Dirut BSP: Dengan Sertifikat ISO, BSP Harus Lebih Maju  

KSATRIA–Bertepatan dengan HUT Kota Jakarta ke 489, manajemen PT Bravo Satria Perkasa (BSP) menorehkan sejarah untuk membawa BSP lebih maju lagi, yaitu penerapan tiga sistem manajemen sekaligus yaitu, Sistem manajemen Mutu ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007.

Acara penyerahan tiga sertifikat sistem manajemen ini berlangsung pada Rabu, 22 Juni 2016 di Kantor Pusat BSP Jakarta. Hadir dalam acara tersebut, Komisaris BSP Drs H. Soeparno, Direktur Utama BSP Joko PN Utomo, Direktur BSP H. Djarot Soeprianto, dan jajaran manajemen dan staf BSP. Sedangkan dari pihak PT. Sigma Bina Solusi (SBS) Budi Setiawan selaku Direktur Operasional SBS dan Adriana Herawati sebagai Konsultan SBS.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Joko PN Utomo mengatakan, ini sebuah langkah yang luar biasa karena tiga sertifikat manajemen ISO diterima BSP dari PT. Sigma Bina Solusi. “Hendaknya kita lebih mensyukuri atas didapatkannya tiga sertifikat ini, semoga menjadikan BSP lebih baik lagi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Dirut BSP menjelaskan bahwa Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 ini mencakup tentang prosedur semua proses penting dalam bisnis, yakni adanya pengawasan dalam proses untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Begitu juga tersimpannya data dan arsip penting dengan baik.

“Sistem ini juga mencakup adanya pemeriksaan unit-unit yang kurang maksimal dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan. Secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan kualitas itu sendiri,” jelas Joko.

Berikutnya adalah Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, di mana seluruh elemen BSP wajib mematuhi standar yang digunakan untuk merancang dan menerapkan sistem pengelolaan lingkungan environmental management system (EMS) dalam upaya meminimalisir dampak negative kegiatan terhadap lingkungan.

ISO-5 ISO-6Sementara Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja ISO 18001:2007 mencakup seluruh elemen BSP wajib menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Joko menegaskan, tiga sistem manajemen di atas sejalan dengan tema Rakernas BSP yang diselenggarakan tahun 2016 bertema “Peningkatan produktivitas untuk persiapan dalam persaingan bisnis terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”.

Sebagaimana kita tahu, bahwa Indonesia akan dihadapkan dengan implementasi masyarakat ekonomi Asean (MEA), di mana MEA akan menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia, khususnya BSP dengan transformasi kawasan Asean menjadi pasar tunggal dan basis produksi sekaligus menjadikan kawasan Asean yang lebih dinamis dan kompetitif.

Pemberlakuan MEA, tambah Joko, dapat dimaknai sebagai harapan akan prospek dan peluang bagi kerjasama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas, melalui integrasi ekonomi regional kawasan Asia Tenggara, yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow) barang, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal.

“Maka sejatinya BSP memiliki peluang untuk memanfaatkan peluang ini dengan meningkatkan skala ekonomi dalam dan luar negeri untuk memperoleh keuntungan, dengan menjadikannya sebagai momentum memacu pertumbuhan produktivitas dan bisnis perusahaan,” jelasnya.

Joko berharap, dengan adanya tiga sertifikat manajemen bertaraf internasional ini hendaknya seluruh bagian manajemen BSP agar semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas kerja karena BSP telah memiliki sertifikat manajemen berskala internasional.

Slogan ‘Bekerja keras, Bergerak cepat, Bertindak tepat guna mewujudkan cita-cita One team, One mission & One goal harus terus menjadi ruh dalam bekerja. Untuk itu, “Bekerja dengan hati untuk menjadikan diri kita berarti,” tuturnya. [fathur]