Bravo Satria Perkasa
01 May 2016

BSP Wilayah Jawa 2 Spirit ‘Tak Gendong’ Besarkan BSP

KSATRIA (BSP)–“Tak Gendong Kemana-mana…” demikian lirik lagu Mbah Surip yang sempat booming belum lama ini. Lagu berjudul Tak Gendong ini telah memberikan inspirasi bagi team Bravo Satria Perkasa (BSP) Wilayah Jawa 2 untuk menjadikan lirik ini sebagai spirit dalam melayani customer.

Bukan tanpa alasan, memilih Tak Gendong sebagai ikon BSP Wilayah Jawa 2 dalam memberikan layanan kepada customer di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DI Yogjakarta) ini. Menurut Head Of Area Jawa 2 Heru Wibowo, SSosI, MM, filosofi Tak Gendong memiliki makna yang dalam, yaitu menempatkan BSP dalam hati sehingga selalu digendong kemana-mana.

Heru menambahkan, Tak Gendong memilki makna berjiwa ngemong, artinya ketika anak menangis sebagai obat penawar utama adalah menggendongnya dengan memberikan pelayanan setulus hati. “Menggendong memilki arti makna kepedulian, respon dan empati sepenuh hati,” jelasnya.

Kepedulian untuk memberikan ayoman kepada seluruh personil BSP di wilayah, telah menjadi komitmen BSP dalam membangun iklim yang kondusif dalam menjaga keamanan dalam wilayah bertugas. Iklim kondusif ini berdampak pada layanan kepada customer sebagai user BSP. Secara tak langsung, hadirnya BSP di wilayah Jawa 2 telah ikut meringankan beban tugas kepolisian dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan usaha.

Personil Satpam yang tergabung dalam Keluarga Besar BSP Wilayah Jawa 2 menjadi ujung tombak perusahaan dalam menjaga keamanan di wilayah kerja personil BSP. Satpam BSP memiliki tugas pokok antara lain; menjaga asset perusahaan, menjaga personnel perusahaan, nama baik perusahaan serta integritas antar karyawan.

“BSP Wilayah Jawa 2 selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan,  khususnya di dunia keamanan secara profesional sesuai dengan karakter di masing-masing bidang,” paparnya.

Saat ini, BSP Wilayah Jawa 2 telah memiliki personil Satpam mencapai kurang lebih 2.500 personil, yang tersebar di 35 Kota Kabupaten se Jawa tengah & DIY. Sebagian besar Satpam BSP bertugas di 15 area perbankan diantaranya: Bank Permata, Bank BRI, Bank Danamon, Bank UOBIndoneisa, Bank OCBC NISP, Bank Muamalat Indonesia, Bank Internasional Indonesia, Bank Ina Perdana, Bank BPR MAA, Bank Mayapada, Bank NOBU, Bank BPR Grogol Joyo, Bank Mega Syariah Indonesia, Bank CIMB Niaga.

Selain perbankan juga ada 129 titik area yang ada di pabrik, dealer, rumah ibadah, perkantoran, rumah sakit, farmasi, restoran, pertokoan, apotik, leasing, laboratorium, perumahan, koperasi, perhotelan dan lain sebagainya.

Untuk mendukung  operasional di wilayah Jawa 2, BSP menempatkan orang-orang terdidik untuk ikut andil dalam pengembangan perusahaan jasa keamanan ini. Sebagian besar staff memiliki pendidikan dengan kualifikasi 80% lulusan Sarjana (S1), sedangkan 5% dari Strata 2 (S2). Sedangkan dari lulusan SMU mencapai 15%.

Heru menjelaskan, dalam meningkatkan kualitas layanan perusahaan memiliki beberapa kendala: Banyaknya BUJP di Jawa Tengah & DIY dan yang tercatat di Polda Jawa Tengah mencapai 186 perusahaan. “Adanya persaingan perusahaan yang tidak sehat sehingga menggaji Satpam masih di bawah UMK Kota maupun Kabupaten,” terangnya.

Heru yang juga Ketua Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) Jawa Tengah ini berharap, khususnya BUJP untuk selalu mengedepankan aspek kemanusiaan tidak hanya berbicara bisnis saja, salary gaji paling tidak sesuai dengan UMK.

Membangun pengamanan di area kerja, tentunya harus melakukan pendekatan yang intensif dengan lingkungannya guna menciptakan iklim kondusif yang aman dan nyaman. Untuk itu, BSP aktif dalam bidang organisasi sosial masyarakat di wilayah Jawa 2.

Ada beragam model pendekatan kepada masyarakat, diantaranya meningkatkan komunikasi dengan masyarakat langsung dalam kegiatan yang dibungkus dalam wadah Bankom Polrestabes atau Satkom Polda Semarang. Kegiatan sosial dalam bidang komunikasi ini sampai menjangkau Kota Semarang, Ungaran, Salatiga, Demak Kendal, Batang dan Kudus.

Bankom Polrestabes Semarang ini didirikan oleh Bapak Kapolwiltabes Semarang yang sekarang menjabat sebagai Kapolri, yaitu Jenderal Polisi Badrodin Haiti. Saat ini, Heru menjabat sebagai Bojong Cobra 2 ( Wakil Ketua Bankom). Di mana anggota Bankom Polrestabes ini terdiri dari PNS, Wiraswasta, Pejabat, Pegawai, Wartawan, dan lain-lain.

Untuk memberikan pelayanan terbaik dalam bidang pengamanan, BSP Wilayah Jawa 2 juga aktif dalam kepengurusan di Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI). Di APSI, Area Manager Jawa 2 ini juga menjabat sebagai Ketua APSI Jawa Tengah. Hal ini sebagai bentuk kepedulian BSP dalam mengmbangkan value Satpam menjadi lebih baik lagi.

Sementara beberapa staf BSP juga aktif terlibat menjadi pengurus harian dalam organisasi ABUJAPI Jawa Tengah & DIY, sehingga aspirasi dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran Satpam di mata masyarakat khususnya pengguna jasa kemanan menjadi prioritas BSP.

Kiprah para staf BSP Wilayah Jawa 2 dalam keorganisasian keamanan, telah menjadi bukti bahwa BSP peduli dengan kualitas personilnya. Untuk itu, Heru bersama tim kerjanya selalu memberikan pelayanan yang prima. BSP berusaha merespon lebih cepat apa yang menjadi kebutuhan klien.

Bisnis pengamanan adalah bisnis jasa yang service menjadi prioritas utamanya. Karena itu, kemampuan personil Satpam BSP selalu ditingkatkan untuk memberikan kepuasan klien. Diantara caranya adalah: Melakukan pembinaan service quality secara terus menerus, khusunya personil di area perbankan.

Selain itu, tambah Heru, melakukan kolaborasi pembinaan dari klien tentang product knowledge dalam melayani nasabah, menerapkan dan memahmi simulasi pelayanan,  meningkatkan cara melayani yang baik, dan melakukan rolling personil untuk memberikan penyegaran personilnya dalam bertugas.

Heru berharap, BSP Wilayah Jawa 2 yang ia kelola ini ke depan bisa lebih berkembang dan menjadi market leader di Jawa 2, memiliki teknologi yang lebih canggih dalam rangka meningkatkan value keamanan yang lebih profesional dibarengi situasi lingkungan yang kondusif.

Ke depan, marketing BSP harus menjalankan New Wave Marketing, yaitu marketing yang lebih menekankan customer untuk ikut andil mempromosikan produk BSP secara tidak langsung. Karena itu, BSP lebih peka terhadap bagaimana membrand produk agar dapat membuat customer loyal terhadap produk BSP. Customer menjadi ‘sales’ tak langsung bagi perusahaan dalam memasarkan produk.

Selain itu, harapan ke depan, BSP menjadi jantung peradaban transformasi keamanan yang ideal di negeri ini. Dan terpenting lagi adalah memenuhi kesejahteraan yang komprehensif. “Untuk itulah falsafah yang terkandung dalam lagu tak gendong kemana-mana, sebenarnya menempatkan BSP siap melayani sepenuh hati dalam pengamanan,” tutur Heru. [FR]

 

 

 

01 May 2016

BSP Jawa 1 Menjadi Central Monitoring System

KSATRIA (BSP)–Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi sebagai kota pusat kegiatan bisnis, politik dan pemerintahan. Lokasi ini menjadi tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta dan perusahaan asing, dengan kepadatan aktivitas hingga 24 jam. Termasuk wilayah di sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi semuanya bertumpu pada ritme bisnis yang ada di Ibukota.

Di Jakarta, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) memainkan peranan penting dalam mendukung system pengamanan klien bisnisnya yang terdiri dari perbankan, retail, lembaga keuangan dan sebagainya. Sebagai perusahaan jasa pengamanan, BSP senantiasa memberikan layanan yang melebihi ekspektasi kepuasan stakeholder dan  memberikan pengalaman interaksi terbaik, serta memiliki kualitas prima dengan menekankan pada aspek kecepatan, ketepatan dan keramahan. “Sekuriti ini menjadi asset karena ia menghadirkan kenyamanan, keamanan baik fisik maupun asset perusahaan,” tutur Head of Area Jawa 1, Rangga Aditya Nugroho.

Wilayah Jawa 1 ini membawahi tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Wilayah Jawa 1 ini memiliki 17 sektor mulai dari Jabodetabek ada 9 sektor, Banten ada 3 sektor dan Jawa Barat ada 5 sektor. Dibantu mitra TNI – Polri, Wilayah Jawa 1 mampu memberikan pelayanan pengawalan khusus kepada klien yang 70 persennya adalah perbankan. Selain itu Wilayah Jawa 1 juga memiliki 3 danwil dengan jumlah sekuriti di 17 sektor kurang lebih sebanyak 3.000 personil.

Rangga menuturkan, membangun koordinasi di 17 sektor ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi Wilayah Jawa 1. Sebagai perusahaan yang memiliki core business man power, BSP harus tepat mengambil ritme kerjanya. Tantangan umumnya, bukan dari aksi kejahatan yang massif tapi lebih kepada faktor internal bagaimana selalu membangun kedisiplinan kerja, kerjasama dan intergitas pelayanan untuk membangun keyakinan seluruh stakeholder.

Untuk berkoordinasi dengan 17 wilayah ini, setiap bulan diadakan pertemuan dua kali untuk saling melaporkan kendala di lapangan. Pertemuan ini juga membahas persoalan yang ditemui di lapangan untuk dilaporkan ke Danwil. Ketika ada kasus yang harus segera ditangani seperti demo atau pengamanan asset lembaga keuangan bisa langsung menyiagakan personil untuk pengamanan. “Ini bisa diselesaikan dari dansek kalau perlu dari pusat kita juga bantu,” ujarnya.

Hadirnya BSP di wilayah Jawa 1 telah ikut meringankan beban tugas kepolisian dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan usaha. BSP Wilayah Jawa 1 juga siap membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di dunia keamanan secara profesional sesuai dengan karakter di masing-masing bidang. “Kita memiliki jargon BMW yaitu Biaya, Mutu dan Waktu. Jadi harus segala seuatu yang kita lakukan terukur,” tuturnya.

Dengan jargon ini fungsi pengamanan tidak hanya menjaga asset perusahaan tapi juga menjaga personil perusahaan, nama baik serta integritas perusahaan. Selain fungsi pengamanan perusahaan, BSP juga memainkan fungsi pengamanan umum yang dibangun per individu. Artinya, Satpam juga bisa memerankan fungsi edukatif untuk menumbuhkan kesadaran umum menjaga individunya masing-masing.

Ini yang perlu dipahamkan kepada karyawan, klien dan masyatakat, jangan sampai ada Satpam yang selalu disalahkan ketika terjadi pencurian atau tindak criminal di luar areanya. Sebab sesuai standar operasional keamanan, Satpam sebagai manusia juga memiliki keterbatasan dan memiliki standar pengamanan di area radius 200 m2. “Fungsinya adalah pengamanan umum kalau asset pribadi harus dibangun per individu jangan dibebankan semua kepada Satpam,” tegas pria yang hobi mancing.

Salah satu kelebihan Wilayah Jawa 1 dibanding wilayah lain, selain menjalankan fungsi utama membawahi sebuah wilayah juga menjadi Operation Selindo (Seluruh Indonesia). Fungsi ini lebih kepada regulasi diantaranya membuat SOP di lapangan, membuat rencana pengamanan dan kualifikasi kompetensi tim di lapangan. Tak heran jika Rangga juga bertanggung jawab dalam penyelenggaraan training Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama.

Karena sebagian besar klien BSP adalah perbankan maka bisnis keamanan ini juga tak luput dari service. BSP selalu berupaya meningkatkan kemampuan personil dengan pembinaan service quality secara terus menerus seperti sikap ramah, kesempurnaan, pelayanan, integritas dan profesional, khususnya personil di area perbankan.

Rangga mengakui, tantangan meyakinkan bahwa produk BSP penting bagi keberlangsungan bisnis pengguna. Calon klien menganggap bahwa produk pengamanan ini abstrak. Berbeda dengan bisnis makanan atau minuman ketika dibeli langsung bisa dinikmati rasanya. Padahal, tambah Rangga, untuk menganalogikan produknya mudah, misalnya ketika seorang bekerja di kantor lantai 30, apakah mereka memikirkan keamanan mobilnya yang di parkir di lantai dasar? “Jika orang itu merasakan aman dan nyaman berarti produk pengamanan sudah dirasakan,” tandasnya.

Rangga menambahkan, dalam rangka mempertahankan mutu keamanan, BSP tidak ikut dalam perang tarif dengan banting harga. Inilah sebenarnya yang menjadi tantangan BUJP dan Satpam ketika selalu dituntut memberikan pengamanan maksimal tapi tidak mendapatkan gaji standar. Bahkan sering kali calon klien menuntut agar Satpam bisa multi fungsi sebagai pengamanan, juru parkir, tukang pel dan sebagainya.

Hal ini yang membuat fungsi Satpam menjaga asset perusahaan terabaikan. Menganggap Satpam itu sebagai cost sudah tidak relevan mengingat Satpam adalah asset perusahaan untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan baik fisik maupun asset perusahaan. “Satpam harus standby. Memang kesannya hanya duduk-duduk tapi keberadaannya dirasakan manakala terjadi gangguan keamanan,” paparnya.

Pria yang berkecimpung di bisnis sekuriti sejak tahun 2003 ini mengatakan, membangun system pengamanan juga tak cukup dengan mengandalkan personil Satpam. Untuk itu BSP memiliki layanan patroli device yang mekanismenya seperti system patroli terpadu yang tersentral di Central Monitoring System (CMS). CMS sendiri memiliki layanan SMS gateway, email, OCC yang memberikan update situasi di lapangan baik ada demo, banjir yang disampaikan kepada internal pengamanan maupun eksternal. l

01 May 2016

BSP Jawa 1 Menjadi Central Monitoring System

KSATRIA (BSP)–Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi sebagai kota pusat kegiatan bisnis, politik dan pemerintahan. Lokasi ini menjadi tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta dan perusahaan asing, dengan kepadatan aktivitas hingga 24 jam. Termasuk wilayah di sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi semuanya bertumpu pada ritme bisnis yang ada di Ibukota.

Di Jakarta, PT Bravo Satria Perkasa (BSP) memainkan peranan penting dalam mendukung system pengamanan klien bisnisnya yang terdiri dari perbankan, retail, lembaga keuangan dan sebagainya. Sebagai perusahaan jasa pengamanan, BSP senantiasa memberikan layanan yang melebihi ekspektasi kepuasan stakeholder dan  memberikan pengalaman interaksi terbaik, serta memiliki kualitas prima dengan menekankan pada aspek kecepatan, ketepatan dan keramahan. “Sekuriti ini menjadi asset karena ia menghadirkan kenyamanan, keamanan baik fisik maupun asset perusahaan,” tutur Head of Area Jawa 1, Rangga Aditya Nugroho.

Wilayah Jawa 1 ini membawahi tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Wilayah Jawa 1 ini memiliki 17 sektor mulai dari Jabodetabek ada 9 sektor, Banten ada 3 sektor dan Jawa Barat ada 5 sektor. Dibantu mitra TNI – Polri, Wilayah Jawa 1 mampu memberikan pelayanan pengawalan khusus kepada klien yang 70 persennya adalah perbankan. Selain itu Wilayah Jawa 1 juga memiliki 3 danwil dengan jumlah sekuriti di 17 sektor kurang lebih sebanyak 3.000 personil.

Rangga menuturkan, membangun koordinasi di 17 sektor ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi Wilayah Jawa 1. Sebagai perusahaan yang memiliki core business man power, BSP harus tepat mengambil ritme kerjanya. Tantangan umumnya, bukan dari aksi kejahatan yang massif tapi lebih kepada faktor internal bagaimana selalu membangun kedisiplinan kerja, kerjasama dan intergitas pelayanan untuk membangun keyakinan seluruh stakeholder.

Untuk berkoordinasi dengan 17 wilayah ini, setiap bulan diadakan pertemuan dua kali untuk saling melaporkan kendala di lapangan. Pertemuan ini juga membahas persoalan yang ditemui di lapangan untuk dilaporkan ke Danwil. Ketika ada kasus yang harus segera ditangani seperti demo atau pengamanan asset lembaga keuangan bisa langsung menyiagakan personil untuk pengamanan. “Ini bisa diselesaikan dari dansek kalau perlu dari pusat kita juga bantu,” ujarnya.

Hadirnya BSP di wilayah Jawa 1 telah ikut meringankan beban tugas kepolisian dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan usaha. BSP Wilayah Jawa 1 juga siap membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di dunia keamanan secara profesional sesuai dengan karakter di masing-masing bidang. “Kita memiliki jargon BMW yaitu Biaya, Mutu dan Waktu. Jadi harus segala seuatu yang kita lakukan terukur,” tuturnya.

Dengan jargon ini fungsi pengamanan tidak hanya menjaga asset perusahaan tapi juga menjaga personil perusahaan, nama baik serta integritas perusahaan. Selain fungsi pengamanan perusahaan, BSP juga memainkan fungsi pengamanan umum yang dibangun per individu. Artinya, Satpam juga bisa memerankan fungsi edukatif untuk menumbuhkan kesadaran umum menjaga individunya masing-masing.

Ini yang perlu dipahamkan kepada karyawan, klien dan masyatakat, jangan sampai ada Satpam yang selalu disalahkan ketika terjadi pencurian atau tindak criminal di luar areanya. Sebab sesuai standar operasional keamanan, Satpam sebagai manusia juga memiliki keterbatasan dan memiliki standar pengamanan di area radius 200 m2. “Fungsinya adalah pengamanan umum kalau asset pribadi harus dibangun per individu jangan dibebankan semua kepada Satpam,” tegas pria yang hobi mancing.

Salah satu kelebihan Wilayah Jawa 1 dibanding wilayah lain, selain menjalankan fungsi utama membawahi sebuah wilayah juga menjadi Operation Selindo (Seluruh Indonesia). Fungsi ini lebih kepada regulasi diantaranya membuat SOP di lapangan, membuat rencana pengamanan dan kualifikasi kompetensi tim di lapangan. Tak heran jika Rangga juga bertanggung jawab dalam penyelenggaraan training Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama.

Karena sebagian besar klien BSP adalah perbankan maka bisnis keamanan ini juga tak luput dari service. BSP selalu berupaya meningkatkan kemampuan personil dengan pembinaan service quality secara terus menerus seperti sikap ramah, kesempurnaan, pelayanan, integritas dan profesional, khususnya personil di area perbankan.

Rangga mengakui, tantangan meyakinkan bahwa produk BSP penting bagi keberlangsungan bisnis pengguna. Calon klien menganggap bahwa produk pengamanan ini abstrak. Berbeda dengan bisnis makanan atau minuman ketika dibeli langsung bisa dinikmati rasanya. Padahal, tambah Rangga, untuk menganalogikan produknya mudah, misalnya ketika seorang bekerja di kantor lantai 30, apakah mereka memikirkan keamanan mobilnya yang di parkir di lantai dasar? “Jika orang itu merasakan aman dan nyaman berarti produk pengamanan sudah dirasakan,” tandasnya.

Rangga menambahkan, dalam rangka mempertahankan mutu keamanan, BSP tidak ikut dalam perang tarif dengan banting harga. Inilah sebenarnya yang menjadi tantangan BUJP dan Satpam ketika selalu dituntut memberikan pengamanan maksimal tapi tidak mendapatkan gaji standar. Bahkan sering kali calon klien menuntut agar Satpam bisa multi fungsi sebagai pengamanan, juru parkir, tukang pel dan sebagainya.

Hal ini yang membuat fungsi Satpam menjaga asset perusahaan terabaikan. Menganggap Satpam itu sebagai cost sudah tidak relevan mengingat Satpam adalah asset perusahaan untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan baik fisik maupun asset perusahaan. “Satpam harus standby. Memang kesannya hanya duduk-duduk tapi keberadaannya dirasakan manakala terjadi gangguan keamanan,” paparnya.

Pria yang berkecimpung di bisnis sekuriti sejak tahun 2003 ini mengatakan, membangun system pengamanan juga tak cukup dengan mengandalkan personil Satpam. Untuk itu BSP memiliki layanan patroli device yang mekanismenya seperti system patroli terpadu yang tersentral di Central Monitoring System (CMS). CMS sendiri memiliki layanan SMS gateway, email, OCC yang memberikan update situasi di lapangan baik ada demo, banjir yang disampaikan kepada internal pengamanan maupun eksternal. l

01 May 2016

10 Tips Tetap Bugar Meski Jaga Shift Malam

KSATRIA (BSP)–Berkembangnya teknologi dan industrialisasi di banyak tempat telah merubah banyak pola hidup masyarakat khususnya masyarakat perkotaan yang selalu aktif dan dinamis. Begitu juga pola dan jam kerja juga banyak terjadi perubahan. Bagi sebagian orang, bekerja pada malam hari atau shift malam merupakan hal yang biasa, namun perlu disadari bahwa pola jam kerja yang tidak normal tersebut dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatan dikemudian hari.

Bagi Anda yang terbiasa bekerja pada shift malam, ada baiknya menerapkan beberapa tips menjaga kesehatan tubuh berikut ini.

1. Tidur siang. Tidurlah dengan waktu yang cukup pada siang hari agar Anda dapat tetap aktif pada malam harinya. Tidur siang sangat penting perannya untuk pekerja shift malam agar tubuh dapat beristirahat sebelum beraktifitas pada malam hari. Selain itu tidur siang juga dapat mencegah infeksi yang diakibatkan oleh kelelahan pada mata.

2. Minum air putih. Minum air putih yang banyak merupakan salah satu cara menjaga tubuh tetap sehat dan aktif. Cairan tubuh yang berasal dari air putih dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan membuat Anda tetap sehat hingga malam hari.

3. Hindari stres. Kondisi pikiran yang rileks dan jauh dari stres merupakan salah satu cara terbaik untuk membuat tubuh Anda siap menghadapi pekerjaan pada malam nanti.

4. Konsumsi buah. Buah-buahan yang memiliki kandungan air dan citrus seperti jeruk dapat mengisi kekurangan cairan tubuh. Konsumsilah buah-buahan tersebut sekitar 3 jam sebelum shift malam untuk mendapatkan hasil terbaik.

5. Konsumsi kacang-kacangan. Kacang-kacangan merupakan sumber makanan sehat yang sangat baik dikonsumsi pada saat akan bekerja malam, karena kacang dapat meningkatkan energi dan menjaga kesehatan untuk bekerja lebih fit pada malam hari. Anda dapat mengkonsumsi kacang tanah, almon dan jenis kacang lainnya.

6. Mandi sebelum bekerja. Anda harus mandi 2 hingga 3 kali sehari untuk membersihkan tubuh dan menjaga tubuh tetap segar. Jika Anda bekerja pada malam hari, biasakanlah untuk selalu mandi sebelum pergi bekerja.

7. Olahraga. Olahraga yang teratur dapat memberikan stamina yang cukup untuk tubuh saat bekerja pada malam hari. Lakukanlah olahraga-olahrga ringan seperti sit-up, push-up dan stretching agar tubuh selalu fit menghadapi jam kerja yang tidak normal.

8. Dengarkan musik. Musik dapat membuat Anda merasa lebih baik dan rileks. Bagi Anda yang baru mencoba bekerja pada shift malam, Anda dapat menyiapkan musik atau lagu-lagu yang bernada riang untuk menjaga kondisi pikiran Anda tetap terjaga dalam mood yang baik.

9. Bekerja dengan penerangan yang bagus. Salah satu cara untuk membuat tubuh Anda siap menghadapi shift malam yaitu bekerja dalam ruangan dengan penerangan yang baik, sehingga Anda tetap terjaga dengan baik karena cahaya yang terang akan membantu indera dan pikiran Anda tetap terjaga.

10.Jaga pola makan. Selalu jaga pola makan Anda dengan teratur sepanjang hari untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan fit sepanjang shift malam Anda. Makanlah makanan dengan kandungan gizi yang cukup seperti protein, serat dan vitamin. Tuntutan pekerjaan membuat banyak orang rela melakukan pekerjaan dalam kondisi yang tidak normal, seperti bekerja pada malam hari saat sebagian besar orang beristirahat dan tidur di rumah yang nyaman. Menjaga kesehatan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh semua orang, apalagi bagi orang yang bekerja pada malam hari sehingga tubuh tetap terjaga kesehatannya. [FR]

Sumber; rumahtips.com

01 May 2016

Aksi Sutarjo Wiroguno Duel Gagalkan Pembobol Bank

INI memang bukan adegan laga film Hollywood tapi kenyataan yang harus dihadapi Sutarjo Wiroguno untuk menjaga nama baik PT Bra­vo Satria Perkasa (BSP) patut diacun­gi jempol. Sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan yang memiliki reputasi cukup baik di mata klien, Sutarjo ter­panggil siap menghadapi segala resiko di lapangan termasuk ancaman pem­bunuhan. Prinsip ini selaras dengan azas tangung jawab yang merupakan salah satu pilar delapan prilaku BSP.

KSATRIA (BSP)–Saat itu, tahun 2004, dimana tiga orang melakukan aksi kejahatan peng­gelapan uang nasabah bank sebesar 10 miliyar. Sebenarnya kasus ini sudah di­tangani pihak kepolisian namun pihak bank juga memberikan kesempatan kepada tim BSP untuk ikut mengambil langkah tugas penanganan.

Sore itu, Sutarjo yang tengah berja­ga di Kuningan Jakarta Selatan men­dapat komando dari pimpinan BSP untuk meluncur ke salah satu cabang bank swasta didampingi seorang poli­si. Di lantai 3, target melakukan tran­saksi melalui internet di dampingi tiga pengawal. Ketika mereka turun, Su­tarjo langsung menyergapnya sehing­ga terjadi keributan diantara mereka . Pelaku ternyata melawan dengan ilmu hipnotis sehingga Sutarjo tidak sem­pat melawan.

Sukarjo menjadi guru Taekwondo
Sukarjo menjadi guru Taekwondo

Sutarjo baru sadar ternyata ia da­lam pengaruh hipnotis setelah anggo­ta polisi mendorongnya sambil men­gejar pelaku yang keluar gedung dan naik taksi ke arah Kuningan. Polisi pun menghentikan pengejaran karena belum ada bukti kejahatanya. Tak ingin kehilangan tergetnya, Sutarjo langsung naik ojek. “Akhirnya saya ijin ke poli­si untuk mengejar karena ini perintah dari atasan saya,” tuturnya.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi mulai dari jalan Mega Kuningan, Ja­lan Gatot Subroto, depan kantor Pol­da Metro Jaya hingga Grogol Jakarta Barat. Karena jalanan macet, Sutarjo sempat memepet taksi agar menepi tapi pelaku mengacungkan senjata api dari dalam mobil sambil mengan­cam dengan kata-kata kotor. “Kamu cari mati! Saya bedil kamu!” tuturnya.

Aksi kejar-kejaran ini sempat menyita perhatian pengguna jalan lainnya. Sampai di Tanjung Duren, pengawal target turun dan terjadilah perkelahian. Sutarjo sempat di pukul beberapa kali oleh pelaku berpostur tinggi. Sutarjo pun sempat membala­snya dengan tendangan hingga pela­ku tersungkur di jalan. Untuk mengu­rangi korban, Sutarjo meminta tukang ojeknya menjauh dari lokasi. “Ini uru­sannya nyawa, dia tidak ada kaitann­ya apa-apa. Kalau saya mati lapor ke kantor saja,” akunya.

Kejar-kejaran berlangsung hingga pukul 21.00 di dalam perkampungan. Tiba-tiba taksi berbelok ke Polsek Tanjung Duren, ternyata target telah mempengaruhi Polsek setempat. Di pos penjagaan, Sutarjo melapor tiga orang yang masuk ke kantor Polsek itu adalah oknum pembobol uang di bank. Awalnya penjaga tidak percaya tapi mengijinkan Sutarjo mengecek ke dalam. Di dalam, Sutarjo melihat kedua pengawal bersembunyi di ba­lik rolling door sementara yang satun­ya masuk ke ruang polisi.

Ketika sampai di rolling door, pe­laku langsung menyergap Sutarjo dan tidak sempat menghindar. Sutarjo sempat dibawa ke dalam ruangan, di­introgasi dan diminta melepas semua pakainnya. Meskipun sudah menun­jukkan ID card BSP, polisi tetap men­gintrogasinya. Menjelang pukul 01.00, datang anggota polisi dari Polda men­carinya. “Saya ditanya mengapa kamu ditangkap? Saya jawab saya diintroga­si. Setelah dia mengatakan dari Polda, baru saya dilepaskan,” paparnya.

Disitu Sutarjo mendapat apresi­asi karena telah membantu kepoli­sian menangkap penjahat. Dari data kepolisian, ternyata tiga pelaku ini adalah buronan polisi sejak tiga bu­lan. “Orang-orang ini sudah menjadi DPO sejak 3 bulanan, baru tertan­gkap ketika kasus saya hadapi,” ujar pria yang menggeluti ilmu bela diri sejak SMP ini.

Peran Sutarjo menangani ka­sus kejatanan bukan itu saja. Tahun 2005, ia berhasil menggagalkan aksi kejahatan penggandaan kartu ATM salah satu bank swasta klien BSP.

Demikian juga ketika menangani kasus kepala cabang bank yang kabur membawa uang tahun 1998-an. Se­lama sebulan lebih Sutarjo mencari-cari pelakunya hingga tertangkap di Bekasi Timur. Sutarjo juga sempat menjadi korban ketika bertugas men­gawal uang ke bandara saat terjadi kerusuhan 1998. Di tengah aksi masa yang melakukan pembakaran dan sweeping di jalanan, mobil yang di­tumpanginya sempat dibakar masa. “Untungnya brangkas kita lindungi sehingga aman,” paparnya.

Dedikasi dan loyalitas Sutarjo yang besar ini mendapatkan apresia­si dari perusahaan. Kini Sutarjo ber­tanggungjawab atas penguatan fisik personil BSP melalui ilmu dela diri yang ia miliki. “Inilah pengalaman menjadi sekuriti yang penuh tantan­gan,” papar suami dari Srimukti yang dikaruniai dua anak ini. [FR]

Translate »
error: Content is protected !!