Tanggung Jawab Adalah Kehormatanku

 

Oleh: Heru Wibowo, S.Sos.I. MM

Head of Area Jawa II Jawa Tengah & DIY

Pembinaan satpam merupakan strategi modal yang ampuh dalam mengimplementasikan dan memotivasi security dalam mengemban peran tanggung jawab moral secara komprehensif. Untuk itu, Wilayah Jawa Tengah & DIY membiasakan untuk melakukan motivasi kepada para satpam dua kali dalam sebulan. Begitu juga dalam setiap penempatan project maka kami lakukan pembekalan orientasi project seperti di Semarang Medical Center (RS Telogo Rejo) pada tanggal 21-23 Februari 2016 lalu dalam rangka menguatkan makna tanggung jawab security.

Mengapa sikap tanggung jawab diperlukan dalam suatu organisasi terutama dalam menjalankan tugas security? Simaklah beberapa ungkapan berikut ini, “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggung jawab atas kepemimpinan itu”. (Al-Hadits, Shahih Bukhari – Muslim).

Begitu juga “Anda tidak bisa lari dari tanggung jawab hari esok dengan menghindarinya pada hari ini”. (Abraham Lincoln). Seorang ilmuwan besar Albert Einstein (1879-1955) mengatakan, “The price of greatness is responsibility” (harga sebuah kebesaran ada di tanggung jawab). Tanggung jawab adalah mutiara hati. Ia adalah salah satu nilai pokok dalam budaya korporat suatu organisasi.

Seperti halnya suatu komitmen, seseorang yang memiliki amanah untuk melakukan pekerjaan tertentu biasanya bersikap hati-hati. Termasuk kalau sedang bekerjasama dengan mitra kerja lainnya. Mengapa demikian? Karena setiap butir kesalahan walau sekecil apapun harus bisa dipertanggung jawabkan. Konteksnya dalam meraih mutu kerja, efektifitas dan efisiensi kerja. Semakin bertanggung jawab dibarengi dengan semakin kuatnya komimen maka semakin berhasil seseorang melaksanakan pekerjaannya sesuai harapan.

Untuk itu, maka pihak manajemen seharusnya mampu mengkondisikan agar setiap karyawan bersikap tanggung jawab. Sistem imbalan atau penghargaan dan hukuman kaitannya dengan tanggung jawab sangat penting diterapkan. Suatu ketika tanggung jawab itu sendiri sudah merupakan bagian dari kebutuhan tiap individu organisasi atau sudah terinternalisasi.

Tenaga security yang andal tidak hanya bermodal badan kekar dan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah keamanan. Tapi lebih pada kecakapan untuk menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru. Untuk itu setiap personel security mesti memiliki kemampuan fisik dan mental untuk menjadi tenaga profesional yang tidak saja dapat menjalankan fungsi keamanan (security), melainkan juga mampu melaksanakan fungsi keselamatan (safety) dan pelayanan (service). Untuk menciptakan tenaga keamanan yang profesional dibutuhkan dari sisi manusia yang berkualitas serta sistem dan peralatan yang mendukung. Kesemuanya harus saling terintegrasi.

Ini adalah karakter terpenting yang harus dimiliki manusia, dimana tanggung jawab menjadi karakter primer. Tanggung jawab ini erat kaitannya dengan konsep amanah. Konsep amanah lahir dari pengertian bahwa bumi, hidup, anak, keluarga, pekerjaan dan harta yang kita punyai dan jalani sekarang ini bukanlah sepenuhnya milik kita. Karena itu kita harus bertanggung jawab atas semua yang ada didekat kita. Konsep amanah melahirkan tuntutan moral yang disebut tanggung jawab. Bahwa amanah dan tanggung jawab ini adalah dua sisi mata uang yang sama.

Kala kita mengambil tanggung jawab sebenarnya kita sedang melatih diri kita untuk lebih tangguh dan kuat menghadapi tantangan di masa depan yang tidak pernah kita ketahui. Semakin kita terbiasa bertanggungjawab maka tanggung jawab kita akan menguat. Sehingga nantinya sebesar apapun beban yang diamanahkan kepada kita, kita bisa memberi jawab yang tepat.

Mari kita memperkuat tanggung jawab kita dari hari ke hari, mulai dengan mengambil tanggung jawab dari yang kecil yang ada di depan mata terlebih dulu. Dan lebih dalam mempertahankan kekuatan Service  Quality.

“Bukan kesulitan yang membuat kita takut.. tetapi ketakutanlah yang membuat kita sulit” [FR]