Bravo Satria Perkasa
17 Sep 2018

Purwanto, Ksatria dari Yogjakarta Raih Best Satpam 2018

KSATRIA| Yogyakarta–PT Bravo Ksatria Perkasa (BSP) tak pernah kehabisan para ksatria penjaga dengan berbagai talentanya di bidang pengamanan. Satu dari puluhan ribu anggota sekuriti BSP tersebut adalah Purwanto anggota sekuriti yang bertugas di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Katamso Yogjakarta.

Sepintas memang tak ada yang kelihatan menonjol dari pria kelahiran Yogjakarta ini. Namun atas dedikasi dan kecakapannya mengemban tugas sebagai anggota sekuriti, Purwanto meraih penghargaan sebagai Best Satpam TW I Tahun 2018 dari pimpinan Wilayah BRI Kantor Wilayah Yogjakarta.

“Saya senang mendapat penghargaan yang memang tidak disangka-sangka ini,” ujar Purwanto kepada tim media BSP belum lama ini.

Purwanto sosok anggota sekuriti yang disiplin, jujur, ramah dan sederhana. Dari beberapa anggota sekuriti yang bertugas di lokasi yang sama, pria berpawakan tegap ini justru yang meraih prestasi dan penghargaan. Penghargaan ini semakin mengkrucutkan dirinya sebagai ksatria penjaga yang layak diperhitungkan.

Kepada media ini Purwanto menceritakan pengalamannya bekerja sebagai anggota sekuriti yang sudah ia jalani lebih dari 5 tahun. Awalnya, Purwanto dikenalkan oleh tetangganya untuk bekerja sebagai sekuriti. Saat itu tahun 2011 ia ditempatkan di Teras BRI daerah Bringharjo Yogjakarta.

Padahal saat itu dunia pengamanan asing baginya. Purwanto belum pernah bekerja sebagai sekuriti, sebelumnya ia malah bekerja serabutan membantu orangtua. Namun berkat kesabaSetidaknya ia butuh penyesuaian lingkungan kerja, perlu bekal ketran mengikuti berbagai tes dan pembinaan, wawasannya semakin bertambah serta kemampuannya dalam dunia pengamanan terus meningkat.

BSP sendiri tak sembarangan memilih anggota sekuriti baru. Pertama, calon anggota sekuriti minimal memiliki ijazah SMA sederajat. Selain itu juga memiliki ketahanan tubuh yang sehat serta memiliki jiwa kedisiplinan dan kejujuran sekaligus bakat keterampilan pelayanan.

Syarat itu ada pada Purwanto yang sudah bertekad bulat menjadi bagian dari BSP. Pada 09 November 2011, Purwanto resmi menggunakan seragam putih biru setelah diangkat sebagai anggota sekuriti BSP. Tugas pertamanya saat itu selain melakukan pengamanan juga membantu pelayanan para nasabah bank.

“Sehingga disini yang diperlukan selain jiwa pengamanan juga harus memiliki kecakapan dalam pelayanan nasabah bank,” tuturnya.

Pria kelahiran Jogjakarta, 4 September 1980 ini setiap hari menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi. Sehingga selama bekerja melakukan pengamanan di wilayah kantor kerja Bank BRI Teras Bringharjo tak ada satu tindak criminal terjadi.

Prestasi ini semakin meningkatkan kapasitasnya sebagai anggota sekiriti yang memiliki kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi. Sehingga pada tahun berikutnya, BSP menugaskan Purwanto di beberapa lokasi antara lain di Unit Ponco dan di Unit BRI Cabang Yogjakarta. Tugas yang diberikan pun sama, yaitu menjalankan fungsi pengamanan dan melayani nasabah sehingga para nasabah bank tidak hanya mendapatkan jaminan keamanan tapi juga pelayanan yang menyenangkan.

Kunci utama dalam pelayanan, menurut Purwanto adalah kesabaran. Menurutnya, anggota sekuriti yang ditugaskan di perbankan harus mengedepankan kesabaran sebab setiap nasabah memiliki karakter berbeda-beda. Dengan kesabaran, tambahnya, anggota sekuriti akan bisa lebih maksimal menjalankan tugasnya sekaligus mengurangi risiko kekecewaan pelanggan.

“Dengan kesabaran semua pelayanan bisa terkendali dan tugas berjalan lancar,” terangnya.

Hasilnya, sejak tahun 2011 sampai saat ini Purwanto mengaku tidak pernah sekali pun terjadi tantangan pengamanan yang berat. Artinya, dengan pendekatan persuasive, pelayanan yang maksimal dan pengkondisian situasi aman bisa terjaga sampai saat ini.

Purwanto tak menampik bahwa anggota sekuriti memiliki beban dan tanggung jawab yang berat. Tapi komitmen untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di lokasi bekerja harus menjadi prioritas utamanya. Kuncinya, ujar pria yang baru saja menikah ini, selalu melihat situasi dan kondisi di sekitar lingkungan kerja dan menciptakannya lebih aman dan nyaman untuk semua orang.

“Alhamdulillah selama ini tidak pernah terjadi  tindak kriminal. Semua aman terkendali,” terangnya.

Apalagi sejak bergabung menjadi anggota sekuriti BSP, lanjutnya, selalu ada upgrade pendidikan dan pembinaan seperti pelatihan Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama. Dari pelatihan dan pembinaan tersebut anggota sekuriti akan memperoleh wawasan terbaru untuk mendukung tugas sebagai anggota sekiriti.

Bulan lalu Purwanto mendapat penghargaan dari pimpinan Wilayah BRI Kantor Wilayah Yogjakarta. Penghargaan ini menjadi kejutan baginya karena Purwanto tak menyangka jika dirinya yang terpilih menerima penghargaan tersebut. Padahal menurutnya, di unit Bank BRI Kantor Wilayah Jogjakarta ada 54 anggota sekuriti. Ucapan selamat pun datang dari kawan sesame anggota sekuriti dan jajaran pimpinan dan karyawan BRI Kantor Wilayah Yogjakarta.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pihak bank atas dedikasinya menjalankan tugas dan fungsinya anggota sekuriti yang baik. Bagi dirinya, penghargaan ini selayaknya untuk tim sekuriti yang bertugas bersama-sama menciptakan situasi dan kondisi aman sekaligus menghadirkan kenyamanan di tempat bekerja.

Semestinya, lanjut Purwanto, siapapun bisa meraih penghargana tersebut selama menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Dengan penghargaan ini, lanjutnya, anggota sekuriti lainnya bisa termotivasi untuk terus menjaga dan menciptakan situasi aman dan  nyaman di tempat masing-masing. Selama dijalankan dengan sabar, jujur dan disiplin, apa yang menjadi cita-cita bersama yaitu meningkatkam pelayanan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kepusan pelanggan akan tercapai.

“Kuncinya sabar, jujur dan waktu berjaga agar selalu dalam kondisi aman. Jangan sampai membawa urusan pribadi masuk dalam suasana kerja,” paparnya.

Sejak menikah beberapa bulan lalu Purwanto memiliki kesibukan bertambah yang tentunya berdampak pada managemen waktu supaya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya. Suami Sri Ruwanti yang tinggal di Desa Ngempolan Kulon Keluranan Trirenggo Kecamatan Bantul Yogjakarta, ini setiap malam, ikut membantu isti menyiapkan kue untuk dipasarkan di toko pagi harinya.[ajir]

 

 

 

 

 

 

01 Mar 2017

Christian Rombe Raih Juara I di National Brance Competition Maybank

KSATRIA, (BSP)–Setelah tiga bulan melalui seleksi dari pihak Maybank, akhirnya Christian Rombe berhasil menyisihkan seluruh satuan pengamanan Maybank di seluruh Indonesia. Christian berhasil menjadi juara pertama National Brance Competition Maybank.

Apa yang telah dilakukan oleh Christian bukan semudah membalikkan telapak tangan, butuh perjuangan dan konsistensi ketika menjalankan tugasnya sebagai satpam kantor bank Maybank di Makassar.

Menurut Christian, satpam kantor bank berbeda dengan satpam yang bekerja di area proyek. Petugas pengamanan di kantor bank dituntut berpenampilan rapi, mulai dari sepatu sampai seragam.

“Selain penampilan rapi, yang diutamakan juga adalah mampu memberikan pelayanan dan profesional dalam bekerja, seperti disiplin dan kejujuran dalam bekerja,” kata suami Santi Sedan.

Bapak dari tiga putri bernama Anak Chelsea, Evangeline dan Chello ini dalam menjalankan tugasnya pernah menghadapi nasabah yang bermasalah. Sebagai satpam bank, ia pun harus bisa menempatkan diri sebagai penengah dan mencairkan suasana.

Bagi Christian, pekerjaan yang ia jalani ini memang penuh resiko, namun ia menyadari bahwa profesi ini adalah pilihan yang harus dijalani dengan sebaik mungkin sehingga bermanfaat bagi perusahaan dan user. “Karena satpam pekerjaannya penuh tantangan, karena pekerjaan apapun kalau dilakukan dengan ikhlas pasti kita senang,” kata pria kelahiran Makassar, 27 Februari 1974.

Dedikasi yang ia tunjukkan dalam menjalankan tugas, ternyata menjadi perhatian pihak user dalam hal ini Maybank Makassar. Christian pun akhirnya dipilih sebagai salah seorang satpam yang ikut dalam National Brance Competition Maybank.

Menurut Christian, National Brance Competition Maybank diikuti oleh seluruh satpam Maybank di Indonesia. Melalui seleksi dari masing-masing daerah, para satpam berkompetisi menjadi yang terbaik.

Kurang lebih selama 3 bulan, Christian menjalani berbagai macam ujian, mulai dari ujian tertulis, lisan hingga psikotes. “Satpam diuji tentang produk-produk dan ada juga team yang kami tidak tau yang datang berpura-pura menjadi nasabah,” terang putra dari pasangan Daniel Rombe dan Martha Rungngu.

“Pertama saya sangat berterimakasih kepada Maybank dan BSP, awalnya saya dapat info bahwa saya mendapatkan juara pertama di NBC Maybank,” katanya.

Mendengar informasi ia berhasil menjadi juara satu, Christian merasa sangat bangga. Selain itu, ia juga merasa harus mempertanggungjawabkan penghargaan itu serta mengimplementasikan di tempat kerja. “Saya dengar kabar tanggal 16-17 February 2017 acaranya diadakan di hotel Mercure Ancol,” ujarnya.

Christian berharap, penghargaan yang ia terima dari pihak Maybank ini bisa menjadi motivasi bagi dirinya dan teman-teman satpam.”Kepada teman-teman dimanapun berada tetap semangat utamakan profesional kerja, menjunjung tinggi kejujuran dalam memberikan pelayanan kepada pengguna satpam agar ke depan BSP semakin jaya,” tegas lelaki tinggi badan 175 cm ini.

Christian, memulai karir profesi satpam sejak tahun 2004. Selama enam tahun ia menjaga keamanan Maybank melalui vendor lain. Setelah itu, ia hijrah ke PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Area Makassar dan masih bertugas di Maybank hingga sekarang.

“Perasaan selama berada di BSP, semakin banyak pengalaman yang bisa saya dapatkan. Terutama saya dapat kebersamaan saat bertugas di Maybank Makassar,” kenangnya.[ROJI]

 

 

20 Dec 2016

Denny Tiga Kali Raih Penghargaan The Best Satpam

KSATRIA, (BSP)–Tiga kali mendapatkan penghargaan sebagai sekuriti berprestasi, tak membuat Denny berhenti belajar. Justru ia terus termotivasi untuk lebih mengenal produk tempat ia bekerja dan melayani setulus hati. Alhasil, Denny kerap mendapatkan penghargaan atas prestasinya ini. Berikit ulasannya. 

Keputusan Denny Sartika untuk bergabung menjadi anggota sekuriti PT Bravo Satria Perkasa  (BSP) sudah bulat. Tak ada paksaan, tak ada tekanan, semua berjalan mengalir dengan keyakinannya bahwa BSP adalah tempat yang tepat untuknya berkarya.

Keputusan itu diambil setelah Denny mendengar informasi lowongan kerja sebagai sekuriti di PT BRI Kantor Cabang Perawang. Apalagi dua bulan lagi, ujarnya, masa kontrak kerjanya di PT Indah Jaya Pala saat itu akan berakhir.

“Kebetulan di BRI Perawang ini kekurangan sekuriti, saya bikin lamaran ternyata diterima Alhamdulillah sampai sekarang,” tuturnya saat dihubungi Majalah Ksatria.

Denny masih ingat dirinya diterima sebagai anggota BSP Bulan November 2010. Dalam statusnya yang masih bekerja, ia segera mengundurkan diri dari tempat kerja yang lama.

Meskipun ia sudah memiliki sertifikat pendidikan profesi di Jakarta pada tahun 2005, ia perlu beradaptasi. Pasalnya, perusahaan ini membangun system keamanan perbankan yang berbeda jauh dengan pengamanan perkebunan yang menjadi tugas dia sebelum bergabung di BSP.

Denny menuturkan, dari sisi pengetahuan, misalnya, anggota sekuriti bank harus memahami sejumlah produk perbankan supaya ketika ada nasabah minta dilayani, sekuriti bisa memberikan pengarahan sederhananya. Dari sisi keterampilan, setiap sekuriti dibekali kemampuan komunikasi personal dan etika.

Kerja keras ini berbuah manis pada tahun 2012 jam 17.00 tiba-tiba pimpinanya yang baru tiba dari luar kota menemuinya dan menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Denny sebagai sekuriti terbaik. Berita ini menjadi kejutan bagi anggota sekuriti yang sehari-hari bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan perusahaan ini.

Tahun 2014, Denny kembali memenangi pemilihan the best security yang disertai ujian knowledge dengan nilai tertinggi 96. Saat itu, menurut Denny, semua sekuriti diuji tentang produk-produk perbankan dan layanannya. Sehingga sekuriti betul-betul bisa melayani nasabah kalau ada yang bertanya atau komplain.

“Jadi sekuriti harus siap melayani nasabah apa yang menjadi permasalahannya kita harus siap melayanninya dengan baik,” tuturnya.

Berikutnya pada tahun 2016, Denny terpilih ketiga kalinya sebagai The Best Product Klowledge Security. Ia berhasil menyisihkan 17 sekuriti yang mengikuti ujian dengan nilai mutlak 100. Menurutnya, ujian ini langsung dipantau oleh bagian pengawas dengan mekanisme seleksi yang cukup ketat.

Memang tidak mudah untuk menjadi pemenang. Denny mengakui, semua keberhasilannya ini merupakan hasil ketekunanya belajar dan bertanya tentang tugas dan standar pelayanan seorang sekuriti.

Menurut Denny semua profesi memiliki tantangan yang berbeda-beda. Bagi sekuriti perbankan, menurutnya, tantangan yang harus selalu diwaspadai adalah masalah keamanan. Sebab, bisa jadi tantangan itu muncul dari nasabah yang menjadi pintu masuk penyusupan sehingga harus selalu diantisipasi bagaimana pun ramainya situasi kerja.

Disamping itu perlu diperhatikan ancaman keamanan dari lungkungan bekerja seperti terjadinya kebakaran akibat konsleting listrik dan sebagainya. Pernah suatu ketika Denny menghadapi insiden kebakaran akibat konsleting listrik pukul 03.00. Dengan sigap ia menjinakkan sumber bahaya menggunakan alat pemadam kebakaran sehingga bisa ditangani dengan baik.

Anggota sekuriti berprestasi dari Riau tahun 2012, 2014 dan 2016 ini juga menegaskan, prestasinya dalam bekerja tak luput dari peran keluarga. Selama ini, lanjutnya,  semangat dan dukungan untuk selalu bekerja keras terus diberikan anak dan istri yang bangga dengan profesinya.

“Itulah yang membuat saya senang bekerja mencari nafkah untuk anak dan keluarga,” ujar pria yang dikaruniai dua anak dari pernikahanya dengan Gusrianita ini.

Untuk menjadi seorang sekuriti professional, pria yang berkecimpung di dunia sekuriti sepuluh tahun lebih ini mengatakan bahwa sekuriti harus memiliki sikap tegas dan bisa mengambil keputusan, serta mampu memberikan pelayanan yang nyaman baik terhadap stakeholder maupun tempatnya bekerja.

Pria kelahiran Riau, 3 April 1977 ini sempat merasakan perjuangan saat Riau dilanda asap tebal. Saat Riau dilanda asap tebal, semua aktivitas diliburkan mulai dari karyawan kantor, pertokoan dan aktivitas sekolah. Namun sekuriti menjadi pengecualian karena harus menjaga harta benda dan aset-aset perusahaan.

Kejadian yang berlangsung selama beberapa bulan  ini menuntut profesi sekuriti meningkatkan kewaspadaanya sebab dimungkinkan akan terjadi tindak kejahatan disaat masyarakat mengungsi ke tempat yang aman.

Baginya, pengalaman di dunia sekuriti ini membuat dirinya semakin yakin bahwa anggota sekuriti memiliki kontribusi yang cukup besar di masyarakat. Disamping tugasnya mengamankan asset perusahaan sekuriti juga berperan dalam menciptakan keamanan di masyarakat sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan.

Menjalani profesi yang cukup mulia ini, Denny merasa bangga bahwa kehadirinya di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman tapi juga kemanfaatan. “Saya tetap bangga menjalani profesi ini dengan segala resiko yang ada, “ pungkasnya. [AH]

Translate »
error: Content is protected !!