Bravo Satria Perkasa
22 May 2017

BSP Sukses Kawal Pengamanan Acara HUT Bank BJB di Bandung

KSATRIA, (BSP)—Hari Ulang Tahun PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) yang ke-56 tahun di Bandung berlangsung sangat meriah. Berbagai acara dan kegiatan yang digelar berlangsung aman dan kondusif.

Seperti yang telah terjadwal, HUT Bank BJB ke-56 di Bandung menggelar berbagai macam acara, mulai dari sambutan gubernur Jabar, sunatan massal, cukur massal, santunan anak yatim, donor darah, kampung nutrisi, pawai karnaval, pentas musik hingga pertunjukan wayang golek.

Menurut Suhendy Section Head of Aperation Departemen PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Pusat, dirinya bersyukur karena kegiatan pengawalan seluruh acara dalam HUT Bank Jabar berjalan lancar dan kondusif. “Terima kasih kepada seluruh tim pengamanan yang telah menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya seperti dinggah JurnalSecurity.com, (22/5).

Suhendy menjelaskan, tim pengamanan dari BSP yang terlibat secara langsung dalam acara HUT Bank Jabar sebanyak 60 satpam. Semua bekerja sesuai dengan instruksi dan menjalankannya dengan maksimal.

“Mulai dari pengamanan orang nomor satu di Jawa Barat, Bapak Ahmad Heryawan, hingga pengamanan di lokasi panggung utama untuk pertunjukan,” ujarnya.

Menurut Suhendy, pengamanan yang melibatkan ribuan massa membutuhkan strategi khusus sehingga massa yang terlibat dalam acara benar-benar merasa aman dan nyaman. Suhendy juga memberikan contoh pada pengamanan para musisi yang datang seperti Once, Ada Band dan lain sebagainya.

Sementara itu Ivan Soviyan, Koordinator Pengamanan Khusus BSP Bandung mengatakan pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas support dari tim Jakarta sehingga proses pengamanan acara berjalan lancar.

Ivan juga menambahkan kegiatan besar ini harus menjadi pembelajaran yang berharga bagi tim security BSP di wilayah Bandung. “BSP tetap berkomitmen bahwa kami bekerja secara profesional,” katanya.

PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) adalah perusahaan BUJP yang menjadi partner Bank BJB di seluruh Indonesia. Saat ini, ada sekitar 1.500 anggota satpam yang menjaga seluruh aktivitas kegiatan Bank BJB, salah satunya adalah acara HUT Bank BJB ke-56 di kantor pusat, Bandung. [ROJI]

 

 

 

19 May 2017

Security BSP Siap Amankan Acara Puncak HUT Bank BJB ke-56 di Bandung

KSATRIA, (BSP)–PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) akan menggelar serangkaian acara untuk merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke-56 pada 20 Mei 2017 di Bandung. Puncak acara tersebut akan dimeriahkan oleh artis-artis dan band nasional.

Acara puncak HUT Bank BJB juga akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Karena melibatkan orang nomor satu di Jabar ini tentunya pengamanan yang akan dilakukan cukup ketat.

Menurut Divisi Umum Pengelola Security Bank BJB Pusat, Gusfan Dharmawan Adi, pihaknya telah melakukan persiapan pengamanan setiap acara yang akan digelar Bank BJB dalam Ultah ke-56 ini. Mulai dari kegiatan pembukaan, bazar, karnaval, pentas rakyat, hingga pentas panggung.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan tim security di lapangan untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif,” kata Gusfan, Jumat (19/5).

Divisi Umum Pengelola Security Bank BJB Pusat, Gusfan Dharmawan Adi

Gusfan menjelaskan, pihaknya akan mengoptimalkan pengamanan di 11 titik acara. Mulai dari pengamanan di sekitar bazar hingga di Jalan Braga dan Cikapundung yang nantinya ada pertunjukan pentas dan wayang. “Kami melibatkan sekitar 60 security untuk standby di tempat menjaga kondisi tetap aman dan nyaman,” katanya.

Terkait dengan pengamanan VIP seperti hadirnya gubernur Jabar, Gusfan juga menerjunkan timnya untuk selalu mobile di sekitar tamu VIP, meskipun mereka juga sudah ada pengamanan khusus secara protokoler.

“Selain tamu VIP, kami juga akan fokuskan pengamanan secara intensif di dua titik, yaitu pertunjukan pentas panggung utama di jalan Braga, dan jalan Cikapundung yang  ada pertunjukan wayang,” ujarnya.

Menurut Gusfan, saat ini jumlah seluruh satpam Bank BJB mencapai 2500 security, namun vendor terbesar dipegang oleh PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) sebanyak 1500 satpam. “Saya percaya Bravo sudah biasa menjalankan pengamanan seperti ini, di luar yang resmi sudah biasa mereka profesional. Harapanya keamanan dan ketertiban berjalan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, Suhendy Section Head of Aperation Departemen PT. Bravo Satria Perkasa mengatakan  pihaknya optimis bisa mengemban tugas pengamanan di acara HUT Bank BJB ke-56 ini. “Seluruh tim yang terlibat dalam pengamanan acara HUT Bank BJB terus kami koordinasi terkait situasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Suhendy mengatakan, hadirnya BSP di dalam pengamanan Bank BJB menjadi tantangan bagi seluruh tim security untuk memberikan yang terbaik bagi customer. Terlebih jumlah personil satpam yang  terlibat cukup besar.

“Kami tetap komitmen dan profesional untuk memberikan layanan maksimal kepada customer dalam bidang pengamanan,” jelasnya. [ROJI]

 

01 May 2016

Pengamanan Aset Bank

Oleh: H. Djarot Soeprianto
Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP)

Kecanggihan teknologi telah merubah cara pandang, cara sikap seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. Begitu juga dengan keamanan industri perbankan, berkat kecanggihan teknologi, sistem keamanan kian beragam seiring dengan modus gangguan keamanan. Karena itu, pendekatan keamanan di bidang industri juga terus mengalami pembaharuan.
Dulu, paradigma keamanan bersifat reaktif dan hanya mampu mengamankan materi yang kasat mata. Sehingga yang dibutuhkan adalah bodyguard dengan segenap perangkat kerasnya. Kini, paradigma tersebut mulai berubah, mengingat semakin kompleksnya faktor-faktor penyebab gangguan keamanan, semakin canggih alat dan media yang digunakan, serta semakin beragam modus yang ditampilkan. Pelaku kejahatan mapun pengganggu keamanan semakin lihai melihat celah (lop-hole) untuk melakukan aksinya.
Selain itu, penerapan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka juga menuntut adanya pendekatan dan cara-cara baru dalam melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.
Tata cara pelaksanaan pengamanan aset perusahaan sudah saatnya disempurnakan. Tata cara penyempurnaan tersebut harus dilaksanakan dengan menggunakan metodologi yang mampu menjawab tantangan perubahan secara signifikan.
Konsekuensinya, jajaran petugas pengaman bank harus dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan yang mampu mengantisipasi munculnya tindak kejahatan di bank, baik yang disebabkan oleh pelaku yang berasal dari internal maupun eksternal bank. Adapun pengetahuan yang dimaksud, diantaranya adalah:
1. Modus-modus kejahatan dan kiat mengantisipasi dan penanganannya, baik secara sosiologis, psikologis, kriminologis, politis, hubungan industrial, lintas budaya dan komunikasi.
2. Memahami fenomena dan tren kejahatan temporer baik yang berasal dari internal maupun eksternal bank.
3. Menguasai teknik dan proses berfikir jajaran pengaman bank kearah teknik dan proses berpikir dan bertindak empati, proaktif, dan konstruktif bagi bank.
Perubahan-perubahan di atas harus diikuti oleh seluruh elemen organisasi, termasuk dalam memandang dan menyikapi peran dan fungsi “Security” maupun “Community development” sebab hal tersebut menjadi salah satu faktor dasar atau aspek vital dalam menjamin kegiatan operasional sehari-hari secara berkesinambungan. Hal ini juga membuktikan bahwa implementasi dari program terkait “harus sinergy” dan “built-in” di dalam strategi manajemen.
Untuk itu, kita menganggap perlu untuk membangun dan memiliki suatu “platform” bidang “Safety, security & community development” yang terintegrasi dan bersinergi dengan arah kebijakan dan strategi yang telah ada.
Sesuai dengan spirit “Operational excellent” di segala bidang, maka platform bidang “Safety, security & community development” memiliki 4 pilar utama, yaitu Strategi, Organisasi, Sumber Daya Manusia dan Jaringan Kerja (networking).
Platform tersebut harus dapat bekerja secara simultan agar dapat diperoleh hasil yang maksimal dengan sasaran akhir yang ingin dicapai oleh manajemen, yakni terwujudnya instalasi bank yang aman, nyaman, bersahabat dan bermanfaat bagi masayarakat (Community friendly company).
1. Strategi
Manajemen menentukan secara formal arah, kebijakan, sasaran, program dan dukungan keuangan/ budget untuk melaksanakannya. Harapan dari kesempurnaan pilar ini adalah terdapatnya kepastian dan ketegasan dari manajemen, bahwa bidang “Safety, security & community development” sudah terintegrasi dalam strategi bisnis yang dikembangkan, dan bukan lagi sekedar “elemen pelengkap” dari operasional sehari-hari.
2. Organisasi
Manajemen menentukan secara formal perangkat dasar organisasi yang terdiri dari PIC/ penanggung jawab safety, security & community development dan bentuk organisasi yang proporsional, agar strategi dan sasaran yang dicanangkan dapat dicapai dan dipertanggung jawabkan. Kejelasan dari pilar ini akan sangat mempengaruhi “sinergi operasional” di lapangan, sehingga diharapkan tidak akan timbul keraguan dalam berkarya dan dalam menegakan peraturan perusahaan.
3. Sumber Daya Manusia
Manejemen menentukan secara formal standar kompetensi, kejelasan status dan pola pengembangan sumber daya manusia, hingga metode apresiasi yang “adil”. Pilar ini sangat menentukan proses pengembangan profil karyawan yang dapat bekerja dengan profesional, sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang disyaratkan. Demikian juga apabila SDM berasal dari BUJPP (vendor) tetap harus memenuhi kualifikasi kompetensi, sehingga dapat menunjang visi, misi dan objective bidang safety, security & community development.
4. Jaringan Kerja
Dalam melaksanakan program safety, security & community development, manajemen akan menetukan sistem komunikasi internal dan eksternal, mekanisme kemitraan dengan komunitas perusahaan (Insatansi pemerintah, aparat keamanan, tokoh masayarakat, pemuka agama, LSM, media massa, dan lain-lain) yang mana dapat memberikan nilai tambah dalam mewujudkan sasaran perusahaan.
Pilar ini sangat penting untuk dimiliki dan dikembangkan oleh manajemen karena dengan adanya perubahan peran institusi keamanan serta tumbuh menjamurnya LSM/ yayasan yang bergerak dibidang advokasi HAM membutuhkan suatu “seni” dan strategi yang spesifik untuk menanganinya, sehingga dapat mengeliminir impak “destruktif” yang mungkin timbul.[]

Translate »
error: Content is protected !!