Bravo Satria Perkasa
17 Sep 2020

APSI Kepri: Seragam Baru Bentuk Penghargaan untuk Satpam

KSATRIA | Kepri–Dengan keluarnya Perpol No. 4 Tahun 2020 sebagi pengganti Perkap No. 24 Tahun 2007, DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kepri menilai, ini menunjukkan keseriusan untuk menuju pemuliaan Profesi Satpam sebagaimana yang dicanangkan Kapolri dalm HUT Satpam ke-38 di Jakarta.

Ketua DPD APSI Kepri Syafar Sah mengatakan, penggantian seragam satpam yang baru menyerupai seragam milik Polri sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh anggota satpam, karena dianggap layak dalam menjalankan tugas pengamananan dan fungsi kepolisian terbatas di tempatnya bekerja.

“Penempatan tanda pangkat pada seragam satpam juga akan meningkatkan kemampuan dan skill dari anggota satpam dan akan semakin meningkatkan kesejahteraan para anggota satpam nantinya,” jelasnya kepada Jurnal Security, Rabu (16/9/2020).

Syafar berharap agar seragam baru ini hanya dipakai oleh anggota yang berhak memakainya, yaitu anggota yang sudah mengikuti Pelatihan Gada Pratama dan mempunyai KTA sehingga nanti terlihat jelas perbedaan yang sudah mengikuti pendidikan dan yang belum mengikuti pendidikan.

“Diharapkan semua anggota satpam semakin meningkatkan profesionaliame dan dalam melaksanakan tugas di lapangan selalu berdasarkan SOP dan tatanan aturan yang berlaku,” jelasnya.

DPD APSI berharap pemuliaan Satpam juga diikuti oleh berbagai pihak, seperti BUJP dan instansi lainnya agar memperhatikan hak-hak Satpam sebagaimana regulasi yang berlaku karena satpam adalah ujung tombak dan etalase paling depan dari BUJP.

“Kita juga berharap anggota satpam semakin meningkatkan skill dan kemampuannya karena denga Perpol yang baru ini seluruh anggota satpa akan diuji kompetensi sehingga benar-benar memahami tugas pelaksanaan di lapangan secara baik,” paparnya. [adm]

16 Sep 2020
Seragam Baru Satpam

Seragam Satpam Mirip Polisi dan Berpangkat, Kapan Mulai Berlaku?

KSATRIA | Jakarta–Setelah sempat menjadi wacana terkait seragam satpam yang baru mirip baju Polisi, akhirnya Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pamswakarsa resmi memutuskan seragam satpam yang baru dengan warna kecoklatan atau mirip seragam polisi.

Sebelumnya, Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan, ke depan agar dibuat telaah staf terkait tampilan Satpam menyerupai seragam Polisi. Contohnya seperti di negara Malaysia, Singgapura, Jepang dan lain-lain, hadirnya Satpam dengan seragam mirip Polisi ternyata efektif mengurangi terjadinya tindak pidana (kejahatan).

Oleh karena itu, menurut Kabaharkam Polri, membuat seragam Satpam tampak seperti seragam Polisi perlu dilakukan. Dengan maksud akan menjadi perpanjangan tangan Polri, khususnya jajaran Binmas, hadir di tengah-tengah masyarakat.

Kapan seragam satpam yang baru diberlakukan? Menurut Pasal 45 dalam Perpol Nomor 4 Tahun 2020 dijelaskan:

“Pada saat Peraturan Kepolisian ini mulai berlaku, seragam dan atribut Anggota Satpam yang diatur dalam Peraturan Kepala kepolisian Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 50) tetap dapat digunakan dan wajib menyesuaikan dengan Peraturan Kepolisian ini paling lambat 1 (satu) tahun terhitung sejak Peraturan Kepolisian ini diundangkan.”

11 Mar 2020

Seragam Satpam Mirip Polri Masih Proses Usulan

KSATRIA | Jakarta– Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto saat menerima laporan kesiapan panitia puncak peringatan HUT Satpam ke-39 pada Selasa 14 Januari 2020 di Ruang Kerja Kabaharkam Polri, Kompleks Mabes Polri Jakarta, pernah mewacanakan seragam baru untuk satpam.

Dalam paparannya, Kabaharkam Polri berpesan, ke depan agar dibuat telaah terkait tampilan satpam menyerupai seragam Polisi. Contohnya seperti di negara Malaysia, Singgapura, Jepang dan lain-lain, hadirnya Satpam dengan seragam mirip Polisi ternyata efektif mengurangi terjadinya tindak pidana (kejahatan).

“Banyaknya kejadian kejahatan adalah bukti kegagalan dalam menjalankan fungsi preemtif dan preventif yang diemban oleh Korbinmas Baharkam Polri dan jajaran,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Oleh karena itu, menurut Kabaharkam Polri, membuat seragam Satpam tampak seperti seragam Polisi perlu dilakukan. Dengan maksud akan menjadi perpanjangan tangan Polri, khususnya jajaran Binmas, hadir di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Azis Said mengatakan, seragam satpam yang sekarang beredar itu masih tahap proses usulan dan diperagakan di Rakernis Baharkam di Sidoarjo yang merupakan bagian dari penyusunan Perpol tentang Pamswakarsa.

“Kalau semua pemangku kepentingan sudah memberikan masukan, baru diusulkan ke Kapolri, setelah disetujui Kapolri, dimasukkan dalam rancangan Perpol tentang Pamswakarsa untuk dimintakan pengesahannya di Kemenkumham, baru disosialisasikan,” ungkapnya kepada JurnalSecurity, Selasa (10/03).

Azis berharap, dengan pergantian baju, bukan sekedar ganti warnanya tetapi profilnya juga harus berubah. Sesuai dengan semangat dalam Perpol tentang Pamswakarsa bahwa yang dapat dikatakan sebagai satpam adalah yang memenuhi tiga kriteria, yaitu direkrut sesuai ketentuan yang dipersyaratkan Polri, mengikuti pelatihan Gada Pratama, Madya dan Utama. Terakhir memiliki status ketenagakerjaan.

“Jadi satpam yang bisa ganti warna baju menjadi coklat adalah hanya satpam BUJP (Outsourcing) dan Satpam Perusahaan (In-house),” tegas Azis.

Sementara satpam yang dikelola lingkungan atau yang sekedar orang berbaju satpam, menurut Azis tidak bisa berganti warna coklat karena tidak memenuhi kriteria sebagai satpam. “Dengan demikian akan membanggakan profesi satpam nanti, karena tidak mudah untuk menjadi satpam,” ungkapnya.

Sementara itu Sekjen APSI yang juga Direktur PT. Bravo Satria Perkasa, Djarot Soeprianto berharap semoga dengan adanya seragam baru itu dapat meningkatkan citra, kinerja serta memperbaiki hak serta bisa memuliakan satpam. “Saya setuju jika itu arahnyam yaitu pemuliaan satpam,” jelasnya. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!