Bravo Satria Perkasa
13 Dec 2018

Presiden Jokowi: Satpam adalah Profesi yang Mulia

KSATRIA| Jakarta–Dalam pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 di Istana Negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan terima kasih kepada satpam dan perusahaan jasa pengamanan yang selama ini dinilainya ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sungguh, menurut saya, satpam adalah sebuah profesi yang mulia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional Tahun 2018, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Ke dapan, sambung Jokowi, kontribusi jasa pengamanan semakin dibutuhkan karena negara membutuhkan iklim aman untuk mengundang masuknya investasi.

“Kalau sudah investasi datang, ada orang membuka pabrik, membuka industri, membuka kantor dan lain-lain. Artinya, terbuka lapangan pekerjaan. Karena itu keamanan sangat diperlukan bagi sebuah negara,” ujar mantan Wali Kota Solo ini.

Jokowi mengingatkan, dari hari ke hari bentuk kejahatan dan keamanan, ancaman keamanan akan terus berkembang. Potensi aksi penipuan maupun penggunaan teknologi tindak kejahatan semakin canggih. Untuk itu, kata dia, cetak biru yang akan disusun Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) perlu memikirkan bagaimana menghadapi perkembangan teknologi ke depan, bagaimana memberikan pelatihan, skillup skill para karyawan pengamanan sehingga tidak kalah canggih dengan pelaku-pelaku kejahatan.

“Ini penting sekali. Juga harus dipikirkan bagaimana membekali satpam dengan peralatan-peralatan yang up to date,” tutur Presiden seraya menekankan pentingnya sertifikasi bagi tenaga satpam.

Presiden mengajak seluruh satpam untuk terus bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, situasi Indonesia yang kondusif, tenteram. “Yang menerima manfaat adalah kita semuanya, rakyat,” katanya.

Ikut hadir dalam acara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Keresidenan Moeldoko, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono, dan Ketua Umum Abujapi Budi Rianto. [ro]

13 Dec 2018

Presiden Jokowi: Kehadiran Satpam sangat Diperlukan

KSATRIA| Jakarta– Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa profesi satpam sebagai mitra Kepolisian sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Jokowi saat membuka Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

“Kehadiran satuan pengamanan sangat diperlukan karena memang polisi tidak bisa berada di semua tempat dalam setiap waktu sekaligus. Polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan jasa pengamanan,” ujarnya.

Rasa aman memang dibutuhkan oleh masyarakat dan negara Indonesia. Kepala Negara menjelaskan, rasa aman termasuk salah satu hal yang dibutuhkan untuk menumbuhkan investasi di Indonesia. Para investor akan berani menanamkan modalnya apabila rasa aman itu ada.

“Kalau investasi datang, orang membuka pabrik, industri, kantor dan lainnya. Artinya terbuka lapangan pekerjaan. Keamanan itu sangat diperlukan bagi sebuah negara,” tuturnya.

Namun, Presiden menekankan bahwa peran tenaga satpam tak terbatas hanya pada sisi pengamanan. Jokowi berpandangan bahwa seorang satpam juga bertindak sebagai wajah perusahaan maupun institusi.

Tenaga satpam juga berperan penting untuk memberikan kesan pertama bagi reputasi sebuah perusahaan. [ro]

13 Dec 2018

Pertanyaan Heboh Personel BSP kepada Presiden Soal Biaya Sertifikasi Satpam

KSATRIA| Jakarta—Ada yang unik dari pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (12/12/2018).

Saat pria yang biasa dipanggil Jokowi ini membacakan sambutannya, di tengah-tengah acara presiden mempersilahkan empat perwakilan satpam untuk maju di samping mimbar. Satu persatu Jokowi menanyakan soal pekerjaan satpam kepada perwakilan tersebut.

Adalah Ema Retno satpam pertokoan mall saat ditanya Jokowi,Ema mengatakan merasa senang menjadi satpam mall karena setiap hari bertemu dengan para pengunjung yang berganti-ganti wajah.

Dialog presiden dengan satpam nampak tegang ketika salahsatu perwakilan bernama Ilal dari PT. Bravo Satria Perkasa menanyakan masalah mahalnya biaya sertifikasi yang mencapai 5-10 juta per satpam.

Karena kondisi yang kurang nyaman, video telekonference pun terputus beberapa saat, dan peserta hadirin yang ada di Bandung pun bergemuruh kecewa karena tidak tahu kelanjutan dialog singkat itu.

Setelah beberapa saat terputus, hadirin pun mendengarkan paparan presiden di pembukaan Kipnas 2018 ini. Ada satu catatan menarik dari pantauan yang dilakukan JurnalSecurity bahwa presiden memerintahkan kepada kementerian untuk mencatat soal mahalnya sertifikasi satpam. “Tolong dicatat Pak Menteri,” paparnya disambut gemuruh tepuk tangan para peserta yang hadir di Istana dan Bandung. [Ro]

13 Dec 2018

Presiden Jokowi Buka Kipnas 2018 di Istana Negara

KSATRIA| Jakarta–Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (12/12/2018).

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan bahwa iklim yang kondusif suatu negara akan berpengaruh terhadap iklim investasinya. “Investasi akan datang jika kondisinya aman,” jelasnya di hadapan anggota Abujapi.

Lebih lanjut, Jokowi menambahkan bahwa investor akan buka pabrik, mereka akan berani menanamkan modal jika faktor keamanannya terjamin. Efeknya adalah terbukanya lapangan pekerjaan.

Jokowi menjelaskan, ke depan industri jasa pengamanan akan semakin dibutuhkan, dikarenakan ancaman keamanan terus berkembang dan potensi penipuan melalui tindak kejahatan akan semakin canggih.

Untuk itu, tambah Jokowi, cetak biru yang sedang disusun oleh Abujapi harus memberikan rasa pengabdian untuk peningkatan skill para satpam sehingga tidak kalah canggih dengan pelaku kejahatan. Dalam sambutan penutupnya, Jokowi berharap agar kita terus menjaga kemanan ketertiban dan menjaga situasi Indonesia tetap kondusif, karena suasana aman ekonomi akan berkembang, maka peluang usaha akan bertambah banyak dan ini akan memberi manfaat untuk kita semua, yaitu rakyat. [Roj]

13 Dec 2018

Jelang HUT Satpam ke-38, Ratusan Satpam Bersama Presiden di Istana Negara

KSATRIA| Jakarta–Menjelang hari ulang tahun ke-38 Satuan Pengamanan (Satpam) mendapat kado istimewa karena sejumlah perwakilan satpam bersama Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) bisa bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada tanggal 12 bulan 12, setelah 38 tahun satpam dilahirkan.

Kehadiran para satpam dan pengurus Abujapi ini dalam rangka menghadiri pembukaan Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP Abujapi), Budi Rianto, mengatakan pihaknya membawa 300 personel di acara ini. Mereka mewakili jutaan Satpam yang ada di seluruh Indonesia.

“Mungkin ini pertama kalinya Satpam masuk Istana. Jadi ini Satpam geruduk Istana,” kata dia dalam sambutannya, Rabu, 12 Desember 2018.

Dalam acara itu, Jokowi mengatakan jika Satpam bukan semata-mata satuan pengamanan melainkan wajah paling depan dari sebuah perusahaan atau lembaga. Pasalnya, setiap pengunjung yang ingin masuk ke suatu kompleks, kantor, atau mal, yang ditemui pertama kali adalah Satpam.

“Makanya jadi anggota satpam itu tidak mudah, saya tahu. Satu sisi harus siap melakukan pengamanan setiap saat, di sisi yang lain harus bisa tampil, ramah, menjelaskan,” ucapnya.

Jokowi menuturkan jumlah kantor, pertokoan, dan mal semakin lama bertambah banyak. Karena itu, kehadiran satpam sangat diperlukan karena polisi tidak bisa berada di semua tempat untuk menjaga keamanan.

“Polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan jasa pengamanan, yaitu satpam,” ujarnya.[Roj]

13 Dec 2018

Kipnas 2018 akan Rumuskan Strategi Memuliakan Satpam

KSATRIA| Bandung–Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) menggelar Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) 2018 di hotel El Royal Bandung, 11-13 Desember 2018.

Ketua Panitia Kipnas 2018 Komarudin Khalid, SE mengatakan kegiatan Kipnas diselenggarakan dalam rangka memuliakan profesi satpam di Indonesia. “Selama ini profesi satpam masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat,” ungkapnya dalam konferensi pers, Selasa (11/12).

Dalam Kipnas ini nanti akan dirumuskan berbagai kebijakan yang akan kami rekomendasikan kepada pemerintah untuk perbaikan satpam ke depan. Salah satunya soal sertifikasi satpam.

Komarudin menjelaskan bahwa proses sertifikasi satpam akan diberlakukan Januari 2019. “Tim asesor yang nanti akan menguji sudah ada, tempat juga sudah siap, tinggal pelaksanaannya tahun depan,” paparnya.

Saat ini Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) telah diperbaharui dan telah ditandatangani oleh Menakertrans “Kami berharap hadirnya lembaga sertifikasi satpam ini bisa menambah profesionalitas satpam ke depan,” ujarnya.

Acara Kipnas akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 11-13 Desember 2018 dan akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo langsung dari Istana negara.

Acara Kipnas ini dihadiri oleh para pengusaha jasa pengamanan dari seluruh Indonesia, pihak kepolisian, dan lain sebagainya.

Di antara kegiatan Kipnas ini juga akan ada seminar tentang pengamanan dan busines forum. Di area Kipnas juga ada pameran dari perusahaan jasa pengamanan, perbankan, travel dan lain-lain. [Roj]

17 Aug 2018

ABUJAPI akan Menggelar Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional

KSATRIA| Jakarta–Salah satu agenda besar Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-Abujapi) setelah Rakernas di Bandung adalah menyelenggarakan event nasional di bidang pengamanan, yaitu Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (KIPNAS) 2018.

Ketua Umum BPP-Abujapi Budi Rianto dalam paparannya di depan anggota badan usaha jasa pengamanan (BUJP) menjelaskan bahwa konferensi ini adalah konferensi pertama dan terbesar di Indonesia. “Rencananya konferensi akan diikuti oleh 2.500 pelaku usaha dan pemangku kepentingan di bidang industri jasa pengamanan,” ungkapnya, Rabu (8/8).

KIPNAS 2018 yang mengambil tema “Cetak biru industri jasa pengamanan nasional menuju pemuliaan profesi satpam” ini akan diselenggarakan di Gedung Merdeka Bandung pada tanggal 13-15 November 2018.

“Gedung Merdeka merupakan merupakan tempat dilangsungkannya konferensi Asia Afrika pertama pada tahun 1955, dengan harapan akan menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan industri jasa pengamanan nasional di masa akan datang,” ungkapnya.

Penyelenggaraan KIPNAS 2018 ini diselenggarakan Abujapi sebagai asosiasi mitra Polri dalam mengemban fungsi kepolisian terbatas sesuai amanat Pasal 3 UU No.2 Th. 2002 tentang Kepolisian.

Budi menjelaskan, selain Konferensi BUJP juga akan digelar pameran alat-alat sekuriti, dan berbagai seminar nasional dengan narasumber yang berkompeten terdiri dari Kepolisian, Kementerian Tenaga Kerja, Komisi III DPR, Kompolnas, Akademisi, Pengguna jasa, asosiasi sekuriti dan pelaku industri jasa pengamanan. [roj]

Translate »
error: Content is protected !!