Bravo Satria Perkasa
15 Oct 2019

Ratusan Chief Security Ikuti Arahan Kapolda Metro Jaya

KSATRIA | Jakarta–Sebanyak 400 chief security di wilayah Jakarta menghadiri undangan Polda Metro Jaya untuk mendengarkan arahan dari pihak kepolisian yang disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Dr Gatot Eddy Pramono, MSi yang diwakili oleh Dirbinmas Polda Metro, Kombes Pol. Drs. Umar Dani, M.Si.

Dalam sambutannya, Umardani menjelaskan bahwa baru-baru ini banyak permasalahan Kamtibmas yang meluas, oleh karena itu Polri dan komponen Pam Swakarsa khususnya satpam bisa mengantisipasi sehingga mampu melakukan langkah preemtif dan preventif terhadap ancaman tersebut.

“Disadari bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri oleh karena itu perlu dukungan dari elemen masyarakat melalui jalinan kemitraan yang kokoh dan bersinergi, demi terpeliharanya situasi Kamtibmas yang kondusif,” ungkapnya di Jakarta, Senin (14/10).

Dalam konteks ini, hadirnya satpam diharapkan mampu mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama era tugasnya yang meliputi aspek pengamanan fisik personil, informasi serta pengamanan teknis lainnya.

“Dengan mencermati situasi dan kondisi tersebut, chief security menyikapi hal ini kiranya dapat memberikan pemahaman kepada anggotanya jangan sampai satpam terprovokasi dan dapat mengambil langkah-langkah awal melakukan antisipasi dengan penebalan  dan penambahan anggota pada titik-titik rawan di lingkungan kerja,” jelasnya.

Sementara itu perwakilan dari Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPD APSI) Jaya menyampaikan agar lebih waspada terkait dinamika yang ada saat ini. “Kami meminta agar para chief security yang bertugas di mall, supermarket, apartemen, BUMN, kementerian, hotel, pertokoan dan yang bertugas di wilayah DKI Jakarta mempersiapkan pengamanan dengan sebaik-baiknya,” jelas Wakil Ketua DPD APSI Jaya, Susi Rai Azizi.

Susi menambahkan, Ibukota Jakarta harus menjadi kota aman bagi semua karena  Jakarta adalah ujung tombak keamanan di Indonesia.

“Untuk itu satuan pengamanan harus bersama-sama membantu tugas kepolisian sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua,” ungkapnya dilansir JurnalSecurity. [roj]

12 Jul 2017

Dirbinmas Polda Metro Jaya akan Tertibkan Seragam Satpam

KSATRIA, (BSP)–Dalam rangka koordinasi, pengawasan dan pembinaan teknis BUJP dan satpam, Polda Metro Jaya dan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) Jakarta Raya menggelar kerjasama di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Direktur Bina Masyarakat (Dirbinmas) Polda Metro Jaya Kombes Drs. Priyo Mujihad berharap apa yang menjadi kesepakatan bersama antara Polda Metro Jaya dan BPD-ABUJAPI Jaya bisa terlaksana dengan baik.

Kita mengharapakan ada output dan outcome dari kerjasama ini dan bisa menjadi percontohan Polda lain antara Abujapi dan Polri,” kata mantan Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Metro Jaya ini.

Priyo menjelaskan, pihaknya bersama Abujapi akan merealisasikan program yang ada, salah satunya dengan menertibkan BUJP yang belum sesuai dengan peraturan. Misalnya saja terkait seragama satpam yang masih banyak perbedaan.

“Kami akan koordinasi dengan direktorat Pamobvit terkait seragam satpam yang ada di bandara dan gedung DPR,” tegasnya seperti dilansir jurnalsecurity.com.

Priyo juga menambahkan, bahwa kerjasama dengan Abujapi ini juga akan dijadikan percontohan untuk bisa dijadikan acuan di Polda-Polda lain yang ada di daerah.

“Semoga kerjasama yang kita sepakati bukan hanya seremonial tapi bisa ditindaklanjuti secara berkesinambungan,” ungkapnya. [ROJI]

 

12 Jul 2017

Kerjasama ABUJAPI Jaya dan Polda Metro akan Jadi Bencmark

KSATRIA, (BSP)—Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD-ABUJAPI) Jakarta Raya menggelar halal bi halal sekaligus menendatangani kesepakatan antara Polda Metro Jaya dan BPD ABUJAPI di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat ABUJAPI, Budi Rianto kerjasama ini dalam rangka meningkatkan koordinasi, pengawasan dan pembinaan teknis BUJP dan satpam, di wilayah Polda Metro Jaya.

Budi berharap kerjasama antara Polda Metro Jaya dan BPD-ABUJAPI ini bisa menjadi bencmark di Indonesia sehingga menjadi percontohan bagi BPD-BPD ABUJAPI lainnya di daerah. “Kita akan jadikan bencmark untuk jadi model di Indonesia,” jelasnya seperti diunggah di jurnalsecurity.com.

Menurut Budi, saat ini keberadaan ABUJAPI sudah ada di 25 provinsi dengan kepengurusan lengkap. Sementara jumlah satpam yang terdaftar di BUJP jumlahnya mencapai 538.000 satpam.

“Konon kabarnya dari data yang kami dapatkan, satpam yang ada di luaran sana jumlahnya lebih besar dari itu. Mereka perlu kita rangkul dan kita ajak untuk menjadi satpam yang profesional,” tuturnya.

Kerjasama antara Polri dan ABUJAPI ini hendaknya juga bisa merealisasikan program kegiatan yang telah disepakati bersama. Misalnya saja terkait penertiban anggota BUJP, yang terdaftar tapi kantornya tidak ada. “Kami masih memikirkan karena masih banyak anggota BUJP yang datanya ada tapi kantornya tidak jelas,” ujarnya.

Adanya kerjasama ini, tambah Budi, bisa lebih meningkatkan fungsi kepolisian dalam membina satpam yang ada sehingga tercipta lingkungan yang aman dan nyaman. Selain itu juga untuk menertibakan BUJP yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada. [ROJI]

 

 

 

 

 

30 Dec 2016

Laporan Polda Metro Jaya Terkait Kejahatan di Jakarta

KSATRIA, (BSP)—Tahun 2016, angka kejahatan yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun, waktu kejahatan (crime clock) mengalami percepatan selama 8 detik.

“Untuk crime clock mengalami percepatan selama 8 detik, dari 12 menit 26 detik tahun 2015 menjadi 12 menit 18 detik di tahun 2016 ini,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan dalam rilis akhir tahun di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/12/2016).

Artinya, tahun 2016, setiap 12 menit 18 detik terdapat satu kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Secara umum, situasi kamtibmas (keamanan ketertiban masyarakat) di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami penurunan angka kriminalitasnya. Dari 44.304 kasus di tahun sebelumnya, menjadi 43.149 kasus di tahun 2016, atau turun sekitar 3 persen.

Seiring dengan menurunnya total kejahatan (crime total) ini, menurun pula angka penyelesaian kasus (crime clearence) dari 29.750 kasus menjadi 28.252 kasus di tahun 2016 atau menurun 5 persen.

“Kemudian crime rate atau risiko penduduk terkena tindak pidana mengalami penurunan dari 195 orang menjadi 189 orang atau turun sebanyak 3 persen,” imbuhnya dirilis detik.com.

Dari 43.149 kasus yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdapat kasus-kasus menonjol yang mengalami peningkatan di tahun 2016 ini. Salah satunya adalah kejahatan perampokan yang mengalami kenaikan 12 persen dari tahun sebelumnya.

“Kasus curas (pencurian dengan kekerasan) tahun 2015 sebanyak 641 kasus, sedangkan tahun 2016 sebanyak 719 kasus atau naik 78 kasus atau 12 persen,” lanjut Iriawan.

Kenaikan juga terjadi pada kasus perkosaan. Di mana tahun 2015 mencapai 63 kasus, sedangkan di 2016 meningkat menjadi 71 kasus atau naik sebanyak 4 kasus atau sekitar 6 persen.

“Kenakalan remaja seperti tawuran juga mengalami peningkatan dari 1 kasus di tahun 2015 menjadi 5 kasus atau naik 400 persen, meski kenaikannya cuma 4 kasus,” sambungnya.

Sementara penurunan angka kriminalitas terjadi di kasus pencurian dengan pemberatan (curat), penganiayaan berat (anirat) dan pembunuhan. Kasus curat menurun 9,96 persen dari 1.004 kasus di tahun 2015 menjadi 904 kasus di tahun 2016.

Pembunuhan menurun 4 kasus atau 5 persen dari 75 kasus di tahun 2015 menjadi 71 kasus di tahun 2016. Penganiyaan berat (anirat) mengalami penurunan 6 persen dari 3.400 kasus di tahun 2015 menjadi 3.187 kasus di tahun 2016. [FR]

23 Sep 2016

Irjen Pol Mochamad Iriawan Resmi Jadi Kapolda Metro Jaya

KSATRIA, (BSP)– Tongkat komando Kapolda Metro Jaya resmi berpindah dari Irjen Pol Moechgiyarto ke Irjen Pol Mochamad Iriawan. Acara serah terima jabatan ini pun digelar pada Jumat (23/9/2016) tadi pagi, dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jakarta.

Berdasarkan Surat Telegram (TR) Kapolri bernomor ST/2253/IX/2016 yang didistribusikan pada Jumat 16 September 2016, disebutkan ada pergantian sejumlah Kapolda. Demikian humaspoldametrojaya.blogspot.co.id merilis beritanya. (23/9)

Selain Kapolda Metro Jaya, posisi Kapolda Aceh Irjen Pol M Husein Hamidi juga diganti. Irjen Pol Husein yang masuk masa pensiun digantikan oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol Rio Septianda Djambak.

Sementara, Irjen Pol Moechgiyarto diplot mengisi jabatan Kepala Lembaga Pendidikan (Lemdik) Polri menggantikan Komjen Syafruddin, yang sudah lebih dahulu dipercaya menjabat Wakapolri.

Irjen Pol Moechgiyarto digantikan Irjen Pol Mochamad Iriawan yang sebelumnya Kepala Divisi Propam (Kadiv Propam) Polri. [FR]

 

Translate »
error: Content is protected !!