September 2016. Dalam pelantikan tersebut, Syafruddin mengucapkan sejumlah sumpah.

“Saya bersumpah, bahwa saya selaku pejabat Polri, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang 1945. Saya akan menaati segala perundang-undangan, melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan oleh saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab,” Syafruddin mengucap sumpah mengikuti Tito.

Sumpah tersebut juga menyatakan, Wakapolri akan menjunjung tinggi kehormatan bangsa serta senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat bangsa dan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang atau golongan, dan memegang rahasia sesuatu yang sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan.

“Bahwa saya tidak akan melakukan korupsi, kolusi, nepotisme dan gratifikasi berupa apa saja dari atau kepala siapapun juga yang diduga atau patut diduga untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban jabatan dan pekerjaan bahwa saya akan bekerja dengan jujur, disiplin, bertanggung jawab, cermat dan semangat untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” Syafruddin melanjutkan sumpah.

“Pemilihan Bapak Syafruddin sebagai wakapolri dinilai dari beberapa aspek. Kompetensi dan pengalaman. Beliau bekerja dari operasional, komando, staf lama di pendidikan,” ujar Tito.

Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan terlihat berada di barisan depan di antara pejabat-pejabat Polri. Tito sekaligus mengucapkan selamat kepada perwira tinggi bintang empat itu.

“Kita dukung Bapak Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai kepala BIN, dan kepada Wakapolri yang baru. Semoga semua dapat berjalan lancar untuk kepentingan Polri,” tutur Kapolri. [FR]

 

01 Sep 2016

Harapan Kapolri di HUT Ke-68 Polwan

KSATRIA–Syukuran HUT Polisi Wanita (Polwan) ke-68, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta Polwan dapat menjadi motor penggerak perbaikan citra Polri di mata masyarakat.

“Saya harap Polwan bisa jadi motor untuk memperbaiki citra polri. Di mata publik citra Polwan lebih baik daripada polisinya,” kata Tito dalam sambutannya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/9).

Berdasarkan pengalamannya, lanjut Tito, Polwan memiliki peranan besar ketika melakukan pendekatan ke masyarakat. Termasuk ketika berhadapan dengan massa yang tengah berdemonstrasi.

“Pernah waktu itu saya masih jadi Kapolda Papua, di satu Universitas Cenderawasih sedang demonstrasi. Gerbang universitas ditutup. Polisi tidak bisa masuk. Begitu datang Polwan, baru bisa masuk. Pendekatannya lebih masuk dibanding Sabhara atau Brimob,” kenangnya.

Menurut dia, Polwan memiliki sensitivitas yang lebih tinggi ketimbang polisi pria. Karena itulah, Polwan memiliki cara pendekatan yang baik ke masyarakat sehingga masukannya lebih diterima. Bahkan, kata dia, pelaku teroris yang awalnya bungkam diperiksa polisi, bisa lebih terbuka saat dihadapkan dengan Polwan.

“Kalau Polwan yang interogasi tersangka, pendekatannya lebih soft, mereka (para tersangka) bisa lebih terbuka,” ucap Tito.

Tito mengatakan, peran Polwan perlu dimaksimalkan untuk menekan tindak kekerasan terhadap pelaku kejahatan. Ia mengakui, kerap kali, polisi melakukan kekerasan agar pelaku terbuka. Namun, dengan pendekatan keibuan Polwan, kekerasan itu bisa dihindari.

Polwan, sambung dia, juga lebih peka menangani permasalahan anak dan wanita. Oleh karena itu, Polri membentuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak yang ditempatkan di setiap polres dan polsek.

“Lebih sensitif masalah anak dan wanita, makanya dibentuk unit PPA di tiap polda dan polres juga polsek. Dua Polwan di tiap polsek ditaruh untuk tangani kasus perempuan dan anak,” terang Tito.

Pada akhir sambutannya, mantan Kapolda Metro Jaya itu meminta Polisi Wanita lebih diberdayakan di tiap polda hingga tingkatan polsek. Sehingga, mereka bisa lebih eksis di tengah masyarakat.

“Saya minta polwan lebih diberdayakan. Kepada seluruh kapolda, polwan diberi kesempatan supaya mereka lebih eksis di masyarakat,” Tito menutup. [FR]

 

 

 

Translate »
error: Content is protected !!