Bravo Satria Perkasa
03 Jun 2017

4.165 Personil Amankan Kedatangan Presiden di Malang

KSSATRIA, (BSP)–Rencana kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, ke Malang, disikapi dengan pengamanan khusus dari aparat terkait.

Sejumlah personel TNI-Polri dan satuan lain berjumlah 4.165 pasukan menggelar apel gelar pasukan di lapangan Rampal, Kota Malang untuk kedatangan tamu VVIP itu Jumat (2/6).

Danrem 083/Bdj Kolonel Arm Budi Eko Mulyono, sebagai Dansatgaspamwil, mengatakan, pada seluruh anggota yang terlibat agar memegang teguh komitmen dalam pengamanan presiden.

Hal itu sebagai bentuk pertaruhan nama baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Pahami tugas pokok yang menjadi tanggung jawab masing-masing satuan. Kedepankan tindakan preventif dan tindak tegas terhadap upaya dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu kelancaran kegiatan RI 1 di wilayah Malang,” katanya.

Setelah menggelar apel gelar pasukan, setiap anggota melaksanakan gladi bersih pengamanan kunjungan Presiden Jokowi sesuai rute dan pos yang ditentukan.

Seperti diketahui, Jokowi dijadwalkan datang ke Malang hari ini, Sabtu (3/6) Juni untuk menghadiri beberapa acara di SMK Gondanglegi dan Universitas Muhammadiyah Malang. [ROJI]

 

27 Jan 2017

Hadapi Tantangan, Polri Harus Profesional dan Modern

KSATRIA, (BSP)– Presiden Joko Widodo mengingatkan Polri untuk terus menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Ke depan Polri yang profesional, modern, terpercaya merupakan sebuah tagline yang harus dicapai,” kata Presiden saat memberi pengarahan dalam Rapat Pimpinan Polri 2017 di Jakarta, Rabu (25/1/2017)

Dalam Rapim Polri 2017 ini mengambil tema “Polri yang Promoter (Profesional, modern, terpercaya) siap mengamankan Pilkada Serentak 2017.

Presiden mengatakan dalam mewujudkan tagline tersebut Polri harus membangun kepercayaan publik dengan melakukan dengan perbaikan kinerja seluruh jajaran polri dalam menghadapi persoalan dan penyelesaian yang ada di negara kita.

Jokowi mengatakan situasi di dalam negeri di warnai adanya kejahatan konvensional serta tantangan keamanan dan ketertiban.

“Keamanan dan keteetiban telah berkembang jauh dengan munculnya kejahatan transnasional, terorisme, penyeludupan perdagangan nasional norkoba dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, kata Presiden, Polri harus siap mengungkap upaya kejahatan anggaran negara, korupsi, pencurian ikan, legal logging serta keamanan yang menyangkut SARA, unjuk rasa yang merupakan tugas yang tidak ringan.

Dalam Rapim Polri 2017 ini diikuti 399 perwira tinggi dan perwira menengah dari seluruh jajaran Mabes Polri dan Polda di seluruh Indonesia. [ROJI]

Translate »
error: Content is protected !!