Bravo Satria Perkasa
27 Mar 2017

Ribuan TNI, Polri dan Pecalang Amankan Hari Raya Nyepi

KSATRIA, (BSP)–Guna mengamankan pelaksanaan Hari Raya Nyepi 1939, ribuan aparat keamanan sudah mulai bersiaga. Selain TNI dan Polri, sekitar 20 ribu pecalang yang ada di Bali akan melakukan pengamanan di desa masing-masing.
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, untuk mengamankan jalannya perayaaan nyepi, kepolisian Daerah Bali akan menerjunkan sekitar 5.600 personil dan mulai bersiaga sejak hari ini.
Pengamanan akan dilakukan diseluruh wilayah Bali hingga hari Rabu atau setelah berakhirnya tapa brata penyepian.
“Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Bali, baik yang beragama hindu maupun non hindu untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan agar pelaksanaan hari raya nyepi berlangsung aman,” jelas Kapolda.
Seperti diketahui, mulai besok pagi sekitar pukul 06:00 Wita hingga hari rabu pukul 06:00 Wita, umat hindu akan melakukan tapa brata penyepian.
Pada saat tapa brata penyepian, ada empat larangan yang wajib dilaksanakan oleh umat hindu. Larangan pertama adalah Amati Karya atau tidak boleh bekerja, Amati Geni atau tidak boleh menyalakan api, Amati Lelungan atau tidak boleh berpergian, dan keempat adalah Amati Lelanguan atau tidak boleh bersenang-senang atau mencari hiburan seperti menonton televisi dan lain-lain. [ROJI]
07 Sep 2016

Polisi dan Pecalang Siap Amankan Galungan di Bali

KSATRIA–Polda Bali dan jajarannya mengajak pecalang menjaga keamanan Hari Raya Galungan Rabu (7/9/2016).

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol AA Made Sudana mengatakan, Polda Bali bersama pecalang selalu bekerjasama, terlebih saat momen keagamaan seperti Galungan. Pihaknya juga akan memantau pusat keramaian pada umanis Galungan.

“Pengamanan akan dilakukan di objek wisata. Biasanya tempat yang rawan ada di Kuta, Pantai Pandawa dan Sanur,” paparnya seperti dilansir baliberkarya.com (7/9).

Polda Bali juga akan mengintensifkan pantauan Polair demi menjaga keamanan masyarakat yang berwisata di pesisir pantai. “Jajaran Polda Bali menyiagakan fungsi Polair untuk mendeteksi setiap kegiatan yang ada di pantai atau yang ada di dalam air,” tuturnya.

Kepolisian juga tetap memantau rumah yang ditinggal oleh warga saat pulang kampung selama hari raya Galungan.

Babin Kamtibmas beserta pecalang akan berperan banyak dalam mengawasi rumah kosong yang ditinggal penghuni demi mengantisipasi hal yang tidak diharapkan terjadi.

Ia mengatakan, pihak kepolisian akan tetap siaga dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat agar hari kemenangan Dharma dapat berjalan dengan khidmat. [FR]

 

07 Sep 2016

Polisi dan Pecalang Siap Amankan Galungan di Bali

KSATRIA–Polda Bali dan jajarannya mengajak pecalang menjaga keamanan Hari Raya Galungan Rabu (7/9/2016).

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol AA Made Sudana mengatakan, Polda Bali bersama pecalang selalu bekerjasama, terlebih saat momen keagamaan seperti Galungan. Pihaknya juga akan memantau pusat keramaian pada umanis Galungan.

“Pengamanan akan dilakukan di objek wisata. Biasanya tempat yang rawan ada di Kuta, Pantai Pandawa dan Sanur,” paparnya seperti dilansir baliberkarya.com (7/9).

Polda Bali juga akan mengintensifkan pantauan Polair demi menjaga keamanan masyarakat yang berwisata di pesisir pantai. “Jajaran Polda Bali menyiagakan fungsi Polair untuk mendeteksi setiap kegiatan yang ada di pantai atau yang ada di dalam air,” tuturnya.

Kepolisian juga tetap memantau rumah yang ditinggal oleh warga saat pulang kampung selama hari raya Galungan.

Babin Kamtibmas beserta pecalang akan berperan banyak dalam mengawasi rumah kosong yang ditinggal penghuni demi mengantisipasi hal yang tidak diharapkan terjadi.

Ia mengatakan, pihak kepolisian akan tetap siaga dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat agar hari kemenangan Dharma dapat berjalan dengan khidmat. [FR]

 

Translate »
error: Content is protected !!