Bravo Satria Perkasa
24 Jun 2020

BSP Jawa II Bagikan Faceshield dan Majalah untuk Satpam

KSATRIA | Semarang–Memasuki era new normal, kewaspadaan akan virus terus dilakukan, salah satunya giat yang dilakukan oleh Tim PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) area Jawa II, yaitu membagikan faceshield untuk anggota satpam BSP yang berada di wilayah area project Jawa II.

Menurut Head of Area BSP Jawa II Heru Wibowo, pembagian faceshield untuk para anggota ini merupakan bentuk perhatian BSP kepada para anggotanya, selain itu sebagai bentuk mengoptimalkan pelayanan kepada pengguna jasa BSP.

“Ya tentunya dengan dibagikannya faceshield ini menandakan bahwa BSP amat sangat memperhatikan keselamatan anggota dan mengoptimalkan pelayanan kami kepada pengguna jasa BSP, dan juga harapan kami semua, semoga pandemi ini segera berakhir,” ungkap lelaki yang juga Ketua Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Jawa Tengah ini.

Pembagian Majalah BSP
Selain pembagian faceshield, anggota satpam BSP juga dibagikan Majalah Ksatria untuk menambah wawasan dan untuk mengetahui perkembangan kegiatan yang ada di internal BSP. Majalah dalam bentuk e-magazine ini juga bisa diunduh di website resmi https://www.bspguard.co.id/download/majalah/. [admin]

29 Apr 2020
baharkam peduli

Baharkam Polri Salurkan Paket Sembako ke Satpam

KSATRIA | Jakarta–Perkembangan pandemi covid-19 di Indonesia mengganggu jalannya usaha, salah satunya Usaha Badan Jasa Pengamanan (BUJP) yang memperkerjakan tenaga satuan pengamanan (Satpam) outsourcing. Akibatnya banyak kontrak pekerjaan yang diputus/dihentikan sementara oleh pemberi kerja. Sehingga berakibat banyak tenaga Satpam terkena PHK atau dirumahkan tanpa digaji.

Menyikapi banyaknya satpam yang dirumahkan, Kepala Koordinasi Pembinaan Masyarakat Badan Pemeliharaan
Keamanan Polisi Republik Indonesia (Kakor Binmas Baharkam Polri) mengadakan “Aksi Solidaritas Sosial Untuk Satuan Pengamanan (Satpam)” bersama Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP ABUJAPI) pada Selasa, 28 April 2020 di depan kantor Baharkam Polri.

Dalam sambutannya, Irjen Risyapudin Nursin-Kakorbinmas Baharkam Polri mengatakan kegiatan ini sebagai kepedulian kami kepada pamswakarsa. Dampak dari perekonomian dan keamanan kita bersama menciptakan situasi kondusif.

“Pamswakarsa selaku kepanjangan tangan kepolisian dengan kemewanangan terbatas, mari besama menciptakan situasi yag kondusif. kepedulian kami ingin mengajak rekan-rekan pamswakarsa untuk tetap semangat. salah satunya memberikan bantuan paket sembako ini,” ungkapnya seperti dilansir Jurnal Security, Selasa (28/04).

Risyapudin menghimbau kepada pamswakarsa atau masyarakat untuk mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diterapkan. “Perlu jaga disiplin terhadap peraturan dari pemerintah berupa PSBB. Ini untuk percepatan dan pencegahan,” katanya.

Dia berharap, dengan pendistribusian paket sembako, setidaknya dapat meredam gangguan keamanan di masyarakat. Akan tercipta kondisi yang aman di masyarakat.

“Maka kami juga memperhatikan sekuriti baik yang menjaga mall, yayasan, sekolah dan lainnya,” katanya.

Di Seluruh Indonesia 2006 Satpam Dirumahkan

Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menyebutkan satpam yang dirumahkan berasal dari beberapa sektor, terutama ritel. Mereka butuh perhatian yang dalam hal ini Baharkam Polri peduli terhadap nasib para satpam.

Ia berharap, bantuan yang digelontorkan dapat memacu semangat para satpam yang dirumahkan. Bantuan ini baru untuk wilayah Jabodetabek.

Agoes menambahkan, saat ini ada 500 satpam yang dirumahkan di wilayah Polda Metro Jaya, sedangkan untuk seluruh Indonesia ada 2006 satpam yang dirumahkan.

“Sektor perhotelan dan mall yang banyak terdampak, dari 100 satpam yang biasa ditugaskan tinggal 30 anggota yang dipekerjakan. Kekuatan diturunkan habis,” katanya.

Agoes berharap, pemberian simbolis dari Kabaharkam ini bisa menjadi energi positif bagi perwakilan BUJP dan satpam yang datang, untuk memberikan energi ke yang lainnya. “Semoga pandemi ini segera selesai dan kita bisa hidup normal kembali,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjend Pol. Edy Murbowo, S.I.K, M.Si, Sekjen ABUJAPI Suryawisesa Karang dan jajaran Baharkam Polri. [adm]

13 Apr 2020

Gubernur Jawa Barat akan Berlakukan PSBB di Lima Wilayah

KSATRIA | Bandung–Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap menetapkan PSBB di lima daerah. Lima darah tersebut di antaranya Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, penetapan PSBB ini akan mulai berlaku Rabu (15/4/2020) dini hari mendatang hingga dua pekan ke depan. Ridwan Kamil juga menyampaikan, status PSBB ini akan dipantau selama 14 hari. Adapun setelah pemantauan tersebut bakal dilakukan evaluasi status.

“Lima wilayah disetujui untuk melaksanakan PSBB oleh menteri kesehatan. Daerah itu di antaranya Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Kami telah koordinasikan akan dimulai di hari Rabu, 15 April 2020 dini hari selama 14 hari. Setelah 14 hari kita evalusi apakah diteruskan atau dikurangi intensitasnya,” kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Minggu (12/4/2020).

Lelaki yang akrab disapa Emil itu menyebutkan, dari lima daerah yang ditetapkan status PSBB, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi tidak bisa diberlakukan PSBB maksimal seperti wilayah perkotaan layaknya DKI Jakarta. Karenanya, Pemprov Jawa Barat bakal menetapkan dua zona PSBB.

“Kami memutuskan PSBB-nya terbagi dua yakni di zona merah, PSBB-nya maksimal, sementara nonzona merah akan disesuaikan karena di kabupaten ini wilayah pedesaan. Khusus Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kota Bogor (PSBB) akan maksimal. Kami akan menutup akses di hari Rabu, akan menutup kegiatan perkantoran, kegiatan kebudayaan, dan kegiatan keagamaan,” katanya.

Sementara itu terkait sanksi status PSBB, Emil menyebut, aparat keamanan kini memiliki wewenang untuk memberikan sanksi yang disesuaikan dengan kebijakan walikota dan bupati. Bahkan kepada pabrik-pabrik yang masih beroperasi, pihaknya telah memberikan arahan khusus.

“Untuk pabrik yang masih buka, tolong di-SK-kan mana pabrik yang harus buka dan mana yag harus tutup dulu. Bagi yang akan buka diwajibkan memberikan rasa aman. Pabrik, industrinya harus memberikan tes masif juga untuk karyawannya dengan memberlakukan social distancing dan protokol kesehatan. Mudah-mudahan dengan kekompakan, kebersamaan, dan ketaatan, Insyaallah kita pasti menang melawan covid-19 ini,” ujar Emil.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat juga berkomitmen selama 14 hari PSBB ini, tes masif alias Rapid Test akan terus dimaksimalkan sampai tercapai target 300.000 tes. Adapun hingga saat ini Pemprov Jawa Barat melalui kabupaten/kota telah melakukan 70.000 tes masif. [adm]

 

06 Apr 2020

Ribuan Satpam di PHK, ABUJAPI Layangkan Surat ke Kemnaker

KSATRIA | Jakarta–Dampak ekonomi dari pandemic virus Covid-19 cukup terasa bagi sektor industri di Indonesia. Diberlakukannya sosial distance dan work from home telah menyebabkan beberapa aktivitas bisnis melamban dan berhenti. Termasuk dunia industrial security yang mengalami dampaknya.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Agoes Dermawan imbas dari pandemi virus Covid-19 ini menyebabkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian satpam di Indonesia.

“Akibat dari pandemi Virus Covid-19, banyak tenaga satpam terkena PHK atau dirumahkan tanpa digaji,” ungkapnya seperti dilansir Jurnal Security, Minggu (5/4).

Agoes menambahkan, industri jasa pengamanan adalah industri padat karya dan sarat dengan tenaga kerja dalam bentuk tenaga satuan pengamanan (Satpam) outsourcing. Karenanya, ABUJAPI yang menaungi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) menyampaikan permohonan bantuan sosial kepada pemerintah untuk para satpam yang terkena dampak PHK selama pandemi ini berlangsung.

Hal ini juga menindaklanjuti adanya upaya dari pemeritah dalam meredam dampak negatif pandemi Covid-19 dengan mengeluarkan stimulus kebijakan di sektor kesehatan, bantuan sosial dan sektor industri agar ekonomi terus berjalan.

“Informasinya, pemerintah akan memberikan perlindungan pengupahan bagi pekerja/buruh terkait pandemik Covid-19 dengan memberikan bantuan sosial untuk mereka yang kena PHK. Program ini sangat baik, ABUJAPI menyambut program ini,” tegasnya.

Menurut data sementara yang sudah dihimpun oleh BPD ABUJAPI seluruh Indonesia, bahwa dampak dari pandemi Covid-19 ini sudah menelan korban 1315 satpam yang mengalami PHK. “Jumlah ini, akan terus bertambah karena data ini masih bersifat sementara karena waktu yang terbatas untuk mendatanya, ada kemungkinan lebih besar,” ungkapnya.

Sementara itu Sekjen ABUJAPI Suryawisesa Karang mengatakan, bahwa secara administrasi, ABUJAPI telah melayangkan surat kepada Presiden RI bersama Forum Alih Daya Indonesia (FADI) untuk meringankan beban perusahaan alih daya.

Selain itu ABUJAPI telah melayangkan surat kepada Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kemnaker untuk menindaklanjuti dari dampak PHK sebagian satpam di seluruh Indonesia. “Kami berharap surat yang kami kirimkan bisa ditindaklanjuti oleh kemnaker,” ungkapnya.

Adapun data satpam dari BUJP anggota ABUJPI yang sudah melakukan pendataan adalah wilayah Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan DI Yogjakarta. [adm]

01 Apr 2020

Mengenal Delapan Pilar Perilaku dalam Perusahaan

Oleh: H. Djarot Soeprianto || Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Dalam dunia kerja kita lebih menginginkan adanya sosok yang punya integritas daripada orang pintar. Orang pintar bisa saja terpeleset dalam kejahatan tapi kalau orang berintegritas walaupun belum pintar, ia bisa menjadi pintar karena belajar dan diajarkan. Disinilah kita membuat 8 perilaku di perusahaan untuk menjadi one team, one mission dan one goal.

Delapam perilaku perusahaan seperti ini ibarat 8 penjuru arah mata angin dunia. Di mana 8 perilaku ini satu sama lain saling mengisi dan melengkapi. 8 perilaku itu adalah;

1. Kedisiplinan menjalankan aktivitas kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran peraturan perusahaan, ketepatan waktu dan komitmen dalam menjalankan janji yang diucapkan. Kedisiplinan juga mengacu pada tatanan norma budaya, agama, hukum dan sebagainya.

Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Sehingga disiplin ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang bisa mempengaruhi perilaku sehari-hari dan mengarah pada tercapainya keunggulan dalam bekerja.

Praktiknya di perusahaan, jika jam kerja dimulai dari pukul 08.00 – 17.00 kita harus disiplin. Kita juga tunduk kepada peraturan tentang ketenagakerjaaan, BPJS dan undang-undang lainnya. Jika kita tidak disiplin, nanti akan timbul perilaku yang tidak baik. Disiplin dimulai dari individu sendiri. Maka perilaku disini adalah menjalankan kerja berdasarkan ketepatan ukuran-ukuran aturan kerja.

2. Bertanggung jawab yaitu tindakan-tindakan individu yang didasarkan pada niat atau motivasi yang baik dan benar, dijalankan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta dengan kesadaran pribadi bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya tersebut.

Perasaan tanggung jawab dalam pekerjaan sangat langka. Begitu mudahnya seseorang menuding orang lain bila ada kegagalan dalam pekerjaan atau proyek tertentu; hanya sedikit orang yang mau dengan cepat mengakui kesalahannya. Justru membuat alasan dengan mencari-cari kesalahan orang lain.

Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah, nilai itu harus dilatih setiap saat. Marilah kita bersama sama untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa ingin maju kita terhadap suatu pekerjaan yang sedang dan yang akan kita lakukan sekarang maupun nanti.

3. Cepat tanggap dan berinisiatif. Perilaku cepat adalah penggunaan waktu yang efisien. Tanggap adalah kepedulian untuk memperbaiki hal-hal yang diketahui tidak benar atau kurang etis. Sedangkan berinisiatif adalah kemampuan antisipatif atas situasi atau persoalan yang potensial muncul.

Inisiatif tidak saja dalam perilaku namun juga dalam gagasan yang berujung terjadinya perbaikan kerja. Misalnya seorang danru atau komandan wilayah melihat sesuatu yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak baik misalnya ada orang membuang sampah sembarangan, bisa juga dia mengingatkan tanpa merasa itu adalah tugas cleaning service.

4. Ahli di bidangnya yaitu kemauan untuk selalu mengembangkan diri sehingga senantiasa selaras dengan tuntutan pekerjaan dan organisasi. Pengembangan diri harus melebihi dari tingkatan mampu, dimana diharapkan yang bersangkutan dapat memperdalam kapasitasnya sehingga menjadi ahli dibidangnya.

Misalnya, ketika kita rekrut anggota sekuriti, kita harus menghargai profesi sekuriti dengan cara mendidiknya, tidak asal ada orang diberi seragam satpam lalu ditugaskan. Kalau semua sudah ahli di bidangnya kita akan dengan mudah membangun tim yang kuat.

5. Mampu bekerajasama. Mampu bekerja sama ini juga menjadi bagian perilaku kita bagaimana seseorang mampu bekerjasama dalam arti terus menerus mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik dan benar, serta meminimalkan kecenderungan untuk mementingkan kepentingan pribadi.

Kerja sama tim  merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan kedepannya. Kerjasama tim sangat diutamakan, karena jika pegawai-pegawainya tidak mempunyai rasa dedikasi dan kerja sama yang baik tentunya perusahaan tersebut akan menemukan kesulitan dalam mencapai sebuah target.

6. Efektif dalam berkomunikasi, adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat pihak lain, memahaminya dengan benar dan kemudian meresponnya secara tepat. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

7. Peka dan peduli untuk kebaikan, memiliki ambang batas optimal atas rangsangan lingkungan yang memerlukan reaksi untuk perbaikan dan pengembangan. Peduli adalah sikap yang dimunculkan dalam perilaku dimana seseorang menunjukkan perhatian khusus pada kondisi yang kurang semestinya dan perlu dibenahi untuk perbaikan.

Untuk melatih kepekaan ini salah satu contoh, di gedung ada tulisan Exit. Begitu lampu mati emergencynya tidak menyala. Begitu dicek ternyata tidak dinyalakan. Seharusnya, setiap hari harus dikontrol dalam keadaan normal untuk memastikan ketika terjadi lampu mati atau kejadian lain tidak semakin parah. Ini betul-betul kita perhatikan dan kita sampaikan kepada tim bahwa kita ini perusahaan jasa. Ketika ada kejadian lampu mati, tamu yang ada di sini bisa menyelamatkan diri. Kita tidak bisa berkelit kalau kita tidak tahu. Justru kita harus tahu karena kita perusahaan sekuriti yang menjaga pengamanan.

8. Tidak Menyalahgunakan Jabatan adalah perilaku untuk tidak memanfaatkan fasilitas atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi. Contoh ada 10 orang mengantri di bank, sementara yang ke 11 datang oleh satpam ditaruh pada antrian nomor 2, ini sudah menyalahgunakan jabatan. Kapasitas penyalahgunaan jabatan ini bisa berbeda-beda di tingkatan. Untuk itu masing-masing departemen atau supervisor mengontrol penyalahgunaan jabatan. Kita akan selalu berkoordinasi di semua lini bagian dan bagian lain untuk melihat dan mengontrol ke bawahannya.[]

26 Mar 2020

Berikut Cara Mencegah Virus Corona Versi WHO

KSATRIA| Jakarta–Menurut World Health Organization (WHO), virus corona COVID-19 menular melalui orang yang telah terinfeksi virus corona. Penyakit dapat dengan mudah menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk.

Tetesan itu kemudian mendarat di sebuah benda atau permukaan yang lalu disentuh dan orang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut mereka. Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu dihirup oleh seseorang ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona.

“Itu sebabnya penting untuk menjaga jarak 1 meter lebih dari orang yang sakit. Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan virus corona COVID-19 bisa menular melalui udara,” jelas WHO seperti dikutip dari situsnya, Selasa (24/3/2020).

Untuk mencegah agar kita tidak tertular virus corona Covid-19, berikut panduan lengkapnya dari WHO :

1. Cuci tangan sesering mungkin

Cuci tangan secara teratur dan sesering mungkin dengan sabun dan air atau bahan mengandung alkohol akan membunuh virus yang mungkin ada di tangan kamu.

2. Terapkan social distancing

Jaga jarak minimal 1 meter dengan mereka yang batuk atau bersih. Alasannya, ketika seseorang batuk atau bersin atau bersih, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika terlalu dekat, kamu bisa menghirup tetesan air yang mungkin saja mengandung virus COVID-19.

3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan menyentuh banyak permukaan dan virus mungkin menempel di sana. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut kamu. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.

4. Lakukan aturan bersin yang benar

Pastikan kamu, dan orang-orang di sekitar untuk selalu menutupi mulut dan menutupi hidung dengan siku tangan yang ditekut ketika batuk atau bersih. Kemudian segera buang tisu bekasnya. Alasannya, tetesan menyebarkan virus.

5. Jika mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, segeralah berobat

Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan ikuti arahan otoritas kesehatan setempat. Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. [adm]

26 Mar 2020

Himbauan ABUJAPI untuk BUJP dalam Pencegahan Corona

KSATRIA | Jakarta–Merebaknya pandemik virus Covid-19 di berbagai negara, terutama di Indonesia, menuntut setiap orang untuk selalu berhati-hati agar tidak terpapar virus yang penyebarannya sangat massif ini. Terutama satuan pengamanan atau satpam yang bekerja di garis depan memeriksa setiap karyawan atau pengunjung di lingkungan kerjanya.

Tingkat terpaparnya anggota satpam yang bekerja di lapangan cukup tinggi, untuk itu Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-ABUJAPI) mengeluarkan himbauan untuk badan usaha jasa pengamanan (BUJP) terkait anggota satpam yang bertugas di lapangan.

Himbauan ini sebagai tindaklanjut atas surat Kakorbinmas Baharkam Polri No.B/2088/III/OPS.4.3/2020/BAHARKAM tanggal 23 Maret 2020 berkaitan antisipasi perkembangan Pandemik Virus Corona (Covld-19) dan  upaya pencegahan penularan Virus Corona saat ini.

Untuk itu, maka dihimbau kepada seluruh Badan Pengurus Daerah (BPD) ABUJAPI di masing-masing Propinsi agar meminta BUJP di bawah binaannya untuk melakukan  hal-hal sebagai berikut:

  1. Koordinasi dengan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dan para Pengguna Jasa Satpam untuk menyediakan alat pengukur suhu tubuh yang digunakan oleh Para Satpam disetiap pintu masuk.
  2. Menghimbau kepada seluruh Satpam setiap kantor/perusahaan supaya menggalakan budaya mencuci tangan / penggunaan cairan antiseptic secara berkala
  3. Satpam  agar menggalakan penggunaan masker kepada seluruh pegawai/karyawan di wilayah kerjanya

Demikian surat ini disampaikan untuk menjadi maklum. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Badan Pengurus Pusat
Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia

Agoes Dermawan        A A Gde Suryawisesa
Ketua Umum                 Sekretaris Jendral

11 Mar 2020
gempa sukabumi

Getaran Gempa, Tim Satpam BSP Evakuasi Head IT Permata yang Cedera

KSATRIA| Tangerang–Gempa dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/30) pukul 17.18 WIB. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Cikidang, Ciambar, Cidahu, Kalapa Nunggal, Panggarangan, Bayah, Citeko, Sukabumi.

Ternyata gempa yang terjadi di Sukabumi juga dirasakan getarannya di wilayah Bintaro. Terutama daerah perkantoran dengan gedung bertingkat, seperti Gedung Permata Bank Bintaro Tower, Tangerang Selatan.

Getaran gempa itu membuat beberapa tim satuan pengamanan (Satpam) PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) sigap dalam mengevakuasi klien yang ada di dalam gedung. Terutama evakuasi Irwan Wijaya Head IT Permata Bintaro yang kakinya mengalami cedera tempurung lutut kiri dari lantai delapan.

Melalui penuturan Irwan Wijaya di akun facebooknya mengatakan, “Pasca cedera tempurung lutut kiri…Lha kok ya pas tadi sore jam 17.25 ada gempa. Buru-buru ke lift eh dah mati liftnya…Jadilah diam menunggu. Dan akhirnya teman-teman security yang melakukan evakuasi saya,” tulisnya.

Irwan juga mengucapkan terima kasih kepada tim satpam BSP yang telah mengevakuasi dirinya hingga ke Pos Satpam.

“Saya digotong rame-rame…pakai bivak.. dari lantai 8 ke Pos Security. Terimakasih teman-teman security Bravo dan teman-teman CRES,” tuturnya. [roj]

09 Feb 2020
masker satpam

BSP Jawa 2 Bagikan Masker untuk Satpam Bertugas  

KSATRIA| Semarang—Merebaknya virus Corona yang ada di negara China membuat banyak negara mengantisipasi penyebaran virus, termasuk di Indonesia. Anjuran untuk menggunakan masker ditanggapi positif oleh salah satu perusahaan jasa pengamanan PT. Bravo Satria Perkasa (BSP).

BSP area Jawa 2 dengan cepat dan tanggap melakukan tindakan membagikan masker untuk menjaga keamanan dan keselamatan anggota satpam BSP yang bertugas di berbagai project.

Menurut Heru Wibowo Head of Area BSP Jawa 2, pembagian masker ini merupakan bentuk perhatian BSP kepada para anggota satpam. “Dengan membagikan masker tersebut, kami membuktikan bahwa, BSP sangat peduli terhadap kesehatan dan  keselamatan anggota satpam BSP yang bertugas,” jelas Heru, (7/2).

Penggunaan masker untuk para satpam BSP di area Jawa 2 sangat dianjurkan, hal ini sebagai bentuk antisipasi dari penyebaran virus yang sedang ramai dibicarakan banyak negara. “Semoga kita semua terhindar dari virus ini, untuk tetap selalu jaga kebersihan dan berusaha serta berdoa,” ungkapnya. [roj]

02 Feb 2020
supriyadin

Supriyadin Juara 3 Lomba Service Excellent Antar Bank Papua se-Indonesia

KSATRIA| Surabaya – PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) sebagai perusahaan jasa pengamanan di Indonesia selalu memberikan layanan dengan kualitas terbaik. Karena itu, satpam BSP dibekali pendidikan.

Di awal Februari lalu, BSP Area Jawa 3 menorehkan prestasinya melalui salah satu satpam yang bertugas di Bank Papua Cabang Surabaya. Pasalnya, satpam BSP berhasil menjuarai peringkat ketiga dalam service excellent.

Adalah satpam BSP yang bernama Supriyadin, Satpam BSP yang bertugas di Bank Papua Cab. Surabaya  mendapatkan Juara 3 lomba service excellent yang diadakan oleh Bank Papua di Jayapura. Lomba ini diikuti oleh seluruh satpam Bank Papua se-Indonesia.

Winantyo Nugroho Head of Area BSP Jawa 3 merasa bersyukur karena satpam didikannya berprestasi di tempat kerjanya. “Tentunya kami sangat bangga sekali dengan apa yang diraih oleh anggota kami, Semoga bisa menjadi inspirasi bagi satpam lainnya,” tutur Winantyo, (2/2). [roj]

Translate »
error: Content is protected !!