Bravo Satria Perkasa
13 Jan 2020

Nyoman Putra Widana, Inovasi Berbuah Penghargaan Nasional

KSATRIA| Menjadi satpam di perbankan memang berbeda. Selain pengamanan dituntut memberikan pelayanan. Pengamanan dan Pelayanan menjadi tugas sehari-hari Nyoman. Pengabdian dan inovasinya dalam bertugas, kini berbuah penghargaan nasional.

Tak ada pengalaman sedikit pun sebagai satpam. Dalam pikiranya, satpam dunianya identik pengamanan atau mengamankan suatu wilayah kerja dari kejahatan. Anggapan itu memang tak salah, namun sebagai satpam perbankan, bukan soal pengamanan asset berharga saja yang harus dikuasai tapi juga produk knowledge dan juga pelayanan.

“Bayangan saya dari sisi fisik sangar dan galak, tapi justru harus ramah, senyum dan menhadapi nasabah tidak boleh marah, semua harus menyenangkan, ” papar anggota sekuriti BSP di BNI Syariah Cabang Denpasar ini.

Semua perlu penyesuaian, semua anggota satpam akan dibimbing bagaimana cara yang baik menghadapi nasabah yang kesal atau marah, selalu senyum dan sebagainya. Semua dilakukan dengan hati dan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi nasabah.

Pernah suatu ketika ada nasabah kebingungan. Nyoman pun langsung menawarkan bantuan memberikan solusi. “Ada yang bisa kami bantu Pak? Ujarnya.

Tapi tawaran tersebut dibalas umpatan karena nasabah ini punya masalah pribadi yang terbawa ketika proses pembiayaan. Nyoman harus bersabar menghadapi nasabah seperti ini. Sebab tujuannya hanya ingin membantu memudahkan pelayanan di bank. Baginya, itu adalah sebuah resiko pekerjaan yang tidak semua orang bisa menerima dan memahami tugas pekerjaannya.

Pria kelahiran Denpasar ini setiap harinya berangkat dari rumah ke kantor Cabang BNI Syariah Denpasar pukul 07.00 WIT. Jarak rumah dan kantor sekitar 3 km ditempuh kurang lebih 5-10 menit.  Kantor BNI Syariah di Jl Gatot Subroto No 88 A Denpasar ini termasuk yang ramai pengunjung. Ada 5 anggota personil yang bertugas bergantian sift pagi dan malam. Secara bergantian semua anggota sekuriti mendapatkan tugas di pelayanan dan kebagian jaga malam.

Nyoman menjelasakan tugas sift malam. Diantaranya anggota sekuriti harus berjaga keliling area, control lokasi pengamanan dan memantau cctv, mulai jam 24.00 WIT sampai  08.00 WIT. Sementara sift pagi bekerja dari jam 07.00 WIT s/d 16.00 WIT. Di sift pagi ini tugas terkait pelayanannya lebih ekstra. Mulai pagi membantu nasabah menyeberang jalan, memantau ATM, mengatur area parkir dan antrian customer, serta pelayanan produk knowledge.

“Biasanya yang sering juga membantu mengemudi mobil yang parkir karena kebetulan saya juga bisa menyetir. Kalau tidak bisa menyetir itu menjadi kendala,” terangnya.

Selama pengamanan Nyoman mengaku tak pernah terjadi tindak kejahatan. Dulu hanya masalah pembiayaan ada orang pengajukan pembiayaan, sesudah tandatangan notaries ternyata nasabah tersebut di backlist BI. Orangnya emosi dan membuat keributan di kantor. Nyoman yang berada di lokasi mendapat perintah manager untuk menanganinya.

“Saat itu nasabah dibawa ke parkiran. Sampai di area parkir juga membuat keributan lalu kita berikan penjelasan terkait masalah yang dialaminya itu, dan bisa diatasi,” ujarnya.

Terkait pengamanan di bank, Nyoman mengakui perlu lebih meningkatkan kewaspadaan terjadap aksi kejahatan. Disini anggota sekuriti akan selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian termasuk dengan pecalang (petugas keamanan lokal). Meskipun demikian ia berhadap tidak terjadi tindak kejahatan dan pelayanan berjalan lancar seperti harapan semua pihak baik nasabah maupun perbankan.

Disamping pengamanan, anggota sekuriti harus menekankan pelayanan dengan 3 S yaitu Senyum, Salam dan Sapa. Karena pentingnya pelayanan ini, kadang dari pihak managemen mengutus seseorang menyamar sebagai nasabah untuk menilai pelayanan anggota sekuriti. Semua tidak bisa diprediksi apakah nasabah yang datang ini asli atau agen yang diutus untuk menilai sekuriti.

Jadi setiap saat anggota sekuriti harus benar-benar menunjukkan kemampuan pelayanan sebagai informasi awal sebelum nasabah melakukan ativitas selanjutnya. Mulai dari menyambut, menyapa, bertanya keperluannya, dan memandu cara setor, transfer dan keperluan lainnya.

Jika ada persoalan yang sekiranya diluar kewenangan sekuriti, nasabah diminta menunggu di ruang tunggu, lalu sekuriti menyampiakan ke customer cervice atau petugas terkait bisa manager dan lainnya.

Inovasi Ala Nyoman

Berbekal pengalaman dan aktivitasnya sehari-hari ini, Nyoman ikut seleksi sekuriti terbaik dari tingkat cabang sampai nasional yang melibatkan anggota sekuriti se Indonesia. Dimulai dari seleksi sekuriti terbaik BNI Syariah Cabang Denpasar bulan April 2019, lanjut seleksi sekuriti terbaik wilayah Timur seperti Denpasar, Lombok, Kediri dan daerah Jawa Timur lainnya bulan Mei 2019, kemudian seleksi sekuriti terbaik wilayah Nasional di Jakarta.

Untuk mencapai seleksi sekuriti terbaik nasional butuh perjuangan. Misalnya pada saat seleksi di cabang, semua aktivitas dan kegiatan kerja diawasi oleh agen khusus, dilihat apakah tugas sudah sesuai prosedurnya atau tidak.

“Selama 2 hari, 8 jam diawasi terus oleh pusat kita berdiri di dalam tidak duduk selama itu,” kenang ayah dari I Gede Satria Baskara Putra ini.

Materi tanya jawab juga tak kalah sulitnya. Menurutnya, pada sesi ini sekuriti harus penguasai tugas-tugasnya, bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pelayanan dan tentang BNI Syariah. Semakin meningkat wilayahnya, pertanyaan semakin sulit dari cabang, wilayah hingga nasional.

Misalnya pada saat seleksi di Jakarta, lanjut Nyoman, peserta disuruh memaparkan inovasi yang sekiranya bisa memberikan kontribusi kemajuan pelayanan nasabah dan cabang BNI Syariah. Saat itu Nyoman mempresentasikan inovasi sistem antrian digital untuk mempercepat antrian dan pelayanan di Customer Service. Pada system ini nasabah bisa menyampaikan kelihannya di mesin tersebut agar nantinya tidak mengantri terlalu lama, bisa menunggu sampai duduk. Kalau sudah dipanggil otomatis keluhannya sudah ditampung di system dan bisa dilayani dengan baik.

Inovasi ini juga dilengkapi layanan spot center, yaitu sejenis ruang tunggu yang dilengkapi fasilitas akses internet, tv atau snack agar nasabah tidak jenuh menunggunya. Nyoman berharap inovasi ini bisa diterapkan di semua cabang BNI Syariah se Indonesia agar lebih meningkatkan pelayanan.

“Inilah inovasi saya, yang nantinya nantinya akan dilaksanakan di cabang-cabang setelah diseleksi oleh pusat,” papar suami dari Nyoman Melati ini.

Usulan ini sebetulnya dicetuskan karena melihat fakta dan kejadian di lapangan. Pasalnya, selama bertugas, sejak tahun 2011 sampai sekarang, sekuriti selalu menjadi garda terdepan terutama dalam menyambut nasabah, melayani dan mengarahkannya. Jika ada komplain, lanjutnya, sekuriti juga menjadi orang yang pertama mendapatkannya.

Hasil presentasi di Jakarta inilah yang mengantarkan Nyoman sebagai juara 2 sekuriti terbaik BNI Syariah se Indonesia 2019. Nyoman menerima beberapa kali hadiah mulai dari juara juara wilayah dan juara nasional yang menerima uang tunai dan sertifikat.

Bisa jadi, perjuangan Nyoman meraih juara tersebut paling berkesan se Indonesia. Pasalnya, pria yang hobi gym kebugaran ini penganut kepercayaan hindu. Bisa terbayang bagaimana kesulitan dirinya memahami istilah-istilah perbankan syariah dan produk syariah, serta menyesuaikan lingkungan nasabah bank syariah.

Bagi Nyoman, menjadi sekuriti yang baik kuncinya keikhlasan. Disini akan terasa tugas seberat apapun akan terasa ringan. Termasuk kekompakan antar tim agar tugas pengamanan berjalan lancar. Misalnya, disini ada anggota sekuriti dari hindu, Islam, Kristen, seandainya ada upacara keagamaan atau hari raya agama bisa saling membantu menghendle pengamanan secara bergantian.

“Kita harus kompak menjalankan tugas, karena kekompakan adalah kunci tugas pengamanan,” pungkasnya. [ahm]

30 Jan 2019

Agustinus Pattipeilohi, Si Petinju yang Jadi Satpam

KSATRIA| Papua–Pria asal Manado ini tidak pernah menyangka hidupnya berubah drastis dari petinju muda menjadi satpam. Meskipun berbeda bidang, tapi skill yang dimilikinya menjadi modal besar tugasnya dan mengharumkan nama perusahaan. 

Dari sekian banyak anggota satpam Bravo Satria Perkasa (BSP) se- Indonesia, Agustinus Pattipeiloho memiliki skil yang berbeda dari anggota sekuriti lainnya. Anggota satpam yang bertuga di PT Mitra Makmur Permai ini, selain dikenal sebagai anggota satpam BSP juga seorang petinju yang pernah mengharumkan daerah kelahirannya sekaligus perusahaan yang menaunginya.

Agustinus lahir di Manado pada tahun 1992. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama Ambon, Agus memiliki hobi bertinju. Setiap sore sepulang sekolah ia bergabung dengan teman-teman sehobi untuk belajar sebagai petinju professional.

Agus berharap bisa membangun karirnya sebagai petinju profesional. Bukan tak mungkin, Indonesia termasuk negara yang produktif memunculkan para petinju professional dan mendunia. Sebut saja Ellyas Pical petinju asal Saparua Maluku, Nico Thomas  asal Ambon, Suwito Lagola asal Sumatra, M Rahman asal Merauke, Crish Jhon asal Banjarnegara, Daud Jordan dan beberapa petinju lainnya.

Sebagai generasi petinju, pria lajang ini sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan tinju dari tingkat kota hingga provinsi. Saat masih duduk di bangku SMP dan SMA, Agus pernah meraih juara tinju pelajar dari tingkat kota hingga tingkat provinsi. Terakhir ia juga mengikuti seleksi tinju untuk persiapan peserta Pekan Olarhaga Nasional (PON) yang akan berlangsung tahun 2020 mendatang. Pada seleksi peserta nasional tersebut, Agus harus puas menduduki peringkat ketiga.

Agus memang terlahir dari seorang petinju dari Ambon bernama Hilmy. Meskipun belum pernah menjadi juara tinju nasional tapi ilmu teknik tinju yang dimiliki ayahnya sangat menunjang kemampuan tinju yang dimiliki Agus. Dalam dunia tinju Agus tidak hanya mendapatkan kebugaran tubuh yang sehat tapi juga kedisiplinan, ketekunan, keberanian dan semangat pantang menyerah.

Bagaimana Agus menjadi bagian para ksatria di BSP? Berawal dari niat membantu keluarga dan keinginan memiliki kegiatan di luar hobi yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Tahun 2017 Agus mendaftar sebagai anggota satpam BSP yang pada saat itu membuka lowongan calon anggota satpam untuk sebuah perusahaan.

Sebagai calon anggota satpam, Agus mengikuti pendidikan dan pelatihan kesatpaman, lalu bertugas di PT Mitra Makmur Permai per tanggal 1 Juni 2017. Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan alat-alat bangunan di Jl Kotaraja Timika Papua.

Sebagai anggota satpam Agus mengemban tugas menjaga keamanan, melayani customer dan memberikan informasi tentang barang-barang yang dijual di dalam toko seperti keramik, closet, lampu, kabel, dan barang yang dibutuhkan customer. Perpaduan keramahan, kedisiplinan, keamanan dan kenyamanan yang diberikan seorang satpam menyempurnakan roda bisnis perusahaan sehingga berdampak pada tingginya kepercayaan masyarakat.

“Kita bekerja dengan keramahan, kedisiplinan dan menciptakan keamanan kepada customer sehingga mereka senang belanja disini,” ujar Agus saat dihubungi tim media BSP.

Pernah suatu ketika Agus menghadapi gangguan keamanan. Saat bertugas sift malam, ada sekelompok orang mabuk hendak membuat onar di perusahaannya. Saat itu hujan sekitar pukul 00.30 WIT terdengar alaman pengamanan tiba-tiba bunyi. Dengan cekatan Agus langung mengecek sumber suara tersebut. Rupanya empat orang pemuda yang tengah mabuk hendak membobol pagar pintu masuk perusahaan.

Dengan spontan Agus langsung menegur pelaku berjumlah empat orang yang langsung kabur sempoyongan. Beruntung pelaku belum sempat bertindak jauh mengambil barang-barang di toko karena sudah lebih dulu dihadang Agus yang malam itu masih siaga meskipun bertugas sendirian.

“Pelaku hanya merusak pagar luar saja dicongkel tapi langsung kami amankan. Orangnya kabur,” terangnya.

Paginya, Agus mendapat laporan dari kawannya bertugas bahwa tadi malam telah terjadi pencurian di beberapa tempat. Beruntung aksi pencurian yang hendak dilakukan di perusahaannya berhasil digagalkan sehingga asset-aset milik perusahaan tetap aman. Kejadian ini langsung dilaporkan kepada pimpinan perusahaan supaya meningkatkan koordinasi pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pimpinan berpesan supaya kita terus aktif menjaga keamaman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Disni Agus merasa bangga menjadi seorang satpam karena dalam bekerja bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi lingkungan sekitar. Setidaknya ia lebih memiliki keberanian menghadapi tantangan pekerjaan dengan teknik-teknik tinjunya ia bisa menggertak para pelaku kejahatan yang berniat melakukan tindakan yang merugikan.

Kepada BSP ia mengucap syukur meskipun sudah menjadi anggota satpam namun masih didukung untuk terus melanjutkan hobi tinjunya. Hal ini dibuktikan pada bulan Oktober 2018 lalu, Agus mendapat izin penuh dari pimpinan BSP untuk mengikuti seleksi calon peserta PON yang akan menjadi perwakilan atlit tinju pada PON tahun 2020.

Berkat support dukungan dari BSP dan rekan-rekannya tersebut, Agus berhasil mencapai juara 3 seleksi peserta Pon 2020 mewakili nama perusaan dan BSP yang menaunginya. Sebelumnya ia juga pernah mewakili perusahaan dalam ajang kejuaraan tinju di Timika, Papua.

Pria yang memiliki tinggi badan 167 cm dan berat badan 52 kg, ini berharap dengan kemampuan yang dimilikinya bisa memberikan nilai positif pada perusahaan. Ia mengakui, dunia satpam memiliki beberapa tantangan sehingga seorang satpam harus memiliki skil tertentu untuk menunjang tugas di lapangan.

Harapan lainnya, kemampuan tinju yang dimilikinya bisa terus ditingkatkan dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan, baik sebagai bekal dirinya dalam bertugas, maupun  menjadi jalan bagi Agus untuk memberikan kontribusi positif lainnya dalam bentuk ajang kompetisi tinju yang merupakan salah satu cabang olahraga unggulan di Indonesia.

“Kalau ada pertandingan saya siap mengikutinya, supaya bisa memberikan kontribusi dalam bidang lainnya juga,” tandasnya.

Tentunya Agus tak melupakan tugas utamanya sebagai seorang satpam yaitu menyelenggarakan keamanan dan ketertiban dilingkungan kawasan kerja khususnya pengamanan phisik ( Physical Security ). Disamping itu seorang satpam juga mengupayakan segala usaha atau tindakan guna melindungi dan mengamankan dari segala gangguan/ancaman baik yang berasal dari luar atau dari dalam perusahaan.

Dalam melaksanakan  tugasnya, lanjut Agus, satpam mempunyai peranan sebagai unsur pembantu pimpinan dalam hal pengamanan dan penertiban dilingkungan/area kerjanya, dan unsure pembantu Polri dalam hal pembinaan keamanan dan penegakan hukum di lingkungan/area kerjanya.

Oleh karenanya ia selalu siap memberikan rasa aman, nyaman, menciptakan situasi kondusif di lingkungan pengamanan dengan pendekatan persuasive.

“Sebagai anggota satpam, dimana saja dan kapan saja selalu siap menjalankan tugas sesuai tupoksi BSP,” pungkasnya. [Ajr]

 

 

 

 

 

 

 

 

17 Sep 2018

Purwanto, Ksatria dari Yogjakarta Raih Best Satpam 2018

KSATRIA| Yogyakarta–PT Bravo Ksatria Perkasa (BSP) tak pernah kehabisan para ksatria penjaga dengan berbagai talentanya di bidang pengamanan. Satu dari puluhan ribu anggota sekuriti BSP tersebut adalah Purwanto anggota sekuriti yang bertugas di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Katamso Yogjakarta.

Sepintas memang tak ada yang kelihatan menonjol dari pria kelahiran Yogjakarta ini. Namun atas dedikasi dan kecakapannya mengemban tugas sebagai anggota sekuriti, Purwanto meraih penghargaan sebagai Best Satpam TW I Tahun 2018 dari pimpinan Wilayah BRI Kantor Wilayah Yogjakarta.

“Saya senang mendapat penghargaan yang memang tidak disangka-sangka ini,” ujar Purwanto kepada tim media BSP belum lama ini.

Purwanto sosok anggota sekuriti yang disiplin, jujur, ramah dan sederhana. Dari beberapa anggota sekuriti yang bertugas di lokasi yang sama, pria berpawakan tegap ini justru yang meraih prestasi dan penghargaan. Penghargaan ini semakin mengkrucutkan dirinya sebagai ksatria penjaga yang layak diperhitungkan.

Kepada media ini Purwanto menceritakan pengalamannya bekerja sebagai anggota sekuriti yang sudah ia jalani lebih dari 5 tahun. Awalnya, Purwanto dikenalkan oleh tetangganya untuk bekerja sebagai sekuriti. Saat itu tahun 2011 ia ditempatkan di Teras BRI daerah Bringharjo Yogjakarta.

Padahal saat itu dunia pengamanan asing baginya. Purwanto belum pernah bekerja sebagai sekuriti, sebelumnya ia malah bekerja serabutan membantu orangtua. Namun berkat kesabaSetidaknya ia butuh penyesuaian lingkungan kerja, perlu bekal ketran mengikuti berbagai tes dan pembinaan, wawasannya semakin bertambah serta kemampuannya dalam dunia pengamanan terus meningkat.

BSP sendiri tak sembarangan memilih anggota sekuriti baru. Pertama, calon anggota sekuriti minimal memiliki ijazah SMA sederajat. Selain itu juga memiliki ketahanan tubuh yang sehat serta memiliki jiwa kedisiplinan dan kejujuran sekaligus bakat keterampilan pelayanan.

Syarat itu ada pada Purwanto yang sudah bertekad bulat menjadi bagian dari BSP. Pada 09 November 2011, Purwanto resmi menggunakan seragam putih biru setelah diangkat sebagai anggota sekuriti BSP. Tugas pertamanya saat itu selain melakukan pengamanan juga membantu pelayanan para nasabah bank.

“Sehingga disini yang diperlukan selain jiwa pengamanan juga harus memiliki kecakapan dalam pelayanan nasabah bank,” tuturnya.

Pria kelahiran Jogjakarta, 4 September 1980 ini setiap hari menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi. Sehingga selama bekerja melakukan pengamanan di wilayah kantor kerja Bank BRI Teras Bringharjo tak ada satu tindak criminal terjadi.

Prestasi ini semakin meningkatkan kapasitasnya sebagai anggota sekiriti yang memiliki kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi. Sehingga pada tahun berikutnya, BSP menugaskan Purwanto di beberapa lokasi antara lain di Unit Ponco dan di Unit BRI Cabang Yogjakarta. Tugas yang diberikan pun sama, yaitu menjalankan fungsi pengamanan dan melayani nasabah sehingga para nasabah bank tidak hanya mendapatkan jaminan keamanan tapi juga pelayanan yang menyenangkan.

Kunci utama dalam pelayanan, menurut Purwanto adalah kesabaran. Menurutnya, anggota sekuriti yang ditugaskan di perbankan harus mengedepankan kesabaran sebab setiap nasabah memiliki karakter berbeda-beda. Dengan kesabaran, tambahnya, anggota sekuriti akan bisa lebih maksimal menjalankan tugasnya sekaligus mengurangi risiko kekecewaan pelanggan.

“Dengan kesabaran semua pelayanan bisa terkendali dan tugas berjalan lancar,” terangnya.

Hasilnya, sejak tahun 2011 sampai saat ini Purwanto mengaku tidak pernah sekali pun terjadi tantangan pengamanan yang berat. Artinya, dengan pendekatan persuasive, pelayanan yang maksimal dan pengkondisian situasi aman bisa terjaga sampai saat ini.

Purwanto tak menampik bahwa anggota sekuriti memiliki beban dan tanggung jawab yang berat. Tapi komitmen untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di lokasi bekerja harus menjadi prioritas utamanya. Kuncinya, ujar pria yang baru saja menikah ini, selalu melihat situasi dan kondisi di sekitar lingkungan kerja dan menciptakannya lebih aman dan nyaman untuk semua orang.

“Alhamdulillah selama ini tidak pernah terjadi  tindak kriminal. Semua aman terkendali,” terangnya.

Apalagi sejak bergabung menjadi anggota sekuriti BSP, lanjutnya, selalu ada upgrade pendidikan dan pembinaan seperti pelatihan Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama. Dari pelatihan dan pembinaan tersebut anggota sekuriti akan memperoleh wawasan terbaru untuk mendukung tugas sebagai anggota sekiriti.

Bulan lalu Purwanto mendapat penghargaan dari pimpinan Wilayah BRI Kantor Wilayah Yogjakarta. Penghargaan ini menjadi kejutan baginya karena Purwanto tak menyangka jika dirinya yang terpilih menerima penghargaan tersebut. Padahal menurutnya, di unit Bank BRI Kantor Wilayah Jogjakarta ada 54 anggota sekuriti. Ucapan selamat pun datang dari kawan sesame anggota sekuriti dan jajaran pimpinan dan karyawan BRI Kantor Wilayah Yogjakarta.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pihak bank atas dedikasinya menjalankan tugas dan fungsinya anggota sekuriti yang baik. Bagi dirinya, penghargaan ini selayaknya untuk tim sekuriti yang bertugas bersama-sama menciptakan situasi dan kondisi aman sekaligus menghadirkan kenyamanan di tempat bekerja.

Semestinya, lanjut Purwanto, siapapun bisa meraih penghargana tersebut selama menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Dengan penghargaan ini, lanjutnya, anggota sekuriti lainnya bisa termotivasi untuk terus menjaga dan menciptakan situasi aman dan  nyaman di tempat masing-masing. Selama dijalankan dengan sabar, jujur dan disiplin, apa yang menjadi cita-cita bersama yaitu meningkatkam pelayanan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kepusan pelanggan akan tercapai.

“Kuncinya sabar, jujur dan waktu berjaga agar selalu dalam kondisi aman. Jangan sampai membawa urusan pribadi masuk dalam suasana kerja,” paparnya.

Sejak menikah beberapa bulan lalu Purwanto memiliki kesibukan bertambah yang tentunya berdampak pada managemen waktu supaya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya. Suami Sri Ruwanti yang tinggal di Desa Ngempolan Kulon Keluranan Trirenggo Kecamatan Bantul Yogjakarta, ini setiap malam, ikut membantu isti menyiapkan kue untuk dipasarkan di toko pagi harinya.[ajir]

 

 

 

 

 

 

Translate »
error: Content is protected !!