Jalin Kebersamaan di Komunitas Romo Bravo

KSATRIA–Di tengah kesibukan kerja yang menyita tenaga dan pikiran setiap harinya tak membuat Keluarga Besar PT Bravo Satria Perkasa (BSP) lupa menyalurkan hobinya masing-masing. Salah satu hobi yang digemari para pecinta otomotif dan traveling disegala usia adalah berkendara motor. Komunitas Romo Bravo (Rombongan Motor) Bravo  ini menjadi magnet tersendiri sebagai ajang perekat persaudaraan antar karyawan BSP di seluruh Indonesia.

Wakil Direktur PT Bravo Satria Perkasa (BSP) Djarot Soeprinto adalah orang pertama yang memimpin komunitas pecinta motor ini. Awal mula muncul klub motor ini karena karyawan senang menggunakan motor. Sebagai salah satu penentu kebijakan di BSP, maka hobi ini diarahkan menjadi sesuatu yang positif sehingga dibentuk Bravo Bikers Club (BBC) pertama tahun 2009.

Belum genap berjalan setahuan, saat tour ke Jawa Tengah, akhirnya nama BBC dirubah karena sudah banyak nama grup yang memakai nama BBC. Akhirnya diputuskan nama berganti Rombongan Motor Bravo (Romo Bravo). “Kalau nama Romo Bravo belum ada yang punya,” paparnya.

Tahun pertama Romo Bravo mengajak seluruh anggotanya untuk melakukan touring ke Jawa Tengah dengan istilah “Touring Semar Loyo” (Semarang-Solo-Jogjakarta). Touring ini diawali dari Jakarta yang diikuti 60 motor menuju Semarang bertambah menjadi 120 motor.  “Start kita dari simpang lima Semarang ke Salatiga, Boyolali, Kartosuro dan Jogjakarta. Kita menginap di Kaliurang,” terangnya.

Agenda touring perdana ini tidak hanya jalan-jalan tapi juga menjadi moment terbentuknya perwakilan Romo Bravo di daerah-daerah seperti Chapter 1 Jakarta, Chapter 2 Jabar dan Chapter 3 Jawa Tengah. “Hadirnya kepengurusan di tiap daerah ini semakin mengokohkan hubungan persaudaraan antar karyawan Bravo di Indonesia,” ujarnya.

Djarot menjelaskan, setiap tahun, komunitas pecinta motor ini selalu menggelar event tahunan baik berskala lokal maupun nasional.  Seperti ageda tauring nasional kedua Romo Bravo mengambil rute Denpasar – Bali tahun 2010. Jumlah pesertanya tidak hanya dari Jawa tapi juga Romo Bravo dari Sumatra yang mengirim anggotanya membawa 10 motor.

Waktu di Denpasar ia mengalami insiden kecelakaan tunggal sehingga mengakibatkan tabrakan beruntun sesame anggota biker Romo Bravo. Akibat insiden tersebut tiga orang mengalami luka ringan. Tim medis pun bergerak cepat untuk mengatasinya sehingga perjalanan dapat dilanjutkan kembali. “Kita tolong bersama-sama sebagai bentuk kekeluargaan,” paparnya.

Berjalan dua tahun, kepemimpinan Romo Bravo beralih ke Direktur Utama PT BSP Joko Putro Nugroho. Mengawali kepemimpinannya di tahun 2011 kala itu Romo Bravo menggelar touring seperti ke Bantul Jogjakarta, Tasikmalaya, Banjar dan ke Gubung Bromo. Joko meyakini bahwa kekuatan tim bisa berawal dari hobi yang sama. Selain untuk menjalin keakraban juga menjadi ajang penyaluran hobi yang positif. “Rata-rata diikuti peserta 50 keatas dengan motor berfariasi,” tuturnya.

Di Romo Bravo ini motor apa saja bisa bergabung meskipun kebanyakan adalah motor dengan cc besar. Justru dari beragam motor ini mereka akan membentuk kelompok sesuai motornya. “Prinsipnya adalah mengakomodir semua pemotor untuk membangun jiwa kebersamaan,” paparnya.

Tahun ini Romo Bravo telah melakukan touring ke kawasan Pantai Pangandaran. Ada juga sebagian kelompok kecil touring ke Lampung dengan membawa bendera Bravo Satria Perkasa. Disini sesama anggota touring harus saling menjaga dengan standar kecepatan sekitar 60- 80 km/jam.

Begitulah aktivitas para rider yang tergabung dalam Romo Bravo, sambil menikmati hobi juga bisa saling menguatkan konsolidasi team. [FR]